Jangan Asal, Ini Cara Meminta Maaf yang Baik dan Benar!

Ketika melakukan kesalahan pada orang lain, hal pertama yang kita lakukan ialah meminta maaf. Namun, apakah permintaan maaf tersebut sudah disampaikan dengan baik? Bagaimana cara meminta maaf yang baik agar tidak menyisakan masalah?

Faktanya, meminta maaf bukanlah hal yang mudah. Sebagian orang menganggap meminta maaf melukai ego mereka. Dalam kasus yang lebih buruk, banyak dari kita belum memahami cara meminta maaf yang baik. Padahal, permintaan maaf yang baik merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa kita pribadi yang bertanggung jawab dan menghargai sebuah hubungan.

Di sisi lain, permintaan maaf yang asal-asalan, seperti tidak jelas, mengganggu, menuntut, atau bahkan dengan melempar peringatan justru akan memperbesar masalah dan memperburuk hubungan. Begitu juga ketika kita tidak mengetahui secara pasti bagaimana cara meminta maaf yang baik.

Karena itu, artikel di bawah ini akan menguraikan 7 tips cara meminta maaf yang baik dan benar.

7 Tips Cara Meminta Maaf yang Baik dan Benar

1. Sadari dan Akui Kesalahan

Tahapan utama dari cara meminta maaf yang baik adalah dengan menyadari dan mengakui kesalahan yang telah diperbuat. Tentunya dengan pemahaman yang tepat dan spesifik tentang kesalahan tersebut.

Mengapa? Karena akan sulit rasanya meminta maaf dengan baik apabila kita tidak benar-benar mengetahui apa kesalahan kita. Alih-alih terselesaikan dengan baik, permintaan maaf yang umum dan tidak mendetail justru bisa membuat masalah semakin besar.

Jika tidak tahu persis apa kesalahan yang telah diperbuat, misalnya pada orang yang tidak kita kenal dengan baik, coba saja untuk menanyakannya. Tentunya dengan perkataan yang tidak menyinggung dan sikap berhati-hati.

Baca juga: Aktualisasi Diri: Ini Pengertian dan Cara Menerapkannya

2. Jangan Cari Pembenaran

Permintaan maaf yang baik tidak akan disertai dengan pembenaran. Entah dengan alasan kebaikan ataupun dengan menyalahkan seseorang.

Hal ini menekankan bahwa permintaan maaf yang kita sampaikan tidaklah berarti atau sekedar formalitas saja.

Hal ini juga sering ditunjukkan dengan penggunaan kata “jika” atau “tapi” dalam permintaan maaf, yang hampir selalu menandakan adanya rasionalisasi atau pembenaran atas apa yang kita lakukan.

3. Ungkapkan Permintaan Maaf dan Penyesalan

Ungkapkan permintaan maaf dan penyesalan atas apa yang telah diperbuat. Sampaikan bahwa kita sungguh menyesal karena telah menyakitinya.

Hal ini menandakan ketulusan permintaan maaf dan kepedulian kita. Pun, menunjukkan penyesalan mendalam dan berharap seharusnya kita tidak melakukan hal tersebut.

4. Jangan Berlebihan

Cara meminta maaf yang baik juga tidak perlu dengan berlebihan. Hal tersebut mungkin meringankan perasaan kita, namun tidak bagi lawan bicara. Kemungkinan terburuk, mereka justru mempertanyakan ketulusan dan merasa dipaksa untuk segera memaafkan kesalahan kita.

Karena itu, sampaikan permintaan maaf secukupnya dan beri waktu bagi mereka untuk merespon. Jangan memaksanya pula untuk memaafkan. Jadi, berikan jarak dan waktu bagi mereka untuk memaafkan.

5. Buktikan Dengan Tindakan

Mengutarakan permintaan maaf memang memberikan dampak yang besar, sama halnya dengan tindakan memperbaiki kesalahan tersebut. Bahkan, melalui tindakan, dampak yang diberikan bisa lebih besar dan memperkuat hubungan dengan orang tersebut.

Contoh dari tindakan ini bisa dengan menawarkan solusi alternatif sehingga orang lain dapat merasakan niat kita dalam meminta maaf dan memperbaiki hubungan.

6. Berubah Menjadi Lebih Baik

Cara meminta maaf yang baik selanjutnya yakni dengan berubahlah menjadi pribadi yang lebih baik. Menyatakan permintaan maaf saja tidaklah cukup. Karena itu, sampaikanlah bahwa kita akan berubah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Tentunya, apa yang disampaikan tidak boleh hanya sekedar ucapan. Buktikan kesungguhan kita dalam meminta maaf dan tepati janji untuk menjadi lebih baik.

7. Jangan Anggap Sebagai Kompetisi

Sebagian orang menganggap permintaan maaf adalah sebuah kompetisi. Dimana mereka enggan meminta maaf dan merasa seperti egonya terlukai karena mengaku salah. Padahal, permintaan maaf adalah bukti bahwa kita menghargai sebuah hubungan. Maka dari itu, hilangkanlah rasa gengsi saat meminta maaf.

Selain itu, lakukanlah permintaan maaf dengan kerendahan hati. Begitu pun pemilihan bahasa agar permintaan maaf lebih berpengaruh dan pesan tersampaikan dengan baik.

Baca juga: Nepotisme Adalah Suatu Tindakan yang Merugikan, Ini Ciri-Cirinya!

Kesimpulan

Mengingat kesalahan memang tidak menyenangkan, terutama ketika kita tahu bahwa hal tersebut telah menyakiti orang yang kita sayangi. Namun, jika kita benar-benar merasa bersalah, yang kita pikirkan hanya bagaimana kita meminta maaf pada orang tersebut. Maka dari itu, pahami dan akuilah dulu kesalahan yang telah diperbuat.

Berhenti pula mencari pembenaran atas tindakan yang kita lakukan. Ungkapkan permintaan maaf dan penyesalan dengan sungguh-sungguh, sebagaimana kita berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kita juga perlu mengingat bahwa tidak semua permintaan maaf bisa langsung diterima. Berilah waktu pada mereka untuk memaafkan kesalahan yang telah kita perbuat. Yang terpenting adalah kita telah menyatakannya dengan ketulusan dan kerendahan hati yang berharap untuk memperbaiki hubungan.

Di samping cara meminta maaf yang baik kepada orang lain, terkadang kita juga perlu meminta maaf dan memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang pernah kita lakukan. Mulai dari hal-hal kecil sampai besar, seperti mengatur keuangan.

Tidak bisa dipungkiri beberapa dari kita pernah mengalami masalah finansial karena pengaturan keuangan yang buruk. Di titik itulah sebenarnya kita membutuhkan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Untuk mempermudah pengelolaan keuangan itu, beralihlah dari cara manual dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online, suatu aplikasi yang mampu menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan laporan bisnis yang Anda butuhkan secara otomatis, cepat, dan akurat.

Berbagai fitur dan modul pun tersedia di dalamnya sehingga pengelolaan keuangan akan lebih efektif dan efisien.

Ayo coba Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.accurate1 

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

1 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?