Pembeli Adalah Raja, Kenapa Harus Dianggap Demikian?

oleh | Feb 3, 2022

source envato.

Pembeli Adalah Raja, Kenapa Harus Dianggap Demikian?

Istilah yang menyebutkan bahwa “pembeli adalah raja” pasti sudah sering terdengar di dalam dunia bisnis. Para pebisnis dituntut untuk harus bisa memberikan bentuk pelayanan terbaiknya pada tiap pembeli.

Bentuk pelayanan tersebut dilakukan dengan selalu tersenyum, bersikap ramah, sabar dan juga inovatif. Bila pembeli tidak dilayani dengan baik, maka mereka akan memutuskan untuk tidak mau lagi membeli produk atau jasa yang ditawarkan dan bisnis pun bisa mengalami kerugian yang besar.

Namun, kenapa istilah “pembeli adalah raja” bisa muncul? Temukan jawabannya dengan membaca artikel ini hingga selesai.

Kenapa Harus Ada Istilah Pembeli Adalah Raja? 

Terdapat enam alasan kenapa istilah “pembeli adalah raja” harus muncul, yaitu

  • Setiap pembeli memiliki hak untuk mendapatkan dan memilih produk barang atau jasa yang sesuai dengan nilai tukar, kondisi, dan juga jaminan yang dijanjikan oleh penjual.
  • Setiap pembeli memiliki hak untuk memperoleh informasi terkait kondisi jaminan produk barang atau jasa yang dibeli secara jujur, jelas, dan benar.
  • Setiap pembeli memiliki hak untuk memperoleh pelayanan dan perlakuan yang jujur, benar, dan tidak diskriminatif.
  • Setiap pembeli memiliki hak untuk didengar keluhan dan pendapatnya terkait produk barang atau jasa yang sudah dibelinya.
  • Setiap pembeli memiliki hak untuk memperoleh ganti rugi, kompensasi dan atau penggantian bila produk barang atau jasa yang sudah dibelinya ternyata tidak sesuai dengan apa yang seharusnya.
  • Pembeli mempunyai hak untuk memperoleh keamanan, kenyamanan, dan juga keselamatan saat menggunakan suatu produk barang atau jasa.

Berdasarkan enam poin tersebut, bisa kita ketahui bahwa memang setiap hak pembeli harus dijunjung tinggi dalam menjalankan bisnis. Nyawa suatu bisnis adalah pembeli, jika mereka tidak ada, maka bisnis Anda tidak akan berjalan maju.

Keberhasilan suatu bisnis memang berada di tangan pembelinya. Persaingan yang terjadi di dalam dunia bisnispun sudah semakin tinggi. Untuk itu, para pebisnis dituntut keras untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik pada tiap pembeli dan hal tersebut harus diperhatikan oleh setiap pebisnis.

Seorang raja adalah penguasa yang mampu memerintahkan hal apa saja dan perintahnya tersebut harus dituruti dengan baik.

Baca juga: Metode Emotional Marketing untuk Mendapatkan Pelanggan

Namun, bila setiap pelaku bisnis benar-benar menganggap bhwa setiap pelanggan adalah raja dan mau menuruti semua kemauan dan permintaannya, maka jangan salahkan pelanggan bila suatu saat nanti bisnis tersebut akan bangkrut.

Untuk itu, ada baiknya untuk tidak menyamakan setiap pembeli adalah raja, karena keduanya mempunyai pengertian yang berbeda sangat jauh. Bila terdapat pelanggan yang melakukan kesalahan, maka jangan ragu untuk menegurnya.

Asalkan Anda menegur mereka dengan kata-kata yang sopan dan tidak menyerang pembeli, maka Anda tidak perlu ragu. Karena, setiap bisnis sudah seharusnya mempunyai sistem dan peraturan tersendiri. Setiap aturan yang sudah ditetapkan tersebut harus bisa ditaati oleh setiap pembeli dan pebisnis itu sendiri.

Seiring dengan perkembangan zaman, istilah yang mengatakan bahwa “pembeli adalah raja” memang sudah tidak lagi relevan.

Bahkan, seorang co-writer dari pengarang buku “Marketing 4.0: From Products to Customers to the Human Spirit” yang bernama Hermawan Kartajaya menjelaskan bahwa pembeli adalah sahabat.

Kenapa? Karena bila pembeli diperlakukan sebagai sahabat, maka akan ada penyamarataan derajat antar pebisnis dan pembeli tersebut. Setiap hak dan kewajiban yang dimiliki oleh pebisnis maupun pembeli harus diperoleh dengan baik. Jadi, timbal balik yang seimbang antar keduanya sama-sama diperlukan.

Jadi, istilah “pembeli adalah raja” masih bisa berlaku asalkan pembeli mampu menghargai pebisnis dan menganggap pebisnis tersebut juga adalah seorang raja.

Baca juga: Bisnis Kopi Gula Aren, Kenapa Banyak Sekali Peminatnya?

Untuk itu, pebisnis juga harus bisa melayani pembeli dengan baik, terlebih lagi di zaman yang sudah serba digital seperti saat ini. Solusinya, sebagai pebisnis Anda bisa menggunakan aplikasi kasir yang sudah serba terintegrasi ke berbagai lini bisnis, salah satunya adalah dengan menggunakan Accurate POS.

Terintegrasi langsung dengan ekosistem Accurate Online, aplikasi kasir ini akan memudahkan Anda untuk melakukan penjualan, mengelola karyawan dan pelanggan, hingga mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat.

Tidak percaya? Silahkan coba Accurate POS terlebih dahulu secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.accuratepos

aplikasikasirbanner
Ayunda
Seorang yang memiliki hobi penulisan dan jurnalistik dan sedang mendalami ilmu akuntansi dan bisnis agar bisa memberikan manfaat bagi para pebisnis di Indonesia.

Artikel Terkait