Analisis Fundamental: Ini Pengertian dan Bedanya Dengan Analisis Teknikal!

Dalam menjalankan investasi saham, Anda membutuhkan beberapa analisis yang tepat agar nantinya Anda bisa menjadi seorang investor yang sukses di masa depan. Analisis yang banyak digunakan oleh para investor adalah analisis fundamental dan analisis teknikal,

Biasanya, analisis fundamental digunakan agar bisa mengetahui terkait berbagai dasar neraca, laporan laba rugi, ekonomi, dan lain-lain.

Sedangkan analisis teknikal banyak digunakan untuk mempelajari performa histori pergerakan harga dengan cara mengukurnya dengan pergerakan harga yang terjadi di masa depan.

Nah, untuk Anda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang analisis fundamental dan teknikal, kami akan menjelaskannya khusus untuk Anda di bawah ini.

Analisis Fundamental

Analisis fundamental pada dasarnya lebih mengedepankan analisis secara umum yang terjadi pada performa sebuah perusahaan. Hal inilah yang menjadi salah satu pembeda utama antara analisis teknikal dan analisis fundamental.

Berdasarkan laman CNBC Indonesia, analisis fundamental adalah suatu analisis yang di dalamnya membertimbangkan berbagai hal yang mampu menggerakan harga saham, seperti tingkat persaingan bisnis, performa finansial, analisis pasar, potensi industri perusahaan, hingga ekonomi, baik itu mikro ataupun makro.

Hal tersebut membuat analisis fundamental banyak dipilih oleh para investor yang fokus utamanya adalah performa jangka panjang.

Didalamnya juga dijelaskan ada dua pendekatan yang bisa digunakan untuk melakukan analisis fundamental terkait performa suatu perusahaan, yakni top-down dan bottom up.

1. Pendekatan Top-Down

Pendekatan top-down yang dilakukan oleh para calon investor dilakukan dengan melihat gambaran umum terkait suatu perusahaan yang ingin dirinya investasikan.

Dengan melakukan pendekatan ini, investor meyakini bahwa bila kondisi perusahaan tersebut baik secara umum, maka berbagai komponen yang terdapat di dalam perusahaan tersebut akan dianggap baik juga.

Dilansir dari laman resmi Fundsupermart, terdapat setidaknya empat hal yang ada di dalam pendekatan top-down ini, yaitu kondisi makro secara global, kondisi makro yang berasal dari dalam negeri, prospek perkembangan sektor, dan fundamental perusahaan itu sendiri.

Jika memang keempat hal tersebut menampilkan hal yang baik, maka perusahaan tersebut akan dianggap mempunyai masa depan yang cerah.

Dengan mengetahui berbagai hal tersebut, maka kita bisa melihat perbedaan yang jelas antara analisis fundamental dan analisis teknikal.

2. Pendekatan Bottom-Up

Berbeda dengan pendekatan top-down, di dalam pendekatan bottom-up, calon investor bisa melihat terlebih dahulu berbagai hal detail pada suatu perusahaan.

Umumnya, berbagai hal yang diperhatikan mencakup kondisi finansial perusahaan dan kompetisi yang terjadi dengan kompetitornya.

Dengan melakukan pendekatan bottom-up, maka investor tersebut harus terlebih dahulu mengkaji kondisi perusahaan agar bisa mendapatkan pengetahuan tentang baik atau tidaknya perusahaan tersebut di masa depan.

Baca juga: Rekomendasi Tepat Investasi untuk Pemula dan Kesalahan yang Harus Dihindari

Analisis Teknikal

Seperti yang sudah kami singgung sebelumnya, analisis teknikal lebih fokus pada histori perkembangan harga dari suatu perusahaan. Inilah hal utama yang membedakannya dengan analisis fundamental.

Sederhananya, analisis teknikal lebih memerhatikan pola peningkatan ataupun penurunan harga dari suatu perusahaan daripada kondisi ekonomi secara makro.

Hal ini juga yang membuat para investor lebih memilih untuk menggunakan analisis teknikal yang lebih mengedepankan pada perkembangan investasi untuk jangka waktu yang pendek.

Kenapa? Karena setiap perubahan yang terjadi di setiap waktunya akan sangat berdampak pada analisis investor.

Para investor yang menggunakan analisis teknikal harus bisa memahami pergerakan grafik yang terjadi pada perusahaan yang diinvestasikannya.

Pasalnya, analisis teknikal akan lebih berpatokan pada pola perubahan harga, dan hal tersebut bisa tergambarkan lewat grafik ataupun chart.

Tips Memilih Saham dengan Memanfaatkan Analisis Fundamental

Jika Anda ingin memilih saham dengan menggunakan analisis fundamental maka Anda harus berpacu pada data publik dari perusahaan tersebut, seperti dari suku bunga dan nilai obligasinya.

Nah, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan ketika menggunakan analisis ini, yaitu:

  • Anda harus bisa memastikan bahwa performa perusahaan tersebut terus mengalami perkembangan dengan cara memeriksa perolehan laba serta peningkatan pada harga sahamnya.
  • Saham dari perusahaan tersebut harus mempunyai kapitalisasi pasar yang lebih dari 500 miliar rupiah.
  • Anda juga harus memastikan bahwa perusahaan tersebut mempunyai model bisnis yang jelas dan juga terstruktur dengan baik.
  • Selain itu, periksa dan pastikanlah nilai PER atau rata-rata Price Earning Ratio-nya tidak berbeda jauh.
  • Pastikan juga perusahaan tersebut tidak mempunyai beban hutang yang jauh melebih standar Debt Equity Ratio atau rasio DER.

Baca juga: Aplikasi Investasi: Pengertian, Keuntungan dan Aplikasi Investasi yang Diawasi OJK

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang analisis fundamental dan analisis teknikal. Intinya, analisis fundamental adalah suatu hal yang sangat krusial dan harus Anda pahami sebagai seorang investor. Analisa tersebut akan mampu membantu Anda dalam meminimalisir kerugian dengan cara memeriksa indikator terkait.

Analisis fundamental juga akan sangat cocok untuk Anda yang ingin melakukan investasi dalam jangka waktu yang panjang.

Sedangkan analisis teknikal akan lebih sesuai untuk Anda yang sudah berencana untuk melakukan investasi dalam jangka waktu pendek.

Dari kedua jenis metode analisa ini sebenarnya tidak ada yang paling baik atau paling benar. Semuanya tergantung dari kenyaman dan juga kebiasaan Anda dalam melakukan analisis investasi. Bahkan, beberapa investor ada juga yang mengkombinasikan kedua metode analisis tersebut untuk bisa mendapatkan hasil terbaik.

Namun, yang paling penting Anda harus bisa membaca laporan keuangan perusahaan dan memastikan bahwa perusahaan tersebut menyajikan laporan keuangan secara akurat.

Tapi, beberapa perusahaan masih ada yang menyajikan laporan keuangan secara manual, sehingga sering terjadi kesalahan karena human error.

Untuk itu, Accurate Online hadir sebagai software akuntansi dan bisnis yang mampu membantu perusahaan dalam menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan pada para investor atau pihak yang memiliki kepentingan lainnya.

Laporan keuangan tersebut akan tersaji secara otomatis, cepat dan akurat, sehingga pemilik bisnis bisa lebih fokus untuk mengembangkan bisnisnya saja.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dibekali dengan berbagai fitur dan modul yang terbukti mampu membantu lebih dari 300 lebih pebisnis di Indonesia dalam mencapai kesuksesannya. Bahkan, Accurate Online berhasil mendapatkan penghargaan TOP Brand Award sebanyak 6 kali berturut-turut.

Lebih uniknya lagi, software akuntansi berbasis cloud ini bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau, yaitu 200 ribuan saja perbulannya.

Namun, Anda bisa lebih dulu mencoba fitur dan keunggulan dari Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.accurate 2 banner bawah

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia