Budaya Organisasi: Pengertian dari Ahli, Fungsi, dan Karakteristiknya

Secara sederhana, budaya organisasi bisa diartikan sebagai karakteristik ataupun pedoman yang diterapkan oleh setiap anggota organisasi ataupun kelompok di dalam usaha tertentu.

Perlu digaris bawahi bahwa budaya ini memiliki peranan yang penting dalam memotivasi dan juga meningkatkan efektivitas kerja suatu organisasi, baik itu dalam jangka pendek atau jangka panjang. Selain itu, budaya organisasi juga bisa dijadikan sebagai alat dalam menentukan arah organisasi dan juga mengarahkan apa yang boleh dan tidak dilakukan.

Tanpa diterapkannya budaya organisasi, maka performa setiap anggota di dalamnya tidak bisa dilakukan secara maksimal. Untuk itu, budaya organisasi memiliki peranan yang penting dalam setiap organisasi atau perusahaan.

Agar lebih memahami secara mendalam, mari kita sama-sama simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Budaya Organisasi

Pada dasarnya, pengertian dari budaya organisasi adalah suatu karakteristik yang terdapat pada suatu organisasi dan dijadikan sebagai tuntunan organisasi atau perusahaan sehingga mampu membedakannya dengan organisasi lain.

Itu artinya, hal tersebut adalah suatu norma dan juga nilai-nilai perilaku yang dipahami serta diterima oleh seluruh anggota organisasi dan juga digunakan sebagai dasar dalam aturan perilaku di dalam organisasi atau perusahaan tersebut.

Deal dan Kennedy mengatakan bahwa hal ini juga bisa diartikan sebagai seluruh hal yang mampu diselesaikan di tempat organisasi tersebut bernaung.

Budaya dalam suatu organisasi akan melibatkan seluruh pengalaman, filosofi, pengalaman, ekspektasi dan juga seluruh nilai yang terdapat di dalamnya, sehingga nantinya akan terefleksi dalam kegiatan setiap anggota, mulai dari pekerjaan, interaksi dengan lingkungan luar, hingga ekspektasi yang diharapkan bisa terwujud di masa depan.

Needle dalam bukunya pun menjelaskan bahwa hal ini melibatkan suatu aturan tertulis dan juga tidak tertulis, bahasa, kebiasaan, simbol, asumsi, visi, sistem, norma, nilai, serta kepercayaan. Sebagian ahli lainnya juga ada yang menjelaskan bahwa organisasi justru lebih menekan dan membentuk perilaku karyawan di dalam organisasi tersebut.

Jadi, mau tidak mau, atau suka tidak suka, saat ada seseorang yang masuk ke dalam organisasi tersebut, mereka akan mengikuti kebiasaan dan juga budaya yang sedang berlaku di dalam organisasi tersebut.

Baca juga: Aanwijzing Adalah: Pengertian dan Tujuannya dalam Proses Procurement

Fungsi atau Peran Penting Budaya Organisasi

Perlu diketahui bahwa seorang pemimpin dalam suatu organisasi akan memberikan peranan yang sangat penting dalam hal membentuk budaya kerja di dalam organisasi. Sehingga, secara umum budaya ini terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Meningkatkan adanya rasa kepemilikan dan loyalitas setiap karyawan di dalam perusahaan.
  • Digunakan sebagai alat untuk bisa mengorganisasikan setiap anggota.
  • Meningkatkan kekuatan nilai suatu organisasi.
  • Dijadikan sebagai mekanisme dalam mengontrol perilaku di dalam lingkungan pekerjaan
  • Mendorong seluruh struktur anggota untuk bisa meningkatkan performa kerja, baik itu dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.
  • Dijadikan sebagai alat untuk menentukan arah, mana yang bisa dilakukan dan tidak bisa untuk dilakukan.

Selain itu, beberapa ahli juga turut menjelaskan fungsi penting dari organisasi, yang diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Ndraha (1997 : 21)

Menurut Ndraha dalam bukunya, budaya organisasi berfungsi sebagai identitas serta citra dari suatu masyarakat untuk mampu mengikat masyarakat tersebut.

Selain itu, budaya ini juga berfungsi sebagai sumber daya, kekuatan penggerak, meningkatkan nilai lebih, panduan pola perilaku, warisan, pengganti formalisasi, mekanisme adaptasi perubahan, dan proses yang menjadikan suatu bangsa kongruen dengan negara lain, sehingga akan terbentuk nation-state.

2. Robbins (1999:294)

Robbins menjelaskan bahwa budaya organisasi berperan dalam menetapkan tapal batas, identitas untuk suatu anggota di dalam organisasi, memudahkan munculnya komitmen, dan juga meningkatkan kemantapan dalam hal sistem sosial.

3. Siagian (1992:153)

Siagian menjelaskan bahwa budaya ini memiliki peran dalam menentukan batas perilaku, mewujudkan rasa memiliki untuk para anggotanya, mewujudkan rasa komitmen, meningkatkan ikatan kuat pada seluruh anggota, dan alat pengendali perilaku pada setiap organisasi di dalam perusahaan atau organisasi tersebut.

Jenis atau Tipe Budaya Organisasi

Noe dan Mondy (1996:237) dalam bukunya menjelaskan bahwa budaya organisasi bisa terbagi menjadi dua, yakni:

1. Open and Participatory Culture

Jenis ini ditandai dengan adanya pencapaian tujuan hasil yang tinggi dan didukung dengan adanya rasa saling percaya pada bawahan, sifat komunikasi yang terbuka, kepemimpinan yang suportif dan perhatian penuh, menyelesaikan masalah bersama, otonomi pekerja, dan berbagai seluruh informasi yang ada.

2. Closed and Autocratic Culture

Karakteristik dari jenis ini adalah adanya pencapaian tujuan pada hasil yang tinggi, tapi pencapaian ini akan lebih dinyatakan dan dipaksakan di dalam organisasi dengan sifat kepemimpinan otokrasi yang kuat.

Contoh Budaya Organisasi

Setelah kita membahas pengertian lengkap dari budaya organisasi dan juga fungsinya, maka kita pun harus bisa memahami contoh nyata dari budaya organisasi tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh budaya organisasi.

1. Budaya Administrasi

Budaya administrasi di dalam suatu organisasi sangat diperlukan, seperti dalam hal surat menyurat, masuk dan keluarnya barang, pendapatan gaji karyawan, dan hal lainnya demi memperlancar performa perusahaan.

2. Kedisiplinan

Budaya organisasi juga bisa berupa kedisiplinan, seperti dalam hal ketepatan dalam menyelesaikan pesanan pembeli, budaya ramah kepada para pembeli, tidak telat datang ke kantor, dll.

3. Pembagian Wewenang yang Jelas

Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan adalah kemampuan perusahaan tersebut dalam hal membagi wewenang. Tanpa adanya pembagian wewenang yang jelas di dalam perusahaan, maka performa setiap anggotanya tidak akan maksimal karena mereka akan merasa kebingungan.

4. Inovasi

Inovasi merupakan budaya yang mampu memotivasi setiap anggotanya untuk mampu melahirkan atau mengembangkan berbagai ide yang kreatif dan inovatif demi kesuksesan organisasi tersebut.

Karakteristik Budaya Organisasi

Berdasarkan penjelasan di atas, maka kita bisa simpulkan bahwa ada beberapa ciri ataupun karakteristik tersebut adalah:

1. Innovation and Risk Taking

Inovasi dan juga pengambilan risiko merupakan suatu tindakan dalam melakukan inovasi dan mampu mengambil resiko di dalam proses inovasi itu sendiri.

2. Attention to Detail

Perhatian yang lebih pada berbagai hal secara detail artinya adalah organisasi mengharapkan para anggotanya untuk mampu bekerja lebih detail, analisis, dan juga tepat pada sasaran.

3. Outcome Orientation

Orientasi dalam hal manfaat artinya pihak manajemen harus memiliki orientasi atau fokus pada hasil atau manfaatnya, dan tidak hanya fokus pada proses dalam memperoleh hasil yang diharapkan.

4. People Orientation

Orientasi pada anggota artinya pihak manajemen sangat memerhatikan adanya pengaruh ataupun manfaat dari suatu yang dihasilkan pada setiap anggota.

5. Team Orientation

Orientasi pada tim artinya tindakan memprioritaskan kegiatan kerja dalam organisasi berdasarkan tim tersebut, bukan secara individu saja.

6. Aggressiveness

Agresivitas adalah suatu kondisi dimana setiap anggotanya akan cenderung lebih kompetitif dan juga agresif.

7. Stability

Stabilitas artinya kondisi yang mana kegiatan organisasi tersebut akan lebih fokus dalam menjaga status quo sebagai lawan dari perkembangan.

Bagaimana Budaya Organisasi dan Komunikasi Bisa Terbentuk?

Schein mengatakan bahwa Budaya organisasi lebih banyak dipengaruhi oleh para pemimpin di dalamnya dalam hal komunikasi dan kreasi dai dalam lingkungan pekerjaan. Saat para pemimpin ini menjadi arsitek budaya ini, maka budaya yang sebelumnya sudah dibangun juga akan melahirkan gaya kepemimpinan yang baru.

Sehingga, seorang pemimpin akan sangat mempengaruhi budaya kerja yang nantinya akan membantu setiap anggota dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan bersama. Untuk itu, budaya organisasi, rasa kepuasan pada pekerjaan, dan juga kepemimpinan memiliki akan saling berkaitan.

Dilansir dari laman Gotham Culture, seorang pemimpin mampu mempengaruhi dan dipengaruhi, membentuk dan dibentuk oleh adanya berbagai budaya di dalam lingkungan pekerjaan, terkecuali ada beberapa hal berikut ini.

1. Budaya Seseorang dan Budaya Pasar

Aspek manusia dan budaya pasar pun turut dipengaruhi oleh bagaimana suatu organisasi membangun bisnis, memperlakukan setiap konsumen, dan suatu komunitas yang lebih besar. Pada umumnya, budaya orang mempunyai struktur horizontal yang lebih mudah untuk diterapkan dan lebih memiliki nilai.

Tapi, tetap saja hal ini bisa menyebabkan kerugian, karena kompetisi dilakukan oleh setiap orang dan tidak menjadi prioritas utamanya. Sementara itu, market culture akan lebih fokus pada hasil, kompetisi, prestasi dan juga bagaimana segala sesuatunya mampu diselesaikan dengan baik.

2. Budaya Adaptif dan Budaya Adhokrasi

Budaya adaptif berhubungan langsung dengan pengambilan keputusan, perubahan pada nilai, dan meningkatkan kemungkinan untuk terus bertahan. Sedangkan budaya adhokrasi, seperti yang dilansir dari laman Arts FWD, akan lebih mengarah pada sika pengambilan risiko, inovasi, dan juga prioritas.

Baca juga: Warehouse Management System (WMS): Pengertian, Konsep dan Kelebihannya

Kesimpulan

Pemahaman akan budaya organisasi di atas sangat penting sekali untuk para pebisnis maupun karyawan yang baru saja diterima pada suatu perusahaan. Menciptakan budaya yang baik pada lingkungan kerja akan lebih memudahkan perusahaan dalam mencapai tujuan bersama-sama.

Melakukan pencatatan keuangan yang baik dan tepat juga menjadi salah satu budaya yang harus dilestarikan dalam kegiatan akuntansi perusahaan, agar kondisi keuangan tetap sehat dan perusahaan bisa tetap bertahan dalam kondisi apapun.

Nah, untuk lebih mempermudah Anda dalam melakukan kegiatan akuntansi tersebut, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online. Aplikasi ini sudah dilengkapi dengan tampilan dashboard yang sederhana dan juga fitur yang komplit, sehingga akan memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis apapun.

Tertarik? Anda bisa coba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini:

https://accurate.id/lp/marketing-form/