3 Tips Upselling dan Cross-Selling untuk Pemilik Usaha Kecil

Rata rata konsumen dalam bisnis 67% nya adalah pelanggan tetap dan tentu persentase ini lebih dari pelanggan baru. Mengapa? Hal ini dikarenakan pelanggan saat ini lebih akrab dan loyal terhadap merek yang dibangun.

Dan Anda memiliki peluang untuk melakukan Upselling dan Cross-Selling ketika datang ke basis pelanggan tetap Anda saat ini untuk meningkatkan pendapatan dalam usaha Anda.

Pelajari Upselling dan Cross-Selling, perbedaan di antara mereka, dan bagaimana menerapkan strategi secara efektif dalam bisnis Anda.

Apa itu Upselling dan Cross-Selling?

Cross-Selling and upselling produk atau layanan adalah hal saling menguntungkan dapat membantu memaksimalkan potensi pendapatan bisnis Anda. Tinjau perbedaan antara dua strategi pemasaran dan penjualan di bawah ini.

Apa itu Cross-Selling?

“Apakah Anda ingin melengkapi kue dengan pesanan kopi Anda?”

Cross-Selling adalah ketika suatu usaha mencoba untuk menjual produk atau layanan terkait kepada pelanggan sebagai tambahan dari yang telah dibeli atau digunakan oleh pelanggan.

Jika Anda mencoba melakukan penjualan silang, produk atau layanan yang Anda sarankan harus melengkapi apa yang sudah dimiliki pelanggan. Anda dapat melakukan penjualan silang dalam materi pemasaran Anda atau pada titik penjualan.

Contoh pemasaran Cross-Selling adalah: “Saat Anda membeli sepatu, sekarang ambil kaos kaki yang cocok! ”

Pada titik penjualan, contoh Cross-Selling adalah: “Oh, gelang ini cocok dengan anting-anting itu.”

Baca juga: Manajer Keuangan: Pengertian, Tugas dan Tanggung Jawabnya

Apa itu Upselling?

“Jika Anda tidak ingin kehabisan data pada paket A, pilih paket data unlimited kami di paket B!”

Upselling adalah ketika sebuah bisnis mencoba menjual produk atau layanan yang ditingkatkan atau lebih mahal kepada pelanggan.

Seperti dengan Cross-Selling, Anda dapat menjual pada titik penjualan atau dalam materi pemasaran Anda. Berikut ini beberapa contoh:

  • “Tukar tambah mobil lama Anda dan dapatkan model terbaru”
  • “Hanya dengan menambahkan 5000 rupiah, Anda dapat membuatnya besar”

Baca juga: Keseimbangan Pasar: Pengertian, Proses, dan Fungsinya Bagi Bisnis

Upselling dan Cross-Selling 2

Menggunakan Strategi Upselling dan Cross-Selling dalam Bisnis

Menurut satu laporan, 65% bisnis berhasil melakukan teknik Upselling dan Cross-Selling ke pelanggan mereka saat ini. Maukah Anda menjadi salah satu dari mereka?

Jika dilakukan secara tidak efektif, Upselling dan Cross-Selling dapat berakhir menjadi tindakan yang mengintimidasi pelanggan setia Anda.

Tetapi dengan strategi yang efektif, Anda dapat menggunakan peluang Upselling dan Cross-Selling untuk meningkatkan keuntungan bisnis Anda dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Jadi, apakah Anda tahu apa yang harus dan tidak dilakukan Upselling dan Cross-Selling?

Baca juga: Cara Menjadi Pemimpin Yang Baik Untuk Keberhasilan Bisnis

1. Pertimbangkan Kebutuhan Pelanggan Anda

Tanyakan bukan apa yang pelanggan Anda bisa lakukan untuk Anda, tetapi apa yang bisa Anda lakukan untuk pelanggan Anda. Ini adalah moto yang bagus untuk dimiliki dalam bisnis, terutama ketika mencoba melakukan cross-sell atau upsell.

Bahkan sebelum memasang produk atau layanan lain, Anda harus benar-benar mengenal apa yang Anda jual kepada siapa Anda menawarkannya.

Tentu, Anda mungkin telah melakukan analisis pasar target Anda dan mengenal pelanggan ideal Anda. Tetapi, seberapa banyak yang Anda ketahui tentang orang ini?

Anda harus mengumpulkan informasi tentang masing-masing pelanggan Anda, seperti nama mereka, riwayat pembelian, dan suka dan tidak suka. Memiliki sistem, seperti software manajemen hubungan pelanggan (CRM), dapat membantu Anda melacak informasi pelanggan yang dibutuhkan.

Setelah mempelajari riwayat pembelian pelanggan, sesuaikan saran Anda berdasarkan kebutuhan mereka. Jika Anda mencoba untuk melakukan cross-sell atau upsell di titik penjualan, cari tahu mengapa mereka membutuhkan produk atau layanan.

Nilai dan selalu perbaiki rencana Anda. Apakah Anda Cross-Selling atau upselling hanya untuk meningkatkan laba bisnis Anda?

Namun, cobalah menempatkan kebutuhan pelanggan Anda di atas bisnis Anda. Dengan mengambil pendekatan yang professional dan mendengarkan setiap masukan, dengan begitu bisnis Anda akan berakhir dengan pelanggan yang bahagia dan peningkatan laba.

Baca juga: Pengertian Organisasi Manfaat dan Fungsi Berorganisasi

2. Jangan Bertindak Menyebalkan

Tidak ada yang mau berurusan dengan tenaga penjual yang memburu mereka untuk membeli lebih banyak. Tidak hanya menjengkelkan, tetapi juga menunjukkan kepada pelanggan bahwa bisnis tidak terlalu peduli dengan kebutuhan mereka.

Kunci dari melakukan Cross-Selling atau upselling adalah tahu kapan harus berhenti. Upaya berulang untuk membuat pelanggan membelanjakan lebih banyak bisa mengakibatkan tidak ada penjualan sama sekali.

Bayangkan Anda berada di restoran bersama pasangan Anda. Pelayan berulang kali mencoba menawarkan minuman tambahan pada Anda, bahkan setelah Anda mengatakan tidak berulang kali. Setelah upaya keempat, bukankah Anda lebih baik keluar dari restoran itu?

Hindari bertindak menyebalkan saat melakukan Upselling dan Cross-Selling. Menjaga kebutuhan pelanggan Anda di garis depan pikiran Anda dapat membantu Anda tahu kapan harus berhenti. Jangan melemparkan produk atau layanan yang jelas-jelas tidak diinginkan pelanggan Anda.

Baca juga: Pengertian Desain Produk Mendalam untuk Pengembangan Bisnis

3. Ketahui produk dan layanan Anda

Mengadvokasi sesuatu yang Anda tidak tahu tentang apa pun dapat menyebabkan ketegangan dan konflik. Hal yang sama berlaku untuk menjual atau menawarkan produk atau layanan yang tidak Anda kenal.

Jika Anda tidak mengetahui produk dan layanan Anda sebelum melakukan Cross-Selling atau upselling, beberapa hal dapat terjadi:

  • Anda membuat saran dan keputusan yang tidak berguna untuk pelanggan.
  • Anda tidak dapat menjawab pertanyaan pelanggan dengan benar.
  • Anda tidak transparan tentang penawaran bisnis Anda (misalnya, Terlalu menjanjikan)
  • Pelanggan tidak mempercayai penilaian dan rekomendasi Anda

Sebagai pemilik usaha kecil, Anda biasanya tahu pentingnya penawaran yang dilakukan dalam bisnis. Tapi bagaimana dengan karyawan Anda?

Karyawan Anda harus mengetahui produk dan layanan bisnis Anda. Untuk memastikan semua orang ada dalam persepsi yang sama, Anda dapat menerapkan pelatihan karyawan sehingga mereka dapat menguasai apa yang ditawarkan dalam bisnis.

84% konsumen merasa frustrasi ketika bisnis tidak memiliki informasi yang mereka butuhkan dan mereka inginkan. Pastikan Anda dan staf Anda mengetahui informasi yang dibutuhkan pelanggan Anda atau tahu di mana mencarinya.

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan jika teknik Cross-Selling atau upselling sudah berhasil dalam bisnis adalah mencatat semua pendapatan, pengeluaran dan kuentungan dari dalam bisnis.

Download eBook Panduan dan Template Pembukuan Sederhana dengan Excel untuk Bisnis Kecil

Gunakanlah sistem pembukuan yang tepat dengan software akuntansi yang memiliki fitur terbaik dan mudah digunakan.

Dengan menggunakan software akuntansi, Anda bisa merencanakan proyeksi keuangan bisnis dan perencanaan usaha yang jauh lebih baik juga meminimalisir kesalahan penginputan yang biasa terjadi jika Anda menggunakan pembukuan manual.

Pilihlah software akuntansi yang memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda dan juga mudah digunakan, sekalipun Anda tidak memiliki pemahaman mendalam tentang ilmu akutnansi. Salah satunya adalah Accurate Online.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah teruji dan terbukti membantu banyak bisnis dalam proses pembukuan yang lebih baik. Dengan menggunakan Accurate Online Anda bisa dengan mudah mencatat pengeluaran dan pemasukan, penghitungan dan pelaporan pajak, rekonsiliasi transaksi otomatis, payroll, otomasi lebih dari 200 jenis laporan keuangan, dan masih banyak lagi.

Tertarik menggunakan Accurate Online? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate berhenti membuang waktu