Apa Itu Piramida Maslow? Ini Hirarki Kebutuhan yang Ada di Dalamnya!

Setiap manusia tentunya tidak akan bisa lepas dari kebutuhannya, khususnya kebutuhan yang bersifat dasar, karena kebutuhan dari setiap manusia memiliki kaitan yang erat dan berdampak pada kelangsungan hidupnya. Nah, bila kita membahas tentang kebutuhan, maka setiap manusia mempunyai tingkat kebutuhan yang harus dipenuhi secara perlahan-lahan. Tingkat kebutuhan tersebut dijelaskan oleh Abraham Maslow dalam suatu piramida yang kemudian disebut dengan piramida Maslow.

Piramida Maslow menyajikan tingkatan kebutuhan mulai dari yang paling rendah hingga yang paling atas. Piramida ini akan menggambarkan pemenuhan kebutuhan secara bertahap, sesuai dengan tangga ataupun tingkatannya.

Secara umum, kebutuhan yang paling mendasar dan harus dipenuhi terlebih dahulu oleh manusia adalah kebutuhan fisiologis. Bila kebutuhan tersebut telah berhasil dipenuhi, maka level kebutuhan pun akan meningkat pada rasa aman dan juga nyaman.

Jika setiap individu sudah mampu memenuhi kebutuhan akan rasa nyaman dan aman, maka individu tersebut akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayangnya.

Kebutuhan pada level berikutnya adalah kebutuhan akan penghargaan. Kebutuhan tertinggi dari hirarki piramida ini adalah kebutuhan akan adanya aktualisasi diri.

Tingkatan kebutuhan pada hirarki piramida Maslow ini dimulai dari mulai yang terendah sampai yang tertinggi, dan kami akan menjelaskannya pada artikel di bawah ini.

Hirarki Kebutuhan Pada Piramida Maslow

1. Kebutuhan Fisiologis

Di dalam hirarki piramida Maslow, kebutuhan fisiologis ini ditempatkan pada posisi yang paling bawah. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang paling rendah.

Itu artinya, kebutuhan ini harus terlebih dahulu dipenuhi dan dipuaskan sebelum bisa memenuhi kebutuhan yang lainnya. Sebagai suatu kebutuhan mendasar, kebutuhan fisiologis ini berhubungan dengan kebutuhan fisik manusia, seperti minum, makan, tidur, bernafas, sandang, dan papan.

Pemenuhan akan kebutuhan fisiologis ini memiliki peran yang sangat penting, karena menjadi dasar untuk pemenuhan berbagai kebutuhan lain yang berada pada hirarki yang lebih tinggi.

Jika kebutuhan akan fisiologis ini tidak bisa terpuaskan dan tidak bisa terpenuhi, maka akan sulit sekali untuk bisa memenuhi kebutuhan lain yang berada di atasnya. Contohnya, ketika seseorang sedang merasakan kehausan, maka dirinya butuh minum, atau saat orang tersebut sedang lapar maka tentu butuh makan.

Akan sangat tidak mungkin orang yang merasa lapar dan haus mencari teman atau berusaha untuk mengaktualisasi dirinya. Orang tersebut pasti akan berusaha keras untuk memenuhi rasa lapar dan haus tersebut dengan cara makan dan minum.

Kebutuhan fisiologis ini sangat mudah untuk dipahami dan dimengerti, karena di dalamnya terdapat dua ciri yang bisa dikenali.

Pertama, kebutuhan fisiologis hanya bisa dipenuhi dan dipuaskan baik itu secara parsial ataupun menyeluruh. Contohnya saat seseorang sedang lapar, dirinya bisa makan hingga benar-benar kenyang atau hanya sebatas mengatasi rasa laparnya dengan mengkonsumsi camilan saja.

Kedua, kebutuhan fisiologis ini akan muncul secara berulang-ulang. Inilah yang membedakan kebutuhan fisiologis berbeda dengan kebutuhan yang lainnya. Walaupun rasa lapar bisa dipenuhi saat itu juga, tapi rasa lapar akan muncul kembali setelah beberapa waktu dan akan terus berulang.

Baca juga: Daya Beli Masyarakat dan Faktor yang Mempengaruhinya

2. Kebutuhan Akan Rasa Aman dan Nyaman

Tingkatan kebutuhan selanjutnya dari piramida maslow adalah kebutuhan akan rasa aman dan nyaman. Kebutuhan tersebut mencakup rasa aman dari tindakan kriminal, ancaman, terorisme, perang, ketakutan, penyakit, kerusuhan, kecemasan, bencana alam, dan lain sebagainya.

Pemenuhan pada kebutuhan ini akan membantu setiap orang untuk bisa melakukan kegiatannya secara baik. Tapi, kebutuhan rasa nyaman dan aman ini tidak selamanya bisa secara total terpenuhi.

Walaupun sudah dilakukan tindak pencegahan, tapi tetap saja akan ada ancaman yang tidak bisa dihindari, seperti bencana alam, dan tindakan yang tidak menyenangkan dari orang lain.

3. Kebutuhan Akan Kasih Sayang

Kebutuhan akan adanya rasa kasih sayang ini menempati posisi ketiga di dalam hirarki piramida maslow. Itu artinya, kebutuhan ini akan hadir setelah kebutuhan fisiologis serta rasa aman dan nyaman telah dipenuhi.

Kebutuhan pada rasa kasih sayang ini mencakup rasa sayang, cinta, dan rasa untuk memiliki serta dimiliki yang terjalin lewat hubungan persahabatan, pertemanan, dan berkeluarga, yaitu mempunyai pasangan dan juga keturunan.

Minimal, seseorang yang kebutuhan kasih sayangnya terpenuhi ini akan mempunyai rasa percaya diri dan juga jiwa yang lebih besar. Mereka yang kebutuhan kasih sayangnya sudah terpenuhi sejak masa anak-anak pun akan cenderung lebih mampu menerima penolakan daripada mereka yang tidak terpenuhi rasa kasih sayangnya.

Maslow menjelaskan bahwa kebutuhan akan kasih sayang ini juga berhubungan dengan hubungan yang sehat dan cinta sepasang kekasih atau bahkan keluarga yang hancur berantakan karena kurangnya rasa saling curiga dan juga pengkhianatan pada hubungan yang sudah terjalin.

4. Kebutuhan akan Penghargaan

Jika kebutuhan akan kasih sayang telah terpenuhi, maka kebutuhan pun akan meningkat lagi, yakni kebutuhan untuk bisa dihargai. Kebutuhan ini berhubungan dengan ego dari setiap orang yang memiliki keinginan kuat untuk mencapai suatu gengsi ataupun prestasi.

Dari adanya hirarki piramida Maslow ini, kebutuhan untuk dihargai ini berada dalam posisi yang cukup tinggi. Mereka yang telah berada pada level kebutuhan ini artinya sudah bisa memenuhi berbagai kebutuhan yang telah ada dalam level bawahnya.

Kebutuhan penghargaan atau dihargai ini terbagi menjadi dua, yaitu kebutuhan terendah dan kebutuhan tertinggi. Kebutuhan terendah ini bisa diwujudkan dengan bentuk perhatian, reputasi, menghormati orang lain, status, apresiasi, dominasi, dan juga martabat.

Sedangkan kebutuhan penghargaan yang lebih tinggi mencakup kompetensi, harga diri, kemandirian, prestasi, keyakinan, kebebasan, dan juga penguasaan diri. Bila kebutuhan tersebut telah terpenuhi, maka seseorang sudah siap untuk memenuhi kebutuhan yang paling tinggi, yakni aktualisasi diri.

5. Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri

Kebutuhan akan aktualisasi diri di dalam hirarki piramida maslow ini menempati posisi yang paling tinggi atau paling atas. Itu artinya, kebutuhan ini adalah puncak tertinggi dari piramida Maslow.

Ketika seseorang sudah berhasil untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, rasa aman, kasih sayang dan penghargaan, maka dirinya akan butuh untuk bisa menampilkan dirinya pada orang lain.

Hal ini sangat sulit sekali untuk bisa dipenuhi, karena untuk bisa memenuhi kebutuhan ini, seseorang harus bisa mengerahkan segala potensi yang terdapat di dalam dirinya, sehingga akan bisa tampak lebih menonjol daripada orang lain. Untuk itu, kebutuhan ini berada pada hierarki yang paling tinggi.

Pada piramida Maslow, penempatan akan kebutuhan aktualisasi diri di posisi paling atas bukanlah tanpa alasan. Maslow menjelaskan bahwa kebutuhan ini menjadi hasrat yang bisa memicu setiap individu untuk bisa menggali potensi yang berada di dalam diri dan juga mengembangkannya sebaik mungkin, sehingga nantinya bisa menjadi diri sendiri sesuai dengan kemampuan dirinya sendiri.

Baca juga: Apa Itu Average Revenue? Apa Bedanya dengan Total dan Marginal Revenue?

Penutup

Piramida Maslow menggambarkan bahwa hirarki kebutuhan manusia dimulai dari yang paling mendasar, yakni kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman dan juga nyaman, kasih sayang, penghargaan, dan yang paling tertinggi adalah aktualisasi diri.

Pemenuhan pada berbagai kebutuhan ini wajib dilakukan secara berurutan, mulai dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi, dan tidak bisa dilakukan secara acak. Pasalnya, orang yang sedang kelaparan tidak butuh penghargaan, terlebih lagi menunjukkan diri pada orang lain. Orang tersebut akan lebih membutuhkan makanan.

Hal tersebut memang terlihat sangat sederhana, tapi bila berbagai kebutuhan tersebut dipenuhi secara berurutan akan bisa menciptakan hal yang sangat berkualitas.

Diagram kebutuhan ini pun sebenarnya bisa diterapkan dalam bisnis. Perusahaan bisa memenuhi kebutuhan yang mendasar bagi mereka terlebih dahulu, lalu meningkat menjadi kebutuhan lainnya, disesuaikan dengan skala dan industri perusahaan itu sendiri.

Namun, untuk mengelolanya tentu tidak mudah, terlebih lagi bila dilakukan secara manual. Untuk itu, diperlukan suatu sistem yang mampu membantu pebisnis dalam mengelola usahanya dan sistem tersebut adalah aplikasi bisnis dari Accurate Online.

Dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa lebih mudah dalam melakukan penjualan dan pembelian, mengelola persediaan barang digudang secara lebih mudah, menyelesaikan administrasi perpajakan, mencatat kegiatan transaksi secara otomatis, serta membuat laporan keuangan, laporan penjualan, dan laporan bisnis lainnya secara akurat.

Aplikasi ini pun telah dipercaya oleh ratusan ribu pebisnis di tanah air dan telah berhasil meraih penghargaan TOP Brand Award untuk kategori software akuntansi. Sehingga, keandalan dari aplikasi ini tidak perlu diragukan lagi.

Jadi, ayo segera coba dan gunakan aplikasi ini secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia