Arbitrasi Adalah: Pengertian dan Manfaatnya Untuk Perusahaan

Pada dasarnya, arbitrasi adalah suatu upaya penyelesaian masalah yang melibatkan pihak ketiga yang dinilai netral dan tidak memihak siapapun.

Kata arbitrasi sendiri diambil dari bahasa Perancis, yaitu Arbitrage, yang memiliki arti suatu keputusan yang dibuat oleh arbiter di dalam peradilan arbitrasi.

Arbitrasi juga bisa diartikan sebagai suatu proses penyelesaian masalah di hadapan pihak ketiga atau arbiter yang sudah dipilih oleh mereka yang memiliki masalah.

Di negara kita sendiri, contoh kasus arbitrasi sudah cukup banyak, dan mereka cukup tertarik untuk menggunakan jalur arbitrasi guna menyelesaikan sengketanya.

Bahkan, seluruh aspek yang berhubungan dengan arbitrasi dari segi hukum dan substansi di dalamnya sudah diatur dalam Undang-undang No. 30 tahun 1999.

Nah, jika Anda ingin lebih dalam mengetahui pengertian arbitrasi, jenis, dan manfaat arbitrasi untuk perusahaan, maka di bawah ini kami suguhkan informasinya untuk Anda.

Pengertian Arbitrasi

Pengertian secara spesifik dari arbitrasi adalah suatu pilihan dalam menyelesaikan suatu sengketa perdata yang disusun dengan berdasarkan perjanjian arbitrasi di luar peradilan umum dan melibatkan pihak ketiga yang sudah dipilih oleh para sengketa.

Perjanjian atau klausul arbitrasi ini disusun secara tertulis oleh mereka yang memiliki senketa sebelum arbitrasi dilakukan. Dengan adanya arbitrasi ini, maka pihak ketiga atau arbitrer yang nantinya akan memiliki peran sebagai pendengar, saksi, atau penonton, akan mendengarkan berbagai bukti dari kedua pihak yang bersengketa agar selanjutnya diambil keputusan secara bijak.

Arbitrasi dinilai sebagai suatu bentuk pilihan penyelesaian sengketa sebagai pengganti jalur litigasi. Jalur litigasi sendiri adalah suatu proses pengadilan yang didalamnya menetapkan keputusan yang mengikat kedua belah pihak yang saling bersengketa.

Dengan menghindari adanya jalur litigasi tersebut, maka kedua belah pihak tidak harus membuang waktu dan uang yang lebih banyak untuk proses pengadilan.

Namun, dalam sudut pandang ilmu ekonomi, arbitrasi adalah suatu upaya dalam meraih keuntungan karena adanya perbedaan harga pada dua pasar keuangan lain.

Dengan adanya kondisi tersebut, maka akan ada penggabungan antara dua jenis pasar uang agar bisa mendapatkan keuntungan. Keuntungan yang dimaksud adalah suatu selisih harga pasar dari suatu toko dengan toko lainnya.

Di dalam dunia pendidikan, arbitrasi seringkali diartikan sebagai suatu transaksi tanpa adanya arus kas negatif dan minimal harus ada arus kas positif dalam di dalam suatu peristiwa. Sederhananya, dalam hal ini pengertian arbitrasi adalah suatu upaya untuk mendapatkan keuntungan tanpa menerapkan langkah manajemen resiko.

Dalam penerapannya di suatu perusahaan, arbitrasi biasanya akan melibatkan saham, obligasi, mata uang, dan komoditas lainnya.

Baca juga: Surat Kuasa Adalah: Pengertian, Jenis, dan Susunan Penulisannya

Manfaat Arbitrasi Pada Perusahaan

Dalam suatu perusahaan, arbitrasi mampu memengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Nah, berikut ini adalah manfaat arbitrasi yang diterapkan oleh suatu perusahaan.

1. Arbitrase Privasi

Arbitrasi pribadi merupakan suatu proses arbitrasi yang persidangannya tidak dibuka untuk publik atau masyarakat. Seluruh pihak yang bersangkutan dan arbiter akan terikat oleh suatu privasi yang ketat dengan berbagai syarat di dalamnya.

Rahasia bisnis dan berbagai informasi di dalamnya harus dilindungi dari publik, media, dan kompetitor perusahaan.

2. Ahli Arbiter

Pihak yang menempuh jalur arbitrasi memiliki hak untuk memilih arbiter selama arbiter tersebut tidak memihak dan tidak memiliki kepentingan pada kedua belah pihak. Artinya, arbiter yang dipilih harus independen.

Arbiter juga bisa berasal dari negara lain atau bidang profesional yang sesuai. Sehingga, hal tersebut akan menjamin kedua belah pihak bahwa arbiter tersebut mampu menangani perselisihan dan sengketa yang terjadi pada kedua perusahaan.

3. Arbitrasi Menghemat Biaya dan Waktu

Dengan adanya standar operasional prosedur yang dibuat secara khusus, maka tidak akan ada lagi proses banding ataupun peninjauan ulang, sehingga proses arbitrasi bisa diselesaikan dalam waktu yang cenderung singkat dan cepat. Selain itu, biaya yang dikeluarkan oleh kedua belah pihak pun akan menjadi lebih hemat.

Kondisi Perusahaan yang Menempuh Jalur Arbitrasi

Setidaknya terdapat tiga kondisi dimana perusahaan harus menempuh jalur arbitrasi. Pertama, adanya perbedaan harga pada pasar aset yang diperdagangkan. Kedua, adanya perbedaan harga yang diperdagangkan pada kedua perusahaan yang arus kasnya identik sama.

Ketiga, pada suatu aset dengan jenis nilai kontrak berjangka, aset tersebut tidak diperdagangkan dengan harga kontrak saat ini karena adanya biaya penyimpanan gudang pada aset dan hal tersebut harus dikontrol dengan ketat.

Jenis-jenis Arbitrasi

Di dalam suatu perusahaan, arbitrasi bisa memengaruhi nilai investasi dan hal ini bisa berkaitan dengan kondisi fungsi manajemen keuangan pada perusahaan tersebut. Berikut ini adalah jenis-jenis arbitrasi:

1. Arbitrasi Peraturan

Arbitrasi peraturan adalah suatu bentuk kebijakan yang ditempuh oleh perusahaan ketika terjadi risiko atau masalah keuangan perusahaan.

Arbitrasi ini digunakan untuk mendapatkan keuntungan atas adanya selisih antara risiko nyata atau risiko ekonomis dari adanya posisi peraturan yang diterapkan oleh suatu perusahaan.

Contoh sederhananya adalah ketika perusahaan berusaha mengajukan pinjaman dari pihak lain kepada suatu bank. Maka, dalam hal ini pihak perusahaan harus bisa mengikuti berbagai aturan yang sudah ditetapkan oleh pihak bank untuk mendapatkan pinjaman dana.

Namun pada sisi lain, perusahaan juga harus bisa menerima risiko gagal bayar, walaupun resikonya tergolong kecil karena perusahaan bisa saja memberlakukan sekuritas yang baik untuk bisnisnya.

2. Arbitrasi Penggabungan

Arbitrasi penggabungan terjadi apabila ada dua perusahaan atau dua divisi perusahaan yang digabungkan menjadi satu bagian untuk bisa menyeimbangkan profit perusahaan.

Pada umumnya, perusahaan atau divisi yang digabung oleh perusahaan inti tidak akan mendapatkan keuntungan apapun. Keuntungan terbesar hanya bisa dirasakan oleh perusahaan inti saja.

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka sudah jelas bahwa perusahaan yang digabungkan memiliki nilai harga yang lebih rendah oleh perusahaan pengakuisisi. Perbedaan harga ataupun keuntungan didalamnya tergantung pada waktu penyelesaian proses akuisisi dan suku bunga yang berlaku pada ketentuan yang sudah dibuat.

3. Arbitrase Obligasi Konversi

Contoh sederhana dari arbitrasi obligasi konversi adalah seorang investor yang ingin mengembalikan obligasi pada perusahaan penerbit dan ditukarkan dengan sejumlah saham perusahaan yang sebelumnya sudah ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang sudah dibuat.

Tiga hal yang ditetapkan dalam obligasi konversi adalah harga saham, selisih obligasi kredit, dan suku bunga.

4. Arbitrase Depository Receipts

Biasanya, arbitrasi jenis depository receipts terjadi pada suatu pasar saham atau valuta asing yang mempunyai fungsi dalam mengontrol saham. Di dalamnya, perusahaan bisa memaksimalkan keuntungannya dengan melakukan perdagangan saham dan valuta asing.

Nah, arbitrasi depository receipts akan bertindak sebagai pihak keamanan akan mengikuti harga saham pada pasar asing atau perusahaan.

Contoh Kasus Arbitrasi

1. Kementerian Pertahanan RI dengan Pihak Avanti Communications Ltd.

Di tahun 2018 lalu, sengketa ini dilakukan dengan menempuh jalur arbitrasi dan melibatkan lembaga London Court of International Arbitration (LCIA).

Dalam kasus tersebut, LCIA akhirnya memenangkan pihak Avanti atas adanya kasus pembayaran sewa satelit Artemis Avanti. Dalam hal ini, pihak Kementerian Pertahanan RI harus membayar kerugian yang dialami pihak Avanti dengan jumlah hingga mencapai US$20,075.

2.  Sengketa Bank Century Menggugat Pemerintah Indonesia

Permasalahan yang terjadi pada 2014 ini dikarenakan salah satu pemegang saham dari Bank Century bernama Hesham Al Warraq, menggugat pihak pemerintah Indonesia. Kasus ini lalu diselesaikan dengan menunjuk ICSID Singapura sebagai arbitrer dan masalah pun selesai dengan pihak Pemerintah Indonesia yang keluar sebagai pemenang.

Ini adalah kemenangan ke-2 pemerintah Indonesia, karena sebelumnya sudah ada pemegang saham Bank Century lainnya bernama Rafat Ali Rizvi yang menggugat pemerintah Indonesia.

Pada saat itu, pemerintah Indonesia dituntut untuk mengembalikan kerugian sebesar US$19,8 atau sekitar Rp1,3 triliun.

Baca juga: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS): Pengertian, Tujuan, dan Ketentuannya

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap tentang arbitrasi dalam pandangan ilmu ekonomi dan juga akuntansi. Hal ini sangat penting dipahami oleh tiap perusahaan yang sedang melakukan penyusunan akuntansi dan keuangan yang baik, agar bisa menghindari masalah keuangan perusahaan.

Untuk lebih memudahkan Anda dalam mengelola dan menyusun laporan akuntansi di perusahaan Anda, maka gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi ini, maka Anda akan lebih mudah dalam melakukan berbagai proses akuntansi, mulai dari laporan arus kas, rekonsiliasi bank, laporan perubahan modal, dll. Accurate Online juga akan memudahkan Anda dalam melakukan berbagai proses akuntansi yang rumit. Jadi, Anda bisa mencatat seluruh transaksi laporan keuangan Anda dengan cepat.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1