Komunikasi Nonverbal: Ini Pengertian, Fungsi, dan Ragam Jenisnya

Secara umum, terdapat dua jenis komunikasi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dua jenis komunikasi tersebut yakni komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Jika komunikasi verbal adalah komunikasi yang disampaikan secara langsung menggunakan kata-kata, maka komunikasi nonverbal adalah komunikasi tanpa kata-kata.

Komunikasi nonverbal sebenarnya digunakan hampir di setiap saat kita berkomunikasi. Hanya saja, jarang disadari dan diketahui. Padahal, komunikasi nonverbal adalah metode berkomunikasi yang berperan sama pentingnya seperti komunikasi verbal.

Artikel berikut ini akan membahas lebih lanjut tentang pengertian, fungsi, serta ragam jenis komunikasi nonverbal.

Apa Itu Komunikasi Nonverbal?

Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan tanpa kata-kata, melainkan menggunakan tindakan. Komunikasi non-verbal juga bisa didefinisikan sebagai transfer informasi melalui penggunaan bahasa tubuh, seperti mimik wajah, gerakan tangan, intonasi suara, hingga kecepatan berbicara.

Komunikasi nonverbal bisa berbeda antara satu orang ke orang lainnya, begitu pun antara satu budaya ke budaya lainnya. Karena itu, komunikasi non-verbal membutuhkan peran penting terkait cara menyampaikan informasi dan makna sesuai isi pesan, begitupun cara menafsirkan tindakan atau pesan yang diterima agar tidak terjadi miskomunikasi antar komunikator dan komunikan.

Baca juga: 7 Unsur Komunikasi: Jenis dan Elemen yang Perlu Anda Ketahui

Apa Saja Fungsi dari Komunikasi Nonverbal?

Fungsi utama komunikasi nonverbal adalah untuk mengirimkan makna melalui repetisi, aksentuasi, hingga komplemen. Bahkan, bisa menjadi substitusi dan kontradiksi dari maksud pesan yang ingin disampaikan. Berikut ini penjelasan lima fungsi komunikasi berdasarkan penuturan Mark L. Knapp (1972).

1. Repetisi

Fungsi ini dimaksudkan untuk mengulangi maksud dari komunikasi verbal. Contohnya menganggukkan kepala ketika mengatakan “iya” dan menggelengkan kepala ketika mengatakan “tidak”.

2. Substitusi

Ada kalanya, komunikasi ini cukup untuk mengirim pesan dan tujuan. Di samping lebih ekspresif dan bermakna daripada kata-kata, komunikasi nonverbal juga lebih mudah dilakukan dan dipahami dalam banyak kasus. Bahkan menjadi solusi terbaik dalam mengatasi keterbatasan bahasa.

Beberapa contoh umum dari fungsi ini adalah melambaikan tangan sebagai pengganti ucapan “halo” atau “selamat tinggal”.

3. Kontradiksi

Kontradiksi adalah penolakan pesan verbal atau pemberian makna lain terhadap pesan verbal yang disampaikan. Kontradiksi bisa berfungsi sebagai humor atau sindiran. Sebagai contoh, seseorang memuji prestasi orang lain, namun sambil mengolok-olok.

4. Aksentuasi

Aksentuasi berfungsi menambahkan intensitas atau kekuatan pada kata-kata verbal. Contohnya ketika mengucapkan kata-kata “Aku senang bisa melihatmu lagi!” dengan lebih keras dan antusias kepada teman yang sudah lama tidak kita jumpai.

5. Komplemen

Fungsi komplemen diartikan sebagai upaya melengkapi serta memperkaya makna pesan verbal.

Ragam Jenis Komunikasi Nonverbal

Inti dari komunikasi nonverbal adalah menyampaikan informasi, sama halnya seperti komunikasi verbal. Begitu pun komunikasi non-verbal yang terbagi ke dalam beberapa jenis, yang baik untuk diketahui dan dilakukan guna meningkatkan keterampilan berkomunikasi secara keseluruhan.

1. Ekspresi wajah

Ekspresi wajah merupakan salah satu jenis komunikasi yang paling sering digunakan. Saat berkomunikasi pun ekspresi wajah adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum mendengar apa yang lawan bicara katakan.

2. Gestur

Gestur atau gerakan tubuh yang paling sering digunakan dalam komunikasi nonverbal yaitu melambai, menunjuk, atau menganggukkan kepala. Gestur pun juga dipengaruhi oleh budaya dalam suatu masyarakat, berbeda dengan ekspresi wajah yang lebih universal.

3. Postur Tubuh

Postur tubuh tergolong jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi, terlebih jika dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu.

4. Paralinguistik

Aspek paralinguistik dalam konteks komunikasi nonverbal meliputi nada bicara, volume suara, dan ketinggian nada yang bisa menunjukkan makna sebenarnya dalam suatu pembicaraan.

5. Tatapan mata

Cara seseorang melihat, menatap, dan berkedip dinilai bisa menunjukkan berbagai emosi yang ada pada diri pembicara. Begitu pun tatapan mata yang sering dijadikan patokan untuk menentukan apakah seseorang jujur atau tidak.

6. Sentuhan

Sentuhan bisa digunakan untuk mengomunikasikan berbagai emosi, mulai dari kasih sayang, keakraban, hingga simpati.

7. Penampilan

Penampilan bisa menentukan cara pandang dan reaksi seseorang terhadap orang lain, karena penampilan merupakan salah satu hal yang bisa dilihat pertama kali. Kendati demikian, informasi yang didapat dari sebuah penampilan biasanya berbeda-beda antar masyarakat, sesuai dengan kondisi sosial dan budaya.

8. Proksemik

Proksemik merupakan jenis komunikasi  yang berupa jarak saat komunikasi berlangsung. Jarak atau ruang dalam komunikasi ini pun biasanya ditentukan oleh seberapa akrab dan nyaman seseorang dengan lawan bicara.

Baca juga: Komunikasi Asertif Adalah Komunikasi yang Berani Mengutarakan Pendapat, Ini Tipsnya!

Kesimpulan

Demikianlah uraian singkat tentang komunikasi nonverbal yang menyadarkan kita betapa sama pentingnya komunikasi ini dengan komunikasi verbal. Bahkan, komunikasi non-verbal sifatnya lebih jujur dalam mengungkapkan suatu hal, karena komunikasi non-verbal adalah respon otomatis terhadap situasi yang cenderung dilakukan secara tidak sadar.

Jenis komunikasi inipun dapat meningkatkan keefektifan dan keterampilan berkomunikasi, serta mempermudah komunikator dalam mengirimkan pesan dan komunikan dalam menerima pesan. Perlu diingat pula bahwa komunikasi non-verbal adalah tetap dan selalu ada. Jadi, baik adanya apabila kita mulai menerapkan komunikasi non-verbal dalam kehidupan sehari-hari, tentunya dengan penempatan yang sesuai dengan situasi dan kondisi.

Seperti halnya komunikasi nonverbal, perencanaan keuangan pun penting untuk dipelajari, terlebih jika Anda bekerja di bidang komunikasi keuangan. Begitu pun dengan perorangan maupun penggiat usaha, perencanaan dan laporan keuangan dapat menunjukan sehat atau tidaknya kondisi keuangan.

Accurate online merupakan software akuntansi yang mampu menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, seperti laporan arus kas, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan banyak lagi laporan lainnya.

Selain itu, di dalamnya juga sudah tersedia berbagai fitur dan modul yang mampu membuat berbagai lini industri bergerak lebih efisien dan efektif.

Ingin mencoba semua kelebihan dan fitur menarik dari Accurate Online tersebut? Silahkan klik banner di bawah ini.accurate fokus pengembangan

elvina

Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog Accurate Online, Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.