Miskomunikasi Adalah Kesalahan Memaknai Pesan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

oleh | Feb 7, 2022

source envato.

Miskomunikasi Adalah Kesalahan Memaknai Pesan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Pada dasarnya, komunikasi sangatlah sederhana. Hanya seputar mengirimkan pesan, menerima pesan, dan begitu seterusnya. Namun, pada kenyataannya tidaklah sesederhana itu. Ada banyak faktor penganggu yang akhirnya menyebabkan miskomunikasi.

Miskomunikasi adalah kesalahan memaknai informasi antara pengirim dan penerima pesan. Baik dua atau lebih individu yang terlibat, semuanya memiliki perbedaan pemahaman akan pesan yang disampaikan. Bayangkan apabila informasi yang diberikan sangatlah penting, apakah tidak akan menimbulkan permasalahan?

Begitu pun jika dibiarkan terus menerus, hanya perlu menunggu waktu hingga masalah lainnya muncul. Terlebih di tengah kondisi pandemi, dimana komunikasi lebih sering dilakukan secara virtual dan daring.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan miskomunikasi? Dan jika hal ini sering terjadi, apakah ada cara untuk mengatasinya? Mari simak artikel ini lebih lanjut untuk mengetahuinya.

Faktor Penyebab Miskomunikasi

Miskomunikasi adalah kegagalan untuk berkomunikasi secara efektif. Banyak hal yang bisa menjadi faktor kegagalan berkomunikasi, baik dari sisi pemberi maupun penerima informasi. Lebih lengkapnya, berikut empat hal yang paling sering ditemui sebagai faktor penyebab terjadinya miskomunikasi.

  • Kurang atau Tidak Memahami Inti Pembicaraan

Kurang pemahaman akan inti atau substansi pembicaraan bisa terjadi karena beberapa hal, yang paling mendasar ialah tidak menyimak bahasan secara keseluruhan hingga kesalahan persepsi.

Menyimak sebuah informasi secara sepotong-sepotong bisa berujung pada ketidaktahuan akan inti, maksud, dan tujuan sebuah pembicaraan. Hal ini jugalah yang mengarah pada kesalahan persepsi antara pembicara dan penerima.

  • Asumsi

Asumsi bisa diartikan sebagai dugaan yang dianggap benar namun tidak pernah dikonfirmasi kebenarannya. Hal ini sebenarnya lumrah terjadi dalam proses komunikasi. Namun, akan lebih baik jika kita memastikan apakah asumsi tersebut tepat atau tidak.

  • Ketidakjelasan

Ketidakjelasan atau ambiguitas terjadi ketika pesan tidak sepenuhnya tersampaikan. Bisa karena pembicara yang salah ucap, konteks yang tidak jelas, atau informasi penting yang tertinggal. Semakin diperburuk pula jika penerima mengalami salah dengar dan tidak bisa mengajukan pertanyaan klarifikasi.

  • Kelebihan Informasi

Kesalahahpahaman dalam mencerna informasi juga bisa terjadi ketika informasi yang masuk terlalu banyak atau berlebihan. Terlebih jika informasi ini membuat pesan yang esensial terlewat. Oleh karena itu, kita disarankan menyortir terlebih dahulu informasi yang hendak disampaikan berdasarkan skala prioritas atau urgensinya.

Baca juga: Kritik Konstruktif: Cara Tepat Bangun Karir Diri Maupun Rekan Kerja

Cara Mengatasi Miskomunikasi

Miskomunikasi dalam segala konteks kehidupan bisa menimbulkan masalah lain apabila dibiarkan terus menerus. Terutama ketika kita sudah mengetahui bahwa hal tersebut adalah kesalahpahaman persepsi sebuah pesan antar individu. Harus ada langkah nyata dalam mengatasinya. Apa sajakah langkah itu?

  • Jadi Pendengar yang Baik

Miskomunikasi bisa terjadi karena ketergesaan individu dalam menangkap sebuah pesan pembicara. Karena itu, langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu dengan menjadi pendengar yang baik.

Mendengarkan lawan bicara dengan cermat dan seksama juga merupakan kunci untuk memfasilitasi pemahaman yang lebih baik karena akan meningkatkan konsentrasi, tanggapan, serta memori percakapan.

  • Dapatkan Informasi Selengkap Mungkin

Untuk menghindari miskomunikasi, kita perlu memastikan bahwa seluruh informasi yang diberikan sudah lengkap. Jangan ragu bertanya apabila ada pesan atau informasi yang dirasa kurang. Tanyakan sedetail dan sespesifik mungkin apa yang ingin diketahui.

  • Sampaikan Informasi Dengan Jelas

Hal yang sama berlaku bagi pembicara untuk menyampaikan informasi atau pesan secara jelas dan ringkas. Hindari menjelaskan secara berbelit-belit dan menimbulkan ambiguitas. Adapun baiknya seorang pembicara menyortir terlebih dahulu informasi yang hendak diberikan agar pesan esensial tidak terlewatkan.

  • Bersikap Jujur dalam Berkomunikasi

Kesalahpahaman dalam berkomunikasi sebenarnya bisa dihindari apabila setiap individu bersikap jujur. Karena itu, jujurlah ketika kita belum memahami pesan yang disampaikan.

Sebagai pembicara, kita juga tidak perlu tersinggung apabila penerima pesan belum memahami apa yang kita sampaikan.

  • Berhenti Berasumsi tanpa Konfirmasi

Jangan biasakan berasumsi, apalagi menggunakan persepsi pribadi. Pastikan apakah lawan bicara memahami ke arah mana komunikasi berjalan, serta apakah ada pesan yang menjadi pertanyaan.

Baca juga: Komunikasi Nonverbal: Ini Pengertian, Fungsi, dan Ragam Jenisnya

Penutup

Setelah melihat uraian singkat di atas, miskomunikasi adalah proses komunikasi yang tidak berjalan dengan baik antara dua atau lebih individu. Lebih tepatnya melibatkan pihak pengirim pesan dan penerima pesan.

Perbedaan pemahaman akan pesan yang disampaikan bisa terjadi karena beberapa faktor, di antaranya seperti kurangnya pemahaman akan inti pesan, asumsi, ketidakjelasan atau ambiguitas, serta terlalu banyaknya informasi yang diberikan.

Meski begitu, kita masih bisa meminimalisasi dan mengatasi miskomunikasi. Beberapa langkah yang bisa dilakukan dimulai dengan menjadi pendengar yang baik, berusaha maksimal untuk mendapatkan informasi secara lengkap, bersikap jujur dalam berkomunikasi, juga berhenti berasumsi tanpa konfirmasi. Ketika menjadi pembicara, kita juga perlu berusaha untuk menjelaskan informasi sejelas mungkin.

Jika miskomunikasi adalah kegagalan proses komunikasi, maka ketidakcukupan finansial adalah kegagalan pengelolaan keuangan. Bisa karena pengeluaran yang berlebihan, beban hutang yang terlalu tinggi, atau pendapatan yang kurang.

Baik individu maupun perusahaan, semuanya membutuhkan laporan keuangan yang jelas. Untuk itu, Accurate Online hadir sebagai software akuntansi dan bisnis yang menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan laporan bisnis.

Laporan keuangan tersebut akan tersaji secara otomatis, cepat, dan akurat. Accurate Online juga sudah dibekali dengan berbagai fitur dan modul yang mampu membantu pebisnis mencapai kesuksesannya.

Jika Anda ingin menikmati fitur dan keunggulan dari Accurate Online secara gratis selama 30 hari, silahkan klik tautan gambar di bawah ini.accurate1

lifestylebanner
sidebarPromo
Vina
Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog Accurate Online, Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.

Artikel Terkait