Dividend Payout Ratio: Pengertian, Manfaat, dan Cara Menghitungnya

Dividend payout ratio pada dasarnya adalah suatu kebijakan dividen yang dilakukan untuk menggambarkan suatu perhitungan tertentu. seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa tujuan utama setiap investor untuk berinvestasi adalah mendapatkan pengembalian investasi dan keuntungan berupa deviden.

Pihak perusahaan harus mampu menetapkan kebijakan dividen yang tepat untuk bisa memenuhi kepentingan para pemegang saham dan juga para pemangku tinggi perusahaan.

Berdasarkan perhitungan yang diperoleh dari dividend payout ratio ini, nantinya akan diperoleh tingkat persentase laba perusahaan yang bisa diberikan kepada para pemilik saham sebagai suatu cash dividen.

Namun, dalam menentukan kebijakan dividen ini, pihak perusahaan juga harus melakukan pertimbangan pada berbagai faktor, seperti likuiditas, leverage, profitabilitas, growth dan juga firm size.

Nah, dividen ataupun equity investor adalah aliran kas yang dibayarkan ke para pemilik saham perusahaan. Setiap periode pembayaran dividen tentunya para pemegang saham mengharapkan untuk bisa memperoleh mendapatkan dividen dalam jumlah yang besar atau minimal harus relatif lebih stabil daripada periode

Tapi, keinginan dari pemilik saham ini akan selalu bertolak belakang dengan keinginan pihak perusahaan. Perusahaan pasti akan selalu ingin laba atau keuntungannya ditahan di dalam perusahaan agar bisa dijadikan sebagai sumber pendanaan atau keperluan operasional lainnya.

sehingga, jika laba perusahaan yang ditahan untuk kebutuhan operasional perusahaan memiliki nominal yang besar, maka itu artinya laba yang diberikan sebagai bentuk dividen ke para pemegang saham akan menjadi lebih kecil. Untuk itu, setiap perusahaan harus mampu menetapkan kebijakan dividen yang tepat.

Pengertian Dividend Payout Ratio (DPR)

Dividend payout ratio atau yang disingkat menjadi DPR dan diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia menjadi rasio pembayaran dividen adalah perbandingan antara dividend per share dan earning per share (EPS) pada suatu periode tertentu.

Semakin banyak dividend payout ratio ditetapkan oleh suatu perusahaan, maka akan semakin enguntungkan juga untuk para investor. Sementara itu, dari pihak perusahaan akan semakin sedikit mendapatkan sumber pendanaan internal. Hal tersebut tentunya akan menghampar perkembangan perusahaan.

Tapi, jika pihak perusahaan lebih memilih untuk membagikan keuntungannya sebagai dividen, tentangnya akan semakin meningkatkan kesejahteraan para investor, sehingga mereka akan tertarik untuk terus menanamkan modal sahamnya pada perusahaan tersebut.

Disisi lain, rendahnya angka rasio pembayaran dividen akan menggambarkan keuntungan atau laba yang dimiliki oleh perusahaan sedang mengalami penurunan. Hal tersebut tentunya akan berimbas pada asumsi negatif di mata publik, karena hal tersebut diartikan bahwa pihak perusahaan sedang mengalami kekurangan dana.

Kondisi ini akan membuat preferensi investor pada suatu saham akan berkurang karena tujuan investor menanamkan modalnya tentu saja karena ingin mendapatkan pembayaran keuntungan berupa dividen dari pihak perusahaan.

Baca juga: Sukuk Adalah: Tujuan, Syarat dan Manfaat Sukuk

Manfaat Dividend Payout Ratio (DPR)

Untuk bisa menetapkan nilai dividend payout ratio atau DPR, maka perusahaan harus bisa menerapkan dan memperhitungkan kebijakan dividen agar manfaatnya bisa dirasakan oleh perusahaan dan juga para pemilik saham perusahaan.

Nah, beberapa manfaat dari menetapkan nilai dividend payout ratio adalah sebagai berikut:

  • Untuk pihak perusahaan, informasi terkait persentase rasio pembayaran dividen bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan perusahaan untuk menetapkan nilai laba ditahan ataupun sumber pendanaan guna mendukung kegiatan operasional perusahaan dan sekaligus mengembangkan bisnisnya.
  • Untuk pihak pemilik saham, informasi terkait adanya persentase drasio pembayaran dividen bisa digunakan untuk bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan soal investasinya, apakah akan menambahkan dana investasi atau tidak, karena hal itu sehubungan dengan harapannya dalam mencapai keuntungan nilai investasinya.

Rumus Cara Menghitung Dividend Payout Ratio (DPR)

Berdasarkan penjelasan dividend payout ratio atau DPR diatas, maka rasio dividend payout ratio bisa dihitung dengan menggunakan rumus:

DPR = DPS/EPS

Yang mana DPS adalah dividen per share dan EPS adalah earning per share.

Contoh:

PT ABC memiliki lembaran saham sebanyak 24.345.600 lembar. Lantas, dividen yang dibagikan pada tahun 2020 adalah Rp 300 juta dan net profit ataupun laba bersih yang diperoleh PT ABC adalah Rp 600 juta. Lalu, berapakan nilai dividend payout ratio dari PT ABC?

Jawaban:

Carilah nilai  dividen per share dengan cara = Rp. 300.000.000:24.345.600 = 12,32

Carilah nilai earning per share dengan cara = Rp. 600.000.000:24.345.600 = 24,64

Maka, nilai dividend payout ratio dari PT ABC adalah = 12,32:24,64 = 0.5 atau 50%.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Dalam menentukan nilai besar atau kecilnya dividen yang diberikan oleh perusahaan pada pemegang saham, akan tergantung pada nilai persentase atau rasio pembayaran dividen, dan juga pertimbangannya pada beberapa faktor lain yang juga turut memengaruhi nilai dari rasio pembayaran dividen itu sendiri.

Untuk itu, setiap manajer perusahaan harus mampu menetapkan kebijakan dividen dengan berbagai pertimbangan dan faktor yang memengaruhi kebijakan dividen.

Nah, berikut ini adalah beberapa faktor yang kerap kali memengaruhi kebijakan dividen.

1. Likuiditas

Posisi kemampuan likuiditas perusahaan adalah faktor yang paling utama yang harus dipertimbangkan sebelum menetapkan keputusan kebijakan pemberian dividen pada para investor. Likuiditas sendiri pada dasarnya adalah kesanggupan perusahaan dalam melunasi utang ataupun kewajiban dalam jangka pendeknya.

Salah satu hal yang bisa digunakan oleh pihak perusahaan untuk mengetahui posisi likuiditas adalah dengan memanfaatkan cash ratio atau rasio kas. Dengan menggunakan cash ratio, maka perusahaan tidak akan mampu mengukur seberapa besar uang kas yang sudah tersedia untuk membayar kewajiban jangka pendek atau utangnya.

Semakin tinggi nilai cash ratio yang dimiliki oleh suatu perusahaan, maka menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki tingkat likuiditas yang cukup kuat. Nah, semakin kuat suatu perusahaan hal kemampuannya membayar utang kewajiban jangka pendek, maka akan semakin tinggi juga rasio pembayaran dividen yang dimilikinya.

2. Leverage

Faktor kedua yang turut memengaruhi nilai rasio pembayaran dividen adalah leverage. Perusahaan bisa menggunakan leverage sebagai suatu proporsi atau penggunaan utang dalam membiayai investasinya. Perusahaan yang belum memiliki leverage, artinya sudah menggunakan 100% aset atau modalnya sendiri.

Nah, rasio yang biasa digunakan untuk mengukur nilai leverage pada suatu perusahaan adalah debt to equity ratio atau DER.

Semakin rendah nilai DER suatu perusahaan, maka akan semakin menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mampu memenuhi kebutuhan pendanaannya dengan modal sendiri.

Dilain sisi, jika nilai DER menyamakan tinggi, maka akan semakin besar juga kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Jika perusahaan mengambil kebijakan pelunasan kewajiban ataupun utangnya akan dibayarkan dari laba ditahan, maka perusahaan pun terpaksa harus menetapkan nilai dividend payout ratio yang rendah.

3. Profitabilitas

Profitabilitas merupakan satu faktor yang sangat penting dalam mempertimbangkan nilai pembayaran dividen untuk para pemilik saham.

Profitabilitas sendiri adalah kemampuan sebuah perusahaan dalam hal mencari laba. Untuk para investor, hal ini akan sangat sekali penting untuk dianalisis. Hal tersebut dikarenakan dividen akan dibagikan oleh para pemilik saham bila perusahaan mendapatkan keuntungan.

Rasio yang bisa digunakan untuk bisa mengetahui nilai profitabilitas pada suatu perusahaan adalah dengan menggunakan ROA atau Return On Asset. Fungsi ROA ini pada dasarnya adalah untuk menunjukkan modal yang diinvestasikan oleh perusahaan dalam menghasilkan laba bersih perusahaan.

Perusahaan yang memiliki nilai profitabilitas yang baik akan mampu meningkatkan besaran dividen untuk pemilik saham.

4. Growth (pertumbuhan perusahaan) 

Growth atau perkembangan perusahaan juga turut memengaruhi penentuan kebijakan dividen perusahaan.

Perusahaan yang memiliki perkembangan cepat, akan memerlukan dana yang besar untuk bisa membiayai perkembangan perusahaan, sehingga laba perusahaan yang ditahan akan semakin besar, dan semakin kecil juga nilai dividend payout ratio nya.

Tapi, bukan berarti perusahaan yang perkembangannya lambat mampu meningkatkan dividend payout ratio nya.

5. Firm size

Firm size adalah suatu cerminan ukuran ataupun kualifikasi perusahaan. Perusahaan yang memiliki kualifikasi besar yang mana mempunyai profitabilitas tinggi ataupun pendapatan yang stabil akan lebih mudah untuk bisa mencapai pasar modal dan juga memperoleh bentuk modal eksternal lainnya.

Sehingga, perusahaan yang besar dan lebih mapan kemungkinan besar akan mampu memberikan persentase dividend payout ratio dalam nilai yang cukup besar.

Baca juga: Agunan Adalah: Pengertian dan Jenis Agunan yang Bisa Dilakukan

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang dividend payout ratio, lengkap dengan manfaat, rumus, perhitungan dan juga faktor yang memengaruhi nilai dividend payout ratio. Pengambilan kebijakan pada dividen yang tepat akan mampu menyeimbangkan dividen saat ini dengan tingkat perkembangan masa depan perusahaan.

Sehingga, saham perusahaan akan bisa lebih dimaksimalkan dan alokasi dana bersih yang dilakukan juga bisa lebih bijaksana.

Namun, jika perusahaan Anda masih berkelit dengan dividen atau yang sejenisnya, maka akan lebih baik jika perusahaan berusaha untuk meningkatkan produktivitas kinerjanya terlebih dahulu. Salah satu caranya adalah dengan berinvestasi pada software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi yang memiliki fitur lengkap untuk membantu kegiatan bisnis Anda, beberapa fitur tersebut adalah laporan arus kas, laporan perubahan modal, laporan laba rugi, fitur persediaan dan gudang, rekonsiliasi bank, perpajakan, dll.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate fokus pengembangan