11 Strategi Bisnis Kuliner untuk Mendapatkan Keuntungan Maksimal

Banyak start up yang berlomba – lomba untuk memulai bisnis dalam bidang kuliner. Namun, memulai suatu bisnis memerlukan strategi yang mantap terlebih dahulu begitu pula dalam menjalankan bisnis kuliner. Penjelasan lebih lengkap mengenai strategi bisnis kuliner yang menguntungkan akan diulas berikut ini.

1. Menetapkan Jenis Bisnis yang Diinginkan

Strategi bisnis kuliner yang pertama adalah menetapkan jenis usaha atau bisnis yang ingin dijalankan. Usahakan untuk memilih jenis bisnis yang memang sesuai dengan passion dan kemampuan. Jangan memilih bisnis yang sedang tren saja, karena tren bisa saja berubah seiring perkembangan zaman yang terus berubah – ubah.

Banyak bisnis yang berdiri karena menjadikan trens sebagai patokannya dan tidak jarang didapati pebisnis yang usahanya berusia muda. Dengan menjalankan bisnis yang sesuai keinginan dan kemampuan maka akan lebih mudah dalam menetapkan komitmen. Selain itu, bisnis yang bersumber dari dalam diri akan membuat seseorang lebih semangat menjalankan usahanya.

2. Survey Pasar dan Potensi Bisnis

Melakukan survey merupakan strategi bisnis kuliner yang sangat ampuh jika ingin bisnis berjalan dengan sukses. Indikator yang disurvey adalah dari segi harga pasaran dan daya saing bisnis yang ingin dijalankan.  Selain itu melihat potensi dari bisnis yang ingin dijalankan akan membuat seseorang mengetahui bisnis tersebut layak atau tidak untuk dijalankan.

Jangan menganggap hal tersebut karena bagaimanapun seorang pebisnis memerlukan data awal mengenai bisnisnya. Melalui survey pasar yang dilakukan akan memberikan informasi mengenai daya beli masyarakat terhadap bisnis yang akan dijalankan nantinya.

Baca juga : Hal yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Mendirikan Bisnis Properti

3. Modal Awal

Hal yang juga tidak kalah penting dalam memulai sebuah bisnis adalah modal awal. Modal awal ini akan menjadi inventaris seorang pebisnis. Tidak semua orang mampu menghadirkan modal yang besar, untuk itu diperlukan sedikit usaha untuk memenuhi modah awal bisnis tersebut. Pemenuhan modal ini bisa dilakukan dengan bermitra atau mengajukan pinjaman ke bank.

Untuk mengganti modal awal yang dikeluarkan maka apabila bisnis tersebut sudah berjalan dengan baik maka bisa menyisihkan keuntungannya. Keuntungan yang diperoleh akan menutupi modal awal yang dikeluarkan. Namun bila meminjam dari Lembaga keuangan, maka perlu ada laporan keuangan yang diserahkan ke Lembaga tersebut untuk melihat kemajuan bisnis.

4. Lokasi Usaha yang Strategis

Strategi bisnis kuliner untuk mendapatkan bisnis yang sukses adalah dengan menentukan lokasi usaha yang strategis. Lokasi strategis yang dimaksud adalah lokasi yang berada dalam jangkauan masyarakat atau calon konsumen. Selain itu lokasi strategis juga meliputi lokasi yang banyak dilalui oleh orang – orang seperti pusat pendidikan atau pusat bisnis.

Penentuan lokasi untuk mendirikan bisnis kuliner sangat menentukan keberhasilan dari bisnis yang ditekuni. Salah satu faktor yang mempengaruhi penentuan lokasi bisnis adalah dari modal yang dimiliki. Beberapa lokasi memiliki sewa gedung yang lebih mahal karena lokasinya yang berada di pusat keramaian.

Baca juga : Tips dan Strategi Bisnis Ritel untuk Mendongkrak Penjualan

5. Menu Andalan

Mau bisnis yang dilakukan menarik banyak pelanggan? Bisnis yang memiliki sasuatu yang menjadi daya tarik tersendiri mampu menarik banyak pelanggan datang ke sebuah restoran. Salah satu penarik pelanggan adalah adanya menu yang diandalkan di tempat tersebut.

Menu yang dibuat ini disurvey terlebih dahulu, apakah sesuai dengan keadaan pasar atau tidak. Sebaiknya sediakan menu yang tidak pasaran atau unik berupa menu baru ataupun menu yang sudah diinovasikan. Menu ini bisa menjadi menu andalan dari bisni yang dijalankan.

6. Pemasok Bahan Baku

Setelah mengetahui menu atau makanan apan yang ingin dibuat dalam bisnis ini maka perlu adanya mitra dalam menyediakan bahan baku. Pemasok bahan baku akan sangat membantu dalam pemenuhan bahan baku untuk pembuatan menu. Untuk itu jalinlah kerja sama dengan beberapa pemasok tetap agar pendistribusian bahan baku berjalan dengan lancar.

Kerja sama yang dilakukan ini biasanya akan memberikan keuntungan tersendiri bagi pelaku bisnis kuliner. Biasanya apabila pebisnis sudah berlangganan dengan pemasok tersebut, maka harga bahan baku yang diberikan akan lebih murah. hal ini karena sudah ada kepercayaan yang terjalin satu sama lain.

Baca juga : 4 Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Memulai Bisnis Menjahit

7. Sumber Daya Manusia yang Digunakan

Sumber daya manusia atau tenaga kerja juga sangat penting dalam menunjang keberhasilan bisnis. Untuk bisnis yang berskala kecil tenaga kerja yang dibutuhkan tidah usah terlalu banyak. Selain karena bisnisnya yang tidak besar, penggunaan tenaga kerja yang banyak hanya akan membuat orang boros dalam pemberian upah.

Namun beda halnya jika bisnis kuliner yang sudah besar maka perlu tenaga kerja yang banyak pula. Tenaga kerja ini akan mengisi bagian dari bisnis seperti koki, kasir, pelayan dan sebagainya. Kesejahteraan karyawan juga penting diperhatikan dalam menjalankan bisnis. Selain gaji, tenaga kerja juga perlu diberikan bonus atau refreshing.

8. Target dan Promosi

Strategi bisnis kuliner yang tidak kalah pentingnya adalah pengadaan promosi dan target penjualan. Hal ini menjadi kunci utama keberhasilan bisnis kuliner yang dijalankan. Tidak mesti harga yang murah, pemahaman mengenai selera pasar akan menunjang kesuksesan bisnis.

Melalui perkembangan teknologi yang semakin marak ini maka promosi sudah bisa dilakukan dengan mudah melalui media sosial. Selain itu promosi offline juga tetap dibutuhkan seperti pemasangan spanduk atau informasi dari mulut ke mulut.

9. Izin Usaha

Untuk membuat bisnis yang dijalankan dipandang baik di mata masyarakat maka perlu adanya izin usaha di instansi terkait. Izin usaha ini akan memberi keamanan dan kenyaman kepada pelaku bisnis serta konsumennya. Untuk menjamin bisnis sebaiknya urus NPWP, surat perizinan dari Kementrian Kesehatan serta sertifikasi halal dari MUI.

Baca juga : Pentingnya Mengetahui Tata Cara Membuat Surat Izin Usaha

10. Sikap dan Perilaku

Hal yang juga tidak boleh dianggap sepele adalah sikap dan perilaku seseorang dalam menjalankan bisnisnya. Konsumen akan melihat sikap dan perilaku seseorang dalam memberikan pelayanan. Sikap dan perilaku yang baik bukan hanya ditunjukkan kepada konsumen saja, tapi pada karyawan juga. sikap inilah yang akan membuat orang betah bekerja dan berkunjung ke tempat usaha.

11. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran pada Pembukuan

Strategi terakhir untuk membangun bisnis kuliner yang sukses adalah Anda harus disiplin untuk melakukan pencatatan pengeluaran dan pemasukan pada bisnis Anda. Tanpa pembukuan bisnis Anda berarti “buta”. Anda tidak akan mengetahui pos pengeluaran mana saja yang memakan banyak dana dan Anda akan kesulitan untuk membuat keputusan pada perencanaan bisnis yang tepat.

Mungkin Anda berpikir bahwa mencatat pengeluaran dan pemasukan adalah hal yang memakan waktu dan Anda tidak bisa melakukannya dikarenakan tidak mengetahui ilmu akutnansi secara detail, padahal ini semua salah besar.

Anda bisa mencoba untuk menggunakan software akuntansi untuk kemudahan proses pembukuan bisnis kuliner untuk proses pencatatan yang jauh lebih efisien. Gunakanlah software akuntansi yang mudah, memiliki fitur lengkap, bisa digunakan kapan saja dan dimana saja, juga memiliki keamanan penyimpanan data yang terjamin seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah software berbasis cloud yang dikembangkan sejak 20 tahun lalu dan digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna di Indonesia dari berbagai jenis bisnis, termasuk bisnis kuliner. Jadi tunggu apalagi? Anda juga bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui link ini.


Itulah beberapa strategi bisnis kuliner yang sangat penting untuk dilakukan dalam menjalankan suatu bisnis kuliner. Strategi yang baik akan membuat bisnis yang dijalankan memperoleh kesuksesan. Semoga ulasan kali ini bisa bermanfaat khususnya untuk penerapan strategi bisnis.

accurate 200 ribu perbulan