Pengertian Merger Vertikal dan Bedanya dengan Merger Horizontal

oleh | Jan 11, 2024

source envato.

Pengertian Merger Vertikal dan Bedanya dengan Merger Horizontal

Dalam era globalisasi ini, sektor bisnis terus mengalami perubahan dinamis sebagai respons terhadap tuntutan pasar yang semakin kompleks. Salah satu strategi yang kian mendapatkan perhatian adalah merger vertikal atau vertical merger, sebuah langkah strategis yang dapat memperkuat posisi perusahaan dalam rantai nilai industri.

Melalui penggabungan dua entitas yang beroperasi pada tingkat produksi atau distribusi yang berbeda namun saling terkait, merger vertikal mampu menciptakan sinergi yang signifikan.

Kata kunci “merger vertikal” menjadi pusat perbincangan dalam lingkup bisnis global saat ini. Pergeseran lanskap ekonomi dan teknologi telah mendorong perusahaan untuk menjajaki potensi kolaborasi mendalam, dengan tujuan mencapai keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Vertical merger bukanlah sekadar alat untuk ekspansi, melainkan strategi mendalam yang melibatkan integrasi penuh dari hulu ke hilir atau sebaliknya.

Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi aspek-aspek kunci yang terkait dengan vertical merger dalam konteks bisnis modern. Dari analisis dampaknya terhadap efisiensi operasional hingga potensi peningkatan daya saing global, pembahasan ini bertujuan untuk menggambarkan betapa pentingnya keputusan strategis ini bagi kesinambungan pertumbuhan perusahaan.

Mari kita melangkah lebih jauh ke dalam dunia vertical merger dan mengeksplorasi bagaimana langkah ini dapat menjadi pilar strategis yang kokoh dalam perjalanan bisnis suatu entitas.

Pengertian Merger Vertikal

Pengertian Merger Vertikal

ilustrasi vertical merger. source envato

Laman resmi Investopedia menjelaskan bahwa vertical merger atau merger vertikal adalah bentuk penggabungan atau integrasi antara dua perusahaan yang beroperasi pada tingkat produksi atau distribusi yang berbeda namun saling terkait dalam rantai nilai industri.

Dalam konteks ini, rantai nilai mengacu pada serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dari tahap produksi hingga konsumen akhir. Ada dua jenis vertical merger: backward vertical merger dan forward vertical merger.

Merger vertikal bertujuan untuk menciptakan sinergi dan keuntungan bersama. Dengan integrasi vertikal, perusahaan dapat mengontrol lebih banyak bagian dari rantai nilai mereka, meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan kontrol atas pasokan atau distribusi.

Selain itu, vertical merger juga dapat memberikan keunggulan kompetitif melalui akses yang lebih baik ke informasi, peningkatan kualitas produk, atau diferensiasi yang lebih baik dalam pasar.

Baca juga: Pengertian Merger Perusahaan dan Alasan Kenapa Perusahaan Melakukan Merger

Perbedaan Merger Vertikal dan Horizontal

Perbedaan Merger Vertikal dan Horizontal

ilustrasi vertical merger. source envato

Merger vertikal adalah jenis penggabungan di antara dua perusahaan yang beroperasi pada tingkat produksi atau distribusi yang berbeda namun saling terkait dalam rantai nilai industri. Ada dua jenis vertical merger: backward vertical merger dan forward vertical merger.

Backward vertical merger terjadi ketika perusahaan menggabungkan diri dengan perusahaan yang bergerak pada tahap produksi atau pasokan, sementara forward vertical merger terjadi ketika perusahaan menggabungkan diri dengan perusahaan yang bergerak pada tahap distribusi atau penjualan.

Sementara itu, merger horizontal adalah jenis penggabungan di antara dua perusahaan yang beroperasi pada tingkat yang sama dalam rantai nilai industri atau pada tahap yang serupa dalam proses produksi.

Dengan kata lain, merger horizontal terjadi antara dua pesaing langsung atau perusahaan sejenis yang beroperasi dalam industri yang sama atau sejenis.

Tujuan utama dari merger horizontal adalah untuk menciptakan skala ekonomi, mengurangi persaingan, dan meningkatkan pangsa pasar. Jadi, perbedaan kunci antara vertical merger dan horizontal terletak pada fokus integrasi.

Vertical merger berfokus pada integrasi di antara perusahaan yang beroperasi pada tingkat yang berbeda dalam rantai nilai, sementara merger horizontal berfokus pada integrasi di antara perusahaan yang beroperasi pada tingkat yang sama atau serupa dalam rantai nilai atau industri yang sama.

Baca juga: Perbedaan Merger dan Akuisisi yang Harus Anda Ketahui

Contoh Merger Vertikal

Contoh Merger Vertikal

ilustrasi vertical merger. source envato

Contoh backward vertical merger adalah ketika sebuah perusahaan manufaktur sepatu mengakuisisi produsen kulit.

Dengan menggabungkan diri dengan produsen kulit, perusahaan sepatu dapat mengamankan pasokan bahan baku yang lebih andal, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga, dan meningkatkan kontrol atas kualitas bahan.

Sebagai contoh forward vertical merger, kita dapat membayangkan perusahaan telekomunikasi yang mengakuisisi penyedia layanan konten digital seperti perusahaan produksi konten video.

Dengan demikian, perusahaan telekomunikasi dapat mengendalikan dan menyediakan konten digital secara langsung kepada pelanggan mereka, meningkatkan nilai penawaran layanan mereka, dan menciptakan sinergi antara infrastruktur jaringan dan konten.

Dalam kedua contoh tersebut, vertical merger memberikan keuntungan strategis kepada perusahaan yang bersangkutan melalui penggabungan operasional yang lebih erat dengan mitra bisnis mereka dalam rantai nilai.

Baca juga: PT (Perseroan Terbatas): Pengertian PT, Jenis, Ciri-ciri, dan Unsurnya

Penutup

Jadi, merger vertikal merupakan strategi penggabungan antara dua perusahaan yang beroperasi pada tingkat produksi atau distribusi yang berbeda namun saling terkait dalam rantai nilai industri. Ada dua jenis merger vertikal, yaitu backward dan forward.

Backward vertical merger terjadi ketika perusahaan menggabungkan diri dengan mitra bisnis yang beroperasi pada tahap produksi atau pasokan, sementara forward vertical merger terjadi ketika perusahaan menggabungkan diri dengan mitra bisnis yang beroperasi pada tahap distribusi atau penjualan.

Dengan melakukan vertical merger, perusahaan bertujuan untuk menciptakan sinergi, meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan memperkuat posisi mereka dalam rantai nilai industri.

Namun, agar lebih mudah lagi dalam mencapai tujuan tersebut, perusahaan yang Anda miliki bisa menerapkan digitalisasi dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi bisnis ini mampu membantu Anda dalam mencapai tujuan di atas dengan mencatat setiap kegiatan transaksi secara otomatis, mengelola arus kas, mengelola persediaan, melakukan penjualan dan pembelian, hingga menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang bisa diakses dimana saja secara real-time.

Jadi tungu apa lagi? Coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

14 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

Natalia

Artikel Terkait