Mesin Absen Finger Print: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangannya

Salah satu mesin absensi yang saat ini banyak digunakan adalah mesin absen finger print. Mesin ini bisa kita temukan dengan mudah di banyak perkantoran, lembaga pendidikan, sampai instansi atau organisasi lainnya.

Mesin ini dianggap sebagai mesin yang efektif dalam memantau kehadiran karyawan dalam suatu perusahaan atau organisasi.

Tapi walaupun sudah banyak perusahaan yang merasakan manfaatnya, masih ada saja perusahaan yang belum memahami cara menerapkan mesin absen fingerprint di perusahaannya. Untuk itu, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan berbagai hal tentang mesin absen fingerprint khusus untuk Anda.

Pengertian Mesin Absen Fingerprint

Pada dasarnya, mesin absen fingerprint adalah salah satu alat untuk memantau kehadiran karyawan dengan cara memanfaatkan salah satu identitas yang paling unik di dalam tubuh manusia, yaitu sidik jari.

Mesin ini akan memanfaatkan teknologi biometrik, yakni suatu teknologi yang mampu merekam karakteristik fisik ataupun perilaku manusia yang bisa dijadikan sebagai alat identifikasi secara digital.

Walaupun mesin ini mungkin terdengar sulit untuk dipahami secara istilah, namun penggunaannya terbilang sangat mudah. Dalam tahap awal, setiap karyawan harus mendaftarkan sidik jarinya, umumnya dengan mengambil beberapa sampel di beberapa jari.

Bila sudah, agar bisa memastikan kehadiran karyawan, maka setiap kali tiba di kantor, mereka hanya harus menempelkan sidik jarinya yang sudah terdaftar ke mesin absensi ini. Hal yang sama pun harus dilakukan setelah jam kerja selesai.

Untuk tim HR sendiri, data sidik jari yang sudah terdigitalisasi ini akan menjadi penanda akan kehadiran dan lamanya waktu kerja karyawan.

Nantinya, data ini bisa ditarik untuk kemudian diintegrasikan dengan kebutuhan serta penghitungan lain yang memerlukan data kehadiran karyawan, seperti misalnya data jam lembur, perhitungan transportasi, makan, serta tunjangan lainnya.

Untuk itu, saat ini mesin fingerprint memiliki peran yang sangat penting untuk perusahaan. Fungsinya tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas perusahaan, tapi juga berhubungan langsung dengan tingkat kesejahteraan dan juga hak dari karyawan.

Baca juga: Tunjangan Jabatan: Pengertian dan Berbagai Jenisnya

Kekurangan Penggunaan Finger Print

Melakukan absensi dengan menggunakan mesin finger print memang sudah bisa menutup berbagai celah kekurangan dari mesin absensi yang sebelumnya pernah ada.

Selain karena tingkat keamanannya yang mumpuni dan validitas data yang tepat, di dalamnya juga bisa dilakukan integrasi data. Data yang terdapat di mesin fingerprint ini relatif lebih mudah untuk ditarik dan diintegrasikan untuk memenuhi keperluan perhitungan gaji, karena data yang direkam sudah terdigitalisasi dengan baik.

Tapi, bukan berarti mesin ini tidak memiliki kekurangan. Lalu, apa saja kekurangan dari mesin absensi fingerprint? Ini jawabannya:

1. Investasi dan Perawatan

Agar bisa menikmati berbagai penawaran yang terdapat di dalam mesin absen finger print, Anda harus mengeluarkan biaya investasi dan perawatan selama penggunaannya berlangsung.

Bila kita bandingkan dengan teknologi mesin absensi sebelumnya, seperti mesin absensi ceklok, mesin absensi finger print relatif lebih mahal dari sisi alat maupun perawatannya. Walaupun begitu, masih banyak perusahaan menengah hingga besar yang menggunakan alat ini.

2. Celah Kecurangan

Teknologi finger print ini memang menggunakan identitas unik yang terdapat di setiap orang, yaitu sidik jari. Itu artinya, tidak mungkin kehadiran data bisa dipalsukan.

Walaupun begitu, bukan artinya celah kecurangan bisa ditutup secara rapat. Masih ada banyak celah kecurangan yang bisa ditembus pada mesin absensi ini. Karena, sidik jari yang diciptakan oleh setiap manusia pun nyatanya masih bisa dipalsukan.

Ada banyak sekali cara yang bisa ditempuh untuk melakukan kecurangan, mulai dari menggunakan fotokopi sidik jari, menggunakan gel silicon, sampai mendaftarkan dua sidik jari yang berbeda dari awal, yaitu sidik jari milik teman dan miliki diri sendiri, sehingga bisa melakukan titip absen.

3. Fleksibilitas

Mesin absensi ini sangat tidak fleksibel. Umumnya, mesin ini akan ditempatkan pada suatu area dan setiap karyawan harus mendatangi mesin finger print ini untuk bisa melakukan absensi

Tentunya hal ini sangat menyulitkan tim HR dan karyawan ketika bekerja dari rumah atau WFH. Di masa pandemi seperti saat ini, salah satu upaya yang harus dilakukan agar bisa mengurangi penularan virus adalah dengan cara mengurangi interaksi secara langsung, salah satu caranya adalah dengan bekerja di rumah.

Ruangan kantor yang tertutup, terlebih lagi dengan menggunakan sistem AC pusat, dianggap rawan menjadi tempat penyebaran virus. Untuk itu, bekerja dari rumah atau WFH dianggap menjadi salah satu solusi agar bisa mengurangi tingkat penularan.

Namun, bekerja dari rumah tentunya memerlukan pemantauan kehadiran dari setiap karyawan. Nah, mesin absen fingerprint belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Lebih dari itu, dalam kondisi yang normal sekalipun, bila perusahaan mempunyai karyawan lapangan yang lebih banyak bekerja di luar kantor, penggunaan mesin absensi fingerprint akan menjadi tidak efektif.

4. Higienitas 

Dalam suatu laporan berita yang dirilis oleh CNN Indonesia, dilaporkan ada tiga perusahaan di daerah Semarang yang diketahui mesin absensi fingerprint-nya menjadi media penularan virus Covid-19.

Saat ini, kontak fisik adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya penularan virus, baik itu kontak fisik secara langsung ataupun tidak langsung,  salah satu contohnya adalah penggunaan mesin fingerprint, daun pintu, dan media lainnya.

Lebih dari itu, mesin absen fingerprint juga umumnya tidak mampu mendeteksi sidik jari yang dimasukkan bila alat tersebut kotor atau basah. Nah, hal tersebut menjadi celah dari sisi higienitas dan celah efektivitas mesin ini.

Baca juga: Mesin Absen Ceklok: Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang mesin fingerprint. Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan yang wajib Anda perhitungkan bila ingin berinvestasi pada mesin absensi yang satu ini.

Tapi apapun mesin absensi yang akan Anda gunakan di dalam perusahaan, Anda tetap harus mempersiapkan anggaran yang tepat dan anggaran tersebut harus tercatat dengan baik di dalam laporan keuangan. Namun, membuat laporan keuangan secara manual tentu akan memakan banyak waktu dan rawan terjadi kesalahan.

Untuk itu, tinggalkanlah cara membuat laporan keuangan yang manual dan gunakanlah software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Karena software yang dibuat dengan basis cloud ini akan menyediakan lebih dari 200 jenis laporan keuangan dan mencatat setiap transaksi keuangan secara otomatis cepat dan akurat. Sehingga Anda bisa lebih fokus dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.

Ayo coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga selama 30 hari dengan klik banner di bawah ini.

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.