Generasi Sandwich: Ini Pengertian dan Tips Mengatur Keuangannya

Harus kita akui bersama bahwa keluarga adalah hal yang terpenting. Keluarga menjadi tempat untuk bisa saling berbagi kasih sayang dan terikat secara emosional. Suka duka yang terjadi di dalam lingkungan keluarga akan terus membekas. Setiap generasi di dalam keluarga memiliki sebutannya sendiri, salah satunya adalah generasi sandwich.

Generasi ini muncul dari banyaknya anak yang harus merawat orang tuanya yang sudah lanjut usia dan menanggung beban hidupnya. Sedangkan dalam waktu yang bersamaan, mereka juga harus merawat dan menanggung biaya anak, istri, dan dirinya sendiri.

Lalu, apa pengertian sebenarnya dari generasi sandwich? Apakah menjadi generasi sandwich itu buruk? Lalu, bagaimana cara mengatur finansial untuk generasi sandwich? Temukan jawabannya dengan membaca artikel generasi sandwich ini hingga selesai.

Pengertian Generasi Sandwich

Generasi sandwich adalah suatu generasi ataupun angkatan di dalam keluarga yang harus memberikan dukungan finansial pada dua generasi sekaligus, yakni orang tua dan anaknya.

Mereka disebut dengan generasi sandwich karena sandwich adalah roti tawar yang terdiri dari sayuran, keju, daging, dan telur mata sapi yang diberi saus tomat atau sambal dan mayonaise. Nah, tumpukan roti tawar ini diibaratkan seperti generasi atas yang menggambarkan orang tua dan generasi bawah adalah anak-anaknya.

Umumnya, golongan generasi sandwich adalah mereka yang berada di usia 30 hingga 50 tahunan, dan berlaku untuk semua gender. Generasi ini akan dituntut untuk bisa melakukan multitasking, baik itu di dalam rumah tangga ataupun karir pekerjaannya. Di waktu yang bersamaan juga mereka diminta untuk bisa memberikan perhatian, waktu dan kasih sayangnya.

Kebanyakan dari generasi ini muncul karena adanya peningkatan harapan hidup dan kegagalan orang tua dalam mempersiapkan masa tuanya. Saat ini, jumlah populasi lansia sudah semakin banyak, sehingga memerlukan dukungan perawatan dan finansial dari generasi yang ada dibawahnya, yaitu anak-anaknya.

Di sisi lain, anak-anaknya juga harus menanggung hidup orang tuanya pun harus merawat anak-anak mereka sendiri.

Faktor kegagalan dari orang tua dalam menyiapkan finansial di hari tua turut andil dalam menciptakan generasi sandwich. Hal tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan mereka akan kemandirian finansial di hari tua.

Selain itu, bisa juga disebabkan dari adanya gaya hidup konsumtif pada masa muda, sehingga orang tua sudah tidak mempunyai perencanaan keuangan yang baik untuk mas tuanya.

Baca juga: Digital Native: Pengertian, Sejarah, dan Dampaknya Pada Bisnis

Suka Duka Generasi Sandwich

Memberikan dukungan pada dua generasi di waktu yang bersamaan bukanlah hal mudah. Diperlukan tenaga dan kesabaran yang besar dan biaya yang banyak, sehingga tentu akan sangat membebani para generasi sandwich.

Untuk mereka yang sudah mempunyai kemandirian finansial, hal tersebut tentu bukan suatu masalah. Hal tersebut bahkan bisa menjadi kebahagiaan tersendiri karena mampu menanggung finansial dari dua generasi di saat yang bersamaan.

Namun untuk mereka yang kemampuan finansialnya masih terbatas, menanggung dua generasi dalam waktu yang bersamaan akan terasa sekali bebannya. Akan ada banyak sekali emosi yang dirasakan oleh generasi ini.

Biasanya, duka yang akan dirasakan adalah beban, tekanan finansial dan kelelahan fisik yang akan memicu terjadinya stress, khususnya untuk perempuan. Banyak tanggung jawab pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dan hal tersebut tidak bisa diselesaikan selama satu hari saja, terlebih lagi untuk mereka yang bekerja di luar.

Generasi ini mempunyai tanggung jawab double yang seringkali mempunyai pandangan yang pesimis pada karir dan finansialnya. Seringkali mereka mempertimbangkan untuk resign atau sekedar mengajukan pengurangan jam kerja. Hal tersebut tentunya akan sangat berdampak pada pendapatan yang akan mereka peroleh.

Namun sisi positifnya adalah mengasuh orang tua yang sudah lanjut usia adalah bakti yang harus ditunjukkan dan dilakukan oleh setiap anak. Selain itu, hal tersebut juga akan bernilai lebih karena memuliakan dan membahagiakan orang tua di masa tuanya.

Baca juga: Sociopreneur Adalah: Pengertian dan 4 Contoh Sociopreneur di Indonesia

Tips Mengatur Keuangan Bagi Generasi Sandwich

  • Ketahui Dan Pahamilah Permasalahan Yang Terjadi

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui masalah finansial dan mencoba untuk bisa memahaminya secara baik. Sehingga, nantinya akan ditemukan solusi yang tepat untuk setiap generasi yang didukung olehnya.

Karena, tidak mungkin untuk bisa merencanakan anggaran keuangan bila pihak yang bersangkutan tidak mengetahui masalah yang sedang dihadapi.

  • Melakukan Perampingan Aset

Mengasuh orang tua yang tempatnya berbeda akan memakan banyak tenaga, waktu dan biaya. Untuk itu, diperlukan perampingan aset, sehingga orang tua bisa tinggal satu rumah dengan anak.

Dalam hal ini, diperlukan pembicaraan lebih intens antara generasi sandwich dengan orang tuanya tentang pilihan perampingan aset.

  • Mengajarkan Kemandirian Finansial Kepada Anak

Anak-anak dari generasi sandwich mempunyai kebutuhan yang sangat menguras isi dompet, mulai dari uang saku, uang pakaian, makanan, hingga sekolah. Untuk itu, mereka harus didorong untuk bisa mengembangkan keterampilan mengelola keuangan dengan baik.

Sehingga, mereka akan bisa mencapai kemandirian finansial. Latihlah mereka agar bisa menabung secara teratur. Nominal bukanlah masalah, yang penting adalah menanamkan prinsip dasar perencanaan keuangan untuk masa depan.

Baca juga: Technopreneur: Pengertian, Contoh, Tujuan, dan Cara Menjadi Technopreneur

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang generasi sandwich. Pada intinya, setiap generasi sandwich harus bisa mengelola keuangan dengan baik dan lancar agar bisa menanggung hidup generasi yang ada diatas dan dibawahnya.

Mengelola keuangan bukan saja penting dilakukan oleh para generasi sandwich, pebisnis hingga investor pun harus bisa mengelola keuangan dengan baik. kabar baiknya, software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online akan membantu Anda dalam melakukan hal tersebut.

Pasalnya, Accurate Online mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat, sehingga Anda bisa mengelola keuangan dengan baik melalui laporan keuangan yang sudah tersaji.

Selain itu, Accurate Online juga sudah dibekali dengan fitur perpajakan, persediaan, pembelian, penjualan, dan berbagai fitur lainnya yang akan membuat bisnis Anda bergerak lebih efisien.

Tertarik? Klik banner di bawah ini sekarang juga untuk bisa menikmati keunggulan dan fitur Accurate Online selama 30 hari, gratis!

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia