Komunikasi Asertif Adalah Komunikasi yang Berani Mengutarakan Pendapat, Ini Tipsnya!

Bila Anda adalah salah satu orang yang cukup sering kesulitan dalam mengungkapkan perasaan ataupun pendapat di dalam dunia kerja. Kemungkinan besar komunikasi asertif adalah kemampuan yang sangat Anda perlukan untuk mengatasi hal tersebut.

Harus kita akui bersama bahwa terkadang kita merasa tidak enak ketika ingin mengatakan suatu pendapat ataupun opini pada rekan kerja ataupun ketika sedang rapat.

Perasaan tidak enak ini timbul karena khawatir menyakiti perasaan orang lain atau bahkan khawatir secara tidak langsung bisa menghakiminya. Permasalahan ini sebenarnya bisa kita atasi dengan menggunakan kemampuan komunikasi asertif.

Lantas, apa itu komunikasi asertif? Berikut ini kami berikan penjelasan lengkap tentang komunikasi asertif khusus untuk Anda.

Apa Itu Komunikasi Asertif?

Berdasarkan laman resmi Indeed, komunikasi asertif adalah suatu cara komunikasi yang dilakukan secara terbuka dan dengan tetap menjaga rasa hormat kepada lawan bicara.

Pengertian lain dari komunikasi asertif adalah komunikasi yang bersifat kuat dan juga tegas namun tetap tenang dan santai.

Di dalam dunia kerja, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dan harus terus dijaga antar setiap individu. Walaupun begitu, jika komunikasi dilakukan secara agresif, maka kemungkinan besar bisa menyakiti lawan bicara karena Anda lebih mementingkan ego daripada kepentingan umum.

Di lain hal, komunikasi yang dilakukan secara pasif juga dianggap tidak baik, karena hal tersebut akan melemahkan pendapat yang akan Anda utarakan. Nah, diantara komunikasi agresif dan pasif, komunikasi asertif adalah solusi dalam melakukan komunikasi di dunia kerja.

Penyampaian yang dilakukan secara tegas namun tetap menjaga rasa hormat kepada lawan bicara mampu menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

Selain itu, saat Anda ingin mengutarakan kebutuhan ataupun keinginan, maka harus berdasarkan pertimbangan kebutuhan dan juga keinginan dari orang lain.

Contohnya, Anda mengatakan pada atasan bahwa Anda ingin mengerjakan pekerjaan Anda di keesokan harinya dengan alasan ada deadline lain yang lebih prioritas. Namun, atasan Anda tetap mengatakan bahwa pekerjaan tersebut harus diselesaikan hari ini.

Nah, dalam hal ini terpaksa Anda harus bisa mempertimbangkan kebutuhan orang lain, yaitu perusahaan dan atasan Anda.

Baca juga: 4 Jenis Gaya Pengambilan Keputusan dan Contohnya

Manfaat dari Komunikasi Asertif

Terdapat beberapa manfaat yang akan Anda rasakan saat menerapkan komunikasi asertif di dalam dunia kerja. Berdasarkan laman Mind Tools, salah satu manfaat dari komunikasi asertif adalah mampu mengurangi rasa cemas dan stress di dalam lingkungan kantor.

Kenapa? Karena bila Anda mempunyai gaya bicara asertif, maka Anda akan cenderung lebih percaya diri dalam mengutarakan pendapat ketika ada suatu hal yang ingin dan harus Anda ucapkan.

Sehingga, Anda tidak akan memendamnya saja dan akan mengucapkannya secara tegas dan tenang tanpa harus menyakiti lawan bicara yang ada di hadapan Anda.

Selain itu, manfaat lain dari komunikasi asertif adalah Anda bisa tetap memperoleh rasa hormat dari orang lain. Kenapa? Karena Anda mampu melakukan identifikasi keinginan dan juga kebutuhan orang lain ketika ingin mengucapkan isi hati Anda.

Cara Meningkatkan Komunikasi Asertif

Setelah kita mengetahui bersama tentang pengertian dan manfaat dari komunikasi asertif, lantas bagaimana cara meningkatkan kemampuan ini dengan baik. Nah, cara meningkatkan komunikasi asertif adalah sebagai berikut.

1. Perhatikan Selalu Gaya Komunikasi Anda

Dilansir dari laman Indeed, selalu memperhatikan gaya komunikasi pribadi akan menjadi suatu hal yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi asertif. Jadi, apakah saat ini gaya bicara Anda agresif atau pasif?

Berdasarkan hal tersebut, maka Anda akan mengetahui peluang apa saja yang bisa Anda tingkatkan dalam gaya bicara Anda. Misalnya, bila saat ini gaya bicara Anda lebih pasif, maka cobalah untuk meningkatkan ketegasan Anda dalam melakukan komunikasi agar tidak dinilai terlalu pasif.

2. Selalu Meminta Feedback

Kebanyakan orang menganggap bahwa sistem belajar yang baik adalah dengan menerapkannya secara langsung. Untuk itu, jangan ragu untuk langsung mempraktekan gaya komunikasi asertif Anda pada lawan bicara di lingkungan kerja.

Bila sudah, Anda bisa langsung meminta feedback dari mereka, apakah masih ada yang harus diperbaiki atau sudah cukup bagus? Dengan begitu, Anda akan mempelajari banyak sekali hal dengan cepat dari berbagai perspektif rekan kerja.

3. Gunakanlah Bahasa Tubuh yang Kuat

Salah satu cara yang paling baik dalam mempraktekkan komunikasi asertif adalah dengan cara menggunakan gaya basa tubuh yang lebih kuat.

Saat Anda ingin mengucapkan pendapat atau opini Anda, usahakanlah untuk tidak menyilangkan tangan, karena hal ini terkesan sombong dan angkuh.

Cobalah untuk tetap mempertahankan tangan disamping tubuh, lalu gunakanlah tangan Anda bila ada suatu pembicaraan yang memang perlu.

Selain itu, usahakan juga untuk menjaga kontak mata dengan semua audiens bila Anda sedang mengikuti rapat besar perusahaan.

Tips Menerapkan Asertif dalam Kehidupan Sehari-Hari

Beberapa tips untuk menerapkan komunikasi asertif adalah sebagai berikut:

1. Jadilah Seorang Pendengar yang Baik

Tips pertama dalam menerapkan komunikasi asertif adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Cobalah untuk selalu memperhatikan seluruh hal yang dikatakan oleh lawan bicara Anda. Usahakan untuk tidak menyela berbagai pendapatnya.

Tunggulah hingga lawan bicara Anda selesai mengungkapkan pendapatnya, baru setelah itu Anda bisa mengungkapkan pendapat Anda. Saat sedang mendengarkan, cobalah untuk memahami sudut pandang dan juga situasi yang dialami oleh orang tersebut.

2. Berani Menyampaikan Perbedaan Pendapat

Perbedaan pendapat adalah suatu hal yang sangat lumrah terjadi. Saat Anda tidak memiliki pendapat yang sama dengan lawan bicara, maka Anda harus berani dalam mengungkapkannya. Ingatlah selalu bahwa mengungkapkan pendapat dan memaksakan pendapat adalah dua hal yang berbeda.

Ingat juga bahwa Anda masih memiliki kemungkinan salah, walaupun Anda sangat yakin dengan pendapat milik Anda.

3. Selalu Menghargai Orang Lain

Ingatlah untuk selalu tetap menghargai orang lain saat Anda ingin mengungkapkan opini, pikiran atau keinginan Anda. Hindari sifat keras kepala pada pendapat Anda dan pastikanlah untuk selalu menyampaikan pendapat dengan tetap menjaga perasaan lawan bicara.

4. Hindari Merasa Bersalah

Tips selanjutnya dalam menerapkan komunikasi asertif adalah menghindari rasa bersalah saat Anda telah mengatakan tidak pada suatu pendapat ataupun menolak permintaan tertentu.

Anda tidak wajib menjadi orang yang people pleaser atau selalu menyenangkan orang lain saja. Selama Anda bisa menemukan alasan yang masuk akal, jujur, dan tidak menyalahi berbagai aturan, maka Anda tidak mempunyai alasan untuk merasa bersalah.

5. Tetap Tenang Saat Berbicara

Ketika Anda sedang berbicara dengan siapapun, cobalah untuk tetap menatap lawan bicara Anda dengan raut ekspresi wajah yang tenang. Setelah itu, bicaralah dengan nada yang normal dan dengan berbagai kata yang penuh sopan santun.

6. Hindari Penggunaan Kalimat Agresif

Saat Anda sedang berbicara dengan siapa saja, sebisa mungkin hindarilah kalimat yang bersifat menyerang lawan bicara dan berpotensi bisa menyakiti hatinya, terlebih lagi bila Anda sedang berada di tengah konflik tertentu.

Tips sederhana yang bisa Anda coba lakukan adalah dengan menggunakan kalimat yang diawali dengan kata “saya” saat Anda sedang menyampaikan opini atau perasaan Anda.

Contohnya, “saya merasa tidak dihargai dan tidak diberi apresiasi saat berada di dalam kelompok ini.” Kalimat tersebut terkesan lebih baik daripada menggunakan kalimat “Kamu tidak pernah menghargai dan mengapresiasi pekerjaan saya”.

7. Posisikan Lawan Bicara Sebagai Teman Anda

Saat Anda sedang berada di dalam suatu konflik tertentu, sebisa mungkin anggaplah lawan bicara Anda sebagai seorang teman, bukan sebagai musuh. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam menghasilkan kesepakatan yang saling menghormati antar setiap pihak.

8. Berlatih Dengan Hal-Hal Kecil

Berlatihlah menjadi seorang yang lebih asertif di hadapan teman ataupun orang terdekat Anda. Anda bahkan bisa berlatih di depan kaca dengan membuat berbagai skenario yang ada di dalam kepala Anda.

Contohnya, Anda bisa latihan cara bicara dan juga gestur tubuh saat mengatakan tidak atau menolak bantuan permintaan mengerjakan tugas kuliah dari teman Anda.

Baca juga: Problem Solving Adalah Suatu Hal yang Penting Untuk Diasah, Ini Alasannya!

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang komunikasi asertif. Jadi, komunikasi asertif adalah suatu cara komunikasi yang dilakukan secara terbuka dan tetap menjaga rasa hormat kepada lawan bicara.

Terdapat beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam meningkatkan komunikasi asertif, yaitu dengan selalu memperhatikan gaya komunikasi Anda, selalu meminta feedback pada lawan bicara, dan menggunakan bahasa tubuh yang kuat.

Salah satu manfaat dari komunikasi asertif adalah mampu mengurangi rasa cemas dan stress di dalam lingkungan kantor. Selain itu, komunikasi asertif juga tidak hanya diperlukan oleh karyawan, namun juga diperlukan oleh pebisnis atau pemilik perusahaan.

Dengan memiliki komunikasi asertif, maka setiap pebisnis bisa menguasai rapat dengan baik dan bisa menyampaikan pendapat dengan penuh rasa hormat. Bahkan, komunikasi asertif juga bisa mendatangkan kepercayaan dari investor baru.

Dengan adanya dana yang masuk dari investor baru, tentunya Anda akan lebih mudah dalam mengembangkan bisnis Anda. Namun, Anda harus tetap mencatat dana tersebut dalam laporan keuangan agar bisa mengetahui kondisi finansial perusahaan dan menentukan keputusan yang baik untuk perusahaan.

Nah, untuk membantu Anda dalam membuat laporan keuangan, coba gunakanlah software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Dengan menggunakan software ini, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara otomatis, cepat dan tepat, sehingga Anda bisa fokus dalam mengembangkan bisnis. Selain itu, Accurate Online juga sudah dibekali dengan berbagai fitur yang bisa membuat bisnis Anda bergerak lebih efisien.

Silahkan klik tautan gambar di bawah ini untuk mencoba Accurate Online selama 30 hari, Gratis!accurate 3 banner bawah

 

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

0 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini :( Jadilah yang pertama!

As you found this post useful...

Follow us on social media!

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

elvina

Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog Accurate Online, Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.