Apa itu Saham Gorengan? Ini Pengertian dan 2 Cara Tepat Dalam Menyikapinya

oleh | Apr 4, 2023

source envato.

Apa itu Saham Gorengan? Ini Pengertian dan 2 Cara Tepat Dalam Menyikapinya

Dalam dunia investasi, saham gorengan adalah salah satu isu yang sering kali dibahas oleh banyak investor. Sebenarnya, istilah terkait jenis saham ini sudah hadir sejak lama. Tapi, istilah saham gorengan semakin populer saat terungkapnya kasus Jiwasraya ke publik di pertengahan tahun 2019 yang lalu.

Dikutip dari laman  Kompas, Presiden Indonesia Joko Widodo pun bahkan sempat menegaskan untuk tidak ada lagi kegiatan gorengan saham di pasar modal Indonesia.

Lantas, apa itu saham gorengan? Kenapa kehadiran jenis saham ini membuat para investor khawatir? Dapatkan jawaban lengkapnya dengan membaca artikel tentang saham gorengan di bawah ini hingga selesai.

Apa itu Saham Gorengan?

accurate.id gambar saham gorengan-1

Sama seperti namanya, saham gorengan adalah istilah yang seperti gorengan. Berbagai bahan seperti tepung, tahu, risol, bakwan, dan tempe tentu akan semakin renyah bila digoreng dengan waktu yang lama. Terlebih lagi bila makanan tersebut digoreng dengan minyak jelantah.

Hal yang sama pun berlaku dalam dunia investasi saham. Berdasarkan laman CNBC Indonesia, saham gorengan adalah saham perusahaan yang mana kenaikannya berada di luar kebiasaan karena pergerakan saham perusahaan tersebut telah direkayasa oleh pelaku pasar dengan tujuan tertentu.

Walaupun memang nikmat, bila Anda mengonsumsi gorengan yang terlalu banyak Anda bisa terkena kolesterol. Sama halnya juga dengan saham. Merupakan hal yang wajar bila Anda sesekali membeli saham gorengan. Tapi, tentunya ada beberapa karakteristik dan risiko yang harus Anda ketahui tentang saham gorengan.

Biasanya, jenis saham ini hanya berlaku pada saham yang berada pada lapisan kedua dan ketiga. Kenapa? Karena sebagian besar saham tersebut mempunyai jumlah investor yang lebih sedikit daripada saham lapisan pertama atau big cap.

Para investor yang mempunyai saham paling dominan di perusahaan tersebut akan lebih mudah dalam mengontrol nilai saham, dan seringkali mereka dikenal dengan bandar saham.

Dilansir dari laman Investor Daily, kegiatan dalam menggoreng saham ini sebenarnya bisa dilakukan pada saham lapis pertama, tapi hal tersebut sangat jarang sekali terjadi.

Cara kerja dari saham gorengan pun sangat sederhana. Umumnya, pihak bandar akan menyebarkan berbagai isu palsu yang berhubungan dengan performa perusahaan atau industri bisnis perusahaan tersebut. Lalu, mereka membuat target pembelian saham fiktif agar membuat banyak investor tertarik dengan saham tersebut.

Alhasil, harga saham tersebut pun semakin lama semakin mahal dan banyak investor yang mulai melirik saham tersebut.

Bila memang ada banyak investor lain yang tertarik dengan saham tersebut, maka bandar akan menjualnya dengan segera. Tentu mereka menjualnya dengan harga yang lebih tinggi daripada harga membeli.

Nah, disinilah letak kekhawatiran para investor, mereka khawatir terjebak dengan saham yang sebenarnya tidak memiliki potensi.

Setelah bandar menjual sahamnya, maka saham tersebut sudah tidak lagi likuid dan investor sudah terlanjur membeli saham tersebut.

Baca juga: 6 Keuntungan Investasi Saham untuk Anda yang Masih Ragu dalam Berinvestasi

Ciri-ciri Saham Gorengan

accurate.id gambar saham gorengan-2

Terdapat beberapa hal yang bisa Anda lihat dalam menganalisis dan menentukan saham gorengan. Nah, berikut ini adalah ciri-ciri dari saham gorengan.

1. Ada di daftar Unusual Market Activity (UMA)

Perlu Anda ketahui bahwa Bursa Efek Indonesia memiliki peran dalam melihat adanya potensi saham gorengan.

Dikutip dari laman Katadata, bila BEI melihat adanya perubahan harga yang signifikan dalam suatu saham, maka BEI pun akan memasukkan saham tersebut dalam daftar Unusual Market Activity atau UMA.

Tapi, tidak semua saham yang termasuk ke dalam daftar UMA adalah saham gorengan. Daftar tersebut hanya memberikan peringatan saja pada setiap investor untuk selalu berhati-hati pada saham tersebut.

2. Volume dan Nilai Transaksi Harian Tidak Wajar

Umumnya, volume dan juga nilai transaksi harian dari saham lapis kedua dan lapis ketiga lebih rendah bila dibandingkan dengan saham lapis pertama.

Saat kedua hal ini lebih tinggi daripada saham lapis pertama, maka Anda patut waspada. Saham tersebut bisa saja sedang digoreng oleh bandar.

Selain itu, Anda juga harus melihat adanya bid dan offer dari saham tersebut. Bid adalah antrean beli saham di titik harga yang rendah, sedangkan offer adalah antrean jual saham di titik harga yang tinggi.

Dilansir dari laman CNBC Indonesia, transaksi jenis saham ini biasanya berada dalam jumlah yang besar. Tapi, posisi bid dan juga offer nya lebih tipis.

3. Kinerja Keuangan dan Informasi Emiten Tidak Sama dengan Kenaikan Harga

Ciri selanjutnya dari saham gorengan adalah adanya ketidaksamaan pada kinerja keuangan perusahaan dengan kenaikan harga saham.

Bisa saja nantinya saat performa perusahaan tersebut turun lebih dari 50%, namun harga sahamnya malah mengalami kenaikan. Nah, kinerja keuangan perusahaan harusnya sejalan dengan harga saham pada saat itu.

Baca juga: Tertarik dengan Investasi Syariah? Ini 5 Jenis Pilihannya!

Cara Menyikapi Saham Gorengan

accurate.id gambar saham gorengan-3

Walaupun memang jenis saham ini mempunyai dampak yang buruk, bukan artinya Anda tidak boleh membeli jenis saham ini. Anda harus bisa membelinya dengan beragam karakteristik dan risiko yang harus Anda pahami.

Nah, berikut ini dua cara sederhana dalam menyikapi saham gorengan.

1. Selalu Pantau Harga Pasar

Saham gorengan adalah jenis saham yang biasa dibeli oleh para investor untuk jangka waktu yang sangat pendek. Dengan adanya permainan dari bandar, Anda akan sangat sulit dalam menebak kapan harga saham akan naik dan kapan harga saham akan turun.

Untuk itu, Anda harus selalu memantau harga saham. Bila nilainya telah melebihi batas toleransi yang sudah Anda terapkan, maka Anda bisa langsung menjualnya dan hal ini dikenal dengan cut loss.

Berdasarkan laman Bisnis, cut loss adalah suatu tindakan yang diambil untuk bisa menghindari adanya kerugian yang lebih besar karena pergerakan harga yang berlawanan dengan perkiraan.

2. Beli Dalam Porsi Secukupnya

Kita semua tentu sangat akrab dengan istilah “Don’t put your egg in one basket.” Artinya, lebih baik Anda mengalokasikan investasi dalam beberapa instrumen dan juga jenis investasi.

Pun sama halnya saat membeli saham gorengan. Hindarilah menginvestasikan semua uang Anda pada saham tersebut. Nilai dari saham gorengan adalah hasil permainan dari bandar, jadi nilainya sangat sulit untuk ditebak.

Untuk itu, belilah jenis saham ini secukupnya saja karena resikonya lebih besar daripada saham lainnya.

Baca juga: Strategi Penetapan Harga: Cara, Metode, Dan Fungsinya

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang saham gorengan. Jadi, saham gorengan adalah saham yang memiliki volume dan nilai transaksi harian yang tidak wajar dan juga menggambarkan fundamental perusahaan.

Untuk Anda yang baru mulai melakukan investasi saham, ada baiknya bagi Anda untuk terus berhati-hati dengan saham gorengan.

Tapi bila Anda belum siap berinvestasi saham, Anda bisa menginvestasikan dana Anda pada pengembangan bisnis dengan menggunakan Accurate online.

Software akuntansi dan bisnis ini terbukti #lebihbaik dalam membantu ratusan ribu pebisnis di Indonesia. Kenapa? Karena di dalamnya ada banyak sekali manfaat bisnis yang bisa Anda dapatkan. Sehingga, Anda bisa lebih mudah dalam mengelola dan mengembangkan bisnis.

Ayo rasakan sendiri manfaat dari Accurate Online dengan mencobanya selama 30 hari gratis melalui tautan gambar di bawah ini.

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

10 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini 🙁 Jadilah yang pertama!

ekonomikeuanganbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait