Indeks Harga: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Tujuannya Dalam Ekonomi

Pernah mendengat tentang indeks harga? Ada banyak hal yang perlu diketahui dengan tentang hal tersebut. Perlu diketahui, jika membahas indeks maka secara harfiah hal yang akan dipelajari merupakan sesuatu yang pasti membahas tentang perekonomian dalam kondisi suatu negara.

Jika dilihat secara seksama maka bisa dilihat bahwa secara beruntun kondisi perekonomian dalam suatu negara tidak selalu bertahan dengan stabil, pasti akan selalu fase dimana terdapat kondisi fluktuatif atau bisa disebut dengan kondisi naik turun.

Fase produksi suatu negara juga terkadang tidak menentu, akan ada kondisi dimana fase produksi mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan juga penurunan yang drastis.

Pengertian Indeks Harga

Dalam kehidupan yang dijalani setiap hari, pastinya khalayak umum tidak asing dengan kata harga. Menurut pengertiannya, harga merupakan suatu jumlah uang yang bernilai dalam satuan tertentu, yang wajib dibayarkan untuk seluruh produk ataupun jasa.

Selain merupakan uang, harga juga bisa berupa bayaran jasa atau barang tertentu. Setiap produk ataupun jasa yang diperdagangkan maka setiap hal memiliki harga masing-masing. Namun yang perlu diketahui adalah setiap harga pasti berbeda-beda dalam kurun waktu tertentu.

Misalnya saja pada saat ini, harga suatu barang memiliki nilai tertentu, namun pada masa depan atau masa mendatang, harganya pasti sudah tidak sama dengan harga saat ini.

Nah, dengan adanya fenomena perubahan harga tersebut, maka nilainya akan dihitung dengan cara mencatat nya terlebih dahulu. Setelah diketahui keseluruhan harga yang mengalami perubahan tersebut, maka langkah selanjutnya adalah dengan mencari rata-rata nya, dengan demikian hal tersebut disebut sebagai indeks harga (IH).

Indeks harga akan menjadi sebuah tolok ukur dalam penentuan harga serta menjadi petunjuk untuk keberlangsungan perekonomian suatu negara. Untuk saat ini di Indonesia khususnya, indeks harga dicatat dan dipantau langsung oleh Badan Pusat Statistik.

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

Jenis-jenis Indeks Harga yang Wajib Diketahui

Jika sudah mengetahui pengertian, selanjutnya akan mengetahui bahwasannya indeks harga terbagi menjadi beberapa jenis.

Jenis-jenis tersebut merupakan spesifikasi yang lebih terperinci mengenai indeks harga. Dengan begitu akan dipahami lebih lanjut mengenai isi serta maksud tujuan dari masing-masing indeks tersebut. Berikut adalah beberapa jenis indeks yang wajib diketahui.

1. Indeks Harga Konsumen atau IHK

Indeks yang satu ini akrab disebut dengan sebutan IHK. Angka dalam indeks harga konsumen nantinya akan menunjukkan hal yang signifikan mengenai perbandingan antara harga jasa maupun harga barang yang diinginkan atau dibeli oleh seorang konsumen.

Yang dihitung tersebut merupakan suatu barang yang tentu saja dapat mewakili kegiatan dalam suatu kegiatan belanja oleh konsumen.

Untuk mengetahui perubahan harga yang terjadi IHK diambil dari 4 kategori. Kategori tersebut adalah dari kelompok makanan, barang, jasa, serta perumahan.

Beberapa kelompok tersebut sudah disesuaikan untuk diambil fungsinya sesuai dengan yang ditentukan oleh Badan Pusat Statistik untuk mengetahui terjadinya inflasi.

Baca juga: Barang Ekonomi: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Barang Bebas

2. Indeks Harga Produsen atau IHP

Indeks selanjutnya adalah sesuai dengan namanya yang merupakan indeks harga  bertitik tumpu pada perubahan harga tingkat produsen.

Perubahan angka yang terjadi merupakan angka yang mengalami perubahan harga barang maupun jasa pada fase produksi. Dalam index yang satu ini barang yang dimaksud merupakan barang baku atau bisa disebut sebagai bahan mentah.

Dalam penggunaan data IHP sendiri nantinya bisa diketahui secara gamblang mengenai indikator yang dapat disajikan dalam penentuan harga grosir maupun  eceran. Sehingga harga di pasaran dapat diketahui melalui kinerja penilaian IHP itu sendiri.

3. Indeks Harga Petani

Sesuai dengan namanya, indeks yang satu ini merupakan suatu indeks yang menjadi acuan harga dimana petani harus membayar ataupun menerima. Secara spesifik Indonesia merupakan negara agraris, sehingga bisa dibilang jumlah petani di Indonesia sendiri cukup banyak.

Dengan adanya kondisi tersebut, maka dikeluarkanlah kebijakan perekonomian yang berkaitan dengan kegiatan peningkatan perekonomian dan kesejahteraan bagi para petani

Harga yang harus dibayarkan oleh petani telah sesuai dengan kemampuannya sehingga petani tetap bisa menjalankan produksinya dalam mengelola sistem pangan di Indonesia khususnya. Setiap harga yang dibayarkan tentu saja merupakan aturan yang telah sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Baca juga: Modal Kerja: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Fungsinya dalam Bisnis

4. Indeks Implisit

Lalu yang terakhir adalah indeks implisit, untuk index yang satu ini adalah sebgaai metode pembanding yang membandingkan antara pertumbuhan ekonomi dalam kajian nominal serta pertumbuhan ekonomi yang bersifat riil.

Untuk perhitungan indeks yang satu ini dasarnya adalah perhitungan dengan melibatkan seluruh kapasitas barang yang akan mengalami produksi.

Indeks harga  ini menjadi acuan dalam menentukan ukuran inflasi yang akan terjadi. Sehingga dengan penggunaan metode yang satu ini maka gnp riil bisa dihitung secara maksimal.

Rumus Perhitungan Indeks Harga

Untuk menghitung besaran indeks bisa dihitung berdasarkan rumus sesuai dengan tipe indeks harga tersebut. Ada berbagai cara untuk mengetahui rumusnya yang akan dihitung. Berikut berbagai rumus yang diketahui untuk menghitung besaran dari setiap indeks.

1. Harga Agregatif atau Tidak Seimbang

Dalam metode agregatif sederhana ini, seluruh harga dalam tahun tertentu, dinyatakan sebagai persentasi dari keseluruhan harga komoditas dalam satu tahun. Kamu bisa melakukan perbandingan perubahan harga rata-rata pada tahun tertentu terhadap harga pada tahun-tahun sebelumnya. Nah, harga pada tahun sebelumnya itu dijadikan sebagai tahun dasar.

indeks harga rumus

Sumber: Ruangguru.com

Perhitungan angka indeks dengan metode agregatif sederhana mempunyai kelebihan karena bersifat sederhana sehingga lebih mudah menghitungnya.

Akan tetapi, metode ini mempunyai kelemahan yaitu tidak mempertimbangkan arti penting secara relatif berbagai komoditas sehingga barang-barang kebutuhan pokok memiliki bobot yang sama dengan barang yang lain. Padahal, barang-barang kebutuhan pokok akan direspon lebih oleh konsumen dibandingkan dengan barang-barang jenis lain.

Baca juga: Ekonomi Moneter: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

2. Index Harga dengan Harga Setimbang

Dalam rumus yang satu ini akan dibagi menjadi tiga tipe. Ketiga tipe tersebut memiliki ragam cara yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya.

metode indeks harga laspeyers

Yang pertama adalah laspeyres, cara yang satu ini adalah dengan mengalikan terlebih dahulu harga barang dengan kuantitatif pada tiap tahunnya. Setelah itu hasilnya dijumlahkan, lalu mendapatkan  angkanya, maka dibagi serta dikali dengan kuantitas pada tahun dasar. Setelah diketahui angkanya maka dikali dengan 100.

metode indeks harga paascehe

Selanjutnya ada rumus Paasche, untuk rumus yang satu ini cukup sederhana dengan menggunakan faktor penimbang kuantitas pada tahun dasar sebagai acuan dalam proses penghitungan. Setelah mengetahui angkanya maka langkah selanjutnya adalah dengan mengalikan nya dengan angka 100.

metode indeks harga marshall

 

Yang terakhir adalah metode Marshall Edgeworth. Metode ini menghitung dengan cara menggabungkan jumlah tahun dasar dengan jumlah tahun berjalan. Nah, habis itu langsung dikalikan dengan harga pada tahun dasar atau harga pada tahun berjalan.

Baca juga: Klasifikasi Biaya: Pengertian, Contoh, dan Fungsinya Dalam Bisnis

Tujuan Dari Penetapan Indeks

Pada dasarnya secara umum indeks harga memiliki tujuan umum untuk mengambil arah atau menentukan ukuran dalam perubahan ekonomi yang terjadi.

Variabel ekonomi tersebut merupakan ukuran keadaan ekonomi dalam suatu negara. Dengan adanya indeks tersebut maka suatu negara dapat mengetahui apakah dalam suatu sistem pemerintahannya terjadi sebuah inflasi.

Dengan adanya sebuah indeks maka suatu sistem pemerintahan maupun perusahaan dapat menentukan jumlah pembelian suatu bahan produksi maupun penggunaan jasa tertentu. Umumnya fungsi serta tujuan utamanya adalah sebagai penentu terkait peredaran barang maupun jasa tertentu dalam sebuah sistem.

Indeks harga memang menjadi kunci utama dalam kegiatan perekonomian. Dengan adanya indeks harga maka suatu sistem akan berjalan dengan maksimal dan tidak terkendala adanya gangguan. Dengan penerapan sistem yang tepat guna, hal tersebut akan menjadikan sebuah sistem makin berkembang.

Baca juga: Mengetahui Tarif Pajak dan Pengelompokan Pajak di Indonesia

Jika Anda adalah seorang pemilik bisnis yang akrab dengan penentuan harga dari layanan dan produk Anda, masalah yang sering terjadi adalah menentukan harga jual yang tepat pada layanan atau produk yang akan Anda jual. Karena dalam menentukan harga jual tentu akan banyak sekali faktor yang harus diperhatikan untuk mendapatkan harga yang jual yang tepat.

Untuk kemudahan dalam menetapkan harga yang tepat, ada baiknya Anda mencatat nilai dari semua bahan yang ada dalam produk atau layanan Anda pada sistem pembukuan yang sesuai standar, selain memudahkan Anda melakukan penetapan harga, dengan pembukuan yang baik Anda bisa dengan mudah memantau keuntungan dan hal pos pengeluaran apa saja yang tidak efisien sehingga bisa Anda kurangi.

Kesulitan melakukan pembukuan? Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi yang mudah digunakan sekalipun Anda masih sangat awam dengan ilmu akuntansi seperti Accurate Online.

Accurate Online adalah accounting software berbasis cloud yang sudah dikembangkan sejak 20 tahun lalu dan digunakan oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia.

Mudahkan proses pembukuan dan operasional bisnis Anda secara menyeluruh dengan menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 3