Apa itu Capital Expenditure? Mari Mengetahuinya secara Lengkap

oleh | Nov 2, 2023

source envato.

Apa itu Capital Expenditure? Mari Mengetahuinya secara Lengkap

Pengeluaran modal, atau Capital Expenditure, adalah konsep yang penting dalam dunia keuangan dan bisnis.

Kita akan membahas apa itu capital expenditure secara rinci, menguraikan bagaimana hal itu berbeda dari pengeluaran operasional, dan mengapa pengeluaran modal berdampak signifikan pada kondisi keuangan perusahaan.

Dengan pemahaman yang kuat tentang pengeluaran modal, Anda dapat membuat keputusan finansial yang lebih bijak dan memahami bagaimana perusahaan menginvestasikan sumber daya dalam pertumbuhan dan perkembangan jangka panjang.

Pengertian Capital Expenditure

Pengertian Capital Expenditure

ilustrasi capital expenditure. source envato

Capital expenditure atau Capex merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli, memperbaiki, atau merawat aset jangka panjang yang diperlukan untuk pengembangan  bisnis perusahaan.

Aset yang dimaksud di sini diantaranya adalah properti, kendaraan inventaris, mesin atau alat alat, software atau perangkat lunak penunjang, dan lain-lain.

Aset-aset ini dipakai dalam jangka panjang, lebih dari satu periode akuntansi. Bahkan seluruh aset ini bisa dipakai selama perusahaan beroperasi.

Dikutip dari Investopedia, Belanja modal (CapEx) adalah dana yang digunakan oleh perusahaan untuk memperoleh, meningkatkan, dan memelihara aset fisik seperti properti, pabrik, bangunan, teknologi, atau peralatan.

Dalam dunia industri dan bisnis, melakukan tambahan investasi pada aset bisnis sangat penting.

Meskipun, dalam melakukan investasi pada aset bisnis harus melakukan penambahan belanja terhadap modal.

Kegiatan pembelanjaan capital expenditure untuk investasi pada aset bisnis umumnya dilakukan dengan melakukan pembelian bangunan atau renovasi fasilitas yang sudah dimiliki.

Baca juga : Pengertian, Sumber, Jenis, dan Manfaat Modal

Jenis Capital Expenditure

Jenis Capital Expenditure

ilustrasi capital expenditure. source envato

Dalam melakukan kegiatan pembelanjaan modal dalam rangka berinvestasi untuk menambah aset bisnis, ada beberapa jenis kegiatan yang biasa dikenal.

Jenis kegiatan pembelanjaan ini dibagi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan investasi tersebut.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai berbagai jenis capital expenditure yang sudah umum diketahui

1. Penggantian Peralatan

Adanya penambahan dalam kegiatan pemanfaat capital expenditure salah satunya bertujuan untuk mengganti peralatan.

Peralatan yang diganti umumnya adalah peralatan yang sudah usang atau bisa juga karena ada kebutuhan tambahan dalam peralatan tersebut.

Kegiatan penggantian peralatan ini bisa berkaitan dengan peralatan produksi atau bisa peralatan pendukung kegiatan produksi.

Sebagai contoh pada penggantian peralatan produksi apabila ada peralatan yang sekarang dimiliki dinilai sudah tidak lagi produktif karena cukup lama digunakan.

Peralatan produksi yang cukup lama digunakan tentu akan mengalami degradasi kemampuan.

Sehingga, perusahaan mengambil keputusan untuk membeli peralatan produksi yang terbaru dengan tujuan untuk meningkatkan produksi. Peralatan baru inilah yang tergolong dengan capital expenditure.

2. Ekspansi untuk Peningkatan Pangsa Pasar

Kegiatan penambahan aset bisnis bisa juga bertujuan untuk melakukan ekspansi demi mendapatkan peningkatan pangsa pasar.

Ekspansi untuk mendapatkan pangsa pasar ini umumnya dilakukan terhadap produk-produk yang sudah ada.

Ekspansi yang dilakukan bisa berupa penambahan aset dengan pembukaan cabang baru atau bisa juga dengan menambah jumlah karyawan agar proses produksi lebih efisien misalnya.

Hal yang sering dilakukan adalah dengan membuka cabang atau kantor baru pada kota atau daerah yang ingin disasar.

Segala hal yang berkaitan dengan pembukaan cabang baru antara lain penambahan aset bangunan untuk keperluan kantor dan gudang atau pembelian aset seperti komputer.

Semua dana yang berkaitan dengan keperluan tersebut tergolong sebagai capital expenditure.

Baca juga : Teori Struktur Modal dan Berbagai Faktor Penentunya

3. Expansi untuk Mengeluarkan Produk Baru

Dalam rangka meningkatkan pemasukan, sebuah perusahaan tentu membutuhkan inovasi-inovasi baru yang lebih segar.

Inovasi yang lebih segar bertujuan untuk menarik pasar baru atau pasar lama dengan produk-produk baru atau produk pembaruan.

Untuk melakukan inovasi tersebut perusahaan membutuhkan beberapa aset tambahan seperti pabrik baru misalnya.

Dalam membuat pabrik baru, sebuah perusahaan tentu membutuhkan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik.

Kemudian perusahaan juga membutuhkan berbagai macam material pembangunan sebagai bahan pembangunan pabrik baru tersebut.

Terkadang, perusahaan juga melakukan kerjasama dengan kontraktor yang akan membangun pabrik barunya. Semua kebutuhan tersebut juga dapat digolongkan sebagai capital expenditure.

4. Proyek yang Muncul Akibat Hukum yang Berlaku

Kejadian seperti ini biasanya terjadi pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan.

Mengingat dalam menjalankan kegiatannya, perusahaan yang bergerak di bidang tambang ini mengambil sesuatu yang dapat merusak alam, kemudian pemerintah mengeluarkan aturan-aturan tertentu sebagai upaya untuk perlindungan alam.

Upaya ini tidak akan meningkatkan keuntungan perusahaan, tetapi harus dilakukan karena berkaitan dengan hukum yang berlaku.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan tambang yang menghasilkan limbah berbahaya harus membuat tempat pengolahan limbah.

Tempat pengolahan limbah ini penting bagi lingkungan dan masyarakat meski tidak berkaitan dengan profit pada perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga diwajibkan untuk melakukan penghijauan kembali atau pengelolaan terhadap lahan sisa tambang agar bisa menyelamatkan lingkungan di sekitarnya.

Pentingnya Perhitungan Capital Expenditure

Pentingnya Perhitungan Capital Expenditure

ilustrasi capital expenditure. source envato

Kegiatan pengeluaran dalam capital expenditure untuk keperluan penambahan berbagai jenis aset ini sangat penting bagi sebuah bisnis atau perusahaan.

Dalam melakukan perhitungan, perusahaan tidak melakukannya sembarangan dan perlu perhitungan yang sangat cermat.

Berikut ini adalah beberapa alasan betapa pentingnya perhitungan dalam pengeluaran modal untuk penambahan aset.

1. Efek Jangka Panjang

Dampak pemanfaatan capital expenditure untuk penambahan berbagai jenis aset ini memiliki efek yang tidak sebentar.

Efek yang berkaitan dengan penambahan aset ini bisa berlaku hingga jangka panjang. Misalnya pengeluaran modal untuk memperbarui peralatan produksi yang sudah usang.

Peralatan produksi yang baru tentu akan meningkatkan efisiensi produksi, tetapi di sisi lain dapat mengurangi modal perusahaan.

Pengurangan modal tentu akan berdampak pada kas perusahaan yang berubah menjadi sebuah aset benda mati yang dapat memengaruhi banyak hal.

Oleh sebab itu, sebelum melakukan pembelian peralatan produksi yang baru, tentu membutuhkan perencanaan yang sangat matang, mengingat akan menambah beban anggaran perusahaan dan tentu saja mengurangi pendapatan untuk sementara.

Baca juga : Modal Kerja: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Fungsinya

2. Biaya Awal yang Tinggi

Masih berkaitan dengan pembelian peralatan baru yang akan meningkatkan efisiensi produksi.

Dalam pembelian peralatan baru tentunya memiliki harga yang mahal sehingga dapat membebani anggaran perusahaan yang mana termasuk dalam capital expenditure.

Biaya modal untuk pembaruan aset ini juga harus dihitung tingkat pembalikan modal atau Return of Investment (ROI) sehingga dapat terlihat berapa nilai barang terhadap tingkat efisiensi produksinya.

3. Depresiasi Nilai

Sama seperti peralatan yang sudah usang, peralatan yang baru tentu akan mengalami depresiasi pada masa depan.

Sehingga penting kemudian untuk memperhitungkan dengan tepat waktu pembelian peralatan baru tersebut, meski akan memengaruhi tingkat efisiensi produk.

Untuk melakukan perhitungan depresiasi nilai suatu barang perlu dilakukan oleh orang-orang yang ahli di bidangnya.

Menentukan waktu yang tepat dalam melakukan pembelian peralatan baru tersebut juga akan memengaruhi harga dan modal yang harus dikeluarkan.

Oleh sebab itu, perhitungan waktu juga sangat penting dalam merencanakan capital expenditure.

Dengan perencanaan waktu yang tepat tentu perusahaan juga dapat mendapatkan keuntungan yang tepat dari modal yang dikeluarkannya tersebut.

Baca juga : Manajemen Keuangan: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Prinsip,Ruang Lingkup dan Tips Pengelolannya

Catat Seluruh Biaya Pengeluaran pada Bisnis dengan Accurate Online

Melakukan capital expenditure untuk pengembangan bisnis memang memerlukan pembiayaan yang cukup besar.

Namun perlu Anda ingat juga manfaat dari melakukan capital expenditure ini akan membuat usaha Anda berkembang lebih cepat.

Yang terpenting adalah Anda melakukan pencatatan pada setiap biaya yang Anda keluarkan.

Untuk memudahkan Anda dalam pencatatan pengeluaran dan pemasukan bisnis, Anda bisa menggunakan software akuntansi yang akan membuat proses pembukuan bisnis jauh lebih baik, lebih cepat, dan minim kesalahan.

Gunakanlah software yang mudah digunakan dan memiliki fitur yang lengkap seperti Software Akuntansi dan Bisnis Accurate Online

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang memiliki fitur terlengkap seperti pencatatan penjualan dan pembelian, penggajian, multi mata uang, multi cabang, otomatisasi lebih dari 100 jenis laporan keungan dan masih banyak lagi fitur yang akan membuat pembukuan bisnis Anda jauh lebih baik.

Tidak percaya? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui gambar di bawah ini :

marketingmanajemenbanner

Efisiensi Bisnis dengan Satu Aplikasi Praktis!

Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan tim kami.

Jadwalkan Konsultasi

artikel-sidebar

Ibnu
Lulusan S1 Ekonomi dan Keuangan yang menyukai dunia penulisan serta senang membagikan berbagai ilmunya tentang ekonomi, keuangan, investasi, dan perpajakan di Indonesia

Artikel Terkait