Pengertian Iklan Konvensional dan 10 Strategi Efektif Menjalankannya

oleh | Sep 14, 2023

source envato.

Pengertian Iklan Konvensional dan 10 Strategi Efektif Menjalankannya

Dalam era di mana teknologi digital mendominasi, iklan konvensional tetap memegang peran penting dalam strategi pemasaran suatu produk atau layanan.

Meskipun kehadiran iklan daring dan media sosial semakin merajalela, penting untuk tidak melupakan nilai-nilai yang telah lama diandalkan oleh iklan konvensional. Artikel ini akan membahas mengenai relevansi dan efektivitas iklan konvensional dalam konteks zaman digital yang terus berkembang pesat.

Perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen telah membawa tantangan baru bagi para pemasar dalam menciptakan kampanye yang efektif. Namun, iklan konvensional memiliki karakteristik khas yang mampu menjangkau khalayak dengan cara yang lebih mendalam.

Melalui media cetak, siaran radio, dan televisi, iklan konvensional mampu menghadirkan pengalaman visual dan auditori yang sulit dicapai oleh metode pemasaran digital.

Artikel ini juga akan mengeksplorasi bagaimana iklan konvensional mampu membangun kepercayaan dan ketahanan merek dalam jangka panjang.

Meskipun era digital memberikan akses yang lebih cepat dan luas, iklan konvensional memiliki kekuatan dalam menciptakan ikatan emosional yang kokoh antara merek dan konsumen.

Dengan pendekatan yang tepat, iklan jenis ini dapat membentuk narasi yang lebih mendalam, menggugah perasaan, dan meningkatkan kesan yang melekat dalam ingatan audiens.

Dalam artikel ini, kami akan menyoroti berbagai strategi kreatif yang dapat diterapkan dalam iklan konvensional, sekaligus menggali faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam mengoptimalkan dampaknya.

Pengertian Iklan Konvensional

Pengertian Iklan Konvensional

ilustrasi iklan konvensional. source envato

Berdasarkan laman Mailchimp, iklan konvensional adalah bentuk pemasaran yang telah ada sejak lama dan telah menjadi bagian integral dari berbagai media komunikasi tradisional. Bentuk iklan ini mencakup media seperti cetak (surat kabar, majalah), siaran (radio), dan visual (televisi)

Dalam iklan konvensional, pesan pemasaran disampaikan kepada khalayak melalui media tradisional tanpa melibatkan teknologi digital atau internet.

Iklan konvensional memiliki ciri-ciri khas, seperti pesan berbasis teks dan gambar, dengan penggunaan kreatif kata-kata dan desain yang dimaksudkan untuk menarik perhatian dan mempengaruhi perilaku konsumen.

Sebagai contoh, iklan surat kabar dapat menggunakan ruang cetak untuk menampilkan gambar produk dan informasi penawaran secara jelas dan terinci. Iklan radio, di sisi lain, bergantung pada pesan audio yang persuasif dan menarik.

Meskipun teknologi digital telah memberikan banyak alternatif baru dalam pemasaran, iklan konvensional masih memiliki tempatnya dalam strategi pemasaran.

Jenis iklan ini sering kali menargetkan kelompok konsumen tertentu berdasarkan preferensi, lokasi geografis, atau karakteristik demografis. Selain itu, iklan konvensional juga memiliki sejarah panjang dalam membangun merek dan kesadaran merek, serta menciptakan ikatan emosional dengan audiens.

Dalam era digital yang terus berkembang, iklan konvensional telah mengalami beberapa adaptasi. Misalnya, kode QR sering digunakan dalam iklan cetak untuk menghubungkan konsumen ke halaman web atau sumber daya digital lainnya.

Demikian pula, iklan TV dan radio dapat mengarahkan pendengar atau pemirsa ke media sosial atau platform digital untuk interaksi lebih lanjut.

Secara keseluruhan, iklan konvensional tetap relevan dalam lingkungan pemasaran modern. Meskipun teknologi digital telah mengubah cara kita berinteraksi dengan informasi dan merek, iklan jenis ini memiliki kelebihan dalam memberikan pesan yang jelas dan langsung kepada konsumen dalam bentuk yang sudah dikenal dan diterima secara luas.

Baca juga: Apa itu Iklan? Ini Pengertian dan Tujuannya!

Iklan Konvensional VS Iklan Digital

Iklan Konvensional VS Iklan Digital

ilustrasi iklan konvensional. source envato

Iklan konvensional dan iklan digital adalah dua pendekatan yang berbeda dalam dunia pemasaran. Meskipun keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, penting untuk memahami perbedaan antara keduanya agar dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan tujuan pemasaran Anda.

Berikut ini perbandingan antara iklan konvensional dan iklan digital:

1. Iklan Konvensional

Kelebihan:

  • Kepercayaan dan Kredibilitas: Iklan konvensional cenderung lebih meyakinkan bagi beberapa konsumen karena hadir dalam media yang sudah lama dikenal dan terpercaya.
  • Keberadaan Jangka Panjang: Iklan cetak seperti surat kabar dan majalah dapat bertahan lebih lama dan terus terlihat oleh konsumen selama periode waktu yang lebih lama.
  • Ikatan Emosional: Iklan konvensional dapat membangun ikatan emosional yang lebih kuat dengan audiens karena mereka menampilkan pesan dalam bentuk yang lebih personal dan nyata.
  • Target Terlokalisasi: Media konvensional seperti iklan radio atau papan reklame dapat digunakan untuk menargetkan konsumen di lokasi tertentu.

Keterbatasan:

  • Keterbatasan Pengukuran: Sulit untuk mengukur dampak iklan konvensional dengan presisi yang sama seperti iklan digital.
  • Biaya Produksi Tinggi: Iklan konvensional sering kali membutuhkan biaya produksi yang lebih tinggi, terutama untuk iklan TV atau cetak berkualitas tinggi.
  • Keterbatasan Targeting: Sulit untuk menargetkan secara spesifik seperti iklan digital. Iklan konvensional lebih cenderung bersifat massal.

2. Iklan Digital

Kelebihan:

  • Pengukuran Akurat: Kemampuan untuk mengukur secara akurat kinerja iklan, termasuk jumlah klik, tayangan, konversi, dan lainnya.
  • Targeting Tepat Sasaran: Iklan digital memungkinkan penargetan yang sangat spesifik berdasarkan demografis, perilaku, minat, dan lokasi.
  • Biaya yang Dapat Disesuaikan: Iklan digital memiliki fleksibilitas dalam anggaran dan Anda dapat mengatur berapa banyak yang ingin Anda habiskan.
  • Interaksi dan Partisipasi: Iklan digital sering berbentuk interaktif, memungkinkan konsumen untuk berpartisipasi dan berinteraksi dengan merek.

Kelemahan:

  • Peningkatan Kecaman: Karena banyaknya iklan digital yang bersaing, konsumen sering kali mengabaikan atau bahkan menghindari iklan secara sadar.
  • Perubahan Algoritma dan Kebijakan: Platform iklan digital dapat merubah algoritma atau kebijakan sewaktu-waktu, yang dapat mempengaruhi jangkauan iklan Anda.
  • Ketidakpastian Privasi: Isu privasi dan pengumpulan data bisa menjadi perhatian, terutama setelah perubahan dalam undang-undang privasi data.

Pemilihan antara iklan konvensional dan iklan digital harus didasarkan pada tujuan pemasaran Anda, target audiens, dan anggaran yang tersedia. Banyak perusahaan saat ini menggunakan kombinasi dari kedua jenis iklan untuk mencapai hasil yang optimal.

Baca juga: Mengenal Media Promosi dan Metode Periklanan untuk Bisnis Anda

Strategi Efektif dalam Menjalankan Iklan Konvensional

Strategi Efektif dalam Menjalankan Iklan Konvensional

ilustrasi iklan konvensional. source envato

Iklan konvensional, meskipun telah ada sejak lama, masih memiliki potensi besar dalam mencapai target audiens dengan cara yang kuat dan efektif. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu Anda menjalankan iklan konvensional secara efektif:

1. Kenali Target Audiens Anda

Sebelum memulai kampanye iklan konvensional, sangat penting untuk memahami dengan baik siapa target audiens Anda. Lakukanlah identifikasi karakteristik demografis, perilaku, dan preferensi konsumen potensial yang ingin Anda jangkau. Hal ini akan membantu Anda merancang pesan yang relevan dan menarik bagi mereka.

2. Kreatif dalam Pesan dan Desain

Desain dan pesan iklan Anda harus menarik perhatian. Untuk itu, gunakanlah kombinasi visual yang menarik dan kata-kata yang persuasif. Pastikan pesan Anda jelas dan mudah dipahami, serta mencerminkan nilai dan manfaat produk atau layanan Anda.

3. Gunakan Keunggulan Unik

Fokuslah pada apa yang membuat produk atau layanan Anda unik. Apa yang membedakan Anda dari pesaing? Sampaikanlah keunggulan unik ini dengan jelas dalam iklan Anda untuk menarik minat konsumen.

4. Pilih Media yang Tepat

Pilihlah media konvensional yang paling sesuai untuk target audiens Anda. Misalnya, iklan surat kabar atau majalah cocok untuk audiens yang lebih tua, sementara iklan radio bisa efektif untuk mencapai pendengar di perjalanan.

Pastikan media yang Anda pilih sesuai dengan karakteristik konsumen yang ingin Anda jangkau.

5. Fokus pada Konsistensi Merek

Pastikan bahwa desain, warna, logo, dan elemen identitas merek lainnya konsisten di seluruh iklan Anda. Hal ini akan membantu membangunĀ brand awareness yang kuat dan kohesif di mata konsumen.

6. Gunakan Panggilan untuk Bertindak (Call to Action)

Sertakan panggilan untuk bertindak yang jelas dan kuat dalam iklan Anda. Beri tahu konsumen langkah apa yang harus mereka ambil setelah melihat iklan, seperti mengunjungi toko, menelepon, atau mengunjungi situs web.

7. Uji dan Pelajari

Lakukanlah uji coba dengan beberapa varian iklan untuk melihat mana yang paling efektif. Anda dapat menguji variasi pesan, desain, atau media yang berbeda. Lakukanlah analisis hasil iklan Anda dan pelajari apa yang bekerja dan apa yang perlu ditingkatkan.

8. Gunakan Data dan Analitik

Meskipun iklan konvensional mungkin tidak sekomprehensif iklan digital dalam hal data, Anda masih dapat menggunakan data yang tersedia untuk mengukur efektivitas iklan Anda. Misalnya, jika Anda menjalankan iklan radio, Anda dapat memonitor peningkatan lalu lintas atau panggilan setelah kampanye.

9. Integrasi dengan Digital

Meskipun iklan konvensional mungkin tidak sepenuhnya digital, Anda masih dapat mengintegrasikannya dengan strategi digital Anda. Sertakan tautan ke situs web atau media sosial Anda dalam iklan Anda untuk mengarahkan konsumen ke informasi lebih lanjut.

10. Pantau dan Sesuaikan

Selama kampanye, pantaulah kinerja iklan Anda secara teratur dan siap untuk melakukan penyesuaian jika diperlukan. Jika Anda melihat bahwa iklan tidak memberikan hasil yang diharapkan, jangan ragu untuk melakukan perubahan pada pesan, desain, atau bahkan media yang digunakan.

Dengan memadukan kreativitas, pemahaman audiens, dan analisis yang cermat, Anda dapat menjalankan iklan konvensional yang efektif dalam mencapai tujuan pemasaran Anda.

Baca juga: 10 Strategi Pemasaran, Pengertian, Fungsi, Contoh dan Elemen dalam Pemasaran

Penutup

Dalam dunia pemasaran yang terus berubah, memilih antara iklan konvensional dan iklan digital menjadi tantangan yang krusial. Keduanya memiliki daya tarik dan manfaat yang berbeda, dan keputusan ini haruslah disesuaikan dengan tujuan bisnis serta karakteristik target audiens Anda.

Iklan konvensional membawa kita kembali pada akar pemasaran, menggunakan media seperti surat kabar, majalah, radio, dan televisi. Dengan kepercayaan dan kredibilitas yang terbangun dari lama, mereka mampu membentuk ikatan emosional yang berkelanjutan dengan konsumen.

Namun, tantangan iklan konvensional terletak pada keterbatasan pengukuran dan target yang luas.

Sementara itu, iklan digital membuka pintu menuju targeting yang sangat tepat dan pengukuran yang mendalam. Kemampuan untuk berinteraksi dengan konsumen secara langsung dan memantau hasil secara real-time memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan.

Namun, kebisingan di dunia digital dan perubahan konstan dalam algoritma atau kebijakan platform dapat menjadi hambatan.

Dalam penutup ini, penting untuk mengakui bahwa tidak ada pendekatan yang sepenuhnya superior dibandingkan yang lain. Lebih baik melihatnya sebagai komplementer satu sama lain.

Penggabungan strategi iklan konvensional dan digital dapat memberikan keunggulan yang luar biasa dalam mencapai audiens yang lebih luas dan mendalam.

Pada akhirnya, penting untuk selalu menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi dalam strategi pemasaran Anda.

Memahami audiens Anda, mengukur hasil dengan hati-hati, dan selalu terbuka terhadap perubahan akan membantu Anda membuat pilihan yang tepat dan meraih kesuksesan dalam dunia yang terus berubah ini.

Nah, agar iklan konvensional yang ingin Anda jalankan sukses dan lancar, maka Anda harus menyiapkan anggaran marketing untuk iklan konvensional secara tepat. Anda juga harus mengelolanya dengan baik. Anda bisa melakukan hal tersebut dengan bantuan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online.

Aplikasi bisnis berbasis website ini akan membantu Anda dalam menyiapkan setiap anggaran yang Anda perlukan dalam bisnis, termasuk anggaran marketing.

Selain itu, Accurate Online juga akan membantu Anda dalam mencatat setiap anggaran yang keluar secara otomatis dan menyajikan lebih dari 200 jenis laporan keuangan pada Anda.

Penasaran dengan Accurate Online? klik tautan gambar di bawah ini untuk langsung mencoba Accurate Online selama 30 hari, Gratis!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

13 pembaca telah memberikan penilaian

Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini šŸ™ Jadilah yang pertama!

Cinthya

Artikel Terkait