Embargo Adalah: Pengertian, Jenis dan Contoh Kasus Embargo

Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar istilah embargo pada suatu berita ataupun surat kabar. Secara bahasa, arti dari embargo adalah suatu bentuk larangan yang dikeluarkan pada suatu negara terkait kegiatan ekspor ataupun impor suatu komoditas dari negara tertentu.

Tapi bila dikaitkan dengan dunia jurnalisme, embargo adalah suatu larangan penerbitan berita sampai pada batas waktu tertentu. Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas istilah embargo dalam sudut pandang ekonomi, terutama dalam dunia perdagangan dan politik di dunia.

Pengertian Embargo dalam Ilmu Ekonomi dan Politik Dunia

Jadi, jika kita kaitkan dengan dunia ekonomi, perdagangan dan juga politik dunia, maka embargo adalah bentuk dari larangan perniagaan dan juga perdagangan dalam suatu negara yang berkaitan dengan kegiatan ekspor dan impor pada barang tertentu.

Hal tersebut diterapkan dalam rangka kepentingan politik, ekonomi, dan juga kebijakan pada suatu negara untuk bisa mempertahankan kondisi negaranya pada ketergantungan impor barang.

Jadi, embargo adalah suatu wujud larangan perdagangan dan juga pertukaran dalam upaya pengambilan kebijakan menyelamatkan negara dari suatu ancaman negara lainnya.

Dalam dunia perdagangan internasional, embargo adalah suatu bentuk kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pada suatu negara terhadap negara lainnya guna melakukan upaya isolasi pada barang dari negara lain. Hal tersebut tentu dilakukan untuk negara yang sedang mengalami kondisi ataupun permasalahan yang memang sulit dihadapi.

Dengan ditetapkannya kebijakan dan juga keputusan embargo, maka negara yang terkena sanksi tersebut akan mengalami kekurangan atau kelangkaan pasokan komoditas tertentu.

Tapi beda ceritanya jika negara tersebut mampu memproduksi barang substitusi, maka kebijakan embargo tidak akan mempengaruhi pasokannya. Hanya saja, jumlah pasokan barang substitusi tersebut harus bisa mencukupi kebutuhan agar larangan impor atau penerapan embargo tidak harus dicabut.

Biasanya, kebijakan embargo ini ditempuh sebagai jalur hukuman politik pada negara terkait adanya pelanggaran yang dilakukan oleh negara lain, atau bisa juga sebagai kebijakan atau kesepakatan.

Contoh sederhananya, Amerika Serikat pada tahun 1999 sampai tahun 2005 pernah melakukan embargo pada Indonesia terkait pengadaan senjata militer. Kebijakan ini dilakukan karena pada saat itu Indonesia melakukan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh ABRI ketika meletusnya perang Timor Leste.

Jadi, embargo adalah suatu bentuk kebijakan yang seringkali dilakukan oleh negara yang berkaitan dengan kesepakatan perdagangan, impor ekspor suatu komoditas, dll.

Karena setiap negara pasti mempunyai ketergantungan dalam hal supply¸ maka embargo diklaim sebagai hal yang harus dilakukan untuk bisa memberikan pengaruh pada suatu negara.

Baca juga: Pasar Duopoli: Pengertian, Jenis, dan Karakteristiknya

Jenis dan Dampak Embargo

1. Embargo Informasi

Embargo informasi adalah suatu wujud larangan pada sebuah berita untuk dirilis atau diinformasikan pada sebuah kantor berita dalam jangka waktu tertentu.

Terlebih lagi, dalam undang-undang kebebasan pers sudah disebutkan larangan embargo menjadi sebuah ketetapan hukum yang harus dipatuhi dan bila dilanggar, maka perusahaan tersebut akan memperoleh sanksi atau denda yang sangat tegas.

Contoh sederhananya, saat sebuah perusahaan akan mengumumkan laba perusahaannya pada media massa, sudah pasti seorang humas perusahaan tersebut akan memberikan data dan juga informasi yang diperlukan.

Tapi, akan ada beberapa keterangan yang menjelaskan bahwa ada pemberlakuan embargo, yang mana pada sebelumnya perusahaan menyatakan secara resmi yang dipimpin secara resmi oleh pemimpin perusahaan tersebut, maka data dan seluruh informasi tersebut akan dilarang untuk diterbitkan oleh media.

2. Embargo Ekonomi

Embargo ekonomi adalah suatu bentuk larangan yang berhubungan dengan kegiatan impor ataupun ekspor dari negara yang satu terhadap negara lainnya. Biasanya, kebijakan ini ditetapkan pada negara yang mendapatkan sanksi atau hukuman.

Embargo akan ditetapkan berupa larangan kegiatan ekspor atau impor pada komoditas tertentu yang berimbas pada kesulitan negara yang memperoleh sanksi tersebut.

Mengingat kebutuhan pada bahan baku tertentu akan berimbas pada guncangan di suatu perusahaan produksi, maka produksi pada barang tertentu tentunya memerlukan bahan baku impor dari negara lain dengan harga yang lebih mahal dan juga kualitas yang tentunya berbeda.

Kebijakan embargo ini tentunya akan membawa dampak yang negatif. Terlebih lagi bila negara yang bersangkutan mempunyai tingkat ketergantungan pada bahan baku yang harus diimpor, atau komoditas dari suatu negara yang sudah siap untuk diimpor. Hal tersebut akan memberikan kerugian yang besar untuk negara yang terkena sanksi.

Kebijakan embargo juga akan membuat kondisi perekonomian pada suatu negara menjadi tidak stabil. Kerugian yang besar dan juga dampak yang paling parah adalah PHK besar-besaran. Selain itu, kedua negara juga akan terjadi perang dingin karena dampak buruk yang diterimanya.

Oleh karena itu, banyak negara yang pada akhirnya memberlakukan perundingan yang bahkan melibatkan PBB dan juga WTO untuk bisa menerapkan langkah paling baik dalam aksi embargo yang ditetapkan.

Hal tersebut dilakukan demi kepentingan perdamaian kedua negara dan juga kehidupan pada masyarakat negara tersebut.

Kebijakan embargo juga mempunyai kurun waktu tertentu yang sebelumnya sudah disesuaikan dengan keputusan negara pemberi embargo tersebut. Namun, di dalamnya harus ada kesepakatan terlebih dahulu pada kedua negara jika kebijakan embargo ingin dicabut.

Untuk bisa mencabut kebijakan embargo tentunya tidak mudah dilakukan. Bahkan umumnya akan ada perundingan yang alot dan memerlukan waktu lama untuk bisa mencabut kebijakan embargo ini.

Imbas Embargo bagi Negara yang Terlibat

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, tujuan utama ditetapkannya embargo adalah untuk memaksa negara sasaran agar bisa tetap tunduk pada keinginan negara pelaku embargo. Langkah tersebut menjadi satu senjata yang cukup ampuh untuk melumpuhkan ekonomi negara yang terkena sanksi embargo.

Ketidaktersediaan produk atau kebutuhan pokok pada suatu negara pastinya akan membuat perekonomian negara yang terkena sanksi menjadi goyang. Adanya ketidakstabilan ini akan berimbas pada penurunan tingkat kesejahteraan negara tersebut.

Negara kita sendiri pun tidak luput dari adanya sanksi embargo negara lainnya. Seperti yang kita sudah disinggung sebelumnya, tahun 1999, Amerika Serikat pernah menetapkan embargo militer pada Indonesia.

Saat itu, Negeri Paman Sam tersebut memberhentikan seluruh penjualan alat ataupun suku cadang alutsista pada Indonesia. Pada saat itu, Amerika menuduh Indonesia sudah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia pada Timor Leste.

Lalu, di tahun 2018 lalu rencana pembelian pesawat tempur Sukhoi juga disorot kembali oleh Dewan Kongres AS. Alasannya adalah bahwa pembelian pesawat tempur tersebut berasal dari Rusia yang memang kala itu segan diembargo oleh AS. Kebijakan ini memang seringkali dijadikan oleh AS sebagai senjata diplomasi yang sangat keras.

Contoh Kasus-Kasus Embargo

1. Embargo Ekonomi Iran Oleh AS

Selain beberapa contoh sebelumnya, AS juga pernah memberlakukan sanksi ekonomi pada Iran berupa larangan ekspor minyak mentah yang kala itu diumumkan oleh Presiden Barack Obama. Saat itu, Iran Pun mengalami kehilangan sejumlah pasar potensialnya dalam melakukan ekspor minyak.

Bahkan saat sanksi tersebut diterapkan, ekspor minyak negara tersebut langsung anjlok sebanyak 1,5 juta barel per hari. Sehingga, Iran hanya bisa mengandalkan ekspor pada beberapa negara di Eropa dan Timur Tengah saja.

Di tahun 2015, AS pun mencabut kebijakan embargo dengan syarat Iran harus mau mengurangi kapasitas produksi senjata nuklirnya.

Dengan adanya pencabutan embargo tersebut, maka kegiatan ekspor minyak mentah Iran pun melonjak kembali menjadi 1 juta bpd dan Iran mau menjadi bagian dari Comprehensive Plan of Action (JCPOA) sebagai bentuk komitmennya dalam program pengendalian senjata nuklir.

Sanksi embargo ini pun kembali ditetapkan oleh AS di tahun 2018 lalu. Sanksi ekonomi ini sebenarnya tidak hanya berdampak pada kedua negara tersebut, tapi juga berdampak pada perekonomian global.

Contoh sederhananya, kurangnya pasokan minyak mentah dunia akan membuat perekonomian dunia menjadi tidak stabil dan berdampak pada negara berkembang seperti Indonesia.

2. Embargo Senjata oleh Uni Eropa terhadap Guinea

Di tahun 2018 lalu, PBB menerbitkan suatu resolusi guna memberlakukan embargo senjata pada negara Sudan Selatan. Kebijakan ini ditempuh sebagai respon dari adanya konflik dan juga kekerasan etnis yang terus terjadi pada negara tersebut.

Resolusi ini diajukan oleh AS. Dari ke 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB, kesembilan negara yang mendukung kebijakan embargo tersebut adalah Rusia, Tiongkok, Ethiopia, Guinea Ekuatorial, Kazakhstan, dan Bolivia, memilih abstain.

Selain melakukan embargo senjata, resolusi Dewan Keamanan PBB pun memberlakukan larangan perjalanan dan juga pembekuan aset pada wakil kepala pertahanan Sudah Selatan kala itu. Dirinya diklaim sebagai aktor utama yang bertanggung jawab atas adanya konflik dan kekerasan etnis.

Baca juga: Subsidi Adalah: Pengertian, Jenis dan Dampaknya untuk Perekonomian

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap kami tentang embargo. Bisa kita simpulkan bersama bahwa embargo adalah bentuk dari larangan perniagaan dan juga perdagangan dalam suatu negara yang berkaitan dengan kegiatan ekspor dan impor pada barang tertentu.

Hal tersebut diterapkan dalam rangka kepentingan politik, ekonomi, dan juga kebijakan pada suatu negara untuk bisa mempertahankan kondisi negaranya pada ketergantungan impor barang.

Kebijakan ini akan berdampak buruk pada negara dan perusahaan yang ada pada negara terkena sanksi. Dampak yang lebih parah adalah perekonomian yang lesu karena perusahaan di negara tersebut bangkrut akibat kurangnya pasokan impor barang mentah dari negara lain.

Dalam hal ini, perusahaan harus bisa melakukan manajemen yang baik agar efek negatif yang ditimbulkan tidak kian parah. Salah satu manajemen yang harus dilakukan adalah manajemen keuangan.

Untuk lebih memudahkan perusahaan dalam melakukan manajemen keuangan dan kegiatan akuntansi yang rumit, maka gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online.

Aplikasi ini akan membantu Anda dalam menjalankan bisnis online dan offline Anda. Kenapa? Karena selain dilengkapi dengan fitur akuntansi yang mudah untuk digunakan, aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur persediaan, perpajakan, perbankan, pembelian, penjualan, dll.

Bagaimana, tertarik menggunakan Accurate Online? Silahkan klik tautan pada gambar dibawah ini untuk mencoba Accurate Online selama 30 hari.

accurate 200 ribu perbulan