Korporat: Pengertian, Jenis, Bentuk dan Budaya Kerja

oleh | Jun 4, 2024

source envato.

Korporat Adalah: Pengertian, Jenis, Bentuk dan Budaya Kerja

Korporat adalah sebutan lain dari Pprusahaan, dimana menjadi tempat orang-orang melakukan aktifitas bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan masing-masing.

Korporat harus didirikan secara resmi dan berdasarkan badan hukum yang berlaku di Indonesia.

Korporat juga biasanya banyak berhubungan dengan aset negara dan kekayaan alam dalam hal pengelolaannya.

Di kota besar seperti Jakarta, ada banyak bentuk korporat berdiri, mulai dari perusahaan-perusahaan BUMN, Perusahaan Swasta, hingga Koperasi yang berbadan hukum resmi.

Korporat ini memiliki tugas masing-masing dengan tujuan memajukan Indonesia untuk lebih baik.

Apa itu Korporat, apa saja jenis-jenis korporat itu, berikut ulasan selengkapnya:

Pengertian Korporat

Kata Korporat berasal dari Bahasa latin “cooperation” yang berarti “mendirikan suatu badan”.

Corporate atau dalam Bahasa Indonesia menjadi korporat adalah suatu badan atau suatu perusahaan yang didirikan oleh sekelompok orang yang beroperasi dengan hukum yang jelas.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan prosedur kerja dan ketentuan dalam organisasi perusahaan ini sudah memiliki dasar hukum.

Jika perusahaan melanggar atau terjadi pelanggaran dalam perusahaan, maka hal ini bisa dibawa ke ranah hukum (pengadilan).

Mendirikan Korporat tentunya memerlukan modal. Modal tersebut biasanya berasal dari pemilik korporat secara pribadi, atau dari penjualan saham ke pihak luar.

Jika dalam bentuk saham maka pemilik saham tersebut akan mendapatkan deviden sesuai kesepakatan.

Para karyawan yang bekerja di sebuah korporat juga akan mendapatkan hak dan kewajiban mereka.

Jika saja pihak korporat lalai terhadap hak dan kewajiban pada karyawannya, sebagai yang berbadan hukum, harus diselesaikan di pengadilan juga.

Baca juga: Mengetahui Berbagai Jenis Stakeholder dalam Suatu Bisnis

Sistem Kerja Korporat

Sistem kerja di korporat, atau perusahaan besar, mencakup berbagai elemen yang memastikan operasi berjalan dengan efisien dan efektif.

Berikut adalah beberapa aspek utama yang mendefinisikan sistem kerja di korporat:

1. Struktur Organisasi

Hierarki: Struktur organisasi di korporat biasanya bersifat hierarkis, dengan tingkat manajemen yang jelas dari atas ke bawah, termasuk eksekutif, manajer, dan karyawan.

Divisi dan Departemen: Perusahaan besar dibagi menjadi divisi atau departemen berdasarkan fungsi seperti pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, operasional, dan pengembangan produk.

2. Proses Bisnis

Standard Operating Procedures (SOP): SOP diterapkan untuk memastikan bahwa semua proses bisnis dijalankan dengan cara yang konsisten dan efisien.

Workflow Management: Sistem untuk mengelola aliran kerja, memastikan tugas dan proyek diselesaikan sesuai jadwal dan standar kualitas.

3. Komunikasi dan Kolaborasi

Internal Communication: Menggunakan email, intranet, dan alat kolaborasi seperti Slack atau Microsoft Teams untuk komunikasi sehari-hari.

Meetings and Conferences: Rapat reguler, baik tatap muka maupun virtual, untuk koordinasi tim, pembaruan proyek, dan pengambilan keputusan.

4. Pengambilan Keputusan

Top-Down Decision Making: Keputusan strategis biasanya dibuat oleh manajemen puncak dan diteruskan ke bawah.

Data-Driven Decisions: Penggunaan data dan analitik untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih akurat.

5. Manajemen Kinerja

Key Performance Indicators (KPIs): Menggunakan KPIs untuk mengukur kinerja individu, tim, dan organisasi secara keseluruhan.

Performance Reviews: Penilaian kinerja secara berkala untuk memberikan umpan balik, menetapkan tujuan, dan mengidentifikasi area peningkatan.

6. Pengembangan Karyawan

Training and Development: Program pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi karyawan.

Career Pathing: Membantu karyawan merencanakan jalur karier mereka di dalam perusahaan melalui promosi, rotasi pekerjaan, dan peluang pengembangan.

7. Teknologi dan Infrastruktur

Enterprise Resource Planning (ERP): Sistem ERP digunakan untuk mengintegrasikan dan mengelola proses bisnis utama.

Customer Relationship Management (CRM): Sistem CRM untuk mengelola interaksi dengan pelanggan dan prospek.

IT Support: Tim IT yang menyediakan dukungan teknis dan memastikan semua sistem berjalan dengan lancar.

8. Budaya Perusahaan

Core Values: Nilai-nilai inti yang membimbing perilaku dan keputusan di seluruh organisasi.

Employee Engagement: Inisiatif untuk meningkatkan keterlibatan dan kepuasan karyawan, seperti kegiatan tim, penghargaan, dan lingkungan kerja yang mendukung.

9. Kepatuhan dan Regulasi

Compliance: Memastikan semua operasi mematuhi peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Ethical Standards: Menerapkan standar etika tinggi dalam semua aspek bisnis, termasuk tata kelola perusahaan dan tanggung jawab sosial.

10. Manajemen Proyek

Project Management Office (PMO): PMO mengawasi proyek-proyek besar, memastikan mereka berjalan sesuai rencana, anggaran, dan waktu.

Agile and Scrum Methodologies: Banyak korporat yang mengadopsi metodologi Agile atau Scrum untuk meningkatkan fleksibilitas dan respons terhadap perubahan.

Dengan sistem kerja yang terstruktur ini, korporat dapat beroperasi secara efisien, memastikan keberlanjutan bisnis, dan mencapai tujuan strategis mereka.

Baca juga: Mengenal 9 Bentuk Organisasi Bisnis dan Penjelasannya

Tujuan Pendirian Korporat

Suatu korporat atau perusahaan didirikan dengan tujuan tertentu. Namun, tujuan utamanya adalah untuk mencari keuntungan dan memperoleh laba yang maksimal, agar perusahaan bisa terus berdiri dan bertahan dalam jangka panjang.

Baca juga: PT (Perseroan Terbatas): Pengertian PT, Jenis, Ciri-ciri, dan Unsurnya

Jenis-jenis Korporat

 jenis jenis korporat

ilustrasi korporat. source envato.

Setelah mengetahui pengertian dan tujuan dari korporat, Selanjutnya mari kita mengenal jenis-jenis korporat itu apa saja. Berikut ulasannya:

1. Berdasarkan Lapangan Usahanya

  • Korporat Ekstraktif, yaitu perusahaan yang fokus di bidang pemanfaatan kekayaan alam. Proses pemanfaatanya sendiri dimulai dari menggali, mengambil hingga mengolah kekayaan alam tersebut. Contoh korporasi ini adalah korporat di bidang tambang dan batu bara.
  • Korporat Agraris, adalah bentuk korporat yang bergerak di bidang pengolahan ladang pertanian. Selain itu, korporat ini juga mengolah lahan perikanan, kehutanan, perkebunan dan lain sebagainya.
  • Korporat Industri, adalah bentuk korporat yang fokus menjadikan barang mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi dan siap jual. Korporasi yang meningkatkan nilai guna barang juga termasuk korporasi ini.
  • Korporat Perdagangan, bentuk korporat yang bergerak di bidang jual beli barang jadi, tanpa perlu diolah lagi. Contoh korporasi ini seperti Minimarket, Departemen store dan lain sebagainya.
  • Korporat Jasa, bentuk korporat yang bergerak di bidang layanan atau jasa, seperti jasa Perhotelan, Jasa asuransi, jasa perbankan dan lain sebagainya.

2. Berdasarkan Status Kepemilikannya

  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN), adalah bentuk korporat yang didirikan, diberikan model oleh Negara.
  • Koperasi, adalah suatu korporat yang didirikan dan diberikan modal oleh sekelompok orang yang menjadi anggota koperasi tersebut
  • Korporat Swasta,  adalah bentuk korporat yang didirikan dan diberikan modal oleh pihak luar (luar negara)

Baca juga: Mengenal 5 Jenis Klasifikasi Bisnis dan Fungsinya

Macam-macam Bentuk Korporat

Korporat sebagai suatu organisasi yang berbadan hukum, juga memiliki bentuk yang didasarkan kepada bidang pembentukannya.

Bentuk-bentuk korporat yang ada saat ini, sebagai berikut:

1. Perusahaan Berbadan Hukum

Bentuk korporat yang pertama adalah sebagai perusahaan berbadan hukum.

Artinya, perusahaan ini dimiliki oleh negara maupun pihak swasta, dengan syarat-syarat hukum yang sesuai. Beberapa contoh korporat berbadan hukum ini antara lain:

  • (perseroan terbatas)
  • T.Tbk (Perseroan terbatas, terbuka)
  • Perusahaan Perseroan (Persero)
  • Koperasi
  • Perusahaan umum

2. Korporat yang Tidak Berdasarkan Badan Hukum

Korporat ini umumnya adalah perusahaan swasta yang didirikan oleh beberapa orang pengusaha dengan bentuk kerja sama untuk melakukan perdagangan, periasaan dan perindustrian. Beberapa korporat tersebut seperti:

  • Firma (FA)
  • Perusahaan perseorangan
  • Commanditaire Vennootschap (CV)
  • Persekutuan Perdata
  • Yayasan Foundation
  • Budaya Kerja Korporat

Baca juga: Cara Mudah Membuat Laporan Keuangan Untuk Bisnis dengan Aplikasi Akuntansi

Perbedaan Korporat dan Startup

Istilah korporat adalah istilah yang sudah dikenal sejak dulu. Korporat dianggap sebagai suatu badan hukum yang resmi dan formal.

Seiring berkembangnya teknologi, muncul bentuk korporat baru yang disebut Startup.

Startup merupakan suatu korporat rintisan atau yang baru dirintis dan berusia kurang dari 5 tahun.

Bentuk korporat yang satu ini biasanya fokus ke bidang teknologi untuk berbagai sektor.

Baik korporat maupun startup, keduanya memiliki budaya kerja yang berbeda. Seperti apa perbedaannya, berikut ulasannya:

1. Jam kerja

Orang-orang yang bekerja di korporat memiliki jam kerja yang ketat, yaitu pukul 09.00 hingga 17.00.

Jika ada karyawan yang datang terlambat, biasanya akan diberi konsekuensi berupa potongan gaji.

Sementara di startup, jam kerja menjadi jauh lebih fleksibel dibandingkan korporat. Masuk kerja bisa pukul 08.00 atau 10.00 dan pulang kerja bisa pukul 17.00 hingga 19.00.

2. Tempat Kerja

Korporat memiliki tempat kerja yang resmi berupa gedung perkantoran dengan sistem sekat atau cubicle.

Sementara startup memiliki tempat kerja yang lebih bertema, cenderung nyaman dan kekinian.

3. Cara Kerja

Cara kerja Korporat adalah lebih terstruktur dan memiliki jarak antara atasan dengan bawahan.

Sementara startup antar karyawan dengan CEO bahkan dengan divisi lainnya bisa lebih dekat dan bekerja sama tanpa rasa canggung.

4. Pakaian Kerja

Korporat memiliki pakaian kerja khusus, seperti seragam yang resmi harus dipakai oleh para karyawannya. Sementara di startup, pakaian kerja cenderung bebas tapi sopan.

5. Gaji dan Tunjangan

Bekerja di korporat tentunya memiliki gaji dan tunjangan, bonus juga kenaikan gaji yang bisa terjadi setiap tahun.

Di startup, gaji itu sangat relatif, kecuali startup unicorn, memiliki standar gaji yang tinggi.

6. Jenjang Karir

Perbedaan korporat dan startup pada jenjang karir adalah di korporat karir akan lebih terjamin, meskipun cukup sulit meraihnya.

Sementara di startup, jenjang karir belum jelas karena perusahaan masih mengalami perkembangan.

Baca juga: Manajemen Bisnis Adalah: 5 Fungsi dan Komponennya

Kesimpulan

Korporat adalah suatu bentuk badan yang didirikan oleh sekelompok orang, dengan legalitas hukum yang jelas dan memiliki tujuan untuk mencapai keuntungan serta mensejahterakan para karyawannya.

Korporat yang ideal adalah korporat yang didukung oleh teknologi penunjang dalam membantu karyawan menyelesaikan semua pekerjaan.

Salah satu indikator korporat yang sukses adalah memiliki laporan keuangan yang akurat, tepat dengan penyajian yang mudah dipahami.

Menyajikan laporan keuangan tentunya harus didukung dengan software akuntansi dan bisnis yang memudahkan dalam membuat laporan keuangan tersebut. Software Accurate online adalah salah satunya yang terbaik untuk masalah ini.

Accurate online telah berhasil membantu sebanyak ribuan lebih para pengusaha di Indonesia, untuk membuat laporan keuangan, laporan laba rugi serta data keuangan lain yang dibutuhkan.

Dapatkan kemudahan dalam pencatatan setiap transaksi korporat Anda, dengan menghasilkan laporan keuangan dalam waktu yang singkat.

Tunggu apalagi, Coba sekarang juga, gratis untuk 30 hari. Klik banner di bawah!

bisnisukmbanner
sidebarPromo
Natalia
Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.

Artikel Terkait