Apa Perbedaan PSAK dan IFRS dalam Dunia Akuntansi?

Saat mengelola laporan keuangan perusahaan, maka akuntan akan mempunyai acuan atau dasar yang dikenal dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan atau PSAK. Standar akuntansi tersebut mengacu pada IFRS atau International Financial Accounting Standard. Lalu, apa perbedaan antara PSAK dan IFRS di dalam dunia akuntansi?

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan besar di atas, Anda bisa membaca artikel menarik di bawah ini hingga selesai.

Apa itu IFRS (International Financial Accounting Standard)

Dilansir dari laman Wikipedia, IFRS atau International Financial Accounting Standard adalah suatu standar akuntansi internasional yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Board (IASB).

Dalam proses penyusunannya, International Accounting Standards ini akan melibatkan empat organisasi utama dunia, yaitu IASB atau Badan Standar Akuntansi Internasional, EC atau Komisi Masyarakat Eropa, IOSOC atau Organisasi Internasional Pasar Modal, dan juga IFAC atau Federasi Akuntansi Internasional.

Pada mulanya, IFRS adalah perkembangan dari standar akuntansi global yang bertujuan untuk bisa menstimulasi penggunaan standar akuntansi global yang lebih berkualitas dan dipelopori oleh IASB, yang pada mulanya memiliki nama AISC atau Komisi Standar Akuntansi Internasional.

Setelah berhasil dikeluarkan, maka IFRS menjadi sistem yang digunakan oleh mayoritas negara, baik itu dalam mengelola bisnis secara nasional ataupun internasional.

Indonesia pun kini telah menggunakan IFRS. Karena, Indonesia sendiri adalah bagian dari IFAC yang mengharuskan setiap anggotanya untuk bisa memenuhi Statement Membership Obligation atau SMO. Sehingga, Indonesia pun wajib menjadikan IFRS sebagai salah satu standar akuntansinya.

Baca juga: Apa itu PSAK? Ini Pengertian Lengkap dan Jenisnya!

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 

PSAK atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan adalah suatu prosedur acuan dalam membuat laporan keuangan agar terjadi kesamaan konsep dalam menyajikan laporan keuangan. Kesamaan konsep dalam membuat laporan keuangan ini akan mempermudah akuntan perusahaan untuk membuat dan juga menjelaskan laporan keuangan.

Selain itu, standar akuntansi keuangan ini juga dijadikan sebagai parameter dalam membuat kesatuan bahasa guna menganalisa laporan keuangan suatu perusahaan. Standar akuntansi keuangan ini dibuat agar bisa mengatur sebagian besar laporan keuangan, baik itu dari sisi konsep hingga teknis pembuatannya.

Standar Akuntansi Keuangan ini menjadi standar akuntansi yang tidak bisa lagi diragukan kesesuaiannya, sehingga akan selalu digunakan oleh sebagian besar perusahaan di Indonesia.

Baca juga: PSAK 73: Ini pengertian dan Penerapannya dalam Bisnis

Lantas, Apa perbedaan PSAK dan IFRS di Dalam Dunia Akuntansi?

Setidaknya terdapat 11 perbedaaan PSAK dan IFRS di dalam dunia akuntansi, yaitu:

1. Sumber

Dari sisi sumber, PSAK menggunakan sumber PSAK Nomor 1 Revisi tahun 1998 Penyajian Laporan Keuangan. Sedangkan IFRS menggunakan sumber IAS 1, Presentation of Financial Statements.

2. Neraca

Dalam hal neraca, PSAK memerlukan aset lancar ataupun aset tidak lancar, kecuali untuk industri keuangan, seperti misalnya Bank. Sedangkan IFRS membutuhkan penyajian yang bukan aset lancar ataupun aset tidak lancar, hanya jika penyajian likuiditasnya lebih relevan dan bisa diandalkan untuk suatu produk tertentu.

3. Laporan Kinerja Keuangan

Di dalam PSAK, laporan kinerja keuangannya adalah laporan laba rugi. Sedangkan dalam IFRS, laporan kinerja keuangannya adalah laporan laba rugi komprehensif.

4. Laporan Laba Rugi

Dalam urusan laporan laba rugi, laporan laba rugi PSAK hampir sama dengan IFRS. Bedanya hanya pada rincian item yang disajikan dalam laporan pendapatan yang diterima di awal. Sedangkan dalam IFRS, tidak mempunyai standar format tertentu, walaupun pengeluarannya harus disajikan dengan memilih salah satu dari dua format yang ada.

5. Laporan Arus Kas

Di dalam PSAK, laporan arus Kas sama seperti IFRS, namun beberapa entitas harus menggunakan metode langsung. Sedangkan di dalam IFRS, pos standar namun ketentuannya terbatas pada isinya saja dengan menggunakan metode langsung atau tidak langsung.

6. POS Luar Biasa

Item pos luar biasa di dalam PSAK masih harus dilaporkan terlebih dahulu. Beda dengan IFRS, yang mana tidak diperbolehkan dalam menggunakan POS luar biasa.

7. Penyajian Keuntungan dan Kerugian yang Diakui

Pada PSAK, diakui adanya keuntungan dan kerugian yang disajikan dalam laporan perubahan ekuitas pemilik saham. Berbeda dengan IFRS, dalam menyajikan laporan keuangan yang mengakui bahwa keuntungan dan kerugian harus dicatat secara terpisah atau tidak di dalam laporan ekuitas pemilik saham.

8. Hasil Presentasi Perusahaan Asosiasi

Hasil presentasi perusahaan asosiasi pada PSAK secara khusus tidak membutuhkan penunjukkan hasil saham pasca pajak. Disisi lain, IFRS lebih menggunakan metode ekuitas yang mampu menampilkan hasil saham setelah pajak.

9. Pengungkapan Signifikan Terkait Asosiasi

PSAK akan menggunakan pengungkapan yang kurang daripada IFRS. Informasi yang ditampilkan terkait aktiva kewajiban, pendapatan dan hasil sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Sedangkan pada IFRS, di dalamnya terdapat informasi yang jelas terkait kewajiban, aktiva, pendapatan dan hasil yang diperoleh perusahaan.

10. Tanggung Jawab dan Komponen Laporan Keuangan

Pihak manajemen adalah pihak yang bertanggung jawab pada laporan keuangan di dalam PSAK. Komponen yang harus terdapat di dalamnya adalah laporan arus kas, neraca, dan laporan laba rugi.

Sedangkan di dalam IFRS, penanggung jawab laporan keuangan tidak diatur secara pasti dan komponen yang terdapat di dalam laporan keuangan adalah laporan laba rugi serta laporan posisi keuangan.

Baca juga: SAK ETAP: Pengertian dan Pembahasan Lengkapnya

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami terkait perbedaan PSAK dan IFRS dalam dunia akuntansi. Namun, mengelola dan melakukan berbagai proses akuntansi seperti yang telah dijelaskan diatas tentu bukan hal yang mudah, terlebih lagi bila Anda tidak mempunyai dasar akuntansi.

Nah, solusinya adalah dengan menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online. Kenapa? Karena aplikasi ini akan membantu Anda untuk melakukan kegiatan akuntansi yang sangat sederhana, cepat dan mudah. Anda juga bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa diakses dimana saja dan kapan saja.

Jadi tunggu apa lagi? Ayo segera coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.