Setara Kas adalah Instrumen Investasi Jangka Pendek, Apa Bedanya dengan Kas?

Kas dan setara kas adalah dua instrumen aset yang dikelola perusahaan. Di mana biasanya, perusahaan menggabungkan kedua akun tersebut pada aset lancar di neraca.

Istilah setara kas mungkin masih asing apabila dibandingkan dengan istilah kas. Secara sederhana, setara kas adalah aset keuangan yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi uang tunai dan memiliki resiko perubahan harga yang minimal.

Setara kas juga memiliki peran penting layaknya kas dalam sebuah keberlangsungan perusahaan. Untuk lebih mengenal istilah ini, artikel berikut akan membahas lebih lanjut mengenai setara kas, termasuk penjelasan terkait pengertian, peran pentingnya, dan bedanya dengan kas.

Pengertian Setara Kas

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), cash equivalents atau setara kas adalah instrumen keuangan yang bersifat sangat likuid, berjangka pendek, dan dapat dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa resiko perubahan nilai yang berarti, di mana setara kas dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangka pendek, bukan untuk investasi atau tujuan lain.

Jangka waktu setara kas adalah kurang dari tiga bulan sehingga sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk digunakan ketika kondisi ekonomi melemah dan tidak stabil. Karena jangka waktunya yang dekat dengan jatuh tempo dan resiko perubahan nilai akibat perubahan suku bunganya minim, perusahaan dapat memperkirakan besaran nilainya ketika mengkonversinya.

Instrumen setara kas tidak masuk dalam aktivitas investasi karena sifatnya yang mendekati kas. Sehingga, penulisannya dalam laporan keuangan ialah masuk dalam kategori arus kas operasi. Adapun beberapa contoh dari setara kas adalah surat utang negara, deposito dengan jatuh tempo kurang atau sama dengan tiga bulan, hingga dana pasar uang.

Baca juga: Neraca Saldo Disesuaikan: Pengertian dan Aspeknya

Peran Penting Setara Kas Bagi Perusahaan

Seperti telah disebutkan sebelumnya, setara kas memegang peran penting sebagaimana kas dalam perusahaan. Beberapa peran penting tersebut meliputi:

1. Setara Kas Menjadi Bantalan Keuangan di Masa Sulit

Perusahaan dengan jumlah kas atau setara kas yang besar lebih mampu melewati masa-masa sulit ketika penjualan rendah.

2. Resiko Likuiditas Lebih Kecil

Peningkatan setara kas mengindikasikan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih tinggi. Di mana perusahaan dengan likuiditas tinggi dianggap lebih sehat dan memiliki resiko yang lebih kecil. Dengan begitu, perusahaan dapat dengan mudah melunasi kewajiban janga pendeknya.

Kas dan setara kas adalah bagian dari aset lancar pada neraca dan berkontribusi pada modal kerja perusahaan, yang mana sama dengan aset lancar dikurangi liabilitas lancar. Modal kerja ini penting untuk membiayai operasi jangka pendek seperti membayar inventaris dan biaya operasional.

3. Perusahaan Lebih Fleksibel dalam Menanggapi Peluang Pasar

Dengan jumlah kas atau setara kas yang lebih besar, perusahaan cenderung dapat berekspansi kapan saja tanpa harus melakukan peminjaman dalam jumlah banyak.

4. Sebagai Nilai Lebih Apabila Perusahaan akan Diakuisisi

Dalam transaksi leveraged layout, pengakuisisi dapat menggunakan kas perusahaan yang ingin diakuisisi untuk melunasi utang terkait akuisisi tersebut. Pengakuisisi akan lebih mudah meyakinkan pemberi pinjaman untuk meminjamkan uang karena perusahaan target memiliki arus kas yang besar dan stabil.

Baca juga: Nota Debet: Fungsi dan Cara Membuatnya

Perbedaan Setara Kas dengan Kas

Baik kas maupun setara kas, keduanya memiliki likuiditas yang tinggi. Namun, likuiditas kas adalah yang tertinggi karena perusahaan tidak perlu mengubahnya ke bentuk lain untuk digunakan.

Karena masalah likuiditas ini, perusahaan bisa langsung menggunakan kas untuk memenuhi kebutuhan, termasuk:

  • Membayar bunga dan melunasi hutang untuk mengurangi leverage keuangan perusahaan.
  • Membeli barang modal untuk meningkatkan kapasitas produksi dan pertumbuhan di masa depan.
  • Mengakuisi perusahaan lain tanpa harus berhutang.
  • Membayar biaya operasi dan membagikan dividen.

Singkatnya, kas memungkinkan perusahaan untuk mengeksploitasi peluang bisnis ketika mereka muncul. Karena itulah kas selalu berada di urutan paling atas dalam laporan neraca keuangan. Jadi, jika setara kas adalah investasi jangka pendek, maka kas adalah aset lancar.

Adapun dalam wujudnya, kas bisa berupa uang logam atau koin, maupun uang kertas. Kas pun bisa berupa sejumlah dana yang ditaruh di bank agar perusahaan bisa menggunakannya sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.

Baca juga: Neraca Saldo Setelah Penutupan: Pengertian dan Pencatatannya

Kesimpulan

Setara kas adalah instrumen keuangan yang bersifat likuid, berjangka pendek, dan dapat dengan cepat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa resiko perubahan nilai yang berarti. Karena itu, setara kas dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan terutama ketika keuangan perusahaan tengan menurun atau tidak stabil.

Peran yang dimiliki setara kas juga hampir seluruhnya sama dengan kas yang bermanfaat langsung terhadap keberlangsungan perusahaan. Oleh karena itu, penggunaan setara kas tetap harus dipantau layaknya kas. Terlebih, karena dalam pembukuan, setara kas umumnya digabungkan dengan kas dalam kategori arus kas operasi.

Penulisan kas dan setara kas pun perlu dicatat sedetail dan serinci mungkin dalam laporan keuangan. Untuk meminimalisir kesalahan dan mempercepat proses pembukuan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dan bisnis seperti Accurate Online.

Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis, termasuk laporan arus kas. Karena berbasis cloud, Accurate Online juga bisa diakses kapan saja dan di mana saja sehingga mudah bagi Anda untuk memantau pekerjaan maupun keuangan perusahaan.

Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Accurate Online pun telah digunakan oleh ratusan ribu pebisnis di Indonesia dari berbagai sektor usaha. Tertarik untuk menggunakannya? Jika iya, klik langsung banner di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.

Lala

Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan.