Memahami Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Direksi di Perusahaan

Keberhasilan perusahaan tidak terlepas dari peran orang-orang hebat di dalamnya. Termasuk peran Dewan Direksi yang memastikan perusahaan dapat berjalan dengan semestinya dan terus berkembang mencapai tujuan perusahaan.

Dalam peraturan Nomor 33/POJK/04./2014 yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan, perusahaan korporasi atau publik wajib memiliki Dewan Direksi, yang mana posisinya berada di posisi tertinggi ketiga setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Dewan Komisaris.

Adapun pemilihannya tidak bisa dilakukan sembarangan karena mereka bertanggung jawab penuh terhadap pengawasan dan kemajuan perusahaan. Lebih jelasnya, artikel berikut ini akan menguraikan tugas dan tanggung jawab Dewan Direksi di Perusahaan, beserta pengertian dan jenis-jenisnya.

Apa Itu Dewan Direksi?

Berdasarkan Pasal 1 angka (5) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), Direksi adalah organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan anggaran dasar.

Dewan Direksi juga bisa diartikan sebagai sekelompok individu atau pimpinan perusahaan yang dipilih oleh para pemegang saham dan badan pengatur melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mewakili kepentingan mereka dalam mengelola perusahaan (board of directors)..

Pemilihan ini ditentukan atas dasar besaran anggaran rumah tangga perusahan, mulai dari jumlah anggota, struktur, hingga kekuasaan. Di mana umumnya, posisi ini terdiri dari tiga hingga 31 orang, namun idealnya berjumlah tujuh orang.

Pada intinya, jumlah ini harus merupakan cerminan atas representasi manajemen dan para pemegang saham, serta harus memenuhi seluruh anggota internal dan eksternal perusahaan atau organisasi.

Adapun masing-masing anggotanya juga dapat merangkap jabatan sebagai:

  1. Anggota Dewan Direksi pada maksimal 1 perusahaan publik lain;
  2. Anggota Dewan Komisaris pada maksimal 3 perusahaan publik lain; dan/atau
  3. Anggota Komite pada maksimal 5 komite di perusahaan publik lain, di mana anggota tersebut juga menjabat sebagai anggota Dewan Direksi/Dewan Komisaris.

Baca Juga: Mengenal Contoh Struktur Organisasi Pada Perusahaan

Jenis-Jenis Dewan Direksi

Dewan Direksi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni internal dan eksternal.

1. Dewan Direksi Internal

Anggota-anggotanya merupakan pemegang saham utama, karyawan, pejabat, dan anggota yang memiliki pengalaman untuk kemajuan perusahaan. Biasanya, mereka akan mendapat pergantian uang yang akan dibayarkan untuk setiap kehadirannya di pertemuan dewan.

2. Dewan Direksi Eksternal

Anggota-anggotanya berasal dari luar perusahaan atau independen yang menduduki kursi dewan, namun tidak terlibat dalam pekerjaan operasional perusahaan sehari-hari. Mereka cenderung bisa memberi pendapat yang lebih objektif dan independen dalam hal penyelesaian permasalahan perusahaan dengan tetap memerhatikan tidak menguntungkan atau merugikan suatu pihak.

Baca Juga: Komisaris adalah: Pengertian, Tugas, dan Tanggung Jawabnya di Suatu Perusahaan

Tugas dan Tanggung Jawab

Dewan Direksi adalah seseorang yang mewakili para pemegang saham. Artinya, segala tindakan yang diambilnya harus bisa menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Karena itu, mereka harus mengadakan rapat secara berkala untuk menetapkan aturan-aturan baru sebagai bentuk pengawasan perusahaan.

Sehingga, dapat dikatakan bahwa tugas dan tanggung jawab yang diembannya meliputi hal-hal sebagai berikut.

  1. Memimpin dan mengurus perusahaan dengan menentukan kebijakan sesuai kepentingan dan tujuan.
  2. Menetapkan kebijakan pengurusan perusahaan yang sesuai dengan maksud dan tujuan perusahaan, serta kebijakan yang dipandang tepat dalam batas yang telah ditentukan dalam Undang-Undang atau Anggaran Dasar.
  3. Mengatur penyerahan kekuasaan kepada seseorang atau beberapa orang karyawan perusahaan secara mandiri maupun kelompok, atau kepada orang lain, yang memiliki tugas untuk mewakili perusahaan tersebut.
  4. Mengatur penetapan ketentuan tentang karyawan perusahaan terhadap besaran gaji, kompensasi, tunjangan karyawan, dan pembayaran karyawan lainnya, yang berpedoman pada undang-undang yang berlaku.
  5. Membuat dan memelihara daftar pemegang saham, risalah RUPS, dan risalah rapat direksi, serta menyampaikan laporan keuangan, manajemen, dan kinerja perusahaan kepada pemegang saham secara berkala.
  6. Mengangkat dan memberhentikan pekerja berdasarkan aturan perusahaan dan undang-undang yang berlaku.
  7. Menyetujui anggaran perusahaan untuk setiap tahunnya.
  8. Melakukan seluruh tindakan dan perbuatannya untuk mewakili perusahaan, salah satunya dalam keterlibatan hukum yang tetap berdasarkan pada batasan-batasan aturan dari perusahaan tersebut.

Baca Juga: Cara Sederhana Membuat Struktur Organisasi Perusahaan Dagang dan Contohnya

Penutup

Dewan Direksi merupakan orang-orang pilihan yang harus bisa menjadi cerminan atas representasi manajemen dan para pemegang saham, termasuk seluruh anggota internal dan eksternal perusahaan atau organisasi. Tugas dan tanggung jawabnya berkaitan dan berdampak langsung terhadap operasional dan keberlangsungan perusahaan, yang semuanya ditujukan untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan perusahaan.

Untuk memaksimalkan upaya yang dilakukan oleh Dewan Direksi, perusahaan perlu memerhatikan manajemen atau pengelolaan keuangannya agar dapat tercipta kondisi keuangan yang sehat. Dalam hal ini, perusahaan bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang mudah untuk digunakan dan bisa diakses kapan saja serta di mana saja.

Di dalamnya, tersedia pula berbagai fitur yang akan mempermudah perusahaan dalam proses kepengurusan pajak, buku besar, pembelian, penjualan, hingga aset tetap. Secara keseluruhan, aplikasi bisnis ini akan membuat proses pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan menjadi lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Ratusan ribu pebisnis dari berbagai sektor usaha di Indonesia juga telah memercayakan Accurate Online sebagai aplikasi yang membantunya dalam mencapai kesuksesan finansial. Jika Anda tertarik untuk mencobanya, segera klik tautan gambar di bawah ini dan nikmati Accurate Online secara gratis selama 30 hari.