Manfaat Decluttering Bagi Kesehatan Mental dan Tips Memulainya

Pernah merasa rumah begitu sesak karena barang-barang yang tidak terpakai dan bertumpukan di rumah? Mungkin ini saatnya untuk melakukan decluttering.

Sebagian besar dari kita mungkin masih asing dengan istilah dalam dunia interior ini. Decluttering berasal dari kata clutter yang mengacu pada semua barang yang disimpan di dalam atau di sekitaran rumah yang tidak menambah nilai atau memberikan manfaat.

Adapun definisinya secara keseluruhan yaitu kegiatan membersihkan dan memilah barang yang sudah tidak dipakai dengan tujuan membuat ruang yang lebih luas dan nyaman di dalam hunian.

Lebih lanjut, Marie Kondo, konsultan tata ruang terkenal dari Jepang, menyebutkan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menyingkirkan barang yang tidak memberikan kebahagiaan bagi si pemilik. Sesuai fakta, tumpukan barang yang tidak terpakai memang bisa menjadi sumber stres bahkan depresi.

Karena itu, artikel di bawah ini akan membahas lebih lanjut manfaat decluttering bagi kesehatan mental dan beberapa tips untuk memulainya.

Manfaat Decluttering Bagi Kesehatan Mental

Decluttering tidak hanya membuat proses menyimpan dan mencari barang menjadi jauh lebih mudah. Laura Kinsella, Pendiri dan Penata Professional Urban Organyze, menyebutkan bahwa kegiatan memilah barang di rumah ini dapat membantu kita memeriksa diri dan tujuan hidup melalui proses penguraian yang lebih sederhana.

Sophie Scott, Ahli Saraf Kognitif di University College London juga mengatakan bahwa merapikan rumah bisa membantu meningkatkan hormon yang diketahui bisa membawa perasaan senang dan meningkatkan suasana hati.

Begitu pun Psychology Today yang menuliskan bahwa kegiatan ini bisa meningkatkan kepercayaan diri seseorang sebab kondisi perabotan rumah yang lebih tertata.

Lebih lanjut, berikut lima manfaat decluttering bagi kesehatan mental.

1. Mengurangi Stres

Menurut Dr. Robert London, seorang ahli kesehatan mental yang berbasis di New York City, kekacauan barang di dalam rumah dapat menyebabkan kecemasan, rasa malu, dan tekanan.

Rasa cemas bahkan bisa muncul ketika melihat kondisi lemari pakaian atau garasi yang berantakan. Hal ini tentu berbahaya karena stres dan kecemasan yang tidak perlu seperti dalam kasus ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang tidak terduga.

Dengan menata ulang dan memilah barang-barang di rumah, kita bisa merasa lebih baik dan menganggap rumah sebagai tempat yang tenang serta damai untuk pemulihan tenaga.

Baca juga: Jangan Asal, Ini Cara Meminta Maaf yang Baik!

2. Membantu Orang Lain

Jika sebuah barang sudah tidak dibutuhkan dan tidak dipakai lagi, sementara kondisinya masih bagus, ada baiknya diberikan saja pada mereka yang membutuhkan.

Kita bisa memilah terlebih dahulu dan mendonasikan barang-barang tersebut kemudian. Dengan begitu, tidak hanya kualitas hidup yang meningkat, namun juga hubungan antar sesama manusia.

3. Kebiasaan Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Menghentikan kebiasaan buruk, seperti menyia-nyiakan barang dan membiarkan rumah berantakan, tentu menjadi hal yang membanggakan, setidaknya untuk diri sendiri. Terutama ketika kita tau bahwa kebiasaan buruk tidak bisa hilang dalam semalam. Maka sekecil apa pun proses yang telah kita lewati menjadi suatu hal yang memuaskan.

Dengan begitu, bukankah hidup menjadi lebih tertata dan bahagia?

4. Membantu Meminimalisir Kecelakaan

Beberapa kasus membuktikan bahwa rumah yang berantakan cenderung tidak aman. Sulit bagi kita untuk menikmati dengan maksimal ruangan yang ada di rumah apabila kotak-kotak penyimpanan atau barang-barang berserakan dimana-mana.

Resiko kecelakaan juga semakin besar apabila terdapat balita atau anak kecil di rumah. Terlebih ketika wadah-wadah penyimpanan semakin banyak tertumpuk sebab tidak disortir dengan baik.

5. Menghemat Waktu, Uang, dan Tenaga

Kita bisa menghemat banyak waktu, uang, dan tenaga melalui pengelolaan barang yang baik. Contohnya saja, ketika barang-barang tertata rapi, kita membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih sedikit untuk mencarinya. Begitu pun kita akan menghemat biaya karena tidak perlu membeli wadah-wadah penyimpanan.

Tips Memulai Decluttering

Meski terdengar mudah, kegiatan menyortir barang-barang di rumah bisa menjadi hal yang melelahkan dan sulit untuk dilakukan. Terutama bagi para pemula. Berikut ini lima tips yang bisa dilakukan untuk memulai decluttering secara efektif.

1. Mulai dari Satu Area

Langkah paling sulit dalam melakukan suatu kegiatan baru adalah ketika memulainya.  Karena itu, pilihlah satu area yang paling sering digunakan terlebih dahulu, misalnya ruang tamu, kamar tidur, atau dapur. Cara ini juga bisa membantu menghindari kelelahan.

2. Gunakan Metode 4 Kotak

Marie Kondo juga memperkenalkan beberapa metode decluttering, salah satunya ialah metode empat kotak praktis.

Caranya dengan menyiapkan empat buah kotak yang dibagi berdasarkan kategori barang yang akan disimpan, dibuang, didonasikan, dan diperbaiki. Selanjutnya, kita bisa langsung memisahkan semua barang dan meletakkannya ke dalam kotak yang sesuai fungsinya.

3. Siapkan 1 Kotak Khusus untuk Barang Tertentu

Setelah melakukan metode empat kotak, kita bisa melanjutkan dengan menambahkan satu kotak tambahan yang diberi label “maybe box”.

Kotak ini berfungsi sebagai tempat barang yang masih dirasa akan digunakan kembali dan sayang untuk langsung dibuang.

4. Lakukan Secara Rutin

Atur jadwal merapikan dan memilah barang setiap sebulan sekali guna membuat rumah senantiasa rapi dan bersih. Melakukannya secara rutin juga akan membantu kita menyelesaikan kegiatan ini dengan cepat dan tidak melelahkan.

5. Bijak dalam Membeli

Jangan jadikan decluttering sebagai alasan untuk membeli barang baru. Belilah barang yang benar-benar dibutuhkan dan digunakan. Jangan lapar mata dan bijaklah dalam membeli agar barang tidak berakhir menjadi sampah.

Baca juga: Tips Mengasah Kemampuan Berpikir Out of The Box

Penutup

Decluttering bukan sekedar kegiatan merapikan barang, melainkan kegiatan yang dilakukan guna membuat hunian lebih nyaman dan kesehatan mental yang lebih baik dengan menyingkirkan barang-barang yang sudah tidak digunakan.

Adapun bagi para pemula, jangan ragu untuk memulainya sesuai dengan tips yang telah dijabarkan di atas. Yang terpenting adalah lakukan kegiatan ini dengan rutin dan jadikan sebagai kebiasaan positif dalam menjalani hidup.

Pengelolaan barang yang baik akan mengantarkan kita kepada kehidupan yang lebih nyaman. Begitu pun pengelolaan keuangan yang mengarahkan kita mencapai kondisi keuangan yang sehat dan tercapainya tujuan keuangan.

Mungkin, ini juga saatnya bagi kita untuk mulai mencatat keuangan dengan cara yang lebih praktis. Sebagaimana yang diberikan oleh Accurate Online, software akuntansi dan bisnis yang menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan laporan bisnis.

Berbagai fitur dan modul pun tersedia di dalamnya guna pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan efisien.

Jika Anda ingin mencobanya gratis selama 30 hari, silahkan klik banner di bawah ini.accurate 3 banner bawah

elvina

Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog Accurate Online, Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.