Valuasi Adalah: Pengertian, Cara Menghitung, dan Bedanya dengan Profit Bisnis

Sebagian dari Anda mungkin pernah beberapa kali mendengar tentang istilah valuasi, khususnya pada valuasi perusahaan startup. Tapi sebenarnya, valuasi ini bisa digunakan pada perusahaan apapun, tidak terbatas pada perusahaan startup. Pada dasarnya, valuasi adalah suatu upaya penilaian perusahaan penyedia barang dan jasa dengan mengukur seluruh komponen yang saling berkaitan.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita membahas lebih dalam tentang pengertian valuasi dan perbedaan utamanya dengan profit atau keuntungan perusahaan.

Valuasi Adalah

Pengetahuan tentang nilai valuasi pada suatu perusahaan sangat penting untuk internal ataupun eksternal, khususnya saat akan diadakannya keputusan akuisisi.

Sebagai contoh, jika perusahaan PT ABC ingin mengakuisisi perusahaan PT XYZ, maka perusahaan PT ABC harus mengetahui nilai valuasi pada perusahaan PT XYZ tersebut. Kenapa? Karena perusahaan PT ABC harus membeli perusahaan PT XYZ sesuai dengan nilai valuasinya sendiri, dan sebenarnya hal ini sudah sangat lumrah dalam dunia bisnis.

Nilai valuasi tersebut bisa berubah-ubah tergantung performa dan kondisi keuangan perusahaan. Untuk itu, penilaian valuasi ini harus dilakukan secara berkala. Tapi, umumnya harga akuisisi tersebut harus disepakati antara kedua perusahaan, karena bisa saja nantinya ada perbedaan pendapat.

Jadi, meskipun nilai valuasi pada perusahaan PT XYZ diatas dinyatakan seharga puluhan miliar rupiah, bisa saja ada perusahaan lain yang nantinya menawar dengan harga puluhan miliar rupiah. Hal tersebut pun sangat lumrah terjadi di dunia bisnis.

Baca juga: Net Profit Margin: Pengertian, Formula Dan Perbedaanya Dengan Gross Profit Margin

Metode Menghitung Nilai Valuasi Sebuah Perusahaan

Nilai valuasi pada suatu perusahaan tidak bisa dilakukan secara asal karena harus dilakukan dengan analisa yang sangat rinci dan juga panjang, mulai dari menghitung seluruh aset, arus kas, dan hal rinci lainnya. Untuk itu, nilai valuasi pada suatu perusahaan bisa meningkat dan bisa juga menurun.

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menilai valuasi perusahaan. Jadi, valuasi adalah suatu nilai yang bisa diukur dengan berbagai metode. Tapi, pada kesempatan kali ini kita tidak akan membahas bagaimana menghitung nilai valuasi secara lebih rinci karena aspek yang dihitung di dalamnya akan sangat banyak.

Metode yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan model valuasi absolut dan model valuasi relatif. Model valuasi absolut ini berhubungan langsung dengan internal perusahaan.

Jadi, pihak perusahaan akan melakukan perhitungan dan menilai valuasi berdasarkan nilai dasarnya saja, seperti pada arus kas, tingkat perkembangan perusahaan dalam kurun waktu tertentu, dan profit yang diperoleh dari bisnis. Penilaian tersebut juga tidak berhubungan dengan perusahaan lain.

Sedangkan untuk model valuasi relatif, maka akan berhubungan dengan perusahaan lain yang bergerak pada bisnis yang sama. Cara perhitungannya adalah dengan membandingkan besaran pendapatan dan hal lainnya yang berhubungan dengan perusahaan lain.

Tujuan Perusahaan Mengetahui Nilai Valuasinya

Dengan mengetahui nilai valuasi perusahaan, maka ada banyak tujuan kebaikan yang bisa didapatkan oleh perusahaan tersebut, yaitu:

  • Memengaruhi Pengambilan Keputusan untuk Perusahaan

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa nilai valuasi sangat bergantung pada performa perusahaan. Apabila performanya bagus, maka tingkat valuasinya pun akan tinggi. Dalam hal ini, perusahaan tidak bisa berdiam diri saja karena harus melakukan berbagai strategi yang baru agar mampu menarik para investor untuk mengembangkan bisnisnya.

Sebaliknya, jika nilai valuasi perusahaan sedikit dan bahkan mengalami kemunduran secara kontinyu, maka perusahaan pun harus segera mengambil tindakan cepat untuk mencegah kebangkrutan. Salah satu cara yang sering kali digunakan adalah dengan menjualnya ke perusahaan lain atau melakukan merger dengan perusahaan lain.

  • Mendatangkan Investasi

Seperti yang sudah sedikit disinggung sebelumnya, nilai valuasi yang menjanjikan pasti akan lebih mudah untuk menggerakan investor dalam menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Salah satu cara tercepat bagi perusahaan untuk bisa memperoleh yang besar adalah dengan mengandalkan investasi. Sehingga, perusahaan bisa lebih besar dan berpotensi untuk melakukan ekspansi pada bidang lainnya.

  • Untuk Keperluan Waralaba

Seluruh skala bisnis perusahaan memang sudah sepatutnya memiliki nilai valuasi, khususnya jika ingin melakukan strategi waralaba. Strategi ini dinilai cukup ampuh untuk mendatangkan keuntungan bagi perusahaan di bidang kuliner. Mereka biasanya akan menjual hak ciptanya pada mereka yang ingin membuka usaha yang sama di tempat lainnya

  • Sebagai Penilaian Internal

Penilaian internal memang sudah seharusnya dilakukan perusahaan. Dengan begitu, pengusaha akan mengetahui apakah perusahaannya sedang sehat atau sebaliknya.

Perbedaan valuasi dan profit

1. Perbedaan Valuasi Bisnis dan Profit Bisnis

Diatas sudah kita bahas bersama bahwa valuasi adalah suatu upaya penilaian dengan nominal uang atas suatu barang atau jasa dengan menilai berbagai aspek yang berhubungan di dalamnya. World Intellectual Property Organization/WIPO menjelaskan bahwa valuasi adalah suatu upaya mengidentifikasi dan juga menilai manfaat keuangan atas suatu aset.

Sedangkan profit bisnis adalah keuntungan yang didapatkan dari bisnis yang perusahaan jalankan. Profit sangat berbeda dengan omset, karena omset adalah laba kotor, sedangkan profit adalah laba bersih. Untuk itu, profit adalah hasil penjualan uang sudah dikurangi dengan harga pokok penjualan dan biaya operasional bisnis.

2. Pentingnya Kombinasi antara Valuasi dan Profit

On Lee mengingatkan untuk menghindari menciptakan produk yang menguntungkan untuk perusahaan saja, tapi juga menguntungkan konsumen ketika membeli ataupun membayarnya. Hal tersebutlah adalah kunci sukses utama yang dimiliki oleh berbagai perusahaan besar di dunia, karena mereka memiliki konsumen setianya.

Kombinasi perhitungan valuasi bisnis dan profit akan membuat perusahaan menjadi kuat. Oleh karena itu, keduanya saling berhubungan.

Jika Anda ingin mendapatkan profit yang lebih besar secara terus menerus, maka nilai valuasi harus lebih tinggi. Berbagai aspek yang terdapat di dalam perusahaan harus dirapikan lagi agar bisa mendapatkan valuasi yang bagus.

Perlu Anda ketahui bahwa banyak perusahaan startup di Silicon Valley, Amerika Serikat yang sudah berkembang menjadi besar karena mereka mengikuti perkembangan masyarakat disekitarnya. Mereka melakukan perubahan yang sifatnya eksponensial, buka linear, selama minimal 10 tahun. Untuk itu, Anda harus memerhatikan banyak aspek dalam membangun suatu bisnis.

3. Perhatikan Aspek Pergerakan yang Dinamis

Perlu Anda sadari bahwa lingkungan masyarakat akan terus berubah-ubah. Untuk itu, Anda memerlukan perubahan jika perusahaan Anda ingin terus eksis. Inovasi harus dilakukan pada berbagai hal, baik itu pada hal kecil maupun hal lain diluar linear perusahaan.

Contoh sederhananya adalah di bidang teknologi. Saat ini, dunia sedang marak dengan adanya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligent/AI. Teknologi ini menjadi salah satu fokus pengembangan pada perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi.

Penerapan AI dalam hal teknologi ini mampu membantu para pekerja dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Sehingga, kemungkinan besar akan terjadi perubahan kebiasaan karena sudah diambil alih oleh kecerdasan buatan.

Beberapa contoh teknologi berbasis AI ini bisa kita temukan dengan mudah di aplikasi google home, google search, google news atau games. Beragam aplikasi tersebut terbukti mampu memudahkan dan membantu pekerjaan kita.

Adanya teknologi AI juga mampu merubah kebiasaan orang. Jika waktu dulu kebanyakan orang rela berlangganan koran hanya demi mengetahui berita terkini, maka kondisi itu sudah berubah. Dengan hanya menggunakan smartphone atau komputer, maka kita sudah bisa mendapatkan banyak berita dengan cepat.

Dalam dunia bisnis sendiri, AI memiliki banyak sekali fungsi, khususnya dalam hal keefektifan dan keefisienan pekerjaan. Berbagai keputusan dan kebijakan bisnis juga nantinya akan lebih mudah untuk ditetapkan.

Selain itu, penghimpunan data juga akan mudah dilakukan dan disimpan dengan baik, terlebih lagi data adalah aset yang sangat penting dalam suatu bisnis.

Baca juga: Budget Plan atau Perencanaan Anggaran: Pengertian dan Tipsnya

Valuasi dan Profit, Sama Pentingnya

Ada banyak sekali hal yang harus Anda perhatikan dalam merintis suatu bisnis. Jadi, Anda tidak hanya harus fokus pada profit saja, tapi juga ada aspek lain yang harus diperhatikan. Jika tidak, maka sistem yang berlaku diperusahaan akan memburuk dan mempengaruhi profit usaha Anda.

Oleh karena itu, valuasi dan profit sangatlah penting dalam perkembangan bisnis. Pantaulah valuasi bisnis Anda secara berkala agar mampu meningkatkan pendapat profit bisnis Anda. Selain itu, pastikanlah agar konsumen Anda mendapatkan keuntungan atas produk yang Anda jua.

Sehingga, nantinya akan ada rasa saling menguntungkan yang terjadi antara penjual dan pembeli. Untuk itu, pahami pentingnya valuasi dan profit bisnis Anda. Nah untuk memudahkan Anda dalam menghitung valuasi dan profit bisnis, maka Anda bisa coba menggunakan aplikasi akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi ini, maka Anda akan lebih mudah dalam melakukan berbagai proses akuntansi, mulai dari laporan arus kas, laporan laba rugi, hingga laporan keuangan.

Accurate Online juga akan memudahkan Anda dalam melakukan berbagai proses akuntansi yang rumit. Jadi, Anda bisa mencatat seluruh transaksi laporan keuangan Anda dengan cepat. Selain itu, Anda juga bisa mengelola stok barang, aset perusahaan, sampai dengan mengelola utang-piutang perusahaan secara instan.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1