Komoditas: Pengertian, Jenis, dan Karakteristik Pasar Komoditas

oleh | Nov 10, 2020

source envato.

Komoditas: Pengertian, Jenis, dan Karakteristik Pasar Komoditas

Pengertian komoditas secara umum adalah suatu produk barang yang bisa diperjual belikan guna mendapatkan keuntungan atau ditukarkan dengan barang lain yang nilainya sama.

Para ahli mengatakan bahwa pengertian komoditas adalah sebuah benda berwujud yang cenderung mudah untuk diperjualbelikan, mampu diserahkan wujudnya, bisa disimpan dalam kurun waktu tertentu, dan juga bisa ditukarkan dengan produk lain yang jenisnya sama, yang bisa diperjualbelikan oleh pemegang saham dalam bursa berjangka.

Dilansir dari laman Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, komoditas adalah barang dagangan utama, benda niaga mentah yang bisa dikategorikan berdasarkan kualitasnya sesuai dengan standar internasional. Jadi, pengertian komoditas adalah sebuah barang perdagangan utama dan benda niaga lainnya yang mampu diperjual belikan sebagai produk impor atau ekspor untuk mendapatkan keuntungan.

Komoditas berasal dari bahasa asing, yaitu bahasa Inggris commodity yang secara etimologis diserap dari bahasa Perancis, yaitu commodite yang artinya adalah suatu yang memberikan kesenangan dalam layanan dan juga kualitasnya.

Istilah ini digunakan dan dikenal oleh masyarakat luas pada abad ke 15 di Inggris, yang mana kata tersebut menunjukan suatu metode untuk mengukur sesuatu secara tepat, contohnya adalah mengukur kondisi atau keadaan, mengukur keuntungan, kualitas, atau mengukur kemampuan dalam menghasilkan sesuatu.

Jenis-jenis Komoditas

Komoditas mempunyai ruang lingkup produk yang sangat luas. Umumnya, komoditas dimanfaatkan menjadi objek inti dalam suatu transaksi perdagangan yang kemudian terbagi menjadi empat, yaitu logam, energi, pertanian, dan peternakan.

1. Logam

Komoditas yang termasuk dalam jenis pertambangan dibagi menjadi dua, yaitu logam berharga dan juga logam industri. Logam berharga ini mencakup emas, perak, platinum, dan palladium. Di dalam ruang lingkup perdagangan internasional, komoditas logam ini dihitung dengan satuan troy ons. Namun, khusus untuk emas bisa juga digunakan dengan satuan kilogram.

Sementara itu, untuk komoditas jenis logam industri meliputi tembaga, nikel, timah, aluminium, magnesium, cobalt, titanium, besi, karbon, dll. Berbagai produk tambang ini biasanya diperjual belikan dengan satuan ons, kilogram, ton, dan metrik.

2. Energi

Pengertian komoditas jenis energi adalah berbagai produk tambang dan eksplorasi yang memiliki fungsi sebagai bahan bakar. Produk energi ini meliputi batu bara dan minyak bumi yang berupa bensin tanpa timbal, bensin, diesel, crude oil, light sweet crude, dan brent crude oil. Berbagai produk komoditas ini diperjualbelikan dengan satuan ton, barrel, dan metrik.

3. Pertanian

Pengertian komoditas pertanian adalah berbagai produk hasil pertanian yang di dalamnya terbagi menjadi dua, yaitu hasil pertanian dan juga hasil perhutanan. Komoditas pertanian meliputi gandum, kedelai, jagung, beras, gula, kopi, garam, dll. Sedangkan untuk komoditas perhutanan meliputi sawit, kapas, rotan, karet, dll. Berbagai produk tersebut diperjualbelikan dengan aturan yang beragam, bisa ton, gantang, kilogram, atau ons.

4. Peternakan

Pengertian komoditas jenis peternakan adalah berbagai varian produk hasil peternakan yang meliputi susu, daging, serta pakannya, contohnya adalah daging sapi, kambing, ayam, bebek, ikan, daging sapi, daging ayam, daging bebek, susu, dan pakan ternak. Di dalam perdagangan internasional, komoditas tersebut dijual dengan satuan pon.

Baca juga: Sistem Ekonomi Liberalis: Pengertian, Ciri-ciri, Tujuan dan Dampaknya bagi Negara

Klasifikasi Komoditas Berdasarkan Sifat

Dilihat berdasarkan sifatnya, komoditas terbagi menjadi dua jenis, yaitu komoditas jenis keras dan komoditas jenis lunak. Berikut ini adalah penjelasannya

1. Komoditas Keras

Pengertian komoditas keras adalah berbagai varian produk yang didapatkan dari hasil alam  dengan kegiatan pertambangan maupun ekstraksi, seperti logam, minyak bumi, dll. Jenis komoditas jenis keras tersebut sebagian besar didominasi oleh berbagai produk energi, yaitu gas alam, batu bara, dan minyak.

Untuk itu, tidak heran jika negara yang bergantung pada ekspor produk tersebut memiliki nilai mata uang yang sangat berpengaruh pada volatilitas harga komoditas yang diekspornya.

2. Komoditas Lunak

Pengertian komoditas jenis lunak adalah berbagai variasi produk yang didapat dari hasil peternakan, perhutanan, serta pertanian, seperti beras, garam, gula, kedelai, jagung, susu sapi, karet, daging sapi, ikan, biji kopi, daging ayam, sawit, dll. Harga dan jenis komoditas ini memiliki pergerakan yang fluktuatif, artinya bisa turun dan naik secara tiba-tiba yang dikarenakan adanya pengaruh kondisi alam dan iklim cuaca.

Untuk itu, harga komoditas tersebut tidak bisa diprediksi secara akurat. Jenis komoditas tersebut juga tidak selalu tersedia di setiap negara karena adanya pengaruh iklim cuaca dan kondisi alam, sehingga hanya beberapa negara saja yang memiliki komoditas tersebut.

Perdagangan Komoditas

Pada sistem perdagangan komoditas, suatu harga ditentukan oleh adanya permintaan dan penawaran pada pasar komoditas tertentu. Salah satu risiko yang harus siap untuk dihadapi dalam perdagangan komoditas adalah fluktuasi harga komoditas.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, adanya fluktuasi harga pada komoditas tersebut bisa saja disebabkan oleh banyak faktor, seperti iklim cuaca, kondisi alam, kapasitas produksi, insentif dan aturan pemerintah, kondisi dan situasi politik, dll.

Untuk itu, dalam perdagangan komoditas diberlakukan kontrak berjangka, yang mana didalamnya terdapat berbagai standar dasar terkait volume, jumlah, serta kualitas minimal komoditas yang diperjualbelikan.

Berdasarkan hal itu, pasar komoditas kemudian terbagi menjadi dua jenis, yaitu produsen dan spekulan. Produsen adalah pedagang yang memanfaatkan kontrak berjangka untuk melindungi harga atau nilai komoditasnya sampai masa kontraknya habis, seperti para petani gandum yang melindungi nilai harga gandumnya terhadap penurunan nilai uang saat harga gandum jatuh menjelang masa panen.

Sedangkan spekulan adalah pedagang yang melakukan kegiatan jual-beli di pasar komoditas untuk mendapatkan keuntungan dari adanya pergerakan harga komoditas yang sifatnya fluktuatif. Pada jenis ini, para pedagang tidak memanfaatkan kontrak berjangka, namun memanfaatkan fluktuasi harga komoditas agar bisa mendapatkan keuntungan.

Fluktuasi Harga Dapat Menjadi Pedang Bermata Dua

Adanya fluktuasi harga yang tinggi di dalam pasar komoditas tentunya bukanlah hal yang mengherankan. Namun, hal tersebut bisa beresiko tinggi karena untuk para pelakunya saat akan menjual ataupun membeli produk komoditas yang diperlukan.

Tapi, bila mampu membaca kebutuhan pasar secara cermat, termasuk membaca penawaran dan jumlah permintaan yang terjadi di pasar, maka berdagang di pasar komoditas bisa menjadi kegiatan yang mampu mendatangkan keuntungan yang sangat besar. Untuk itu, menjadi seorang pedagang di pasar komoditas bisa mendatangkan keuntungan yang tinggi, namun resiko kerugiannya pun juga tetap tinggi.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Adalah: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Cara Mengukurnya

Karakteristik Pasar Komoditas

Adanya prinsip dasar ekonomi terkait tingkat penawaran dan permintaan kerap kali memicu pasar komoditas. Ketika pasar mempunyai keterbatasan pada barang, maka akan selalu ada permintaan yang tidak bisa terpenuhi secara keseluruhan, hal yang sama akan berlaku sebaliknya.

Ketika ekonomi global menampilkan negara kompetitor baru seperti India dan China, maka ketersedian besi akan menjadi berkurang untuk negara-negara lainnya.

Komoditas Berjangka

Pengertian komoditas berjangka adalah suatu kesepakatan guna membeli ataupun menjual barang mentah pada waktu yang sebelumnya sudah ditentukan dengan harga yang sudah disepakati. Makanan, energi dan metal adalah beberapa komoditas terkenal yang diperdagangkan pada komoditas berjangka.

Sistem pembelian makanan, energi dan metal tersebut akan memanfaatkan kontrak perdagangan komoditas berjangka untuk suatu harga yang sudah ditetapkan dari jauh hari agar barang tersebut bisa dibeli. Hal ini dilakukan demi menghindari adanya peningkatan harga.

Pihak penjual tentu akan menjadi untung karena komoditasnya sudah ada pembelinya dan mereka bisa menghindari adanya penurunan harga yang tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu, dalam hal ini penjual dan pembeli sama-sama diuntungkan.

Untuk jenis makanan, harga komoditas ini sering kali berubah-ubah. Hal tersebut tentu saja disebabkan adanya peran pasar yang terbatas karena jenisnya akan bergantung dari hasil panen yang musiman.

Hal yang sama juga bisa dilihat dari minyak mentah, walaupun harganya bisa diprediksi beberapa bulan sebelum adanya kelangkaan, kecuali bila ada keterlibatan kebijakan politik atau resesi ekonomi global yang mampu mempengaruhi tingkat permintaan atas komoditas tersebut secara langsung.

Baca juga: Devisa: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Sumber Devisa

Kesimpulan

Berdasarkan pengertian di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa komoditas adalah suatu bahan baku yang bisa diperjualbelikan di pasar oleh individu hingga pihak institusi. Perbedaan komoditas dan produk barang baku lain adalah adanya standarisasi antara komoditas yang serupa. Sehingga, membuat komoditas menjadi lebih terpercaya dan menjadi semakin marak diperdagangkan menjadi suatu aset investasi.

Jenis komoditas yang paling terkenal dalam jual beli adalah minyak mentah, kopo, emas, dan perak.

Itulah penjelasan pengertian komoditas dan berbagai hal lain yang terkait di dalamnya. Perdagangan komoditas bisa menjadi sangat menarik ketika dihadapkan dengan ketidakpastian inflasi serta gejolak mata uang rupiah dan mata uang asing lainnya yang lebih terkenal. Nah, jika perusahaan Anda juga bergerak di dalam pasar komoditas, maka Anda harus memiliki manajemen keuangan yang baik agar perusahaan Anda bisa terus bertahan.

Untuk memudahkan Anda dalam melakukan manajemen keuangan yang  baik, maka Anda bisa menggunakan  software akuntansi dari Accurate Online. Dengan Accurate Online, Anda bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah dan real time.  Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate1

ekonomikeuanganbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait