Pengertian Transaksi: Sistem, pelaku, Jenis dan Bukti Transaksi

Pada artikel kali ini kita akan membahas bersama tentang pengertian transaksi yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari kita, seperti saat pergi ke warung untuk membeli beberapa keperluan atau dalam membayar online untuk beberapa jenis aplikasi.

Jadi, pada dasarnya pengertian transaksi adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang yang melahirkan perubahan atas harta atau finansialnya, baik itu berkurang ataupun bertambah. Transaksi harus bisa diukur secara wajar agar bisa terjadi. Berbagai bisnis apapun yang tidak bisa diukur tidak akan dianggap sebagai suatu transaksi karena di dalamnya tidak mampu merekam peristiwa berdasarkan perkiraan murninya.

Untuk itu, dibutuhkan beberapa jenis pengukuran yang substansial untuk bisa dianggap sebagai transaksi. Contohnya adalah suatu bencana alam yang memporak-porandakan berbagai peralatan dalam nilai yang besar dan penyesuaian nilai wajar dalam beberapa aset akan tercatat sebagai transaksi. Hal tersebut bisa dihitung secara wajar dan akan mempengaruhi persamaan akuntansi kedepannya.

Dalam hal lain, suatu penandatangan kontrak bisnis tidak akan mengubah persamaan akuntansi, sehingga pada umumnya tidak akan tercatat sebagai suatu transaksi. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkap tentang transaksi dan beberapa hal lain yang berkaitan dengan transaksi.

Pengertian Transaksi

Pengertian transaksi secara umum adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh pihak organisasi maupun individu yang mampu melahirkan perubahan atas harta atau finansial yang dimilikinya.

Beberapa ahli berpendapat bahwa pengertian transaksi adalah suatu kegiatan perusahaan yang mampu menimbulkan perubahan pada kondisi harta atau finansial perusahaan. Beberapa contoh kegiatan transaksi tersebut adalah menjual, membeli, membayar gaji, serta membayar beberapa jenis hal lainnya.

Dalam suatu perusahaan atau bisnis, setiap bentuk kegiatan transaksi akan selalu dikerjakan dalam administrasi transaksi. Administrasi transaksi adalah kegiatan mencatat perubahan finansial yang dilakukan secara teliti dengan memanfaat berbagai cara tertentu.

Setiap aktivitas transaksi selalu dilakukan administrasi transaksi. Dalam hal ini, administrasi transaksi adalah aktivitas mencatat perubahan keuangan yang dilakukan secara teliti dengan menggunakan metode tertentu.

Baca juga: 12 Kesalahan Akuntansi yang Akan Merusak Bisnis Anda

Pengertian Transaksi Berdasarkan Para Ahli

  • Mursyidi

Mursyidi mengatakan bahwa pengertian transaksi adalah suatu bentuk kejadian dalam dunia bisnis dan tidak hanya mencakup proses jual-beli atau penerimaan dan pembayaran saja, tapi juga akan berimbas pada kehilangan, arus, kebakaran dan kejadian lainnya yang bisa diukur dengan uang.

  • Sunarto Zulkifli

Sunarto Zulkifli berpendapat bahwa pengertian transaksi adalah suatu kegiatan finansial atau ekonomi yang melibatkan minimal 2 pihak yang akan melakukan pertukaran, pinjam-meminjam atas dasar kesengajaan, melibatkan diri dalam suatu perserikatan usaha, dll.

  • Indra Bastian

Indra Bastian menjelaskan bahwa pengertian transaksi adalah suatu bentuk pertemuan yang terjadi antara pihak penjual dan pembeli yang saling menguntungkan dan disertai dengan adanya bukti, data, atau dokumen pendukung untuk diinput dalam jurnal melalui adanya pencatatan.

  • Slamet Wiyono

Berdasarkan Slamet Wiyono , pengertian transaksi adalah suatu kejadian finansial atau ekonomi yang melibatkan minimal dua pihak yang mana keduanya akan saling melakukan kegiatan pertukaran, pinjam-meminjam, melibatkan diri dalam suatu perserikatan usaha, dan kegiatan lain dengan dasar keinginan masing-masing atau peraturan yang berlaku.

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dilansir dari laman resmi KBBI, transaksi adalah bentuk persetujuan jual-beli dalam kegiatan perdagangan antar pihak pembeli dan juga pihak penjual.

Baca juga: Pengertian dan Pembahasan Lengkap Akuntansi Fidusia

Sistem Transaksi

Pengertian sistem transaksi adalah sistem pencatatan transaksi yang dilakukan secara rutin yang dimanfaatkan untuk berbagai proses bisnis. Terdapat dua sistem transaksi yang berkembang di masyarakat, yaitu tunai dan nontunai. Akhir-akhir ini, sistem transaksi non-tunai semakin banyak bermunculan karena adanya digitalisasi dalam sektor keuangan internasional.

Sementara itu, sistem transaksi dengan menggunakan uang fiat kertas telah membentuk dna baru selama beberapa dekade terakhir, adanya perubahan dalam dunia non-tunai lambat laun mampu meningkatkan daya tarik sendiri karena semakin populernya dunia internet dan perangkat smartphone.

Pemerintah juga turut berperan penting dalam mendorong sistem pembayaran non-tunai ini yang diklaim mampu memerangi kegiatan ilegal dalam pasar gelap. Kelemahan terbesar dari mata uang tunai adalah adanya ketersedian cara yang tidak mampu dilacak guna memicu serta memberikan sarana dalam kegiatan ilegal.

Melakukan pendeteksian transaksi gelap akan lebih mudah dengan tanpa uang kertas, mengingat jejak kertas yang ditinggalkan dalam pembayaran uang elektronik. Saat ini bahkan semakin banyak orang yang beralih ke uang elektronik untuk menyelesaikan transaksi, sehingga uang kertas tunai menjadi semakin berkurang.

Tingkat popularitas kartu kredit dan kartu debit pun terus berkembang karena kemampuan keduanya dalam membebaskan setiap orang dari beban mengantongi uang tunai. Tapi, saat ini kartu bukan lagi masa depan yang baik untuk para pengguna uang non tunai.

Adanya proliferasi perangkat seluler yang bisa terkoneksi ke internet mampu melahirkan bentuk pembayaran yang baru lainnya. Sebut saja pembayaran elektronik seperti PayPal, GoPay, GrabPay, OVO hingga Dana yang perlahan-lahan mampu mengalihkan alat pembayaran yang andal.

Selain itu, hadirnya Apple Pay dan Google Pay juga semakin meningkatkan daya tarik masyarakat karena memudahkan mereka untuk melakukan pembayaran langsung dari smartphonenya.

Pelaku Transaksi

1. Pemberi Dana

Pemberi dana adalah mereka yang memberikan sejumlah uang atas kegiatan pembelian terhadap suatu produk barang atau jasa. Para pemberi dana akan memberikan uangnya berdasarkan kesepakatan transaksi.

2. Penerima Dana

Penerima dana adalah mereka yang menerima uang dari kegiatan transaksi jual beli yang dijalankan atas suatu produk barang atau jasa. Para penerima dana akan menerima uang berdasarkan metode, jumlah, dan waktu pembayaran yang sebelumnya telah disetujui.

Penerima dana adalah orang yang menerima dana atas transaksi jual beli yang dilakukan terhadap suatu produk baik berupa barang atau jasa.

Jenis-Jenis Transaksi Ekonomi

Pada umumnya, kegiatan transaksi yang terjadi terbagi menjadi empat, yaitu:

1. Transaksi Internal

Transaksi internal adalah jenis transaksi ekonomi yang melibatkan divisi-divisi yang berada dalam suatu perusahaan yang akan melahirkan perubahan kondisi ekonomi perusahaan tersebut. Beberapa contohnya adalah memo dari atasan pada mereka yang diberi perintah, perubahan nilai finansial karena penyusutan, dan pemanfaatan perlengkapan kantor oleh berbagai divisi.

2. Transaksi Eksternal

Transaksi eksternal adalah suatu jenis transaksi yang melibatkan pihak luar perusahaan dan akan melahirkan perubahan kondisi finansial perusahaan. Contohnya adalah kegiatan transaksi penjualan dengan pihak lain, transaksi pembelian dengan pihak lain, dan proses pembayaran utang piutang.

Baca juga: Pengertian Leasing:  Jenis, Manfaat, Fungsi, dan Tujuan Leasing

Alat Bukti Transaksi

Kegiatan transaksi harus selalu dilengkapi dengan alat bukti untuk bisa dipertanggungjawabkan di kemudian hari. Alat bukti transaksi tersebut juga diperlukan jika sewaktu-waktu terjadi sengketa yang tidak diinginkan. Berikut ini adalah bukti transaksi yang harus digunakan oleh perusahaan.

1. Bukti Transaksi Internal

Alat bukti transaksi internal ini berbentuk memo internal yang diberikan oleh atasan pada kolega atau bawahannya. Artinya, alat bukti internal ini merupakan bukti transaksi yang terjadi di lingkungan perusahaan.

2. Bukti Transaksi Eksternal

Alat bukti transaksi eksternal adalah alat bukti pencatatan atas setiap transaksi yang dilakukan dengan pihak luar. Beberapa alat bukti transaksi eksternal tersebut adalah sebagai berikut:

  • Faktur, adalah suatu penilaian penjualan dengan penilaian pembayaran yang dilakukan secara kredit.
  • Kuitansi, adalah bukti penerimaan uang yang sudah ditandatangani oleh pihak penerima untuk diberikan kepada yang membayar dan bisa dimanfaatkan sebagai bukti transaksi yang sah.
  • Nota debit, adalah bukti transaksi pengembalian suatu barang yang sudah dibeli dan dibuat oleh pihak pembeli.
  • Cek, adalah suatu surat atau dokumen yang berisi perintah tanpa syarat dari nasabah bank agar pihak bank melakukan pembayaran sejumlah uang yang tertulis dalam surat tersebut kepada pembawa surat cek.
  • Rekening koran, adalah suatu rangkuman transaksi finansial yang telah dilakukan pada beberapa waktu tertentu pada rekening bank yang dimiliki oleh perusahaan atau seseorang.
  • Bilyet giro, adalah suatu perintah pada pihak bank penyimpan dana untuk memindahkan dana dalam jumlah tertentu pada rekening lain yang sudah tertulis.
  • Bukti setoran bank, adalah slip setoran yang yang sudah disediakan oleh pihak bank dan memiliki fungsi untuk alat bukti nasabah bahwa mereka sudah menyetorkan uangnya dalam rekening tujuan.
  • Bukti kas masuk dan keluar, bukti kas masuk adalah suatu bukti penerimaan uang yang sudah disertai dengan dokumen tertentu, sedangkan bukti kas keluar adalah bukti transaksi keluar kas dengan disertai dokumen tertentu.
  • Bukti memorandum, adalah bukti transaksi yang diterbitkan oleh pimpinan perusahaan untuk berbagai kejadian yang terjadi di dalam internal perusahaan dan biasanya berlangsung pada akhir periode, seperti memo untuk menulis gaji karyawan yang masih harus dibayar.

Baca juga: 5 Langkah Mudah Belajar Akuntansi untuk Pemilik Bisnis

Penutup

Itulah penjelasan lengkap tentang pengertian transaksi dan berbagai hal yang berhubungan dengan transaksi. Dalam dunia bisnis, segala jenis transaksi harus bisa dicatat secara tepat dan rapi agar manajemen keuangan perusahaan bisa berjalan dengan baik.

Nah, untuk memudahkan Anda dalam mencatat transaksi perusahaan secara rapi demi menghadirkan manajemen keuangan yang baik, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1