10 Strategi Pemasaran, Pengertian, Fungsi, Contoh dan Elemen dalam Pemasaran

Dalam upaya untuk mengembangkan bisnis, salah satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah perencanaan. Rencana bisnis dapat dianalogikan sebagai sebuah peta untuk menunjukkan arah pada sebuah kesuksesan. Hal lain yang tak kalah penting adalah menetapkan strategi pemasaran

Pemasaran  menempati posisi yang strategis untuk mencapai suatu keberhasilan pada sebuah bisnis. Meskipun sebuah produk memiliki kualitas yang baik, tetapi tidak akan bisa menghasilkan keuntungan berlipat apabila tidak diiringi dengan strategi pemasaran yang jitu.

Tanpa adanya strategi pemasaran yang baik, maka cukup sulit untuk mengembangkan bisnis. Terlebih, risiko kalah saing pun sangat mungkin terjadi. Sehingga, mempelajari tentang ilmu pemasaran sangat penting dalam menjalankan suatu bisnis.

Untuk itu, sila simak penjelasan di bawah ini untuk bisa mencapai keberhasilan dengan strategi bisnis yang tepat!

Pengertian Strategi Pemasaran

Sebelum masuk ke tips-tipsnya, Anda sebaiknya mengetahui pengertian strategi pemasaran terlebih dahulu. Strategi pemasaran adalah upaya untuk memasarkan serta mengenalkan suatu produk maupun jasa pada masyarakat.

Tentu saja dengan menggunakan rencana dan taktik matang, dengan begitu, jumlah penjualan dapat meningkat. Strategi pemasaran juga dapat dimaknai dengan rentetan usaha yang dilakukan perusahaan dalam mencapai tujuan.

Di dalam suatu bisnis, ada tiga faktor yang merupakan penentu harga jual barang dan jasa yang meliputi produksi, pemasaran, serta konsumsi. Sehingga, pemasaran dapat dikatakan sebagai penghubung produsen dan konsumen.

Baca juga : Pengertian Digital Marketing, Jenis, dan Manfaatnya bagi Bisnis

Fungsi Strategi Pemasaran

Terdapat empat garis besar yang dapat menjelaskan tentang fungsi strategi pemasaran. Berikut ulasannya:

  1. Terdapat standar penilaian prestasi kerja anggota pada bidang usaha maupun perusahaan. Dengan standar ini, maka pengawasan kualitas dan mutu bisa menjadi semakin efektif.
  2. Sebagai alat bantu dalam meraih berbagai tujuan perusahaan dalam jangka waktu panjang dan pendek.
  3. Untuk mengatur jalannya bisnis. Sehingga, koordinasi tim pemasaran bisa berjalan secara efektif dan sesuai dengan target.
  4. Akan meningkatkan motivasi pada bisnis yang tengah dilakukan. Strategi pemasaran mengharuskan para pelaku bisnis agar bisa memperkirakan jalannya bisnis pada masa yang akan datang. Serta bisa memberi semangat usaha sehingga bisnis bisa berjalan optimal.

Tujuan dari kegiatan strategi pemasaran berdasar pada ulasan di atas meliputi:

  1. Menjadi kegiatan dalam pengembangan kemampuan bisnis agar bisa melakukan adaptasi.
  2. Untuk dasar pemikiran dalam pengambilan keputusan pemasaran.
  3. Dipakai untuk media ukur dari hasil pemasaran berdasar pada standar prestasi yang telah ditentukan.
  4. Supaya tim pemasaran bisa meningkatkan kualitas koordinasi diantara individu-individu di dalamnya.

Baca juga : 10 Tips Manajemen Waktu yang Efektif dan Manfaatnya untuk Bisnis

10 Tips Strategi Pemasaran untuk Bisnis Anda

Dalam penyusunan strategi pemasaran yang efektif, maka, Anda bisa menerapkan beberapa hal di bawah ini:

1. Selalu Konsisten dan Melakukan Perencanaan

Dalam strategi marketing, konsistensi sangat dibutuhkan. Hal ini bertujuan supaya biaya marketing bisa efisien. Tak hanya itu saja, efektivitas penciptaan merek pun akan semakin meningkat.

Perencanaan marketing yang matang juga perlu dilakukan supaya pelanggan banyak berdatangan. Sebelum memasarkan produk, Anda dapat merencanakan strategi marketing dengan efektif. Mulai dari anggaran marketing, hingga konsep lain supaya usaha dapat mudah untuk berkembang.

Baca juga : Manajemen Penjualan: Pengertian, Tahap, Teknik, dan Faktor yang Memengaruhinya

2. Menyasar Target Market

Anda juga perlu mendefinisikan dengan tepat mengenai pangsa pasar yang tengah dituju. Cara yang paling tepat adalah dengan memilih beberapa segmen pasar yang akan Anda masuki. Tujuannya supaya target pasar menjadi lebih jelas. Hal ini akan memudahkan Anda meng-konsep teknik marketing yang tepat.

Baca juga : Mengenal Target Pasar, Faktor Penentu, dan Tips Untuk Menentukannya

3. Menghitung Anggaran dengan Akurat

Bagian yang paling berat dalam menentukan strategi marketing adalah menentukan anggaran. Pasalnya, hal ini membutuhkan keakuratan yang tepat. Dari anggaran yang sudah dibuat, Anda bisa menentukan besaran dana yang dibutuhkan untuk kegiatan pemasaran yang efektif.

Untuk memudahkan penghitungan anggaran sekaligus perencanaan bisnis berkelanjutan berdasarkan data keuangan, Anda harus melakukan pembukuan terencana untuk bisnis Anda.

Gunkanlah software akuntansi yang memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda dan mudah digunakan seperti Accurate Online. Coba Accurate Online secara gratis selama sebulan untuk kemudahan pembukuan dan pembuatan anggaran bisnis melalui link ini.

Baca juga : Pentingnya Penganggaran Perusahaan Untuk Kemajuan Menyeluruh

4. Menentukan Marketing Mix

Marketing mix merupakan harga, produk, dan juga tempat promosi. Sebagai seorang pengusaha, produk dan jasa harus diputuskan secara spesifik. Serta harus ditentukan pula dimana dan bagaimana Anda dapat mendistribusikan produk. Selain itu, bagaimana cara supaya orang lain bisa mengetahui produk yang ditawarkan juga merupakan bagian dari marketing mix.

5. Menggunakan Website untuk Memasarkan Produk

Saat ini, segala macam usaha bisnis membutuhkan peran dari website untuk mempromosikan produknya. Selain itu, website juga media paling optimal untuk memberi informasi pada calon konsumen tentang produk yang ditawarkan. Hal ini dikarenakan 60 persen konsumen yang memakai produk mendapatkan informasi dari internet.

6. Melakukan Branding dengan Baik

Strategi marketing yang selanjutnya adalah dengan melakukan branding atau pencitraan. Branding sendiri adalah proses yang menentukan apakah konsumen menerima produk perusahaan.

Setiap perusahaan harus melakukan branding terhadap produknya. Sehingga, konsumen akan loyal dan setia menggunakan produk tersebut. Beberapa usaha untuk melakukan branding terhadap perusahaan meliputi membuat logo, gambar, dan juga menentukan produk unggulan.

dengan begitu, maka produk dan perusahaan pun akan lebih dikenal oleh masyarakat.

Baca juga: Product Branding: Pengertian, Manfaat dan Strategi Branding yang Baik

7. Promosi dan Iklan

Strategi pemasaran berikutnya adalah menggunakan promoi dan iklan untuk menambahkan brand awareness untuk produk yang Anda jual.

Apabila perlu, Anda bisa juga memakai media berbayar agar kunjungan ke media sosial dapat meningkat. Misalnya dengan menggunakan Facebook Ads, Google ads, Instagram Ads, Twitter Ads, dan masih banyak lagi.

Dengan strategi ini, maka Anda akan terbantu meningkatkan konversi dan jumlah prospek penjualan produk.

Baca juga : Tertarik Memasang Iklan? Kenali Jenis Iklan yang Cocok untuk Bisnis Anda

8. Customer Relationship Management

Agar konsumen Anda tetap konsisten dan loyal, maka dibutuhkan pengelolaan hubungan baik dengan pelanggan. Dengan begitu, maka customer tidak akan lari ke perusahaan yang lain.

Untuk itu, Anda perlu membuat pengelolaan hubungan baik dengan para pelanggan. Mulai dari kartu member khusus untuk pelanggan serta memberi potongan harga untuk para member.

9. Menerapkan Mobile Marketing

Saat ini, pengguna ponsel pintar semakin banyak. Tentu saja membuat pesan pemasaran serta konten bagi platform mobil adalah hal yang mesti dilakukan. Penyebabnya adalah semakin banyak konsumen yang ingin melihat konten, membeli produk memakai smartphone, serta menerima email pemasaran.

Untuk itu, perusahaan harus mendesain ulang blog atau website agar lebih responsif dengan ponsel pintar. Sebab, menurut data, ada sekitar 30 persen lalu lintas internet menggunakan perangkat mobile.

Penting sekali dalam menjangkau pemakai mobile dikarenakan kontribusinya dalam tingkat kunjungan web yang ada di Indonesia.

10. Email Marketing

Untuk melakukan email marketing, maka ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Pertama, tulisan harus bersifat persuasif. Akan tetapi, jangan berlebihan untuk menjelaskan keunggulan produk.

Pelaku bisnis juga perlu menyisipkan form newsletter maupun subscription. Tujuannya supaya calon konsumen bisa menuliskan alamat surel apabila tertarik dengan tawaran bisnis.

Sehingga, Anda bisa melakukan kegiatan selanjutnya supaya calon konsumen bisa menjadi pelanggan yang setia.

Baca juga: Mengenal Email Marketing dan 8 Tips Terbaik untuk Mendongkrak Penjualan

strategi pemasaran 2

Contoh Bisnis yang Berhasil Membuat Strategi Pemasaran

1. Spotify: Menawarkan Pengalaman Pengguna yang Berbeda

Saat ini, Spotify adalah salah satu perusahaan global paling terkenal di planet ini. Tapi bagaimana merek Swedia ini bisa menaklukkan dunia?

Ada banyak layanan musik streaming, tetapi yang membuat Spotify unik adalah fokusnya membantu pengguna menemukan konten baru.

Spotify berusaha berbeda dengan platform streaming musik biasa dan sebagai gantinya menawarkan pengalaman pengguna yang benar-benar baru kepada pendengar.

Misalnya, selain filter khas berdasarkan genre, Spotify juga memungkinkan pengguna untuk memilih musik berdasarkan suasana hati mereka, apakah Anda ingin berolahraga, tidur, atau bahkan membutuhkan beberapa lagu untuk dinyanyikan di kamar mandi.

Ini membantu pengguna menemukan lagu yang tidak pernah terpikir oleh mereka dan pada gilirannya, memperkuat hubungan mereka dengan merek. Mereka juga menjadi yang terdepan dalam menggunakan kecerdasan buatan untuk menyusun daftar putar secara khusus berdasarkan kebiasaan pengguna mereka, seperti Release Radar dan Discover Weekly. 

2. GoPro: Percayai Konten Buatan Pengguna

Salah satu strategi pemasaran terbaik mereka adalah bagaimana mereka memudahkan pelanggan mereka untuk berbagi konten buatan pengguna.

Untuk hal ini, mungkin Anda harus mahir dalam bahasa berbeda yang dimiliki audiens serta memiliki proses pengelolaan kosa kata yang baik untuk konten tersebut. Untuk memudahkan hal ini, Anda bisa menggunakan Parafrase online efisien yang akan memungkinkan Anda untuk melakukan tugas ini.

Dengan alat ini, Anda tidak perlu khawatir tentang apa pun,  karena alat ini akan mengotomatisasikan setiap tugas . Anda hanya perlu memasukkan teks dalam kotak yang diberikan.

Selain itu, alat pertama akan menganalisis teks dan kemudian mulai menulis ulang. Pada akhirnya, Anda akan diberikan 100% konten unik dan bebas plagiarisme.

Karena teknologi berbasis AI-nya, makna konten asli akan dipertahankan. Karena ini, Anda cukup memasukkan seluruh blog tanpa rasa takut.

Kamera GoPro adalah favorit di antara para petualang, pecandu adrenalin, dan atlet karena mereka berhasil merekam konten yang hampir tidak mungkin direkam menggunakan kamera tradisional. Karena sifat produknya, GoPro mampu membuat konten yang spektakuler.

Misalnya, program pengeditan GoPro membuat video dengan bingkai awal dan akhir yang mudah dikenali yang menampilkan logo dan merek GoPro. GoPro kemudian membagikan video ini di media sosial, yang pada gilirannya menginspirasi lebih banyak pengguna untuk membuat dan memposting video mereka sendiri.

Strategi pemasaran ini sangat berhasil bagi GoPro. Tidak percaya? Cek channel Youtube GoPro dan lihat betapa bagus konten di dalamnya dan juga berapa banyak subscribber-nya.

3. Twitch: Fokus pada Niche Anda

Twitch adalah salah satu jejaring sosial paling sukses akhir-akhir ini, namun tidak banyak orang yang mengetahuinya. Itu karena Twitch didasarkan pada satu topik: menyiarkan video game langsung.

Rahasia kesuksesan Twitch adalah mereka tidak bertujuan untuk menargetkan semua orang. Faktanya, mereka telah melakukan hal sebaliknya dan memutuskan untuk fokus pada ceruk yang sangat spesifik dan membangun hubungan dengan penggunanya.

4. Nike: Promosikan Nilai Anda

Hanya ada sedikit merek yang bisa dikenali seperti Nike dan slogan “Just do it“. Sejak awal, merek ini memfokuskan pemasarannya pada mempromosikan nilai-nilai merek, seperti mengatasi kesulitan atau inovasi.

Untuk menyampaikan budaya ini kepada audiensnya, Nike sangat mengandalkan storytelling: iklan yang menceritakan kisah yang menginspirasi dan memancing emosi positif pada pengguna. Selain itu, nilai merek tidak hanya hadir dalam pemasaran Anda, tetapi dalam segala hal yang Anda lakukan.

5. WWF: Komitmen pada Kreativitas

Inisiatif “Earth Hour” dari World Wildlife Foundation adalah acara di mana orang-orang di seluruh dunia secara sukarela mematikan lampu mereka selama satu jam untuk menunjukkan betapa mudahnya memerangi perubahan iklim.

WWF meluncurkan kampanye spanduk di media arus utama Norwegia untuk mengumumkan Earth Hour. Jika pengguna menyentuh spanduk, layar ponsel mereka akan berubah menjadi hitam sepenuhnya.

Begitu mereka menyelipkan jari di atasnya, hitungan mundur untuk Earth Hour akan muncul. Kampanye asli ini sukses, dan berhasil menarik sekitar 1 juta tayangan.

Elemen Penting Dalam Membangun Strategi Pemasaran

5 P Pemasaran – Product, Price, Promotion, Place, dan People atau Produk, Harga, Promosi, Tempat, dan Orang – adalah elemen pemasaran utama yang digunakan untuk memposisikan bisnis secara strategis.

5 P of Marketing, juga dikenal sebagai bauran pemasaran, adalah variabel yang dikontrol oleh manajer dan pemilik bisnis untuk memuaskan pelanggan di pasar sasaran mereka, menambah nilai pada bisnis mereka, dan membantu membedakan bisnis mereka dari pesaing. Berikut adalah penjelasan kelima elemen tersebut:

1. Product (Produk)

Produk mengacu pada produk dan layanan yang ditawarkan oleh bisnis. Keputusan produk meliputi fungsi, pengemasan, tampilan, garansi, kualitas, dll.

Pelanggan perlu memahami fitur, kelebihan, dan manfaat yang bisa dinikmati dengan membeli barang atau jasa. Saat memikirkan suatu produk, pertimbangkan fitur utama, manfaat, serta kebutuhan dan keinginan pelanggan.

2. Price (Harga)

Harga mengacu pada strategi penetapan harga untuk produk dan layanan dan bagaimana pengaruhnya terhadap pelanggan. Keputusan penetapan harga tidak hanya mencakup harga jual, tetapi juga diskon, pengaturan pembayaran, persyaratan kredit, dan layanan pencocokan harga apa pun yang ditawarkan.

Saat menentukan strategi penetapan harga, penting untuk mempertimbangkan posisi bisnis di pasar saat ini. Misalnya, jika bisnis diiklankan sebagai penyedia peralatan mekanis berkualitas tinggi, harga produk harus mencerminkan hal itu.

3. Promotion (Promosi)

Promosi mengacu pada aktivitas yang membuat bisnis lebih dikenal konsumen. Ini mencakup hal-hal seperti sponsor, periklanan, dan aktivitas hubungan masyarakat.

Karena biaya promosi bisa sangat besar, maka penting untuk melakukan analisis titik impas ketika membuat keputusan promosi. Penting untuk memahami nilai pelanggan dan apakah layak melakukan promosi untuk mendapatkannya.

4. Place (Tempat)

Tempat mengacu pada tempat produk / layanan bisnis dilihat, dibuat, dijual, atau didistribusikan. Intinya, keputusan tempat dikaitkan dengan saluran distribusi dan cara menyampaikan produk kepada pelanggan utama yang ditargetkan.

Penting untuk mempertimbangkan seberapa mudah akses produk atau layanan dan memastikan bahwa pelanggan dapat dengan mudah menemukan Anda. Produk atau layanan harus tersedia untuk pelanggan pada waktu yang tepat, di tempat yang tepat, dan dalam jumlah yang tepat.

Misalnya, bisnis mungkin ingin menyediakan produknya melalui situs e-niaga, di toko ritel, atau melalui distributor pihak ketiga.

5. People (Orang-orang)

Orang mengacu pada staf, tenaga penjualan, dan mereka yang bekerja untuk bisnis tersebut. Keputusan orang biasanya berpusat di sekitar layanan pelanggan – bagaimana Anda ingin karyawan Anda dinilai ramah oleh pelanggan?

Contoh 5 P dalam Pemasaran

Budi sedang mempertimbangkan untuk mengoperasikan toko jet ski yang melayani wisatawan dan turis. Untuk memposisikan bisnisnya, Budi dapat berkonsultasi dengan 5 P pemasaran dengan cara berikut:

  • Produk: Penyewaan jet ski per jam untuk orang-orang yang berada di kota untuk waktu yang singkat. Formulir pertanggungjawaban terbatas yang akan ditandatangani oleh orang-orang yang berpartisipasi dalam layanan dan deposit uang jika terjadi kerusakan.
  • Harga: Perjalanan jet ski murah untuk memenuhi batasan anggaran para pelancong dan turis. Diskon 10% untuk perjalanan jet ski jika dirujuk oleh agen perjalanan.
  • Promosi: Halaman Facebook, halaman Instagram, dan akun Twitter untuk mempromosikan bisnis. Juga, promosi berbayar di situs web agen perjalanan.
  • Tempat: Lokasi yang mudah diakses dari sistem transit yang ada.
  • Orang: Anggota staf yang ramah yang suka bertemu wisatawan dan menawarkan layanan pelanggan yang luar biasa.

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai 10 strategi bisnis secara lengkap. Dalam pengembangan bisnis, tim dan pemilik harus mempunyai strategi pemasaran yang tepat. Sehingga, kemungkinan bisnis akan berkembang menjadi lebih besar. Bisnis pun bisa berjalan secara maksimal.

Untuk itu, penting kiranya dalam mengaplikasikan strategi pemasaran yang cermat. Tetap belajar dan temukan strategi pemasaran yang paling sesuai.

accurate berhenti membuang waktu