7 Masalah yang Terjadi pada UKM dan Tips Mengatasinya

Peningkatan UKM tiap tahun memiliki pengaruh yang baik bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika pemerintah sempat menurunkan pajak UMKM hingga 0,5 persen banyaknya untuk meningkatkan bisnis UMKM di Indonesia. Namun, penurunan jumlah pajak nyatanya bukanlah masalah UKM.

Karena masih banyak pengusaha UMM yang memiliki kendala modal usaha, strategi marketing, hingga akses teknologi digital. Sehingga, usaha mereka tidak berjalan dengan lancar, bahkan tidak mengalami peningkatan.

Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami akan membahas berbagai masalah utama yang sering dialami oleh pengusaha UKM serta cara mudah dalam mengatasinya.

Masalah UKM dan Cara Mengatasinya

1. Minimnya Modal Usaha adalah Masalah UKM yang Utama

Masalah utama UKM pada umumnya adalah minimnya modal usaha yang mereka miliki. Efeknya, para pengusaha tidak mampu meningkatkan jumlah produksinya untuk bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Ide bisnis baru untuk tujuan ekspansipun sering kali harus ditinggalkan terlebih dahulu karena masalah ini.

Sumber masalah utamanya sebenarnya sangatlah klasik. Mereka kerap kali kesulitan dalam hal mencari modal pembiayaan dari bank karena banyak syarat-syarat yang tidak bisa mereka penuhi.

Cara Mengatasi: Jika Anda adalah salah satu pebisnis UKM yang memiliki masalah ini, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan melakukan penggalangan dana. Penggalangan dana yang dilakukan bisa melalui website penggalangan modal usaha yang saat ini banyak tersebar. Anda bisa melakukan pengajuan di website tersebut dan melengkapi berbagai persyaratannya.

2. Tidak Tahu Bagaimana Cara Membesarkan Bisnis

Masalah yang kerap dialami para pengusaha UKM selanjutnya adalah kurangnya pengalaman mereka tentang manajemen bisnis. Banyak dari mereka yang hanya fokus dalam memproduksi barang, namun tidak memikirkan cara ekspansi bisnisnya.

Efeknya, mereka menjadi kesulitan dalam meningkatkan bisnisnya dan usaha merekapun hanya jalan ditempat.

Cara mengatasinya adalah dengan meningkatkan pengetahuan terkait perkembangan strategi bisnis terbaru dengan rajin-rajin membaca dan belajar.

Anda bisa coba belajar dari pengalaman yang sering dibagikan oleh para pebisnis sukses di dunia maupun lokal lewat berbagai buku, situs berita, sosial media, seminar, workshop, dll.

Selain itu, disarankan juga untuk ikut bergabung dengan berbagai komunikasi bisnis yang mampu mempertemukan Anda dengan berbagai praktisi bisnis lain. Sehingga, Anda bisa saling berbagi pengalaman terkait pengetahuan, pengalaman, dan wawasan.

3. Kurangnya Inovasi Produk

Dalam hal meningkatkan daya saing bisnis, para pengusaha seringkali dihadapkan pada kendala ketika melakukan inovasi produknya.

Saat ini, jumlah produk UKM yang bisa menembus di kancah internasional kemungkinan masih bisa dihitung dengan jari. Penyebabnya sulitnya produk UKM  bersaing di tingkat internasional adalah rendahnya daya saing produk mereka. Terlebih lagi, jika ada hubungannya dengan harga yang sudah ditawarkan, produk UKM di Indonesia juga bisa dibilang masih jauh dari kualitas internasional.

Cara mengatasinya adalah dengan meningkatkan daya saing produk. Jadi, para pelaku UKM harus bisa lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi produk barangnya. Agar produk Anda bisa dilihat banyak, maka Anda harus bisa menawarkan produk Anda secara lebih inovatif lagi dengan cara menerapkan berbagai formula bisnis atau cara produksi yang berbeda.

Selain itu, Anda juga harus mampu membuka diri lebih jauh lagi dan bisa bergabung dengan berbagai pelatihan yang biasa diselenggarakan oleh berbagai instansi.

Disisi lain, Anda juga harus mampu lebih aktif dalam menganalisa berbagai produk kompetitor yang sesuai dengan Anda. Kenapa? Karena hal ini sangat penting untuk bisa menganalisa harga, tren bisnis, serta ide inovatif lain yang bisa diterapkan dalam produk Anda.

4. Kesulitan dalam Mendistribusikan Barang

Masalah UKM selanjutnya adalah pendistribusian barang. Selama ini, kebanyakan pelaku UKM selalu kekurangan channel dalam hal mendistribuskan produknya.

Kebanyakan dari mereka juga hanya fokus dalam hal mendistribusikan barang pada beberapa mitra dan pengepul yang memang hanya dikenalnya saja. Cara ini tentunya masih sangat sederhana dan tingkat jangkauannya pun belum luas.

Cara mudah dalam mengatasinya adalah dengan aktif bergabung di berbagai pameran produk yang diselenggarakan berbagai instansi untuk memperluas jangkauan pasar.

Selain itu, cobalah untuk bisa lebih fokus lagi dalam melakukan kerjasama dengan berbagai merchant atau outlet yang mampu membantu mempromosokan produk Anda. Sehingga, tingkat pendistribusian produk Anda bisa lebih luas lagi dalam menjangakau pasar internasional.

5. Belum Mengoptimalkan Pemasaran Online

Masalah yang kelima ini pada dasarnya berkaitan dengan poin keempat, yaitu sulitnya dalam mendistribusikan barang. Salah satu faktor yang menimbulkan pendistribusian barang kurang meluas adalah karena para pengusaha  belum mampu melakukan pemasarannya secara online.

Beberapa dari mereka mungkin ada yang memang sudah memasarkan produknya melalui berbagai media online, seperti media sosial, marketplace, forum, dll. Namun, dalam prakteknya masih jauh dari kata maksimal. Akibatnya, hasil dari apa yang mereka dapatkan pun menjadi kurang maksimal.

Cara mengatasinya adalah lebih aktif dalam melakukan pemasaran online. Hal utama yang harus dilakukan adalah dengan memilih saluran pemasaran online yang tepat, lalu lebih fokus lagi dalam memasarkan saluran tersebut, dan mengoptimalkannya.

Setelah Anda bisa fokus pada satu saluran tersebut, selanjutnya Anda bisa memaksimalkan saluran yang lain, sehingga penjualan produk Anda bisa lebih meningkat.

Namun, sebagai permulaan, sebaiknya fokus memasarkan disatu saluran saja. Lalu, lakukan optimasi secara berkala agar pemasaran di saluran tersebut menghasilkan peningkatan konversi.

Anda juga bisa memberikan peluang berupa dropshipper atau reseller untuk masyrakat luas. Semakin banyak orang yang memasarkan produk Anda, maka peluang dalam meningkatkan penjualan pun akan semakin besar.

6. Tidak Ada Branding adalah Masalah UKM Lainnnya

Masalah lain yang sering diabaikan oleh pengusaha UKM adalah branding. Belum banyak dari mereka yang menyadari akan pentingnya branding untuk produk dan bisnisnya. Sehingga, kebanyakan dari mereka hanya fokus berjualan saja tanpa memikirkan kualitas merk  produknya.

Cara mengatasinya adalah dengan meningkatkan kualitas branding produk UKM. Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses Opportunities, Threats) pada produk Anda. Sederhananya, cobalah analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang bisa ditimbulkan atas produk Anda.

Setelahnya, temukanlah hal yang paling menonjol dan paling membedakan produk Anda dengan produk kompetitor Anda. Jika sudah, maka cobalah agar lebih konsisten dalam menonjolkan ciri khas produk Anda sebagai salah satu materi iklan. Dari sana, kualitas brand Anda nantinya akan bisa terlihat di mata publik.

7. Tidak Melakukan Program Loyalitas Pelanggan

Masalah yang cukup krusial lainnya adalah tidak adanya program loyalitas pelanggan. Mulai dari pendaftaran member, komunitas pelanggan, hingga promo reguler.

Padahal, menjaga loyalitas pelanggan sangatlah penting. Semakin sering Anda melakukan program ini, maka loyalitas para pelanggan Anda pun akan semakin kuat.

Sehingga, nantinya pelanggan akan lebih sering dalam melakukan repeat order. Bahkan kemungkinan dari mereka juga akan sukarela menawarkan produk Anda pada teman-temannya.

Cara mengatasi masalah ini adalah dengan memikirkan ide terbaik tentang bagaiman cara melakukan program loyalitas pelanggan. Anda bisa memulainya dengan cara melakukan giveaway, cashback, promo, dll.

8. Masih Mengandalkan Pembukuan Manual

Banyak para pelaku UMKM yang tidak sadar bahwa pembukuan manual adalah masalah yang cukup serius. Pembukuan yang dilakukan secara manual ini akan lebih rentan mengalami kerusakan, kehilangan, hingga kesalahan rekap.

Contohnya, jika laporan penjualan pada satu hari saja hilang, maka laporan penjualan secara keseluruhan pun akan jadi lebih berantakan.

Padahal, kunci evaluasi bisnis yang memadai adalah pembukuan yang baik. Sehingga, Anda mampu menganalisa penjualan usaha Anda secara lebih tepat sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan keputusan berikutnya. Selain itu, sistem pembukuan yang baik juga adalah syarat wajib bagi pengusaha yang ingin melakukan peminjaman modal usaha di bank.

Cara mengatasinya adalah dengan mengatur kembali pembukuan Anda setiap hari. Buanglah cara menulis pembukuan yang manual dengan pembukuan otomoatis dengan bantuan software akuntansi Accurate Online.

Aplikasi ini akan memudahkan Anda dalam mengurus segala hal yang menyangkut akuntansi bisnis Anda secara lebih mudah dan cepat, termasuk pembukuan. Sehingga, Anda bisa menentukan model bisnis ecommerce Anda dengan segera.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini: