Brand Guideline: Pengertian, Manfaat, dan Cara Ampuh Membuatnya

Brand guideline adalah suatu hal yang harus Anda perhatikan bila ingin mempunyai citra brand yang konsisten dan lebih mudah diingat oleh publik. Brand guideline atau yang memiliki nama lain brand style guide adalah salah satu elemen yang sangat penting untuk suatu brand. Khususnya bila ingin membentuk suatu identitas yang baru.

Sudah seharusnya setiap brand mempunyai pedoman yang jelas agar kegiatan branding bisa dilakukan secara konsisten. Hal ini hanya bisa dilakukan bila sudah mempunyai brand guideline.

Lantas, apa itu brand guideline? Apa saja manfaat dan cara efektif dalam membuat brand guideline? Temukan jawabannya dengan membaca artikel tentang brand guideline ini hingga tuntas.

Apa itu Brand Guideline?

Dikutip dari laman HubSpot, brand guideline adalah suatu pedoman yang berguna untuk mengatur desain, komposisi, dan tampilan umum pada suatu brand.

Jadi, ketika suatu brand sudah mempunyai brand guideline, maka mereka bisa menentukan seperti apa konten blog, media sosial, logo, dan iklannya secara mudah. Selain itu, brand guideline juga akan membantu para marketer, desain grafis, web developer, sampai tim konten dalam berpegang teguh pada pedoman yang sama.

Ruby Porter menjelaskan bahwa brand guideline adalah suatu komponen yang bisa dimanfaatkan sebagai pedoman oleh semua tim ketika menggambarkan brand-nya.

Jadi sederhananya, brand guideline adalah suatu himpunan aturan yang didalamnya menggambarkan seperti apa brand ketika menampilkan figurnya di hadapan publik. Aturan ini mencakup banyak hal, seperti palet warna, pemilihan font, foto, pemilihan kata, dll.

Itu artinya, brand guideline adalah suatu referensi yang bisa digunakan dalam menjaga tampilan brand agar bisa tetap tampil konsisten di mata audiens.

Contohnya, ada salah satu brand yang mempunyai aturan dalam menggunakan warna pastel sebagai warna dasar dalam setiap desain kontennya. Untuk itu, setiap tim yang memiliki tugas dalam membuat konten di media sosial, blog atau website harus bisa mencantumkan warna pastel.

Kenapa? Karena hal ini sudah menjadi aturan yang dimasukkan pada brand style guide. Sehingga, setiap tim harus mampu menerapkannya agar bisa tampil konsisten dan tidak berbeda pada tiap platform.  Ketika suatu brand bisa terlihat konsisten, maka brand tersebut akan lebih mudah diingat oleh audiens.

Baca juga: Corporate Branding: Pengertian dan Cara Ampuh dalam Membangunnya

Manfaat Brand Guideline

Setidaknya ada dua manfaat utama yang bisa dirasakan oleh perusahaan saat mampu menerapkan brand guideline dengan baik, yaitu:

1. Menetapkan Standar

Manfaat yang pertama dari menerapkan brand guideline adalah guna menetapkan suatu standar. Seperti yang sudah kita singgung di atas, standar tersebut dibuat agar setiap karyawan mampu menghasilkan karya yang sudah sesuai dengan aturan yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Hal tersebut mulai dari standar dalam membuat konten instagram, twitter, iklan, dan blog. Hal ini menjadi sangat penting mengingat tujuan iklan adalah sebagai sarana branding dan mengajak setiap audiens untuk melakukan pembelian.

Untuk itu, iklan tersebut harus dibuat sesuai dengan brand guideline, mulai dari pemilihan warna, font, hingga tone of voice­-nya.

2. Brand Lebih Mudah Diingat

Ada banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan brand awareness, mulai dari membuat logo yang menarik sampai membuat tagline yang terdengar unik. Strategi dalam meningkatkan brand awareness ini hanya akan berjalan efektif bila dibuat sesuai dengan brand guideline yang dimiliki oleh suatu brand.

Misalnya saja dalam pembuatan logo, seorang desainer grafis harus mampu memperhatikan aturan yang sudah tercantum di dalam brand guideline. Selain itu, proses pembuatan tagline yang unik pun harus sesuai dengan tone of voice dari brand tersebut.

Jadi dalam hal ini, brand guideline bisa dijadikan sebagai pedoman yang mampu mengatur tampilan brand agar lebih mudah diingat oleh audiens.

Cara Membuat Brand Guideline

Dikutip dari laman 99designs, beberapa tahapan dalam membuat brand guideline adalah sebagai berikut:

1. Kumpulkan Inspirasi

Tahapan pertama yang  harus dilakukan dalam membuat brand guideline adalah mengumpulkan inspirasi terlebih dahulu. Dalam hal ini Anda harus melakukan diskusi dengan tim, apakah logo, font, serta diksi brand Anda sudah sesuai dengan target pasar atau belum.

Selain itu, lakukanlah perbandingan dengan apa yang sudah dimiliki oleh pesaing. Cobalah dapatkan informasi terkait logo mereka, apakah lebih unik dan mampu menyampaikan pesan pada pelanggan atau tidak. Setelah mendapatkan informasi tersebut, maka Anda akan mendapatkan satu inspirasi baru yang lebih segar.

2. Tentukan Elemen Penting dari Brand Guideline

Saat membuat brand guideline, terdapat tujuh elemen penting yang harus Anda ikut sertakan, yaitu:

  • Color Palette

Panduan palet warna di dalam suatu brand biasanya terdiri dari dua bagian, yakni primary brand colors yang umumnya digunakan dalam logo, dan secondary brand colors yang umumnya digunakan di dalam website, brosur, atau stand acara pameran.

Kode warna yang digunakan pun harus terdiri dari warna RGB dan warna CMYK, sehingga hasil print warnanya terlihat lebih konsisten dengan tampilan warna yang terdapat pada website.

  • Typography

Tata huruf ini harus bisa didokumentasikan secara lengkap, mulai dari ukuran font, jenis font, sampai tingkat penggunaannya.

  • Logo Design

Panduan dalam desain logo ini mencakup beberapa hal, seperti pemilihan logo, batas ukurannya, hingga pemilihan warna dan latar belakangnya.

  • Imagery

Panduan pencitraan ini mencakup seluruh hal yang dimanfaatkan agar bisa menunjukkan citra pada suatu brand. Sepert web ataupun media pemasaran lainnya, misalnya icon, watermark, dan foto.

  • Brand Tone

Dalam hal ini, brand tone akan mencakup rangkaian kata yang dipilih dan juga digunakan agar bisa menyampaikan pesan dan identitas brand.

  • Brand Stationery

Umumnya, brand stationery ini berbentuk blanko surat dan kartu nama. Hingga saat ini, kartu nama dan juga blangko surat masih dinilai sebagai fitur yang baik untuk mendapatkan first impression dari audiens.

  • Social Media Style

Panduan social media style ini lebih fokus pada bagaimana suatu brand terlihat dan juga bertindak di media sosial. Hal ini tentunya berbeda dengan media sosial sebagai strategi pemasaran yang lebih fokus pada pengaturan informasi konten media sosial yang lebih detail.

Umumnya, media sosial di beberapa perusahaan besar dikelola oleh beberapa orang. Hal ini akan menyebabkan postingan brand tersebut mempunyai nuansa yang berbeda dan bahkan bisa keluar dari identitas brand tersebut.

Nah, dengan adanya panduan ini, maka setiap postingan perusahaan di media sosial akan senantiasa jalan beriringan dengan identitas brand tersebut.

3, Buatlah Pedoman Untuk Setiap Produk

Selanjutnya, cara membuat brand style guide adalah dengan membuat suatu pedoman untuk setiap produk. Jadi, jika brand Anda hanya mempunyai produk digital, maka Anda harus tetap membuat pedoman dalam mengatur tata letak gambar ataupun pemilihan tampilan di website Anda.

Selain itu, bila Anda memiliki produk berbentuk fisik, maka buatlah pedoman untuk desain kemasan produk Anda. Setiap produk harus dibuat pedomannya tersendiri agar bisa tampil konsisten.

4. Buat Outline dari Brand Guideline

Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan dalam membuat brand guideline adalah membuat outline. Contohnya untuk elemen logo, Anda bisa menerangkan filosofi di balik pemilihan logo Anda. Jelaskan juga cara yang tepat untuk menggunakan logo dan hal apa saja yang dilarang dalam membuat logo tersebut.

Setiap elemen brand guideline ini harus Anda buatkan outline nya agar setiap tim bisa mengerti dengan mudah. Sama seperti halnya SOP yang akan selalu diperlukan oleh setiap karyawan dalam menyelesaikan tugasnya masing-masing.

Jadi, Anda harus membuatnya secara jelas agar karyawan lain tidak bingung dalam membaca dan memahaminya.

Setelah selesai, maka Anda harus bisa memutuskan apakah pedoman ini dibuat file PDF nya saja atau dicetak. Perlu digaris bawahi bahwa brand guideline adalah dokumen kerja yang sangat penting, sehingga harus dibuat dengan baik.

Baca juga: Co-Branding, Strategi Baru Untuk Menghasilkan Produk Spesial

Penutup

Demikianlah penjelasan lengkap dari kami tentang brand guideline. Konsistensi merupakan hal yang sangat penting agar brand Anda bisa diingat dan juga dikenal audiens. Untuk itu, Anda harus memprioritaskan pembuatan brand guideline.

Selain itu, hal lainnya yang tidak boleh Anda lupakan adalah mengelola keuangan bisnis dengan baik. Cara yang paling utama untuk melakukannya adalah dengan selalu mencatat setiap kegiatan bisnis Anda pada laporan keuangan. Nantinya, laporan tersebut bisa Anda jadikan referensi yang kuat dalam menetapkan kebijakan bisnis.

Bila Anda kesulitan atau tidak memiliki waktu untuk membuat laporan keuangan, maka gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online. Kenapa harus Accurate Online?

Karena dengan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara mudah, cepat, dan akurat. Anda hanya perlu memasukan data perusahaan yang diperlukan, dan data tersebut akan tersimpan dengan aman di komputasi cloud Accurate Online.

Selain itu, fitur yang ada di dalamnya juga sangat lengkap, seperti fitur persediaan, pembelian, penjualan, perbankan, dan masih banyak lagi. Menariknya, seluruh kelebihan dan fitur lengkap dari Accurate Online ini bisa Anda nikmati dengan biaya investasi sebesar 200 ribu rupiah perbulan saja.

Penasaran? Anda bisa mencoba Accurate online terlebih dahulu dengan klik tautan gambar di bawah ini.

accurate-200 ribu per bulan