Return Adalah: Jenis, Komponen, dan Dampaknya pada Investasi

Memaksimalkan return adalah salah satu prioritas utama yang dilakukan oleh kebanyakan investor dalam melakukan investasi. Return ataupun hasil investasi adalah tingkatan keuntungan yang diperoleh oleh investor dalam melakukan investasi.

Artinya, dalam melakukan investasi, hasil yang para investor tunggu-tunggu adalah return. Eduardus Tandelilin mengartikan pengembalian investasi ini sebagai salah satu faktor yang mendorong interaksi para investor, dan juga sebagai imbalan atas adanya rasa keberanian investor dalam menanggung setiap risiko investasi yang sudah dilakukannya.

Untuk itu terdapat ungkapan yang sangat terkenal di dalam dunia investasi, yaitu ”high risk, high return” yang artinya bahwa saat risiko investasi semakin tinggi, maka akan semakin banyak juga potensi atau tingkat keuntungan yang diperoleh oleh investor tersebut.

Untuk investasi reksa dana, return adalah suatu hasil performa reksa dana yang di dalamnya sudah diatur oleh pihak manajer investasi yang berdasarkan nilai modal investasi dan baru akan diperbarui setiap hari kerja bursa saham.

Angkanya akan selalu berubah setiap hari, perubahan tersebut berdasarkan harga saham NAB yang di dalamnya dipengaruhi oleh harga pasar pada Bursa Efek Indonesia, IHSG, dan juga kondisi ekonomi dalam negeri serta luar negeri.

Perlu digaris bawahi juga bahwa pengembalian investasi ini ada kemungkinan menunjukkan angka yang negatif, yang artinya investasi Anda mengalami kerugian.

Komponen utama dalam Return

Terdapat dua komponen pengembalian investasi, yaitu yield dan juga capital gain.

Yield adalah persentase kas yang diterima oleh pihak investor secara periodik pada suatu investasi. Contoh sederhana dari yield ini adalah bunga deposito, bunga obligasi, dividen, dll.

Disisi lain, capital gain adalah keuntungan yang akan didapatkan oleh investor dari selisih nilai investasi pada saat ini dengan nilai investasi yang ditanamkan pada harga periode yang lalu.

Sedangkan jika ada kondisi turunnya nilai investasi yang membuat pihak investor justru mengalami kerugian, maka kondisi tersebut adalah capital loss.

Dalam praktik kegiatannya, tidak semua instrumen investasi yang dipilih akan menghasilkan pengembalian. Capital gain juga akan sangat bergantung pada harga pasar instrumen investasi yang diperjualbelikan di pasar bursa saham.

Kegiatan jual beli ini akan mempengaruhi harga aset investasi dan akan ada kemungkinan perubahan nilai. Beberapa contoh dari investasi yang mampu menghasilkan capital gain antara lain adalah saham dan juga obligasi.

Baca juga: Surat Utang Negara: Pengertian, Jenis, dan Istilah yang Ada di Dalamnya

Jenis-Jenis Return Adalah

Terdapat dua jenis return yang banyak diketahui para investor, yaitu return realisasi dan return ekspektasi.

1. Return Realisasi

Return realisasi atau realized return adalah bentuk pengembalian yang sudah terjadi. Return ini bisa dijadikan sebagai dasar penentu return ekspektasi dan juga potensi risiko yang akan dialami di masa depan.

Jenis pengembalian pada investasi ini akan dihitung dengan berdasarkan data pengembalian historis. Return realisasi ini sangat lah penting karena bisa digunakan untuk menilai performa perusahaan dan menjadi indikator dalam menilai return ekspektasi di masa depan.

2. Return ekspektasi

Return ekspektasi adalah bentuk pengembalian yang diharapkan bisa diperoleh oleh para investor di masa depan. Lain halnya dengan return realisasi, jenis return ekspektasi ini adalah bentuk pengembalian yang belum terjadi.

Saad Husnah menerangkan bahwa tingkat pengembalian yang diharapkan adalah keuntungan yang akan diperoleh oleh para investor atas penanaman dananya pada perusahaan emiten di masa depan. Tingkat pengembalian ini sangat dipengaruhi oleh berbagai prospek perusahaan yang bersangkutan di masa depan.

Seorang investor tentunya akan mengharap return dengan jumlah tertentu di masa depan. Tapi saat investasi tersebut sudah selesai dilakukan dan keuntungan yang diperolehnya sudah benar-benar ia peroleh, maka nilai keuntungan tersebut akan dianggap sebagai return realisasi.

Contoh Perhitungan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, semakin tinggi nilai return yang akan ditampilkan, maka akan semakin bagus juga kinerja investasi Anda. Untuk menghitung return, Anda bisa menggunakan rumus berikut ini:

(Harga Sekarang-Harga Beli) x Jumlah Unit yang Anda Miliki

  • Contoh 1

Anggaplah Anda mempunyai 100 unit reksa dana yang setiap masing-masing harganya adalah 110 ribu rupiah. Saat di masa depan harga per unitnya meningkat menjadi 125 ribu rupiah, maka dengan menggunakan rumus di atas, nilai return Anda adalah sebagai berikut:

(Rp125.000-Rp110.000) x 100 = Rp1.500.000

Tapi, apa yang akan terjadi bila Anda mendapatkan 100 unit reksa dana yang setiap unitnya berharga 110 ribu rupiah lalu beberapa waktu kemudian harga per unitnya turun menjadi 95 ribu rupiah? Dengan menggunakan rumus yang sama, maka nilai return Anda adalah:

(Rp95.000-Rp110.000) x 100 = -Rp1.500.000

  • Contoh 2

Pada kasus yang kedua, bisa diartikan bahwa nilai return Anda sedang berada pada posisi kehilangan atau loss.

Pada posisi ini, jangan terlalu khawatir dan langsung melakukan penarikan dana, karena ada kemungkinan nilai tersebut bisa naik kembali di masa depan.

Selama Anda tidak mencairkan unit reksa dana Anda, maka angka negatif di atas tidak akan jadi kenyataan. Untuk itu, pastikanlah agar dana investasi tersebut hanya akan Anda ambil bila sudah mencapai tujuan investasi Anda.

Contoh sederhana lainnya adalah, katakanlah Anda melakukan investasi pada bidang properti dengan modal 700 juta rupiah. Lalu, pasca dua tahun, properti tersebut Anda jual dan ternyata laku dengan harga 800 juta rupiah. Maka, return yang Anda peroleh dalam hal ini adalah sebanyak 100 juta rupiah.

Dengan memahami cara perhitungan dan juga jenis return, diharapkan Anda bisa lebih semangat dalam berinvestasi.

Tapi, Anda harus mewaspadai saat ada perusahaan yang menjanjikan return tinggi dengan tingkat risiko yang renda, karena umumnya hal tersebut adalah jenis investasi bodong. Umumnya, tax return yang wajar adalah sesuai dengan risiko yang memang sudah Anda pilih.

Return dan Risiko

Seorang investor sebenarnya tidak hanya harus sekedar memperhatikan nilai return nya saja, namun juga harus memperhitungkan dan mempertimbangkan tingkat resikonya. Melakukan perbandingan tingkat pengembalian dan juga tingkat risiko harus menjadi dasar dalam mengambil keputusan investasi.

Tapi, apa sebenarnya arti dari resiko tersebut?

Reilly dan Brown menjelaskan bahwa risiko adalah segala ketidakpastian bahwa suatu investasi mampu mencapai pengembalian yang diharapkan.

Sementara itu, Elton dan Gruber menerangkan bahwa risiko adalah suatu kondisi yang mana pihak investor sudah tidak lagi mampu mengasosiasikan nilai keuntungan aset yang ingin di investasikannya.

Terdapat beberapa sumber risiko yang mampu memengaruhi tingkat pengembalian investasi, beberapa diantaranya adalah risiko suku bunga, risiko pasar, risiko inflasi, risiko bisnis, risiko finansial, risiko likuiditas, risiko nilai tukar, dan juga risiko negara.

Karena di dalamnya seorang investor harus mampu menghadapi berbagai jenis risiko dari berbagai macam sumbernya, maka tujuan seorang investor dalam melakukan kegiatan investasi adalah demi memaksimalkan return dan juga menghindari risiko yang ada.

Salah satu cara terbaik dan banyak dilakukan oleh para investor dalam mewujudkan ambisi tersebut adalah dengan melakukan diversifikasi. Cara ini akan menuntun setiap investor untuk memperoleh portofolio penanaman dana sedemikian rupa agar mampu meminimalisir berbagai risiko namun tetap memperoleh nilai return yang maksimal.

Henry Markowitz melalui teori portofolionya turut memberikan penjelasan diversifikasi melalui penyesuaian investasi ini. Dirinya pernah memberikan nasihat bijak, yaitu ”do not pull all the eggs in one basket”, dan nasihat bijak ini banyak dipatuhi dan terkenal di dalam dunia investasi.

Baca juga: Dividend Payout Ratio: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menghitungnya

Penutup

Demikianlah pengertian, jenis, dan contoh dari return investasi yang harus dipahami oleh masyarakat. Dengan memahaminya, minimal Anda bisa menjawab pertanyaan dari orang awam yang menyatakan pengertian return. Perlu digaris bawahi untuk selalu tidak melakukan investasi pada satu instrumen investasi saja.

Semoga artikel ini mampu membantu memberikan pemahaman baru pada Anda, calon investor ataupun investor yang ingin mulai mengembangkan investasi, baik itu pada instrumen reksa dana, saham ataupun investasi pada instrumen lainnya, baik itu untuk kepentingan pribadi ataupun untuk keuntungan perusahaan Anda.

Namun, bila perusahaan Anda belum yakin untuk melakukan investasi pada pasar uang ataupun pasar modal di lantai bursa efek. Maka Anda bisa mulai menginvestasikannya pada pembelian alat ataupun teknologi terkini yang mampu meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan.

Salah satu teknologi yang patut Anda perhitungkan adalah aplikasi akuntansi dari Accurate Online. Aplikasi ini mampu membantu berbagai kegiatan akuntansi Anda yang rumit.

Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan laporan keuangan Anda, seperti laporan arus kas, laporan perubahan modal, laporan laba rugi atau laporan keuangan lainnya secara real-time dimanapun Anda berada.

Tertarik? Anda bisa menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini.

https://accurate.id/lp/marketing-form/

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

ibnu

Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia