Apa Itu Standar Akuntansi Pemerintahan?

Informasi terkait keuangan negara wajib disajikan secara relevan dan tercatat dengan baik sebagai wujud pertanggungjawaban dari pihak pemerintah. Nah, sistem pencatatan dan pembukuan ini dikenal dengan akuntansi pemerintah dan di dalamnya terdapat standar akuntansi pemerintahan yang harus dipenuhi oleh yang membuatnya.

Kehadiran sistem pencatatan ini menjadi dasar atas terciptanya standar di dalam laporan keuangan untuk berbagai pihak yang terkait, dari mulai DPR, BPK, sampai masyarakat. Bila akuntansi pemerintah tidak dilakukan dengan baik, maka keuangan negara tidak akan bisa terkontrol dan tidak menjadi proporsional antara pengeluaran dan penghasilan.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita mengenal lebih dalam tentang standar akuntansi pemerintahan di bawah ini.

Apa itu Akuntansi Pemerintahan?

Akuntansi pemerintahan adalah suatu sistem untuk mencatat keuangan negara yang dilakukan oleh unit kerja tertentu. Salah satu ruang lingkup yang terdapat di dalam pencatatan pembukuan dalam jenis ini adalah catatan pelaksanaan anggaran milik semua unit pemerintah.

Bachtiar Arif, dkk. menjelaskan bahwa akuntansi pemerintahan adalah kegiatan pemberian jasa agar bisa menyajikan informasi keuangan pemerintah dengan berdasarkan proses pencatatan, pengklasifikasian, pengikhtisaran dari suatu transaksi keuangan pemerintah dan juga penafsiran atas informasi keuangan tersebut.

Berdasarkan kedua penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa akuntansi pemerintahan adalah suatu unit kerja yang menyajikan jasa pencatatan anggaran keuangan negara yang bisa membantu menentukan kebijakan ekonomi dalam suatu negara.

Baca juga: Apa itu Prinsip Akuntabilitas? Ini Pengertian dan Berbagai Jenisnya!

Standar Akuntansi Pemerintahan

Berdasarkan laman KSAP, SAP atau Standar Akuntansi Pemerintahan adalah prinsip akuntansi yang dilakukan untuk menyajikan dan menyusun jenis laporan keuangan pemerintah. Di dalamnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu Laporan Keuangan Pemerintah Pusat atau LKPP dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah atau LKPD.

Laporan keuangan pokok dalam suatu negara tersebut mencakup laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, laporan neraca, dan catatan atas laporan keuangan.

Baca juga: Apa itu Lean Accounting? Ini Pengertian dan Penerapannya di Perusahaan!

Dasar Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan

Terdapat beberapa jenis penerapan dalam menerapkan standar akuntansi pemerintahan, yaitu:

1. SAP Berbasis Kas 

Dasar standar akuntansi pemerintahan yang pertama adalah berbasis kas, yang mana fungsinya adalah agar bisa melakukan pengakuan pendapatan, belanja dan pembiayaan dalam laporan realisasi anggaran.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010, penggunaan basis kas di dalam laporan realisasi anggaran mempunyai arti bahwa pendapatan diakui ketika kas diterima dalam rekening kas umum negara atau daerah atau oleh entitas pelaporan dan juga belanja diakui ketika kas dikeluarkan dari rekening kas umum negara atau daerah atau entitas pelaporan.

2. SAP Berbasis Akrual 

Standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual mengakui adanya beban, pendapatan, utang, aset, dan ekuitas di dalam pelaporan keuangan berbasis akrual. Selain itu, standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual juga mengakui belanja, pendapatan dan pembiayaan di dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang tertuang di dalam APBN atau APBD.

Beberapa penerapan SAP berbasis akrual adalah pada pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan satuan organisasi pada pusat atau daerah yang diwajibkan untuk membuat laporan keuangan.

Menurut peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010, SAP berbasis akrual untuk neraca berarti kewajiban, aset, dan ekuitas dananya akan diakui serta dicatat ketika terjadi transaksi atau ketika terjadi suatu kondisi yang berdampak pada keuangan pemerintah tanpa harus memerhatikan uang kas atau setara kas saat diterima atau dibayarkan.

Baca juga: Apa itu Financial Accounting? Ini Pentingnya Untuk Perusahaan Anda!

Tujuan Akuntansi Pemerintahan

Pada dasarnya, laporan keuangan pemerintahan tidak mempunyai perbedaan yang besar dengan laporan keuangan perusahaan. Namun, tujuan dari dilakukannya akuntansi pemerintahan adalah sebagai berikut:

1. Akuntabilitas

Kehadiran akuntansi pemerintah adalah agar pihak pemerintah bisa mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan negara yang sesuai dengan amanat konstitusi.

Hal tersebut tercantum dalam UUD 1945 pasal 23 ayat 5, yang mana didalamnya menjelaskan bahwa setiap pengelolaan keuangan negara harus mempunyai laporan pertanggungjawaban, sehingga pihak masyarakat bisa mengetahui penggunaan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah secara jelas.

2. Managerial

Laporan keuangan di dalam pemerintahan akan membantu pemerintah dalam melakukan perencanaan dengan cara membuat APBN dan strategi pembangunan lainnya agar bisa melaksanakan kegiatan pembangunan dalam suatu negara.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah agar bisa mencapai ketaatan dalam peraturan undang-undang, efisiensi, efektivitas, efisiensi, dan juga ekonomis dalam mencapai tujuan.

3. Pengawasan (kontrol)

Kehadiran laporan keuangan di dalam pemerintahan juga akan mempermudah dalam memeriksa keuangan negara, karena didalamnya terdapat keterangan terkait penggunaan anggaran negara.

Dengan adanya pengawasan yang ketat melalui akuntansi keuangan yang tepat, maka bisa meminimalisir penyalahgunaan anggaran.

Baca juga: Apa itu Akuntansi Konvensional? Apa Bedanya dengan Akuntansi Syariah?

Penutup

Akuntansi pemerintahan merupakan suatu sistem pencatatan dan pembukuan untuk suatu negara. Terdapat perbedaan antara pembukuan untuk perusahaan dan untuk pemerintahan, karena dalam suatu pemerintahan tidak mempunyai profit. Tapi walaupun berbeda, dasar ilmunya tetap saja sama, yakni pencatatan.

Tujuan paling utama dari sistem akuntansi dan laporan keuangan adalah guna meningkatkan efisiensi dalam mengelola keuangan organisasi.

Nah, Anda bisa mencapai peningkatan efisiensi pengelolaan keuangan dengan cara menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, kegiatan pencatatan dan pembukuan Anda akan terselesaikan secara otomatis serta bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara akurat.

Lebih dari itu, di dalamnya juga telah dilengkapi dengan berbagai fitur bisnis luar biasa yang akan membantu Anda dalam mengelola persediaan, melakukan penjualan dan pembelian, menyelesaikan urusan perpajakan, dan masih banyak lagi.

Penasaran dengan Accurate Online? Daftarkan bisnis Anda pada tautan gambar di bawah ini untuk segera mencobanya gratis selama 30 hari.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.