Kritik Konstruktif: Cara Tepat Bangun Karir Diri Maupun Rekan Kerja

Kritik memanglah bertujuan membantu seseorang menjadi lebih baik. Namun, masih banyak orang yang menganggap sepele dan tidak menghiraukan cara menyampaikan kritik yang tepat. Dalam lingkup kerja, hal ini bisa berpotensi menjadi sebuah konflik. Di sinilah kritik konstruktif diperlukan.

Apa itu Kritik Konstruktif?

Kritik konstruktif adalah kritik yang bersifat membangun dan diharapkan mampu memberi dampak positif bagi si penerima maupun si pemberi kritik. Kritik semacam ini didasari oleh fakta valid dan objektif tentang seseorang, bukan asumsi ataupun prasangka subjektif.

Kritik konstruktif juga bertujuan untuk memberi langkah-langkah menuju solusi, memfokuskan masalah agar tidak keluar konteks, serta memberi inspirasi atau gagasan baru.

Baca juga: Komunikasi Nonverbal: Ini Pengertian, Fungsi, dan Ragam Jenisnya

Manfaat Kritik Konstruktif dalam Lingkup Kerja

Dalam dunia kerja, kritik sangatlah diperlukan agar semua orang bisa berkembang. Meski terkadang sulit untuk menerimanya, kritik konstruktif bisa memberikan banyak manfaat. Mulai dari memberi perspektif baru, kreativitas meningkat, hingga lingkungan kerja yang lebih positif.

1. Memberi Perspektif Baru

Kritik dapat memberi kita perspektif baru yang tidak terpikirkan sebelumnya. Contohnya, ketika mengerjakan sesuatu, ego dalam diri cenderung membuat kita tidak bisa melihat kesalahan atau kekurangan kita.

Salah satu contohnya, ketika rekan kerja berkomentar, “Artikel kamu ini sudah sangat baik. Hanya saja, apakah pembaca tidak akan kesulitan jika istilah teknis terkait keuangan ini tidak dijelaskan lebih lanjut?”

Dari situ, kita pasti akan mencoba untuk membaca artikel tersebut dari perspektif pembaca. Kita pun berusaha untuk memperbaiki tulisan agar lebih mudah dipahami oleh pembaca.

Hal ini juga memungkinkan kita untuk meningkatkan kemampuan dalam mendengarkan kritik, menerimanya dengan lapang dada, dan membuat kita mengerjakan tugas dengan lebih baik.

2. Kreativitas Meningkat

Ketika kita bisa melihat kekurangan dalam diri setelah dikritik oleh seseorang, kreativitas kita akan meningkat karena kita perlu mencari solusi dan jalan keluar atas permasalahan tersebut.

Meski begitu, kritik konstruktif dapat meningkatkan kreativitas seseorang jika disampaikan dengan cara yang tepat.

Artikel dari Harvard Business Review menyebutkan bahwa penggunaan kata “dan” sangat berarti dalam menyampaikan kritik dibanding kata “tetapi”. Lebih jelasnya, “Iya, tetapi …” terdengar cenderung negatif, sementara “Iya, dan menurut saya …” terdengar lebih terbuka dan tidak menyerang.

3. Lingkungan Kerja Lebih Positif

Kritik yang disampaikan secara konstruktif tidak hanya berdampak baik bagi perkembangan diri sendiri, namun juga bagi lingkungan tempat bekerja. Terbiasa memberi dan menerima kritik pun membuat kita dan rekan kerja lebih aktif serta berani untuk berpendapat.

Namun, sebuah kritik tetap harus disampaikan dan diterima dengan baik, dengan menganggap bahwa hal tersebut demi kebaikan semua pihak. Jadi, tidak perlu memendam perasaan atau membicarakannya dengan buruk di belakang.

Tips Memberikan Kritik Konstruktif pada Rekan Kerja

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kritik haruslah disampaikan dengan cara yang baik dan tepat. Tentunya, agar kritikan tidak berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan di lingkungan kerja terkait cara mengkritik secara konstruktif.

1. Gunakan Metode Sandwich

Metode sandwich membagi penyampaian kritik ke dalam tiga formula, yakni positive – improve – positive (PIP). Katakan hal yang disukai di awal penyampaian kritik, lalu sampaikan hal yang kurang beserta saran, baru kemudian tutup dengan kesimpulan yang positif seperti di awal dan harapan agar lebih baik.

2. Hindari Mengkritik di Depan Banyak Orang

Dalam kasus tertentu, memang ada kritik yang disampaikan secara terbuka. Namun umumnya, mengkritik seseorang di depan orang lain merupakan perbuatan yang tidak etis. Hal ini memicu sikap defensif bahkan ofensif terhadap orang yang mengkritik.

3. Jangan Membuat Asumsi

Saat menyampaikan kritik, penting bagi kita untuk tidak menambahkan asumsi yang kita buat sendiri. Sebab, bisa jadi asumsi tersebut salah, lantaran kita tidak melihatnya bersama fakta yang ada.

Begitu menambahkan asumsi pada sebuah kritik, hal tersebut juga bisa menjadi bumerang yang justru merusak citra diri di lingkungan kerja. Jadi, hindarilah kritik yang disertai asumsi karena hal tersebut tidak berlandaskan fakta.

4. Fokuskan Kritik pada Situasi, Bukan pada Subjek

Cara mengkritik yang baik selanjutnya adalah dengan menekankan fokus kritik pada situasi, bukan pada orangnya. Jadi, kritik yang disampaikan tidak berlandaskan pada ketidaksukaan terhadap orang tersebut.

Fokuslah pada situasi, masalah yang ada, tindakan, dan perilaku. Hindari juga menambahkan serangan pribadi yang bersifat subjektif.

5. Berikan Solusi

Banyak orang lupa untuk memberikan saran atau solusi dari apa yang mereka kritik. Padahal, hal tersebut merupakan salah satu aspek penting dalam menyampaikan kritik konstruktif. Saran juga memberikan dampak yang besar bagi para penerimanya.

6. Beri Kritik pada Hal yang Bisa Ditindaklanjuti

Inti dari kritik konstruktif adalah membantu orang untuk berkembang. Oleh karena itu, berikan kritik yang terfokus pada hal-hal yang bisa diperbaiki, bukan hal-hal di luar kendali.

Sebuah contoh apabila rekan kerja mengikuti kontes menyanyi di kantor dan ia meminta saran atas penampilannya, maka hal bisa kita sampaikan adalah tentang penampilannya secara keseluruhan, baik bahasa tubuh, nada suara, atau pemilihan lagunya. Hindari mengomentari karakter suara yang sebenarnya sulit diubah.

Baca juga: Aktualisasi Diri: Ini Pengertian dan Cara Menerapkannya

Kesimpulan

Kritik konstruktif merupakan metode kritik yang tepat untuk diterapkan dalam dunia kerja. Selain bersifat membangun, kritik konstruktif juga bisa memberi perspektif baru, meningkatkan kreativitas, dan membuat lingkungan kerja lebih positif.

Agar bisa tersampaikan dengan baik, pemahaman khusus dalam penyampaian kritik juga tidak boleh diabaikan Menggunakan metode sandwich, menghindari memberi kritik di depan orang banyak, hingga memberi kritik untuk sesuatu yang bisa ditindaklanjuti adalah beberapa pemahaman khusus tersebut.

Sama halnya apabila rekan kerja Anda mengalami masalah keuangan dan meminta saran pada Anda. Anda bisa bertanya bagaimana ia mengatur keuangannya. Anda pun bisa memberikan saran untuk menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online.

Accurate Online menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan laporan bisnis yang Anda butuhkan secara otomatis, cepat, dan akurat. Berbagai fitur dan modul pun tersedia sehingga pengelolaan keuangan Anda akan lebih efektif dan efisien.

Ingin mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari? Silahkan klik banner di bawah ini.accurate1

elvina

Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog Accurate Online, Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.