Ingin Menjadi Agen? Pahami Terlebih Dulu Pengertian Agen dan Tugasnya!

Istilah agen mungkin sudah sering terdengar dalam dunia bisnis dan perdagangan. Meski beberapa yang mendengarnya terkadang belum memahami pengertian agen dan sering menyamakannya dengan distributor.

Penggunaan kata agen biasanya digunakan untuk menyebut pihak-pihak yang berperan sebagai perantara atas nama prinsipal untuk melakukan pemasaran atau penjualan kepada konsumen, seperti agen asuransi atau agen travel. Namun sebenarnya, pengertian agen sendiri cukuplah luas.

Untuk lebih memahaminya, berikut ini diuraikan pengertian agen, ciri-ciri yang membedakannya dengan distributor ataupun makelar, tugas dan tanggung jawabnya, jenis-jenisnya, hingga kelebihan dan kekurangannya.

Pengertian Agen

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agen adalah seseorang atau badan yang diberi kuasa atau yang ditunjuk untuk bertindak atau mewakili atas nama seseorang atau badan lain dan mempunyai hubungan tetap. Dalam hal ini, bank juga bisa menjadi agen dalam beberapa kegiatan, seperti menjadi kustodian dan/atau wali amanat.

Pengertian agen juga dijelaskan melalui Peraturan Menteri Perdagangan No 11/M- DAG/PER/3/2006 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penerbitan Surat Tanda Pendaftaran Agen atau Distributor Barang dan/atau jasa (Permendag 11/2006).

Dimana dijelaskan bahwa agen merupakan perusahaan perdagangan yang bertindak sebagai perantara untuk dan atas nama prinsipal berdasarkan perjanjian untuk melakukan pemasaran tanpa melakukan pemindahan hak atas fisik barang dan/atau jasa yang dimiliki atau dikuasai oleh prinsipal yang menunjuknya.

Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa pengertian agen merujuk pada seseorang atau badan usaha yang bertindak sebagai perantara dalam memasarkan produk atau jasa suatu perusahaan kepada konsumen dengan didasarkan pada perjanjian dan prinsip yang telah disetujui. Dengan kata lain, agen merupakan tangan kanan perusahaan atau perwakilan perusahaan.

Baca juga: Mengenal Pegawai Swasta: Hak dan Kewajibannya

Ciri-Ciri Agen

Adapun agen yang dapat berupa perorangan, perusahaan, maupun lembaga memiliki ciri-ciri khusus yang meliputi:

  1. Wilayah pemasaran tidak terlalu luas
  2. Hak paten sepenuhnya dimiliki oleh pihak yang menunjuknya
  3. Tidak dapat menentukan sendiri harga dari barang atau jasa
  4. Sistem jual beli produk dilakukan dengan sistem komisi atau beli putus
  5. Bisa menjual produknya kembali pada reseller
  6. Tidak boleh menjual produk dari perusahaan lain sejenis
  7. Tidak memerlukan izin usaha

Baca juga: Aplikasi Kerja Online: Ini Rekomendasinya untuk Freelancer

Tugas dan Tanggung Jawab Agen

Berdasarkan uraian terkait ciri-ciri agen di atas, terlihat beberapa tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh sebuah agen, seperti:

  1. Menetapkan rencana dan sasaran pemasaran
  2. Mencari pelanggan, baik toko ritel, maupun reseller
  3. Menyediakan berbagai layanan untuk pelanggan, seperti konsultasi dan bantuan teknis
  4. Mengidentifikasi dan menetapkan pelanggan prioritas
  5. Melakukan tindakan persuasif dan menjawab pertanyaan yang diajukan pelanggan
  6. Memberikan informasi terkait product knowledge pada pelanggan

Baca juga: Pengertian Etika, Jenis, dan Ciri-cirinya di Indonesia

Jenis-Jenis Agen

Dilihat dari prakteknya di lapangan, agen dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu agen penunjang dan agen pelengkap.

1. Agen Penunjang

Agen penunjang adalah agen yang aktivitasnya berfokus pada pemindahan barang atau jasa. Contohnya agen pengangkutan borongan, agen penyimpanan, agen pengangkutan khusus, agen penjualan, dan agen pembelian.

Inti dari kegiatan agen ini ialah membantu memindakan barang-barang agar dapat menghubungkan langsung penjual dengan pembeli. Perannya sangat penting karena ruang kerjanya yang luas dan langsung melayani berbagai kebutuhan kelompok.

2. Agen Pelengkap

Agen pelengkap bertugas melakukan jasa-jasa tambahan dalam penyaluran barang dengan tujuan menjadi pelengkap jika terdapat kekurangan. Jadi, ketika lembaga atau pedagang lain tidak mampu melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan penyaluran, maka agen pelengkap yang akan menggantikan pekerjaan tersebut.

Jasa yang diberikan oleh agen pelengkap cukup beragam, mulai dari jasa membantu pengambilan keputusan (seperti biro iklan dan lembaga), jasa bidang finansial, hingga jasa penyediaan informasi (seperti radio, televisi, dan koran).

Baca juga: Notula Adalah Catatan Singkat Rapat, Sudah Tahu Cara Penulisannya?

Kelebihan dan Kekurangan Agen

Sama halnya dengan sektor bisnis lain, agen memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Dimana kelebihan dari menjadi sebuah agen adalah mendapatkan potensi keuntungan yang cukup besar dari hasil penjualan dan tidak perlu menciptakan suatu produk dengan merek sendiri.

Sementara, kekurangan dari menjadi sebuah agen adalah modal yang tidak sedikit sebab harus memiliki tempat yang cukup besar atau memadai untuk penyimpanan barang. Agen juga harus menanggung resiko kerugian apabila ada barang yang rusak saat proses penyimpanan atau pengiriman.

Baca juga: Berkas Lamaran Kerja yang Umum Diminta Perusahaan

Penutup

Demikianlah pengertian agen beserta ciri-ciri, tugas, jenis, serta kelebihan dan kekurangannya. Dimana diketahui bahwa agen adalah perantara yang bertindak memasarkan barang atau jasa sebuah perusahaan kepada konsumen dengan ketentuan perjanjian dan syarat yang berlaku.

Diketahui pula bahwa agen berbeda dengan distributor, baik dari segi ciri, tugas, dan tanggung jawabnya. Menjadi agen juga memberikan Anda keuntungan dan kerugian, yang apabila dapat Anda jalani dengan baik akan mengantarkan Anda pada kesuksesan dan keberlangsungan bisnis yang baik.

Dalam hal ini, Anda sebagai pegiat usaha dapat melakukan pembukuan dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Anda dapat menggunakan software akuntansi dan bisnis berbasis cloud seperti Accurate Online.

Accurate Online telah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pebisnis di Indonesia karena fitur di dalamnya yang lengkap dan mudah digunakan. Accurate Online juga menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan bisnis yang memudahkan pebisnis maupun perorangan dalam membuat laporan keuangan secara akurat, cepat, dan otomatis.

Tunggu apa lagi? Jika tertarik untuk mencoba Accurate Online secara gratis selama 30 hari, silahkan klik tautan gambar di bawah ini.

elvina

Penulis yang berasal dari lulusan jurnalistik yang tertarik dengan gaya hidup perkantoran dan dunia kerja. Di blog Accurate Online, Vina juga sering membuat berbagai konten artikel yang bermanfaat untuk pebisnis dan karyawan di Indonesia.