Aktualisasi Diri: Ini Pengertian dan Cara Menerapkannya

Dalam meniti suatu karir, salah satu tujuan yang harus Anda capai adalah self-actualization atau aktualisasi diri. Namun, sebagian besar orang masih belum mengetahui cara untuk mencapainya. Padahal, salah satu kunci untuk mencapai kepuasan kerja adalah dengan aktualisasi diri.

Bahkan, beberapa pakar psikologi menjelaskan bahwa aktualisasi diri adalah salah satu faktor yang mampu membantu Anda untuk merasa berharga di tempat kerja.

Lantas, bagaimana cara yang baik dalam menerapkan aktualisasi diri di tempat kerja? Tenang, jangan khawatir. Karena pada kesempatan kali ini kami akan membagikan caranya kepada Anda secara lengkap lewat artikel tentang aktualisasi diri di bawah ini.

Apa itu Aktualisasi Diri

Seringkali, kata self-actualization dihubung-hubungkan dengan Abraham Maslow, salah seorang pakar Psikologi dari Amerika Serikat, yang sangat terkenal dengan teorinya tentang Maslow’s Hierarchy of Needs atau Hirarki Kebutuhan Maslow.

Dalam teorinya tersebut, Maslow menjelaskan bahwa aktualisasi diri adalah suatu kebutuhan paling tinggi di dalam kehidupan manusia. Sehingga, Maslow beranggapan bahwa sangat jarang manusia yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Meskipun memang istilah tersebut dipopulerkan oleh Maslow, namun pencetusnya bukanlah dia. Pencetus teori self-actualization yang sebenarnya adalah Kurt Goldstein.

Dirinya adalah seorang dokter spesialis psikiatri dan juga neuroanatomi yang menganggap bahwa aktualisasi diri adalah tujuan akhir dari semua manusia.

Aktualisasi tersebut berhubungan dengan keinginan untuk memenuhi kebutuhan diri dan kecenderungan pada setiap manusia untuk mewujudkan semua potensinya.

Selanjutnya, Goldstein menerangkan bahwa manusia akan berperilaku sesuai dengan motivasi yang menyeluruh tersebut.

Baca juga: Gaya Hidup Minimalis Adalah Tren Terkini Kaum Milenial, Ini Penjelasannya!

Karakteristik Orang yang Menerapkan Aktualisasi Diri

Untuk bisa memahami aktualisasi diri secara penuh, maka Maslow melakukan penelitian pada beberapa orang terkenal, seperti pada Ruth Benedict, Eleanor Roosevelt, dan juga Albert Einstein.

Berdasarkan penelitiannya, Maslow menyebutkan berbagai karakteristik yang menjadi ciri penting dari mereka yang sudah menerapkan aktualisasi diri.

Berdasarkan laman Simply Psychology, karakteristik orang yang sudah menerapkan aktualisasi diri adalah sebagai berikut:

  • Bisa menerima kekurangan setiap orang dan juga menerima kekurangan diri sendiri, bahkan seringkali dengan humor dan juga toleransi. Selain itu, mereka juga mampu jujur pada diri sendiri alih-alih berpura-pura untuk mengesankan semua orang.
  • Ciri lainnya adalah mereka lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain untuk mengarahkan hidupnya.
  • Mampu menjalin hubungan yang penuh kasih dan juga dalam dengan semua orang.
  • Mampu menyalurkan rasa syukur dan mempertahankan penghargaan yang dalam, bahkan untuk suatu keberkahan yang biasa dalam hidupnya.
  • Dengan cepat mampu menganalisis berbagai situasi.
  • Sangat jarang bergantung pada budaya atau lingkungan untuk membentuk opininya sendiri.
  • Mereka memandang hidup sebagai suatu misi yang memanggil mereka untuk bisa mencapai tujuan yang berada di luar dirinya sendiri.

Cara Menerapkan Aktualisasi Diri Di Tempat Kerja

Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan aktualisasi diri di tempat kerja, yaitu:

1. Belajarlah Menerima Diri

Hal yang harus Anda lakukan pertama kali dalam menerapkan aktualisasi diri adalah dengan belajar menerima diri Anda sendiri. Menerima diri sendiri ini bisa berarti merasa lebih nyaman dalam menerima berbagai hal yang tidak Anda ketahui dalam hidup.

Lebih dari itu, Anda juga harus bisa menghindari berbagai angan-angan dan melihat segala sesuatu secara lebih realistis.

2. Kenali Diri Anda Sendiri

Maslow menjelaskan bahwa aktualisasi diri akan menyiratkan bahwa ada diri sendiri yang harus diaktualisasikan. Menurutnya, manusia bukanlah segumpal tanah, tabula rasa, ataupun plastisin, tapi sesuatu yang sudah eksis.

Untuk itu, cobalah untuk mulai mengenali diri Anda sendiri secara lebih mendalam daripada berkonsultasi dengan sahabat Anda.

Tanpa kita sadari, seringkali kita lebih menyerahkan pendapat pada otoritas tertentu, padahal di dalam pendapat itu kita sebenarnya bisa mengidentifikasi diri kita sendiri.

3. Belajar Merasa Nyaman dengan Lingkungan Sekitar

Selanjutnya, hal yang harus Anda lakukan adalah dengan mencoba merasa nyaman dengan lingkungan kerja Anda. Hubungan yang Anda jalin dengan dengan rekan kerja Anda memiliki peran yang sangat penting dalam hidup. Hubungan tersebut pun sama pentingnya dengan memelihara hubungan dengan diri Anda sendiri.

Berdasarkan laman Healthline, orang yang mampu mengaktualisasi dirinya sendiri kerap kali merasa lebih tenang dan damai, karena mereka merasa nyaman dengan apa saja yang berada disekitar mereka.

Lingkungan yang lebih nyaman akan membuat dirinya untuk lebih mudah terbuka dan juga mengekspresikan dirinya sendiri.

4. Bersikap Jujur

Anda harus selalu bersikap lebih jujur walau tidak setiap saat. Intinya, Anda harus bisa bersikap lebih sopan ataupun diplomatis.

Maslow berpendapat bahwa dengan menjadi jujur, khususnya pada diri sendiri, adalah salah satu metode untuk mengambil tanggung jawab. Dirinya beranggapan bahwa dalam psikoterapi seseorang akan bisa melihat, mengetahui, dan merasakan suatu momentum dalam mengambil tanggung jawab.

Lalu, nantinya akan ada pengetahuan yang lebih jelas terkait rasa tersebut. Sehingga, hal itu bisa menjadi salah satu langkah yang besar. Setiap kali seseorang mengambil tanggung jawab, maka hal tersebut bisa menjadi aktualisasi diri.

5. Hindari Mengkhawatirkan Kesesuaian

Belajar lebih banyak tentang diri sendiri artinya Anda lebih sering mengandalkan diri sendiri untuk membuat penilaian pribadi.

Faktor lainnya mungkin dengan bertindak sebagai penengah, tapi saat Anda memahami diri Anda sendiri dengan lebih baik, maka Anda juga akan mengerti apa saja yang berhasil untuk Anda dan apa saja yang memang tidak.

Maslow menekankan bagaimana hal tersebut mampu membuat Anda menjadi tidak populer. Lalu, mampu mengakui dan juga mengandalkan diri sendiri adalah suatu hal yang baik dan sesuatu yang Maslow sangat yakini dibutuhkan dalam menerapkan aktualisasi diri.

6. Kembangkan Rasa Belas Kasih

Mereka yang menerapkan aktualisasi diri mempunyai perasaan yang sangat mendalam pada makhluk lain. Rasa belas kasih yang mereka terapkan mampu melampaui lingkaran sosial secara langsung, dan setiap orang yang mereka kenal di dalam kehidupan sehari-hari, hingga kemanusiaan serta dunia secara menyeluruh.

Rasa welas asih ini akan datang lebih mudah untuk sebagian orang daripada yang lainnya. Bila Anda memang kesulitan dalam memahami dan berempati dengan mereka yang berbeda dengan Anda, cobalah untuk belajar pada mereka yang mempunyai banyak pengalaman hidup berbeda.

Anda bisa mengambil pelajaran tersebut dengan cara membaca buku atau dari media lain yang dibuat oleh orang lain dengan latar belakang yang berbeda dengan Anda.

Mengapa Seseorang Membutuhkan Aktualisasi Diri?

Aktualisasi sangat diperlukan karena dari sana Anda akan menemukan cara paling baik dalam memanfaatkan kemampuan yang terdapat di dalam diri Anda sendiri, lalu Anda bisa mengambil langkah tepat dan mencapai impian Anda.

Misalnya Anda memiliki impian untuk menjadi penyanyi pop yang sangat terkenal. Anda menyukai musik dan pengetahuan bermusik Anda ternyata sangat baik, salah satunya adalah memainkan alat musik gitar.

Tapi, Anda tidak memiliki suara yang bagus. Nah, saat Anda menerapkan aktualisasi diri, maka Anda jadi tahu bahwa kemampuan yang bisa Anda jadikan sebagai senjata adalah keahlian dalam memainkan gitar.

Tapi, perlu Anda garis bawahi bahwa aktualisasi diri tidak selamanya harus membuat Anda sempurna ataupun bisa membuat hidup Anda berjalan mulus tanpa adanya hambatan apapun.

Jadi, walaupun Anda bisa memanfaatkan kemampuan yang ada dalam diri sendiri dengan baik, namun masalah hidup akan tetap ada. Namun, Anda akan bisa menyelesaikan berbagai masalah tersebut dengan mudah dan lebih baik.

Baca juga: Cari Muka dalam Dunia Kerja, Ini Ciri Cari Muka Karyawan Pada Atasan

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang aktualisasi diri. Jadi, aktualisasi diri adalah adalah suatu kebutuhan paling tinggi di dalam kehidupan manusia, namun tidak semua orang bisa memenuhinya.

Jadi, bila Anda sangat mahir dalam melakukan pembukuan, dengan menerapkan aktualisasi diri, Anda bisa mengetahui kemampuan Anda tersebut dan menjadikannya sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.

Namun, semahir apapun Anda dalam melakukan pembukuan, risiko untuk terjadinya kesalahan dalam pencatatan akan tetap ada. Selain itu, Anda juga tentunya akan memerlukan waktu yang lama dan sangat memerlukan banyak sumber daya bila dilakukan secara manual.

Untuk itu, mulai sekarang otomatisasikan proses pembukuan Anda dengan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena dengan menggunakan Accurate Online, Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan akurat. Sehingga, Anda bisa lebih fokus untuk mengerjakan pekerjaan lain yang lebih penting.

Lebih menariknya lagi, software yang sudah lengkap dan terintegrasi dengan berbagai lini bisnis ini bisa Anda nikmati dengan biaya investasi yang sangat terjangkau.

Bahkan, Anda bisa mencobanya lebih dulu secara gratis selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.accurate1

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

elvina

Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog Accurate Online, Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.