Peran Penting Big Data untuk UMKM, Ini Contoh Penggunaannya!

Sebagian dari Anda pasti ada yang bingung dan menanyakan tentang peran big data pada usaha kecil. Ternyata walaupun bisnis kecil masih memiliki data yang lebih sedikit daripada perusahaan besar, bukan artinya mereka tidak bisa menggunakan big data.

Sebaliknya, insight volume data yang besar terkadang lebih sesuai untuk diterapkan pada bisnis kecil karena karakternya yang bisa bergerak lebih cepat dengan berdasarkan informasi terbaru.

Tapi, kemungkinan belum semua pebisnis menyadari penggunaan data tersebut. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang contoh penggunaan big data dalam bisnis kecil atau UMKM.

5 Peran Penting Big Data Untuk Pebisnis UMKM

1. Memahami Alasan Di Balik Kesetiaan Pelanggan

Dengan adanya kumpulan data yang besar, para pebisnis UMKM akan bisa memahami perilaku para konsumennya, seperti tentang kenapa mereka ingin membeli, cara berbelanja yang mereka senangi, hingga faktor yang membuat mereka ingin merekomendasikan produk Anda.

Pebisnis UMKM bisa menggunakan data agar mampu melakukan interaksi yang lebih baik dengan para konsumen, seperti dengan menganalisis feedback yang diberikan oleh konsumen tentang produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Terdapat banyak sekali sumber data yang berguna di dalamnya, termasuk data internal perusahaan. selain itu, Anda juga bisa menggunakan data yang berasal di media sosial, history browser, sampai data publik.

Baca juga: Discovery Commerce: Cara Ampuh Untuk Memaksimalkan Penjualan

2. Mengidentifikasi Tren

Dengan menggunakan big data, Anda bisa melihat dan memperhatikan perubahan pola perilaku konsumen tanpa terkecuali. Bila sebelumnya berbagai perubahan tersebut hanya bisa diprediksi berdasarkan insting saja, namun sekarang seluruh pebisnis bisa melakukan identifikasi perubahan tersebut secara akurat dengan menggunakan big data.

Bila Anda masih belum mempunyai modal yang cukup untuk menyewa seorang yang ahli dalam melakukan analisis data, maka Anda bisa menggunakan cara yang amat sederhana dengan cara mengamati tren media sosial.

3. Memahami Persaingan

Setiap pebisnis UMKM sebelumnya mungkin hanya bisa mengetahui kompetisi dari obrolan antar sesama pebisnis atau mengeceknya secara langsung di website resmi kompetitor.

Sebagian diantaranya mungkin hanya berpura-pura menjadi konsumen dan melakukan kunjungan ke gerai kompetitor demi mengetahui layanan atau kualitas produk atau layanan jasa yang ditawarkan oleh kompetitor.

Tapi sekarang, seluruh bisnis menengah dan kecil sudah bisa menggunakan data yang lebih akurat agar bisa memahami setiap persaingan. Anda bisa memeriksanya melalui Google Trend demi mengetahui tingkat popularitas kompetitor.

Anda juga bisa melakukan analisis di media sosial untuk mengetahui komentar konsumen terkait produk kompetitor Anda. Selain itu, Anda juga bisa melakukan perbandingan dengan bisnis Anda.

4. Mengoptimalkan Operasional

Big data juga bisa digunakan oleh para pebisnis UMKM untuk memaksimalkan operasional bisnisnya. Terdapat banyak sekali proses operasional yang mampu menghasilkan serangkaian data dengan tingkat volume yang besar. seperti mesin produksi dan ordering system.

Dengan memperhatikan berbagai data tersebut, maka Anda bisa mengetahui kondisi operasional yang sebenarnya. Lalu, Anda bisa mencari cara yang efektif agar proses operasional bisnis bisa berjalan lebih efisien.

5. Menyesuaikan Model Bisnis

Big data bahkan bisa menjadi bagian dari model bisnis yang mampu memberikan berbagai cara baru dalam mendapatkan keuntungan bisnis. Hal ini sudah terbukti berjalan lancar di beberapa perusahaan ternama.

Salah satu yang paling terlihat jelas adalah Facebook. Walaupun aplikasi ini bisa digunakan secara gratis oleh setiap penggunanya, tapi Anda bisa menghasilkan data dengan volume yang besar.

Lalu, Anda juga bisa memasang iklan dengan menargetkan audiens yang lebih spesifik dengan berdasarkan insight data yang Anda miliki di Facebook.

Itu artinya, data tersebut bisa menghasilkan revenue stream baru untuk Anda. Sehingga, Anda bisa meningkatkan layanan bisnis atau produk Anda. Contohnya, Anda bisa menggunakan data membership pelanggan agar bisa menawarkan layanan produk yang sesuai dengan tingkat referensi mereka.

Baca juga: Cara Menjaga Kepuasan Pelanggan dengan Software POS

Kesimpulan

Analisis big data yang dilakukan oleh pebisnis UMKM bisa dimulai dengan cara yang sederhana dan menggunakan berbagai data yang bisa diakses di sekitarnya. Karena, mengabaikan kumpulan big data sangat beresiko untuk bisnis kecil.

Bisnis kecil dan menengah harus turut andil menggunakan data yang besar agar bisa melakukan identifikasi peluang dan ancaman di tengah persaingan yang ada. Bila Anda kesulitan, Anda bisa menggunakan tools atau software yang bisa digunakan untuk menganalisis berbagai data tersebut.

Salah satunya adalah menggunakan software POS dari Accurate POS. Dengan menggunakan software Point of Sales (POS) ini, seluruh kegiatan pencatatan transaksi Anda akan jauh lebih cepat dan akurat, proses analisa hasil penjualan akan jadi lebih praktis, seluruh bentuk kesalahan yang terjadi di konter kasir bisa dihindari, dan yang lebih penting lagi pelanggan akan lebih loyal dengan adanya fitur diskon pelanggan.

Accurate POS bisa Anda nikmati secara gratis untuk satu outlet per satu database hanya dengan berlangganan Accurate Online.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ayunda tania

Seorang yang memiliki hobi penulisan dan jurnalistik dan sedang mendalami ilmu akuntansi dan bisnis agar bisa memberikan manfaat bagi para pebisnis di Indonesia.