Warung Kelontong Adalah UMKM Tulang Punggung Ekonomi Negara, ini Penjelasannya!

Membuka warung toko kelontong adalah pilihan tepat untuk Anda yang ingin fokus dalam mengurus keluarga dirumah dan ingin berbisnis. Dengan membuka warung kelontong, Anda bisa tetap mencari penghasilan tambahan sambil fokus mengurus keluarga Anda.

Tapi, Apa saja sebenarnya barang yang bisa dijual di toko kelontong? Sebelum kita lebih lanjut membahas barang-barang tersebut, mari kita simak penjelasan tentang pengertian toko kelontong pada artikel di bawah ini.

Toko Kelontong Adalah

Pada dasarnya, toko kelontong adalah suatu toko yang didalamnya menjual beragam kebutuhan sehari-hari manusia. Berbagai barang tersebut mencakup keperluan lengkap rumah tangga, seperti beras, peralatan mandi, bumbu dapur, hingga alat pembersih rumah.

Dari masa ke masa, toko kelontong masih memiliki banyak sekali peminat. Tidak hanya karena jaraknya yang dekat, kedekatan hubungan dengan para pemiliknya juga menjadi salah satu faktor kenyamanan berbelanja di toko kelontong.

Bahkan, banyak pemilik toko kelontong yang menawarkan kredit, sehingga para pembelinya bisa berhutang dalam jangka waktu tertentu. Pengalaman ini tentu tidak bisa diperoleh ketika berbelanja di swalayan ataupun minimarket.

Toko kelontong termasuk ke dalam UMKM atau Usaha Mikro Kecil Menengah. Bahkan, toko kelontong pernah menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia hingga 99,9% dari semua pebisnis di Indonesia. Saat Indonesia mengalami badai krisis moneter di tahun 1998, UMKM berhasil menjadi penyelamat ekonomi negara.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Toko dan Mana yang Terbaik Untuk Anda?

Asal Mula Toko Kelontong

Berdasarkan laman KBBI, toko kelontong mempunyai dua arti yang berbeda. Kelontong adalah alat kelentungan yang selalu disuarakan oleh para penjaja barang dagangan demi menarik perhatian para calon pembeli. Kedua, kelontong adalah barang yang dibutuhkan sehari-hari oleh manusia, seperti cangkir, mangkuk, sikat gigi, hingga sabun.

Diperkirakan para pedagang kelontong sudah mulai muncul sejak abad ke-19 lalu dengan dagangan keperluan rumah tangga, bumbu dapur, beras, hingga sabun.

Ketika itu, berbagai kebutuhan rumah tangga biasanya dijual oleh para pedagang yang berasal dari Tionghoa. Pada mulanya, mereka menjual barang dagangannya secara berkeliling menggunakan kelontongan, tapi lama kelamaan mereka lebih memilih berdagang di suatu tempat secara permanen.

Dari mulai saat itu, toko kelontong menjadi pilihan utama masyarakat, karena di dalamnya terdapat berbagai barang yang lengkap dan bisa ditemui di berbagai tempat yang strategis, tidak jauh dari rumah masyarakat.

Meningkatnya perkembangan toko ritel yang modern tidak secara langsung menguburkan tingkat kesuksesan toko kelontong. Karena masih banyak mereka yang lebih memilih untuk berbelanja kebutuhan hariannya di toko kelontong, terlebih lagi di daerah padat penduduk ataupun di daerah pedesaan.

Selain karena barang dagangannya yang tidak kalah lengkap dari toko ritel modern, selisih harga jualnya pun menjadi faktor alasan utamanya.

Lalu, Apa yang Membedakan Toko Kelontong dan Eceran?

Jika kita lihat berdasarkan target konsumennya, toko kelontong terbagi menjadi dua jenis, yakni eceran dan grosir. Perbedaan utamanya terdapat dari cara penjualannya. Toko kelontong grosir tidak menjual barang dagangannya secara satuan, mereka umumnya menjual barangnya ke toko kelontong eceran.

Sedangkan target utama toko eceran umumnya datang dari kalangan rumah tangga yang bisa membeli barang secara satuan. Ini penjelasan lengkapnya.

  • Toko Kelontong Grosir

Diperlukan modal usaha yang cukup besar untuk membuka toko usaha kelontong grosir. Kenapa? Karena Anda harus berbelanja barang dengan jumlah yang banyak. Tapi bila toko kelontong grosir sudah mempunyai banyak pelanggan dan memiliki omset yang baik, umumnya para distributor pun akan memberikan suatu fasilitas bayar tempo.

Selain itu, toko kelontong grosir adalah toko yang memiliki potensi keuntungan yang besar daripada eceran, karena mereka tidak menjualnya secara satuan. Tingkat persaingan usahanya pun tidak terlalu ketat seperti toko eceran, karena tidak semua orang mau menekuni bisnis ini dan biaya modalnya pun sangat besar.

  • Toko Kelontong Eceran

Kebalikan dari toko kelontong grosir, dalam membuka toko kelontong eceran Anda tidak memerlukan modal yang besar.

Untuk itu, jika Anda berminat untuk membuka toko kelontong eceran dan ingin mendapatkan keuntungan yang banyak, Anda harus menerapkan strategi yang tepat dan mencari pelanggan yang banyak. Selain itu, barang yang Anda jual pun harus lengkap.

Walaupun memulai usaha toko eceran termasuk mudah, tapi tingkat persaingannya sangat ketat. Untuk itu, kami sarankan bila toko kelontong Anda sudah mulai ramai dan memiliki banyak konsumen, cobalah untuk merangkap sebagai semi agen yang menjual barang eceran secara grosir.

Lantas, Apa Saja yang Dijual Di Dalam Toko Kelontong?

1. Alat Tulis

Barang pertama yang harus ada di dalam toko kelontong adalah alat tulis. Para pelajar dan pekerja kantoran sangat memerlukan alat tulis. Ada banyak sekali peralatan tulis yang bisa Anda jual, dari mulai buku tulis, buku gambar, pulpen, penghapus, pensil hingga amplop.

2. Minuman

Barang kedua yang harus ada di dalam toko kelontong adalah minuman atau air mineral. Sediakanlah berbagai ukuran air mineral, mulai dari ukuran gelas hingga ukuran galon. Lalu, tambahkan juga minuman ringan sampai minuman bubuk sesuai dengan kebutuhan pasar.

3. Perlengkapan Rumah Tangga

Demi memenuhi kebutuhan masyarakat, perlengkapan rumah tangga seperti sapu ijuk hingga ember harus Anda sediakan di dalam toko kelontong Anda.

4. Jajanan dan Makanan Ringan

Barang dagangan selanjutnya yang harus Anda jual di dalam toko kelontong adalah jajanan dan makanan ringan. Selain itu, Anda juga bisa menjual mie instan dan bumbu masak yang banyak dicari oleh banyak orang.

5. Obat-obatan

Karena apotik biasanya jauh dari rumah, banyak orang yang lebih suka membeli obat di toko kelontong terdekat. Untuk itu, Anda bisa menjual obat yang sudah memperoleh izin di pasar, seperti obat batuk, obat sakit kepala, minyak kayu putih, dll.

6. Sembako

Sembako atau sembilan bahan pokok adalah keperluan utama yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No. 27 tahun 2017, ke sembilan bahan pokok tersebut adalah beras, kedelai, jagung, gula, bawang merah, minyak goreng, daging ayam, daging sapi, dan juga telur ayam.

7. Peralatan Mandi dan Mencuci

Peralatan lain yang harus Anda sediakan di dalam toko kelontong adalah peralatan mandi, seperti sabun, sikat gigi, sampo, dll. Sedangkan untuk peralatan mencuci, Anda bisa menyediakan sabun cuci baju, cuci piring, dll.

8. Keperluan Bayi

Keperluan bayi memiliki peran yang sangat penting seperti obat-obatan. Untuk itu, Anda bisa menyediakan peralatan bayi seperti popok, sabun bayi, minyak telon, dll.

5 Tips Sebelum Buka Usaha Toko Kelontong

1. Cari Letak yang Strategis

Tips pertama dalam membuka toko kelontong adalah mencari tempat yang strategis. Pemilihan tempat ini harus berada di pemukiman penduduk yang dihuni oleh target pasar yang sebelumnya sudah ditentukan.

2. Survey Kebutuhan Pembeli

Survey diperlukan untuk memantau keperluan masyarakat. Caranya sangat mudah, Anda hanya harus membaur dengan warga sekitar. Lalu, tampung seluruh aspirasi yang mereka banyak dikeluhkan oleh mereka. Selanjutnya, cari barang apa saja yang selalu diisi ulang secara langsung dan selalu habis.

3. Cari Tempat Kulakan yang Tepat

Tips ketiga dalam membuka warung usaha kelontong adalah mencari supplier barang yang mampu menawarkan harga murah. Tujuannya tentu untuk meminimalisir modal dan memperoleh keuntungan besar.

4. Berikan Pelayanan Terbaik

Dalam bisnis apapun, pelanggan adalah raja, sehingga mereka memerlukan pelayanan terbaik. Pelayan yang baik akan menjadi nilai lebih dan membuat para konsumen menjadi lebih loyal.

Walaupun Anda membuka warung kelontong di depan rumah, usahakanlah untuk bisa bersikap ramah dan profesional walaupun pelanggannya adalah tetangga atau teman Anda sendiri.

5. Aturlah Tata Letak Barang Agar Terlihat Menarik

Tips terakhir dalam membuka toko kelontong adalah mengatur tata letak barang dagangan secara tepat agar tidak membingungkan dan terlihat rapi. Penempatan barang yang tepat adalah salah satu kunci kesuksesan Anda dalam melayani pelanggan. Anda bisa memulainya dengan cara memisahkan barang berdasarkan jenisnya.

Baca juga: Adaptasi Bisnis: Pengertian Lengkap dan Strateginya

Kesimpulan

Hingga saat ini, toko kelontong adalah salah satu jenis bisnis yang cukup menjanjikan dan memberikan keuntungan.

Namun, persaingan toko kelontong saat ini semakin ketat dengan hadirnya berbagai pebisnis besar yang juga mempunyai reputasi dan nama yang baik. Untuk itu, Anda memerlukan tips dalam mengelola toko kelontong agar bisa sukses.

Terdapat banyak sekali produk di dalam toko kelontong, dari mulai sembako, jajanan, hingga peralatan tulis. Untuk itu, Anda memerlukan kontrol stok yang tepat dan pencatatan penjualan yang lebih mudah. Bila Anda keliru dalam menghitung jumlah stok, maka akan berakibat buruk untuk bisnis Anda.

Untuk menghindari bentuk kesalahan dalam mencatat penjualan dan menghitung stok persediaan, Anda bisa menggunakan aplikasi kasir digital dari Accurate POS.

Terintegrasi secara langsung dengan ekosistem Accurate Online, di dalamnya Anda bisa membuat faktur dan mengelola stok secara mudah dan otomatis. Selain itu, kegiatan pencatatan pengeluaran dan pemasukan serta menghitung aset toko bisa Anda kontrol secara real-time.

Penasaran? Ayo coba langsung Accurate POS sekarang juga dengan klik banner di bawah ini.accuratepos