Mengenal Lebih Jauh Pengertian UKM, Contohnya, dan Tips Ampuh Mengembangkannya

oleh | Nov 1, 2023

source envato.

Mengenal Lebih Jauh Pengertian UKM, Contohnya, dan Tips Ampuh Mengembangkannya

Pada era globalisasi yang semakin berkembang seperti saat ini, peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam perekonomian Indonesia menjadi semakin besar. UKM, sebagai salah satu pilar penting dalam struktur ekonomi negara, memiliki peran yang strategis dalam upaya pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pengertian UKM pun menjadi hal yang penting untuk dipahami secara mendalam dalam rangka mengapresiasi peran serta potensi yang dimiliki oleh sektor ini dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

UKM merupakan istilah yang seringkali digunakan dalam konteks pembangunan ekonomi. Meskipun belum ada pengertian resmi yang secara tegas menggambarkan UKM dalam konteks Indonesia, namun, secara umum, UKM dapat didefinisikan sebagai sekelompok usaha ekonomi yang memiliki ciri-ciri tertentu.

Ciri-ciri tersebut antara lain meliputi skala usaha yang relatif kecil, kepemilikan dan pengelolaan yang bersifat independen, serta fokus pada produksi dan pemasaran produk atau jasa dengan kapasitas yang terbatas.

Pentingnya memahami pengertian UKM bukan hanya sebatas pada aspek definisi semata. Pengertian UKM yang lebih mendalam akan membantu kita dalam mengapresiasi kontribusi UKM terhadap perekonomian, menciptakan kebijakan yang lebih efektif, dan memfasilitasi perkembangan sektor ini.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang pengertian UKM, sejarah perkembangannya di Indonesia, serta tips terbaik dalam mengembangkan bisnis UKM.

Melalui pemahaman yang komprehensif tentang pengertian UKM, diharapkan kita dapat lebih memahami peran UKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Pengertian UKM

Pengertian UKM

ilustrasi pengertian UKM. source envato

Menurut laman Wikipedia, pengertian UKM (Usaha Kecil dan Menengah) adalah sektor usaha ekonomi yang memiliki ciri-ciri tertentu yang melibatkan usaha-usaha dengan skala relatif kecil dalam hal jumlah tenaga kerja, aset, dan omzet. UKM sering kali didefinisikan berdasarkan kriteria yang berbeda-beda di berbagai negara, tetapi beberapa karakteristik umum yang sering terkait dengan UKM adalah sebagai berikut:

  1. Jumlah Tenaga Kerja: UKM biasanya memiliki jumlah karyawan yang terbatas, dan dalam banyak definisi, jumlah karyawan ini dibatasi, misalnya, hingga 50 atau 100 orang.
  2. Aset yang Terbatas: UKM cenderung memiliki aset yang relatif kecil dibandingkan dengan perusahaan besar. Ini mencakup peralatan, fasilitas, dan modal yang tersedia.
  3. Kepemilikan Independen: UKM sering dimiliki dan dijalankan secara independen oleh individu atau kelompok kecil, tanpa ketergantungan pada perusahaan besar atau entitas lain yang memiliki saham mayoritas.
  4. Fokus pada Produksi dan Pemasaran Lokal: UKM biasanya berfokus pada produksi dan pemasaran produk atau jasa di tingkat lokal, regional, atau nasional, daripada pasar global.
  5. Kontribusi terhadap Perekonomian: UKM memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat daya saing suatu negara.

Namun, penting untuk diingat bahwa pengertian UKM dapat bervariasi tergantung pada negara, sektor, dan tujuan pengukuran tertentu. Di Indonesia, misalnya, pengertian UKM biasanya dijelaskan berdasarkan kriteria seperti tingkat omzet atau nilai investasi yang tertentu.

Perubahan dalam pengertian UKM juga dapat terjadi seiring perkembangan ekonomi dan perubahan peraturan pemerintah.

Baca juga: Tertarik Membangun Bisnis Kontraktor? Berikut Adalah Tipsnya

Sejarah Perkembangan UKM di Indonesia

Sejarah Perkembangan UKM di Indonesia

ilustrasi pengertian UKM. source envato

Sejarah perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia mencerminkan transformasi ekonomi dan sosial negara ini selama beberapa dekade terakhir. Berikut adalah gambaran singkat tentang perkembangan UKM di Indonesia:

1. Era Kolonial

Selama masa penjajahan Belanda, sektor ekonomi di Indonesia terutama terfokus pada produksi komoditas, seperti karet, kopi, dan rempah-rempah. UKM pada saat itu umumnya berperan sebagai produsen kecil yang terlibat dalam sektor-sektor pertanian dan kerajinan tradisional, meskipun mereka sering kali menghadapi keterbatasan dalam hal modal dan akses pasar.

2. Era Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, pemerintah mulai mengembangkan kebijakan ekonomi yang mendukung pengembangan UKM. Pada era ini, upaya-upaya dilakukan untuk mempromosikan produksi dan pemasaran produk-produk lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan UKM.

3. Era Orde Baru

Pada masa pemerintahan Orde Baru (1966-1998), pemerintah menerapkan berbagai program dan inisiatif untuk mendorong pertumbuhan UKM. Selain itu, pemerintah juga memperkenalkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendukung UKM, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), untuk memberikan dukungan finansial dan pelatihan kepada pengusaha kecil.

4. Era Reformasi

Setelah jatuhnya rezim Orde Baru pada tahun 1998, pemerintah Indonesia terus mengembangkan program-program yang mendukung UKM sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terdapat peningkatan akses ke sumber daya, pelatihan, dan pendanaan untuk pengusaha kecil.

5. Perkembangan Teknologi

Era digital dan perkembangan teknologi komunikasi telah membuka peluang baru bagi UKM di Indonesia. Platform online dan media sosial memungkinkan pengusaha kecil untuk mencapai pasar yang lebih luas, dan e-commerce telah menjadi bagian penting dari ekosistem UKM di Indonesia.

6. Kebijakan Pemerintah

Pemerintah Indonesia terus mengembangkan kebijakan dan program untuk mempromosikan dan mendukung pertumbuhan UKM. Ini termasuk insentif fiskal, pelatihan, pendanaan, dan bantuan teknis yang dirancang untuk membantu UKM tumbuh dan berkembang.

Pada dasarnya, sejarah perkembangan UKM di Indonesia mencerminkan perubahan ekonomi, sosial, dan politik yang telah terjadi di negara ini. Peran UKM dalam pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terus berkembang dan menjadi semakin penting seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Bisnis Afiliasi : Pengertian, Keuntungan, dan Tips Mengembangkannya

Tips Ampuh Pengembangan UKM

Tips Pengembangan UKM

ilustrasi pengertian UKM. source envato

Mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memerlukan strategi yang baik, perencanaan yang matang, dan kesungguhan untuk berhasil. Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu dalam mengembangkan UKM Anda:

1. Rencana Bisnis yang Jelas

Buatlah rencana bisnis yang mendetail yang mencakup visi, misi, tujuan, target pasar, strategi pemasaran, rencana operasional, serta perkiraan keuangan. Rencana bisnis ini akan menjadi panduan dalam mengelola dan mengembangkan UKM Anda.

2. Pahami Pasar dan Pelanggan

Pelajarilah pasar dan calon pelanggan Anda dengan baik. Identifikasi kebutuhan dan keinginan mereka, dan cari cara untuk memenuhi atau melebihi harapan mereka. Pahami juga kompetitor Anda dan cari keunggulan yang kompetitif.

3. Pemasaran yang Efektif

Investasikan waktu dan sumber daya Anda untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif. Gunakanlah media sosial, situs web, iklan, dan promosi untuk mencapai pelanggan potensial. Pelajari juga tren pemasaran digital yang relevan untuk bisnis Anda.

4. Manajemen Keuangan yang Bijak

Berusahalah untuk mengelola keuangan Anda dengan hati-hati. Buatlah anggaran, pantau arus kas, dan hindari utang yang tidak perlu. Prioritaskan investasi yang memberikan pengembalian nilai tambah kepada bisnis Anda.

5. Kembangkan Kualitas Produk atau Layanan

Upayakanlah untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan Anda secara terus-menerus. Dengarkan masukan dari pelanggan dan reaksi pasar, dan selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas.

6. Manajemen Inventaris yang Efisien

Kendalikan stok barang dengan baik agar tidak terjadi kelebihan persediaan atau kekurangan barang. Hal ini akan membantu menghindari biaya yang tidak perlu dan memastikan ketersediaan produk yang tepat waktu.

7. Tim yang Kompeten

Membangun tim yang kompeten dan berkomitmen merupakan aset berharga. Pilihlah karyawan yang memiliki keterampilan yang sesuai dan beri mereka pelatihan dan pengembangan yang diperlukan.

8. Inovasi dan Diversifikasi

Beruashalah untuk selalu mencari cara dalam mengembangkan inovasi produk, layanan, atau proses bisnis Anda. Pertimbangkan juga diversifikasi produk atau layanan jika memungkinkan.

9. Kolaborasi dan Kemitraan

Pertimbangkanlah untuk berkolaborasi dengan bisnis lain, terutama jika mereka dapat memberikan dukungan, peluang, atau akses pasar tambahan. Kemitraan strategis dapat membantu pertumbuhan bisnis Anda.

10. Pemantauan dan Evaluasi

Terus pantau kinerja bisnis Anda dengan metrik yang jelas. Selalu evaluasi rencana bisnis Anda, dan berani mengubahnya jika diperlukan. Belajar dari kesalahan dan sukses Anda.

11. Perhatikan Aspek Hukum dan Administratif

Pastikan bahwa bisnis Anda mematuhi semua peraturan dan perpajakan yang berlaku. Hindarilah masalah hukum yang dapat menghambat perkembangan bisnis Anda.

12. Jaringan dan Pertukaran Pengalaman

Bergabunglah dengan asosiasi atau kelompok industri yang relevan. Hal ini dapat membantu Anda membangun jaringan, bertukar pengalaman, dan mendapatkan dukungan dari sesama pelaku bisnis UKM.

Ingatlah selalu bahwa perkembangan UKM memerlukan waktu dan usaha yang konsisten. Cobalah untuk berani dalam beradaptasi dengan perubahan pasar dan belajar dari pengalaman. Tetaplah fokus pada tujuan jangka panjang dan terus berusaha untuk meningkatkan bisnis Anda.

Baca juga: 15 Jenis Bisnis Modal Kecil yang Mudah Anda Kembangkan

Kesimpulan

Memulai usaha diawali dengan memahami pengertian UKM, untuk dapat mengembangkannya dengan peluang dan dukungan Pemerintah. Tiap usaha perlu menyiapkan modal, produk, dan strategi pemasaran yang detail. Hal-hal tersebut  memastikan keberhasilan usaha yang sukses dan berkelanjutan.

Lakukan juga proses pembukuan pada usaha yang tengah Anda bangun. Dengan pembukuan yang baik, Anda bisa dengan mudah memantau keseluruhan arus keuangan dan transaksi yang telah terjadi.

Untuk memudahkan proses pembukuan dan memudahkan Anda dalam membuat perancanaan bisnis yang lebih baik, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi berbasis cloud agar bisa Anda gunakan kapan pun dan dimanapun.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kemudahan dalam penggunaan dan fitur esensial yang bisa memudahkan pembukuan sekaligus pengembangan bisnis.

Anda bisa menggunakan Accurate Online sebagai pilihan software akuntansi untuk bisnis Anda. Accurate Online sendiri sudah dikembangkan sejak 20 tahun lalu dan sudah digunakan oleh ratusan ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis, baik itu perusahaan manufaktur besar maupun UMKM.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui tautan gambar di bawah ini.

bisnisukmbanner
sidebarPromo
Natalia
Wanita lulusan S1 Bisnis Manajemen yang sering membagikan berbagai ilmunya dalam bidang bisnis secara menyeluruh kepada masyarakat, mulai dari tips, ide bisnis, dan masih banyak lagi.

Artikel Terkait