Otomasi Industri: Pengertian, Jenis, dan Tips Menerapkannya

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa persaingan bisnis yang ketat mewajibkan manajemen perusahaan untuk selalu berpikir tentang menyediakan produk dan juga layanan yang unggul. Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah dengan menerapkan teknologi otomasi industri  dalam proses produksi operasional perusahaan.

Lantas, apa itu otomasi industri? bagaimana cara suatu perusahaan untuk menerapkan otomasi industri? temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang otomasi industri ini hingga selesai.

Pengertian Otomasi Industri

Otomasi industri ini pada dasarnya adalah suatu teknologi yang berhubungan dengan penerapan sistem mekanis, elektronik, dan juga sistem informasi yang berdasarkan komputer untuk bisa mengoperasikan dan juga mengendalikan produksi perusahaan.

Pada awalnya, otomasi industri ini dilakukan untuk bisa meningkatkan produktivitas dan juga untuk mengurangi biaya yang berhubungan dengan penggunaan tenaga kerja manusia.

Tapi seiring dengan perkembangannya, maka fokus otomasi ini telah berubah pada peningkatan kualitas dan juga fleksibilitas dalam proses pembuatan ataupun proses produksi perusahaan.

Di dalam industri otomotif, pemasangan piston ke mesin yang dilakukan secara manual memiliki tingkat akurasi kesalahan sebanyak 1% sampai 1,5%. Namun pada saat ini, tugas tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan mesin otomatis dengan tingkat kesalahan yang di bawah 0,001%.

Itu artinya, pemanfaatan otomasi industri ini bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk, keandalan, dan juga tingkat produksi sambil mengurangi biaya produksi dan juga desain dengan cara mengadopsi tenaga dan juga layanan yang lebih baru, inovatif dan juga lebih terintegrasi.

Teknologi ini mencakup penggunaan berbagai peralatan mesin otomatis guna memproses komponen, mesin perakitan otomatis, robot industri, sistem penanganan, penyimpanan biaya bahan otomatis, dan juga sistem inspeksi otomatis.

Tujuannya adalah untuk mengendalikan kualitas sistem komputerisasi guna merencanakan, mengumpulkan data, dan proses pengambilan keputusan untuk mendukung aktivitas manufaktur perusahaan.

Baca juga: Scale Up: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Hal yang Menghambat Scale Up

Jenis-jenis otomasi industri

Sistem otomasi industri ini bisa kita bagi menjadi tiga jenis, yaitu otomasi tetap, otomasi yang bisa diprogram, dan juga otomasi yang fleksibel. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya:

1. Otomasi Tetap

Dalam suatu sistem otomasi tetap, alat ataupun mesin industri akan ditetapkan dengan serangkaian operasi ataupun tugas tetap dan akan jarang terjadi perubahan dalam hal pengoperasiannya. Sistem otomasi tetap ini umumnya digunakan dalam proses aliran yang kontinyu seperti pada mesin konveyor dan sistem produksi massal.

2. Otomasi yang Bisa Diprogram

Dalam sistem otomasi yang bisa diprogram, maka urutan operasi serta konfigurasi mesin akan bisa diubah dengan menggunakan alat penggunaan elektronik. Nantinya, sistem ini akan memerlukan waktu dan juga upaya guna memprogram ulang mesin dan umumnya digunakan dalam proses produksi yang sifatnya batch.

Contoh sederhana dari otomasi yang bisa diprogram ini adalah mesin pemasangan screw otomatis yang mampu melakukan proses pemasangan baut yang diprogram berdasarkan model produk tertentu.

3. Otomasi Fleksibel

Sistem otomasi fleksibel ini biasanya akan selalu dikendalikan oleh komputer dan akan sering diterapkan pada produk yang lebih sering berubah-ubah. Mesin CNC adalah salah satu contoh sistem otomasi yang fleksibel ini, kode instruksi yang diberikan oleh pihak operator pada komputer adalah unik untuk setiap proses pekerjaan tertentu.

Lalu berdasarkan pada kode instruksi tersebut, mesin ini nantinya akan menjalankan sesuai dengan perintah ataupun instruksi yang dibutuhkan untuk proses produksi. Pada dasarnya, otomasi fleksibel ini adalah pengembangan dari otomasi yang bisa diprogram

Kelebihan dan Kekurangan Otomasi Industri

Setiap teknologi adapun metode sudah pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan juga kekurangan dari penerapan otomatisasi dalam dunia industri.

Kelebihan Otomasi Industri

  • Pengurangan Durasi Produksi

Dengan memiliki mesin yang otomatis, sudah pasti akan bisa mempercepat waktu produksi karena tidak akan ada pemikiran seperti manusia yang diperlukan oleh mesin. Mungkin juga mempunyai tingkatan pengulangan yang lebih baik dan juga tentu lebih sedikit mengalami kesalahan seperti manusia.

  • Peningkatan Akurasi dan Juga Pengulangan yang Baik

Saat suatu mesin otomasi di program untuk melakukan tugasnya, maka mesin tersebut mampu melakukan tugas yang berulang-ulang dengan tingkat akurasi yang tinggi jika dibandingkan dengan tenaga kerja manusia.

  • Mengurangi Kesalahan

Walaupun mesin tidak bisa melakukan kesalahan, namun tingkat kesalahan yang dilakukan oleh mesin lebih rendah daripada tingkat kesalahan yang dilakukan oleh manusia

  • Mengurangi Beban Biaya Karyawan

Dengan menambah mesin otomatis dalam operasional kerja perusahaan, itu artinya karyawan yang diperlukan pun akan lebih sedikit dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Pengurangan karyawan juga akan bisa mengurangi masalah keamanan, sehingga akan mengarah pada penghematan finansial perusahaan.

Dengan sedikitnya jumlah karyawan, maka berbagai biaya yang berhubungan dengan karyawan ataupun tenaga kerja manusia seperti gaji, hak cuti, tunjangan, sakit dan lain sebagainya akan relatif lebih rendah.

  • Peningkatan Keamanan

Mesin mampu melakukan berbagai tugas yang  rentan terhadap pekerjaan yang sangat berbahaya. Untuk itu, nantinya lingkungan kerja akan menjadi lebih aman dan tingkat kecelakaan kerja pun akan menurun.

  • Meningkatkan Jumlah Produksi 

Melakukan investasi dalam alat otomatis akan menciptakan sumber daya yang lebih berharga pada volume produksi yang besar dan juga tentunya akan meningkatkan nilai keuntungan perusahaan.

Kekurangan Otomasi Industri

  • Kurang Fleksibel

Mesin mempunyai keterbatasan dalam melakukan tugas tertentu, sehingga kekurangan tersebut hanya bisa dilakukan oleh tenaga kerja manusia.

  • Lebih Banyak Polusi

Berbagai jenis mesin melakukan tugas menggunakan suatu gas ataupun bahan kimia agar bisa bergerak. Hal tersebut akan menyebabkan adanya peningkatan polusi di lingkungan kerja.

  • Investasi Yang Sangat Besar

Mesin otomatis bisa menjadi salah satu biaya operasi yang paling mahal dalam sebuah perusahaan.

  • Peningkatan Pengangguran

Dengan meningkatkan jumlah mesin otomatisasi, maka karyawan yang diperlukan pun akan berkurang, sehingga akan menyebabkan tingkat pengangguran yang sangat tinggi.

  • Biaya Tidak Terduga

Mungkin ada beberapa biaya yang tidak terduga yang mampu melebihi biaya aktual yang dihemat oleh mesin otomatisasi itu sendiri. Beberapa biaya tersebut mencakup biaya penelitian dan pengembangan untuk mengotomatisasi suatu proses produksi. Biaya pemeliharaan ini sifatnya preventif. Perusahaan juga perlu mengeluarkan biaya pelatihan karyawan guna mengoperasikan mesin otomatis.

Cara Menerapkan Otomasi Industri Pada Pabrik Manufaktur

1. Mulai Secara Perlahan Mengganti Teknologi Yang Lama

Cara pertama yang bisa Anda lakukan untuk bisa melakukan otomasi industri adalah dengan segera memulai otomasi didalam perusahaan Anda sendiri.

Melakukan otomasi industri memerlukan biaya yang tidak sedikit karena Anda harus mengganti beberapa alat dan juga mesin tradisional pada mesin yang memang bisa lebih terhubung dengan sistem internet.

Untuk itu, Anda bisa memilih alat apapun yang memang harus bisa diganti agar mampu menggunakan teknologi yang paling baru dan memudahkan pekerjaan serta meningkatkan performa perusahaan

Umumnya, saat Anda memilih untuk melakukan otomasi pada bisnis, peralatan tidak langsung akan terpasang begitu saja secara otomatis, Anda harus bisa melakukan penyesuaian pada berbagai alat tersebut. Selain itu, Anda juga harus melakukan pelatihan pada beberapa karyawan terkait teknologi baru tersebut.

2. Rencanakan Dalam Jangka Waktu Panjang

Tips melakukan otomasi industri selanjutnya adalah Anda harus memikirkan rencana jangka panjang pada kegiatan bisnis Anda. Melakukan otomasi industri memang tidak mudah dan juga memerlukan banyak biaya, bila Anda melakukan bisnis dari awal, maka hal ini tidak terlalu menjadi masalah yang sangat besar. Karena, Anda sudah mampu melakukan otomasi industri bisnis sejak awal.

Tapi, bila perusahaan Anda sudah berdiri lama dan masih menggunakan peralatan tradisional, maka otomasi industri ini akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Anda harus bisa memikirkan rencana jangka panjang pada bisnis Anda bila ingin melakukan otomasi industri, seperti pada peralatan apa saja yang harus dilakukan otomasi industri guna meningkatkan performa perusahaan dan apakah Anda mau melakukan otomasi industri tersebut secara serentak atau perlahan-lahan.

Berbagai hal tersebut adalah pertimbangan yang harus Anda pikirkan bila ingin melakukan otomasi industri dalam perusahaan Anda.

3. Memilih Alat Yang Sesuai

Terdapat beberapa alat yang diperlukan untuk melakukan otomasi industri pada mesin Anda.

Untuk itu, salah satu  cara agar otomasi industri bisa berjalan dengan baik adalah dengan memilih alat yang memang sesuai dengan keperluan Anda. Terdapat beberapa alat yang biasanya digunakan seperti kamera, sensor khusus, komputer, dan lain-lain.

Jika Anda belum mengetahui alat apa saja yang Anda perlukan untuk melakukan otomasi industri pada perusahaan Anda. Maka Anda bisa berkonsultasi dengan orang yang tepat dan menanyakan alat apa saja yang diperlukan oleh perusahaan guna meningkatkan performa perusahaan.

Anda tidak perlu mengikuti seluruh otomasi yang ada dalam dunia industri. Anda hanya perlu melakukan otomasi industri pada alat yang memang benar-benar Anda perlukan.

Baca juga: Bagaimana Cara Mencegah Orang Lain Mencuri Ide Bisnis Anda?

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang otomasi industri. Hal ini sangat penting untuk dipahami jika Anda ingin membangun pabrik dengan teknologi yang mampu terintegrasi. Untuk itu, sebaiknya Anda memilih karyawan pabrik yang memiliki lokasi lebih strategis dan mempunyai berbagai fasilitas yang mendukung.

Selain otomasi industri, hal lain yang perlu Anda pikirkan adalah terkait pengelolaan finansial perusahaan. Kenapa hal ini penting? Karena otomasi industri memerlukan biaya yang tidak sedikit,  untuk itu pengelolaan finansial  sangat diperlukan, terutama dalam melakukan anggaran bisnis Anda.

Namun, tidak semua pebisnis bisa melakukan atau memiliki waktu untuk mengelola finansial perusahaan secara baik. Untuk itu, ada bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online akan membantu Anda dalam mengelola finansial perusahaan dan melakukan anggaran keuangan secara lebih baik dan juga tepat. Berbagai fitur di dalam yang lengkap akan sangat membantu Anda dalam mengelola bisnis manufaktur Anda.

Selain itu, Anda juga bisa mengakses Accurate Online di manapun dan kapanpun Anda berada dengan menggunakan laptop ataupun smartphone yang sudah terkoneksi dengan internet.

Tertarik? Anda bisa menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan hanya klik tautan gambar di bawah ini.

accurate 2 banner bawah