Rumus Mencari Laba Bersih dan Cara Menghitungnya

Tujuan yang pasti ingin dicapai dalam berbisnis adalah laba atau keuntungan. Laba dihasilkan dari kegiatan perusahaan. Rumus mencari laba bisa didapat dengan menghitung jumlah pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan dan dikurangi dengan biaya produksi.

Setiap pelaku bisnis penting sekali untuk mengetahui detail dari labanya. Laba pun terbagi lagi menjadi empat jenis, yaitu laba bersih, laba kotor, laba operasi, serta laba sebelum pajak. Tapi dalam kesempatan kali ini, kami akan fokus pada laba bersih.

Laba bersih adalah laba yang didapat oleh perusahaan setelah dikurangi dengan jumlah pajak yang harus dibayar.

Lalu, bagaimana rumus mencari laba bersih? Dapatkan jawabannya dengan membaca artikel di bawah ini hingga selesai.

Mengapa Laba Bersih Sangat Penting?

Peran penting dari laba bersih di dalam laporan bisnis bisa dilihat dari tujuan penghitungan laba tersebut. Terdapat setidaknya tiga tujuan utama dalam menghitung laba usaha.

Pertama, penghitungan laba akan sangat berguna sekali sebagai referensi jumlah dana yang bisa digunakan oleh perusahaan sebagai dana cadangan untuk kebutuhan pengembangan, investasi, ataupun dana darurat.

Kedua, penghitungan laba bersih pun sangat penting sebagai sumber informasi terkait berapa besar dana yang tersedia untuk membayar utang perusahaan.

Ketiga, penghitungan laba juga bisa menjadi suatu sumber pertimbangan untuk mengalokasikan dana ke berbagai aspek lain, seperti pembelian bahan baku ataupun biaya operasional.

Selain itu, penghitungan laba pun mempunyai berbagai fungsi penting lainnya, seperti untuk melakukan kegiatan evaluasi laba dalam kurun periode tertentu dan juga untuk bisa menilai efisiensi perusahaan dengan berdasarkan nilai usaha.

Baca juga: Inventory Record: Pengertian & Manfaatnya Pada Bisnis

Rumus Mencari Laba

Untuk rumus mencari laba bersih, perlu Anda ketahui bahwa di dalamnya terdapat berbagai hal penting, seperti beban usaha, pendapatan lainnya, laba kotor, serta harga pokok penjualan. Berikut ini adalah rumus mencari laba bersih.

Laba bersih = laba kotor – beban usaha (biaya operasional + non-operasional)

Dalam mencari laba bersih, Anda harus bisa menghitung laba kotor terlebih dulu. Laba kotor adalah selisih hasil penjualan dengan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk barang ataupun jasa.

Beban usaha merupakan biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk kebutuhan operasional perusahaan yang umumnya mencakup biaya transportasi, biaya administrasi, biaya pemasaran, serta biaya sewa.

Sedangkan beban usaha non-operasional adalah biaya non-operasional yang dikeluarkan oleh pihak perusahaan untuk kegiatan yang tidak berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan, seperti biaya bunga, biaya pajak, biaya penyusutan, serta amortisasi.

Biaya pajak, bunga, amortisasi, dan penyusutan ini umumnya dikenal juga dengan Earning Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization atau EBITDA. Biaya ini didapat dari selisih beban bunga dan biaya operasional perusahaan.

Sedangkan untuk menghitung Earning Before Interest and Tax (EBIT) atau laba sebelum bunga dan pajak, maka Anda harus menghitung selisih nilai laba sebelum bunga, pajak, amortisasi, dan penyusutan.

Selain itu, jangan lupa juga untuk menghitung laba sebelum pajak atau Earning Before Tax (EBT). Nilai EBT bisa diperoleh melalui kegiatan penghitungan selisih antara penjumlahan beban bunga dan juga pendapatan bunga dengan laba sebelum bunga dan pajak.

Berikut ini adalah rumus mencari laba kotor.

Laba kotor = penjualan bersih – harga pokok penjualan

Untuk memperoleh angka penjualan bersih, Anda harus menghitung pendapatan usaha yang dikurangi oleh seluruh biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan penjualan, termasuk di dalamnya biaya kirim barang, diskon, caran cacar, dan lain sebagainya.

Sebagai catatan, penjualan bersih tidak selamanya dalam bentuk kas. Piutang juga harus Anda hitung, karena penjualan yang dilakukan tidak selamanya harus melalui kegiatan transaksi tunai. Berikut ini adalah cara menghitung penjualan bersih.

Penjualan bersih = penjualan – potongan penjualan – retur penjualan barang

Lalu, saat menerapkan rumus mencari laba bersih, Anda pun harus menghitung harga pokok penjualan yang didapat dengan rumus biaya yang berhubungan dengan produk yang Anda jual. Harga penjualan mencakup biaya pembelian barang, termasuk di dalam persediaan barang yang dibeli pada periode waktu sebelumnya.

Berikut ini adalah cara menghitung harga pokok penjualan.

Harga pokok penjualan = persediaan awal – pembelian bersih – persediaan akhir

Selain itu, Anda juga harus memperhatikan pajak. Terdapat laba bersih sebelum pajak dan ada juga laba bersih sebelum pajak. Untuk menghitung laba bersih sebelum pajak, maka Anda harus menghitung semua pendapatan milik bisnis sebelum dipotong pajak.

Itu artinya, biaya ini adalah pendapatan operasional yang sudah dikurangi ataupun ditambah dengan selisih pendapatan maupun berbagai biaya lainnya yang dibutuhkan selama berlangsungnya proses produksi perusahaan.

Sedangkan untuk rumus mencari laba bersih setelah pajak, Anda bisa menghitungnya dengan cara mengurangi laba bersih dengan pajak penghasilan.

Laba bersih setelah pajak adalah penghasilan bersih yang diperoleh oleh perusahaan, baik itu dari kegiatan pokok ataupun kegiatan di luar usaha pokok perusahaan dalam periode waktu satu tahun yang telah dikurangi dengan pajak penghasilan.

Baca juga: Cara Packing Paket Secara Tepat dan Mudah

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang rumus mencari laba bersih. Tapi untuk Anda yang tidak memiliki waktu dalam menghitung dan membuat laporan usahanya, Anda tidak perlu khawatir. Kenapa? Karena bisa mempercayakannya pada sistem POS atau aplikasi kasir dari Accurate POS.

Karena sudah terintegrasi dengan ekosistem Accurate Online, seluruh kegiatan akuntansi Anda akan terselesaikan secara otomatis dan Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara mudah.

Selain itu, Accurate POS juga sudah dilengkapi dengan serangkaian fitur luar biasa yang akan memudahkan Anda dalam melakukan kegiatan penjualan dan pembelian, mengelola karyawan dan juga pelanggan, mengelola persediaan barang di gudang, mempercepat kegiatan transaksi di konter kasir, dan masih banyak lagi.

Ayo segera coba dan gunakan Accurate POS sekarang juga selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

ayunda tania

Seorang yang memiliki hobi penulisan dan jurnalistik dan sedang mendalami ilmu akuntansi dan bisnis agar bisa memberikan manfaat bagi para pebisnis di Indonesia.