Cara Membuat Kwitansi Pembayaran Di Dalam Dunia Bisnis Secara Mudah dan Cepat

Sebagai pebisnis, Anda harus bisa mengetahui dengan baik tentang kwitansi dan cara membuat kwitansi pembayaran.

Sebagian besar dari Anda pasti sudah mendengar dan memahami tentang kwitansi. Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan tentang kwitansi dan cara membuat kwitansi secara cepat dan mudah, khusus untuk Anda.

Pengertian Kwitansi

Dalam suatu bisnis, tentu akan terjadi kegiatan transaksi antara pihak pelanggan dan pihak pedagang. Saat pelanggan melakukan pembayaran, maka mereka berhak untuk mendapatkan suatu tanda bukti pembayaran.

Nah, ada banyak sekali jenis bukti pembayaran yang bisa diberikan pada pihak pembeli, dan salah satunya adalah kwitansi. Jadi secara singkat, kwitansi adalah suatu bukti tanda terima pembayaran yang sudah dilakukan oleh pihak pembeli.

Hal yang membedakan kwitansi dengan tanda bukti pembayaran yang lainnya adalah dari sisi legalitas. Kwitansi akan selalu dilengkapi dengan materai yang telah ditandatangani oleh pihak penjual dan pihak pembeli.

Baca juga: Strategi Omnichannel, Ini Keuntungan yang Bisa Anda Rasakan!

Ciri-ciri Kwitansi

Terdapat setidaknya ciri-ciri khusus di dalam kwitansi yang di dalamnya terdiri dari 9 komponen. Nah, kesembilan komponen ini adalah sebagai berikut:

1. Nomor Kwitansi

Lembar kwitansi mempunyai nomor yang umumnya sudah ditentukan oleh pihak perusahaan. biasanya, nomor tersebut tersimpan di bagian paling atas di lembar kwitansi.

2. Nama Lengkap Pembeli

Di bagian bawah nomor kwitansi, terdapat komponen berupa nama lengkap dari pihak yang melakukan pembayaran atau nama lengkap pembeli. Nema lengkap ini harus diisi dengan ejaan yang tepat dan umumnya disesuaikan dengan nama yang tercantum di dalam KTP.

3. Nominal Pembayaran 

Kwitansi adalah tanda bukti pembayaran, sehingga di dalamnya terdapat nominal pembayaran yang wajib untuk diisi. Di dalam kwitansi ini, nominal pembayaran akan ditulis dalam bentuk bilangan rupiah atau mata uang lainnya yang digunakan, lalu dilanjutkan dengan menulis nominal dalam bentuk yang terbilang atau dikalimatkan.

4. Tanggal Transaksi

Tanggal transaksi adalah tanggal terjadinya transaksi jual beli yang wajib dimasukkan ke dalam kwitansi. Anda harus memasukkan forma tanggal yang lengkap, mulai dari hari, tanggal, bula, dan juga tahun.

5. Nama Lengkap Penerima/Penjual

Selain harus menulis nama lengkap pembeli, nama lengkap penjual atau penerima pembayarn juga harus dicantumkan di dalam kwitansi. Dalam hal ini, nama lengkap adalah berupa organisasi, individu, ataupun nama perusahaan.

6. Tujuan Pembayaran

Komponen selanjutnya yang terdapat di dalam lembar kwitansi adalah tujuan pembayaran. Tujuan dari pembayaran ini wajib diisi secara jelas dan juga lengkap, bahkan Anda pun harus mencantumkan nama barang atau jasa apa yang dibeli oleh pihak pelanggan.

7. Stempel Perusahaan

Kwitansi juga harus dibubuhi dengan stempel dari pihak peursahaan. Stempel ini akan menunjukkan bahwa bukti yang dikeluarkan oleh peursahaan adalah valid dan juga sah. Sehingga, bisa dipertanggungjawabkan.

8. Tanda Tangan Kedua Belah Pihak

Pihak penjual atau pembeli harus mencantumkan tanda tangan di lembar kwitansi.

9. Materai

Komponen yang paling terakhir yang ada di lembar kwitansi adalah materai. Tapi, tidak semua kwitansi harus memerlukan materai dan hanya kwitansi yang nilainya besar saja yang memang benar-benar memerlukan materai.

Baca juga: 3 Jenis Transaksi yang Harus Anda Ketahui dalam Berbisnis

Apa Fungsi Kwitansi di Dalam Dunia Bisnis?

Terdapat berbagai fungsi dari kwitansi yang bisa dirasakan manfaatnya, baik itu untuk penjual ataupun pembeli. Nah, berikut ini adalah fungsi utama dari kwitansi:

  1. Kwitansi berguna untuk bisa memberikan kekuatan hukum terhadap transaksi jual beli yang terjadi antara pihak penjual dan pihak pembeli.
  2. Kwitansi berfungsi sebagai tanda bukti pembayaran yang sah.
  3. Kwitansi berguna untuk proses klaim garansi barang sesuai dengan kesepakatan ataupun syarat dan juga ketentuan yang sudah berlaku.
  4. Kwitansi juga berguna sebagai data yang dibutuhkan dalam proses pembukuan ataupun audit perusahaan.
  5. Kwitansi berfungsi guna memperkuat nilai barang yang sudah dibeli oleh pihak pelanggan.

Baca juga: Penting! Ini Tugas Kasir Di Bisnis Restoran Anda

Cara Membuat Kwitansi Pembayaran

Sebenarnya, cara membuat kwitansi pembayaran tergolong mudah. Anda hanya harus membeli buku kwitansi yang banyak dijual di toko alat tulis mana saja. tapi jika Anda tidak ingin membeli buku kwitansi di toko alat tulis, ada cara lainnya yang bisa Anda lakukan.

Cara membuat kwitansi pembayaran yang paling mudah adalah dengan mendownload template kwitansi yang saat ini banyak tersebar di Internet dan Anda bsia mencetaknya sendiri.

Bila Anda sudah mempunyailembaran kwitansi tersebut, lanjutkan dengan mengisinya sesuai kebutuhan ataupun transaksi yang sedang berlangsung dengan pihak pelanggan.

Baca juga: Kesalahan yang Banyak Dilakukan dalam Mengembangakan Bisnis UMKM

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang kwitansi, lengkap dengan pengertian dan cara membuat kwitansi pembayaran secara cepat dan mudah.

Namun, jika bisnis yang saat ini Anda jalankan memerlukan nota ataupun invoice, maka Anda bisa membuatnya secara mudah dengan menggunakan iSeller.

Karena, iSeller mampu menyediakan kwitansi pembayaran pada Anda secara mudah dan cepat. Terlebih lagi, iSeller pun saat ini sudah terintegrasi dengan ekosistem Accurate Online. Sehingga, setiap kwitansi yang Anda buat akan tercatat secara otomatis, cepat dan akurat di dalam laporan keuangan perusahaan. Berbagai data yang disajikan pun nantinya bisa digunakan untuk melakukan analisa untuk menentukan strategi yang terbaik. Sehingga, UMKM bisa terus berkembang dan bersaing di pasar.

Ayo cari tahu informasi lengkap tentang integrasi Accurate Online dan iSeller melalui banner di bawah ini.

Accuratexiseller