Merdekakan Dirimu Dari Pola Pikir Pebisnis yang Kuno

Perbedaan yang paling mendasar antar pekerja dan pebisnis terdapat pada pola pikir. Keduanya memang sudah seharusnya mempunyai kemampuan dan keterampilan dalam bidangnya masing-masing. Tapi, pebisnis harus mempunyai pola pikir yang lebih kreatif, kritis, dan juga solutif.

Walaupun begitu, seiring dengan berkembangnya zaman, masih banyak pola pikir pebisnis lama yang mulai usang atau kuno dan tidak lagi bisa diterapkan pada saat ini. Nah, agar kita bisa menjadi pebisnis yang semakin sukses, kita harus mampu memerdekakan diri kita dari pola pikir yang sudah usang tersebut.

Cara Memerdekakan Diri dari Pola Pikir Pebisnis Kuno

Berikut ini adalah cara memerdekakan diri dari pola pikir pebisnis yang sudah kuno.

1. Menjemput Bola

Pola pikir pebisnis kuno yang masih sering digunakan adalah menunggu bila. Pola pikir ini meyakini bahwa segala yang mereka bisa untuk membuka dan memulai bisnis sudah dilakukan, dan dengan keyakinan yang mendalam, mereka hanya harus menunggu hasilnya saja, mereka yakin rezeki akan datang dengan sendirinya.

Pola pikir seperti ini tentunya sudah tidak bisa lagi kita gunakan. Kita harus bisa beranjak pada pola pikir yang lebih maju, yakni menjemput bila. Pola pikir ini akan menuntun kita untuk mengejar calon pelanggan ke tempat mereka berada, baik itu dengan menggunakan media promosi, atau dengan memikat para calon pelanggan lewat beragam cara.

Tapi sayangnya cara ini juga sudah mulai kuno. Karena pola pikir baru yang harus kita miliki adalah dengan menciptakan bola. Kita sudah tidak lagi hanya bisa menunggu tren, namun harus bisa menciptakan tren tersebut.

Baca juga: Jenis Bisnis yang Mudah Berkembang Dengan Aplikasi Kasir

2. Pengeluaran Seminimal Mungkin

Salah satu prinsip ekonomi ini harus dilakukan dengan menekan jumlah pengeluaran seminim mungkin dan meningkatkan pemasukan semaksimal mungkin. Tapi, kita belum bisa meningkatkan pengetahuan kita pada pengertian pengeluaran itu sendiri.

Pola bisnis yang lama saat ini banyak yang berputar-putar saja pada properti dan aset, yang tentunya memerlukan modal yang besar. Untuk itu, pengeluaran tambahan akan mampu mencederai kedudukan keuangan perusahaan.

Hal ini tentunya berbeda dengan bisnis di zaman modern, yang mana investasi utamanya adalah tidak lagi tentang properti dan aset fisik. Investasi di zaman yang serba digital kali ini sudah berpindah ke networking dan juga teknologi.

Saat kita lebih memilih menggunakan aplikasi kasir, maka mesin kasir tersebut bukan lagi mesin kasir biasa yang hanya mengakibatkan adanya pengeluaran, namun juga sebagai bentuk investasi. Investasi tersebut tidak hanya menghasilkan keuntungan finansial, namun juga dari sisi efisiensi waktu.

Hal ini sama pentingnya saat kita mengundang kolega ataupun memberikan makanan secara gratis yang dipesan oleh pelanggan yang sedang merayakan ulang tahun.

3. Pemasukan – Pengeluaran = Keuntungan

Pola pikir seperti ini sudah sangat banyak dimiliki oleh para pebisnis lama. Dalam dunia bisnis yang saat ini memiliki tingkat dinamika tinggi, jika kita masih menerapkan pola pikir tersebut, maka bukan tidak mungkin bisnis kita tergilas kompetisi.

Meningkatnya tingkat kompetisi akan mampu membuat kita harus berpikir banyak langkah ke depan. Kita harus selalu memikirkan cara untuk tetap unggul dari kompetitor, baik itu dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan, sampai dengan melakukan berbagai inovasi baru.

Untuk itu, kita harus selalu mampu memperbaiki pola pikir tersebut menjadi pemasukan – pengeluaran = modal mengembangkan bisnis.

4. Monopoli

Saat ini masih sangat banyak pebisnis yang berkeinginan untuk menjadi satu-satunya pebisnis di dalam bidang usahanya. Walaupun ada kompetitor, mereka akan berusaha keras untuk melibas atau melakukan akuisisi. Jadi, tujuannya adalah untuk memonopoli pasar.

Namun saat ini, melakukan monopoli pasar bisa dibilang sesuatu yang mustahil. Kenapa? Karena pola pikir seperti ini harus bisa ditinggalkan. Adanya kompetitor justru bisa dijadikan sebagai peluang usaha agar bisa selalu unggul, menciptakan berbagai inovasi, dan melakukan peningkatan kualitas secara berkelanjutan.

Selain itu, walaupun kita tidak bisa menguasai pasar karena kehadiran kompetitor, tapi kita akan menghadapi konsumen dengan tingkat ketidakpuasan yang tinggi. Ketidakpuasan yang mereka miliki bukan karena kualitas produk yang buruk. Tapi karena  mereka tidak memiliki produk pembanding.

Dengan adanya kompetitor, maka mereka akan segera berpindah tanpa memperdulikan kualitas, tapi karena adanya faktur baru. Kehadiran kompetitor akan membuat pelanggan kita mampu memilih dengan sadar, sehingga tingkat loyalitas mereka pada produk pun akan tinggi.

Baca juga: Cara Ampuh Menambah Kas Bisnis di Tengah Krisis Ekonomi

Penutup

Memerdekakan diri kita dari pola pikir pebisnis yang usang tidak hanya memerlukan perubahan pola pikir, namun juga dengan kemampuan dalam mengamati dari sudut pandang yang lainnya. Hal ini tentunya hanya bisa dicapai secara terus-menerus dengan memperluas wawasan kita dan mengikuti perkembangan zaman saat ini.

Nah, salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman adalah dengan menggunakan aplikasi kasir. Saat ini sudah banyak aplikasi kasir yang memberikan layanan yang lebih dari aplikasi kasir biasa, salah satunya adalah Accurate POS Beta.

Jadi, bagaimana pengalaman Anda selama ini setelah menggunakan Accurate POS Beta? Ayo ceritakan pengalaman Anda pada kami dengan membalas email yang sebelumnya sudah kami kirim. Seluruh cerita, kritik dan saran dari Anda sangat berarti untuk kami dalam menyediakan aplikasi kasir terbaik yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

ayunda tania

Seorang yang memiliki hobi penulisan dan jurnalistik dan sedang mendalami ilmu akuntansi dan bisnis agar bisa memberikan manfaat bagi para pebisnis di Indonesia.