Term of Payment dan Istilah Lainnya yang Bisa Anda Gunakan di Dalam Bisnis

Beberapa dari Anda yang berhubungan langsung dengan performa keuangan perusahaan dan sering melakukan transaksi keuangan dengan jumlah yang besar, pastinya sudah tidak asing lagi dengan istilah term of payment.

Term of payment memiliki peranan penting dalam suatu dunia bisnis di seluruh dunia. Term of payment ini diterbitkan oleh penjual atau supplier sebagai syarat dalam memberikan suatu ketentuan serta cara pembayaran kepada pihak pembeli.

Nah, pada kesempatan kali ini, mari kita bahas lebih lanjut tentang Term of payment dan jenis-jenisnya di bawah ini.

Pengertian Term Of Payment

Pengertian sederhana dari term of payment adalah suatu aturan pembayaran. Dalam ilmu ekonomi atau ilmu bisnis, term of payment merupakan salah satu komponen penting yang terdapat dalam transaksi yang umumnya setiap perusahaan memiliki aturannya masing-masing.

Aturan tersebut berisi cara pembayaran dan juga waktu pembayaran yang harus dilakukan. Untuk itu, tidak heran jika istilah ini sering dikaitkan dengan pertanyaan seperti kapan waktu paling lama pembayaran bisa ditunda.

Selain itu, beberapa ahli juga ada yang mengatakan bahwa term of payment adalah suatu ketentuan pembayaran yang akan dilakukan oleh pihak vendor atau supplier yang ditetapkan kepada para pelanggannya. Biasanya, nantinya Anda akan diberikan waktu pembayaran dimulai sejak 14 hari semenjak invoice dikirimkan.

Baca juga: Mengetahui Tahapan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perbedaanya Siklus Perusahaan Dagang

5 Istilah Pembayaran Term Of Payment Dalam Bisnis

Pada dasarnya, term of payment memiliki jenis yang sangat banyak karena setiap perusahaan memiliki standarnya masing-masing dalam menerbitkan term of payment. Walaupun begitu, masih banyak juga orang yang belum mengenal tentang jenis-jenis dari term of payment itu sendiri. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis term of payment yang bisa Anda adopsi ke dalam bisnis Anda.

1. Cash on Delivery (COD)

Untuk Anda yang sering melakukan jual beli online, pastinya Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah COD atau Cash on Delivery atau COD. Jadi, COD adalah salah satu jenis dari term of payment yang mana pihak pembeli harus langsung melakukan pembayaran ketika saat itu barang sudah diterima.

Beberapa toko online yang sudah pernah Anda kunjungi pasti ada yang menjelaskan tentang penerapan sistem COD ini.

2. Cash Before Delivery (CBD)

Anda yang biasa membeli produk secara online pasti akan melihat setiap produk dari penjual dan membaca deskripsi pembayarannya, apakah melakukan Cash Before Delivery atau CBD atau tidak.

Walaupun memang CBD memiliki kata cash di dalamnya, namun bukan berarti CBD adalah bentuk pembayaran yang dilakukan dengan uang tunai. Jadi, CBD lebih merujuk pada suatu sistem pembayaran  yang mewajibkan setiap pembeli untuk melakukan pembayaran terhadap produknya terlebih dahulu sebelum dikirim.

Saat ini, sudah banyak sekali pebisnis yang melakukan cara pembayaran yang seperti ini, artinya pembayaran yang harus dilakukan para pembeli bisa melalui ATM, kartu kredit, debit, gopay, dll.

Jenis term of payment seperti ini sudah sering sekali digunakan, khususnya pada jenis transaksi dengan jumlah pembayaran yang tidak terlalu besar.

3. Net d Days

Net d Days adalah istilah yang digunakan saat pembeli melakukan pembayaran secara penuh pada hari barang tersebut akan diterima. Sebagai contoh, jika net 30 days, maka itu artinya pembeli harus menyelesaikan pembayaran secara penuh dalam kurun waktu 30 hari.

4. Cash in Advance

Jenis term of payment selanjutnya yang sering digunakan adalah cash in advance yang mana metode pembayarannya harus dilakukan terlebih dahulu kepada pihak penjual. setelah pembeli memberikan uangnya kepada penjual, selanjutnya barang tersebut akan dikirimkan oleh penjual.

Itu artinya, pihak penjual tidak akan mengirimkan barangnya sebelum pihak pembeli menyelesaikan pembayaran terhadap produk barang yang diinginkannya.

5. End of Month (EOM)

End of Month atau EOM adalah cara pembayaran yang sering ditetapkan oleh para pebisnis yang mana setiap pembayarannya dilakukan dengan batas maksimal waktu yang diberikan. Dalam hal ini batas maksimal waktu yang diberikan adalah setiap akhir bulan atau pihak pembeli harus mampu menyelesaikan pembayaran maksimal 30 hari setelah akhir bulan.

Fungsi Payment Term

Setelah kita membahas tentang term of payment dan jenis-jenis yang terkandung di dalamnya, maka kali ini kita akan membahas tentang fungsi dari term of payment itu sendiri.

Jadi, fungsi utama dari term of payment bagi pihak pembeli adalah sebagai suatu alat cost control untuk perusahaan. Dengan adanya tawar-menawar harga yang pas, maka alur kas perusahaan akan bisa lebih terkontrol, dan mampu memberikan keuntungan financial aging untuk perusahaan.

Untuk itu, jangan heran jika dalam bisnis procurement, sering sekali harga barang tidak melulu dipermasalahkan dalam hal memilih vendor. Selain kemampuan vendor dalam menyediakan barang yang dibutuhkan, term of payment yang disediakan oleh pihak vendor juga menjadi salah satu faktor terpenting yang sering dilakukan oleh pihak purchaser.

Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa aliran kas yang baik akan jauh lebih penting daripada keuntungan yang didapat perusahaan. Kenapa? Karena keuntungan adalah hanyalah jumlah uang dalam angka, sedangkan aliran kas adalah uang yang sebenarnya sudah ada dan tersedia.

Mari kita ambil sedikit studi kasus yang menarik. Suatu hari ada perusahaan A yang ingin membeli suatu barang dari principal B dan harga setiap barangnya adalah seribu rupiah. Lalu, pihak perusahaan A ingin membeli barang tersebut dengan jumlah yang besar, yaitu seribu barang. Dalam transaksi tersebut dihasilkan kesepakatan bahwa term of payment yang disediakan oleh principal B adalah 6 bulan.

seiring berjalannya waktu, perusahaan A pun mendapatkan barang dan menjualnya kembali kepada pihak konsumen dengan sistem pembayaran COD. Dalam kurun waktu satu bulan, barang yang didapat dari perusahaan B pun sudah habis terjual.

Kita asumsikan bahwa perusahaan A pun menjual barang di perusahaan B tanpa margin keuntungan, artinya dijual dengan harga yang sama. namun, saat ini perusahaan A sudah memiliki uang satu juga rupiah yang wajib dibayarkan pada perusahaan B selama lima bulan mendatang.

nah, dalam waktu lima bulan tersebut, perusahaan A memiliki kesempatan untuk mengubah uang satu juta tersebut menjadi modal agar bisa terus berkembang. untuk itu, perusahaan A bisa melakukannya dengan berinvestasi atau melakukan deposito, dll.

Jadi, coba bayangkan jika jumlah tersebut adalah milyaran bukan cuma satu juta. Dengan pengaturan arus kas yang baik, bahkan tanpa adanya keuntungan sekalipun, perusahaan A masih bisa mendapatkan keuntungan.

untuk itu, jangan heran jika dalam proses penawaran harga, perusahaan besar terkadang tidak selalu mempermasalahkan harga dari pihak vendor. karena, term of payment menjadi salah satu faktor yang diperhatikan oleh pembeli.

Baca juga: Revaluasi Aset: Pengertian, Metode, Jurnal, Kelebihan dan Kekurangannya

Penutup

Berdasarkan penjelasan yang di atas, maka bisa kita simpulkan bahwa term of payment adalah suatu jenis transaksi yang sudah banyak digunakan oleh para pebisnis online maupun offline. Term of payment juga adalah salah satu komponen penting yang terdapat dalam transaksi yang umumnya setiap perusahaan memiliki aturannya masing-masing

Namun, untuk bisa melakukan sistem pembayaran seperti ini, Anda harus mampu melakukan pembukuan yang rapi dan tepat, seperti apa yang disediakan oleh software akuntansi dari Accurate Online.

Setiap pebisnis yang menggunakan software akuntansi ini akan terbantu dalam melakukan pembukuan bisnisnya. kelebihan lainnya adalah pebisnis akan mampu mengetahui secara cepat berapa jumlah stok produk barang yang tersedia di gudang.

dengan adanya stok produk tersebut, pihak perusahaan juga akan mampu membuat kebijakan terkait produk mana yang harus dijual dengan cepat daripada produk lainnya. Cara seperti ini akan membuat perusahaan menyentuh target penjualannya dengan tetap mampu memperhatikan persediaan yang ada.

Untuk itu, cobalah gunakan software akuntansi dari Accurate Online yang memiliki fitur lengkap, seperti laporan laba rugi, laporan keuangan, laporan perubahan modal, laporan arus kas, laporan persediaan barang, dll.

Accurate Online juga sangat mudah untuk digunakan, sehingga pembukuan yang Anda lakukan akan menjadi lebih menyenangkan dan strategi untuk mencapai target penjualan bisa dilakukan secara maksimal. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

https://accurate.id/lp/marketing-form/