Cara Nego Gaji dan Tips Ampuhnya Ketika Sesi Interview Kerja

Karena nego gaji adalah suatu hal yang dianggap biasa, terutama dalam proses interview kerja ataupun perpanjangan kontrak, maka Anda sebagai karyawan harus mengetahui cara nego gaji yang baik.

Proses negosiasi gaji ini seringkali menjadi hal yang cukup menyulitkan untuk para karyawan ataupun HRD perusahaan. Nah, agar proses di dalamnya tidak menjadi beban, berikut ini kami berikan tips cara nego gaji yang baik dan benar.

Tips Cara Nego Gaji yang Baik dan Tepat

Berdasarkan laman Indeed, terdapat setidaknya 58% koresponden yang mengaku bahwa dirinya belum pernah melakukan negosiasi gaji. Terdapat alasan kenapa orang enggan sekali untuk melakukan nego gaji, salah satunya adalah ketidakpercayaan diri atas pekerjaan yang nantinya akan dikerjakan.

Bahkan berdasarkan jurnal yang diterbitkan pada tahun 2011 dan ditulis oleh Guido Heineck berjudul Does it Pay to be Nice? Personality and Earnings in UK menjelaskan orang yang enggan untuk melakukan nego gaji cenderung menginginkan pekerjaan yang biasa-biasa saja.

Mereka sangat enggan untuk terlibat di dalam pekerjaan yang mempunyai tanggung jawab lebih dan terlibat di dalam situasi konflik di dalam pekerjaan mereka.

Namun sebenarnya ada alasan lain kenapa karyawan enggan melakukan negosiasi gaji. Diantaranya mereka tidak mengetahui hal apa saja yang harus mereka lakukan saat menghadapi hal tersebut.

Nah, berikut ini adalah cara nego gaji yang baik:

1. Lakukan Riset tentang Kisaran Gaji dalam Bidang Pekerjaan Anda

Cara nego gaji yang pertama adalah dengan melakukan riset terkait nilai gaji Anda di pasaran dalam bidang pekerjaan Anda saat ini.

Walaupun tips ini terkesan klise, namun sangat penting untuk dilakukan agar Anda bisa mendapatkan gambaran dan mengetahui rata-rata gaji pada bidang pekerjaan Anda saat ini.

Sama seperti kegiatan tawar-menawar saat membeli barang di pasar, negosiasi gaji pun mempunyai mekanisme yang serupa. Dengan mengetahui rata-rata gaji di pasaran, maka Anda bisa menawarkan rata-rata gaji tertinggi sampai akhirnya mendapatkan kesepakatan yang ideal antara Anda dengan perusahaan.

Anda bisa memulainya dengan mencari rata-rata gaji dalam bidang pekerjaan yang sama, ukuran usaha, industri, dan lokasi yang sama di situs pekerjaan tertentu.

2. Berkaca pada Situasi Anda saat Ini

Nilai gaji yang akan Anda dapatkan akan sangat tergantung dengan nilai yang ada pada diri Anda. Selain harus melakukan riset gaji, Anda juga harus berkaca pada diri Anda sendiri bila ingin melakukan negosiasi gaji.

Terdapat beberapa hal yang harus Anda pertimbangan dalam diri Anda sendiri sebelum melakukan negosiasi gaji, yaitu pengalaman, tingkat pendidikan, kepemimpinan dan tingkat karir, serta sertifikasi dan skill set Anda, dan juga lamanya waktu menganggur Anda.

Baca juga: Profesionalitas Kerja: Ini Pentingnya di Dalam Bisnis

3. Benefit

Cara nego gaji yang satu ini sangat penting untuk Anda perhatikan. Saat anda ditawarkan gaji, pastikan juga Anda menanyakan benefit ataupun kompensasi yang nantinya akan Anda terima selain gaji. Terkait hal ini, banyak calon karyawan yang enggan atau malu menanyakan. Padahal, benefit adalah salah satu unsur di dalam gaji.

Pastinya setiap perusahaan mempunyai benefitnya masing-masing. Untuk itu, ketika melakukan nego gaji, Anda harus menanyakan benefit spesial yang hanya ada di dalam perusahaan Anda saat ini.

Mengetahui benefit perusahaan juga nantinya bisa menjadi sarana trade off saat mencoba cara nego gaji. Saat perusahaan enggan memberikan gaji di bawah ekspektasi, maka Anda bisa meminta benefit yang bisa mengakomodasi kebutuhan Anda.

4. Tetap Tenang dan Tunjukkan Sikap Ramah

Walaupun Anda sudah dinyatakan lolos dan diterima oleh perusahaan, Anda akan tetap dituntut untuk menjual diri Anda pada tim HR. Caranya adalah dengan tetap bersikap ramah dan baik pada negosiator gaji.

Berdasarkan laman Harvard Business Review, setiap karyawan harus mampu mengatur tensi yang tidak diinginkan saat melakukan negosiasi gaji. Laman tersebut menjelaskan bahwa Anda harus tetap sopan, memberikan ucapan syukur pada tim HR, dan bersikap tidak serakah.

Hindarilah pernyataan atau pertanyaan yang terlalu menggebu-genu dan memaksa dalam melakukan nego gaji. Saat proses negosiasi terlihat mulai ada tensi, maka Anda bisa menenangkan diri dan diam beberapa saat.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh MIT Sloan School Management pada 354 siswa, keheningan terbukti mampu menjadikan pikiran yang buntu menjadi lebih tenang dan menjadi lebih deliberatif. Artinya, karyawan dan tim HR bisa memberikan ide dan jalan tengah dari adanya proses diam tersebut.

Baca juga: Mengenal Pegawai Swasta: Hak dan Kewajibannya

5. Jangan Malu untuk Bertanya

Pada dasarnya, negosiasi adalah kegiatan dua arah. Sehingga kedua belah pihak bisa saling melontarkan pertanyaan atau pernyataan. Dalam hal ini, Anda tidak perlu lagu untuk menanyakan negosiasi gaji.

Berdasarkan laman Glassdoor, terdapat beberapa pertanyaan penting yang bisa Anda lontarkan saat melakukan nego gaji, salah satunya adalah membuka pertanyaan terpenting, yaitu “Apakah Gaji yang Ditawarkan bisa Dinegosiasikan”?

Bila Anda tidak menanyakan hal ini pada saat job offering, pastinya Anda tidak akan mungkin bisa melakukan negosiasi gaji, karena tidak banyak perusahaan yang secara inisiatif membuka diskusi negosiasi gaji.

6. Jangan Ragu untuk Jual Mahal

Seorang konsultan HR Silicon Valley bernama Kyle Elliot, menjelaskan bahwa Anda memiliki hak untuk menutup diskusi bila negosiasi gaji ditawarkan tidak sesuai. Untuk karyawan, adalah hal yang wajar untuk jual mahal saat gaji yang ditawarkan tidak sebanding dengan jabatan yang akan diemban.

Hal tersebut juga berlaku bila Anda sedang ditawari gaji oleh lebih dari dua perusahaan pada waktu yang bersamaan.

Baca juga: Berkas Lamaran Kerja yang Umum Diminta Perusahaan

Penutup

Demikianlah tips dan juga cara negosiasi gaji untuk karyawan. Terdapat dua hal penting terkait lancar atau tidaknya suatu negosiasi. Pertama, impresi HR atas berbagai penawaran yang Anda berikan. Kedua, kepercayaan diri untuk bisa melakukan negosiasi gaji.

Bila proses negosiasi gaji telah memperoleh kata sepakat, maka sebagai pihak dari perusahaan, Anda bisa membantu karyawan untuk bisa meningkatkan performa kerjanya dengan memberikan fasilitas tertentu, seperti dengan menyediakan tools atau sistem digital.

Nah, salah satu tools yang mampu membantu karyawan Anda, terutama karyawan yang tergabung dalam tim finance, adalah aplikasi akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Kenapa? Karena Accurate Online mampu menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat, dan akurat.

Bahkan, di dalamnya terdapat fitur bisnis lain yang tidak hanya bisa digunakan oleh tim finance saja, karena ada juga fitur perpajakan, persediaan, penjualan, persediaan, manufaktur, dan masih banyak lagi. Dengan Accurate Online, bisnis jadi lebih mudah!

Penasaran? Klik banner di bawah ini untuk mencoba Accurate Online selama 30 hari, Gratis!