Manajemen Industri: Pengertian, Fungsi, dan Tingkatannya

Pengertian manajemen industri secara umum adalah suatu upaya pengaturan ulang yang dilakukan oleh sebuah industri dalam mencapai tujuan usahanya secara lebih efektif dan juga lebih efisien.

Itu artinya, manajemen industri adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh suatu industri untuk mengembangkan industri dengan menggunakan prinsip planning sampai dengan controlling, pemenuhan fungsi manajerial untuk bisa memperoleh tujuan usaha, sehingga tingkatan manajemen yang didukung keterampilan yang dibutuhkan akan menggerakkan sumber daya manusia hingga pasar yang ada.

Berdasarkan penjelasan terkait manajemen industri tersebut, maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa manajemen industri sangat erat kaitannya dengan upaya memelihara kerjasama dalam suatu organisasi untuk bisa mencapai tujuan yang direncanakan dengan menggunakan sumber daya yang ada.

Tingkatan Manajemen Industri

Sesuai dengan pengertian dari manajemen industri itu sendiri, pada suatu usaha atau bisnis, umumnya tingkatan manajemen ini bisa dikelompokkan menjadi dua kelompok utama, yaitu tingkatan manajemen vertikal dan tingkatan manajemen horizontal. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya.

1. Tingkat Manajemen Vertikal

Tingkatan manajemen vertikal ini pun terbagi lagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Manajemen Puncak (Top Management/ Corporate)

Manajemen puncak ini biasa disebut dengan CEO atau Chief Executive Officer yang didalamnya terdiri dari beberapa orang pemimpin. Tugas dan tanggung jawab dari CEO itu sendiri adalah membuat serangkaian kebijakan strategis yang diterapkan dalam jangka waktu panjang dan sifat tugasnya lebih pada tugas manajerial.

  • Manajemen Menengah (Middle Management/ Business)

Biasanya, manajemen menengah ini diisi oleh divisional manager atau manajer divisi. Tugas dan tanggung jawab yang dimilikinya adalah membuat serta merencanakan pelaksanaan yang sifatnya taktis.

  • Manajemen Bawah (First Line Management/ Fungsional)

Manajemen bawah ini biasanya lebih dikenal dengan functional manajer. Mereka adalah supervisor atau mandor yang memiliki tugas untuk mengarahkan pekerjaan yang sifatnya operasional kepada bawahannya berdasarkan perencanaan yang sebelumnya telah dibuat oleh pihak manajer atas.

Baca juga: Manajemen Administrasi: Pengertian, Tujuan dan Fungsinya dalam Perusahaan

2. Tingkat Manajemen Secara Horizontal

Manajemen dalam tingkatan horizontal pun terbagi lagi menjadi enam bagian, yaitu:

  • Administrasi, adalah departemen atau divisi yang mempunyai tugas dan juga tanggung jawab dalam hal pengarsipan, pembuatan serta ekspedisi surat menyurat dari dan juga untuk perusahaan.
  • Akuntan, adalah divisi atau departemen yang bertugas dalam mencatat seluruh jenis transaksi keuangan, baik itu transaksi keluar ataupun transaksi masuk. Akuntan juga memiliki tanggung jawab dalam membuat laporan neraca laba rugi secara berkala dalam waktu tertentu.
  • Keuangan, adalah divisi atau departemen yang bertugas dalam mengelola dan juga mengalokasikan dana dari suatu organisasi agar mampu memenuhi keperluan dana untuk seluruh divisi yang ada pada perusahaan tersebut.
  • Personalia, adalah suatu bagian atau divisi yang memiliki tugas dalam mengelola sumber daya manusia, baik itu dalam hal pemeliharaan ataupun pengadaan.
  • Produksi, adalah suatu divisi atau departemen yang bertugas dalam hal pelaksanaan, perencanaan, dan juga pengendalian produksi. Pekerjaan yang dilakukan oleh mereka adalah mengolah bahan baku menjadi produk barang matang.
  • Litbang, adalah divisi ataupun departemen yang memiliki tugas dalam hal riset pasar, pengembangan produk, atau menganalisis persaingan yang ada.

Fungsi Manajemen Industri

Terdapat empat fungsi utama dalam manajemen industri. Ilmu manajemen sendiri pada dasarnya harus mampu merencanakan, mengatur sesuai dengan rencana, mengarahkan sumber daya untuk bekerja ke arah rencana tersebut dan juga mengevaluasinya seefektif mungkin. Berikut ini adalah penjelasan dari fungsi-fungsi tersebut.

1. Planning

Salah satu peran utama dari seorang manajer adalah menyusun rencana yang matang untuk memenuhi tujuan dan target industri itu sendiri. Rencana tersebut bisa melibatkan pengalokasian terhadap sumber daya karyawan dan tanggung jawab dari pendelegasian dan juga menetapkan jadwal dan standar yang dinilai realistis untuk diselesaikan,

Perencanaan tersebut harus dilakukan oleh mereka yang berada dalam peran manajemen untuk terus memeriksa kemajuan tim di dalamnya agar mampu membuat penyesuaian yang tepat dan mempertahankan gambaran yang jelas terkait tujuan dan juga target  industri yang lebih besar.

Sebagian besar dari fungsi perencanaan tersebut terdiri dari menentukan tanggung jawab tentang apa yang harus diberikan kepada pihak karyawan, menetapkan tingkat prioritas serta beberapa tugas tertentu, dan juga melakukan penjadwalan

2. Organizing

Seiring dengan dilakukannya perencanaan, keterampilan dari organisasi mampu membantu manajemen industri berjalan dengan lancar.

Dengan menetapkan proses dan juga struktur internal hingga mengetahui karyawan atau tim mana yang nantinya paling sesuai untuk melakukan beberapa tugas spesifik, menjaga seluruh karyawan dan seluruhnya secara terorganisir adalah salah satu fungsi penting dari manajemen.

Jadi, pihak manajemen perusahaan tidak melulu harus memberikan tugas secara efisien dan memastikan karyawannya mempunyai apa yang dibutuhkan untuk bisa menyelesaikan tugas mereka, tapi manajemen juga harus mampu mengatur dan juga merespon segara tantangan baru.

Cara ini akan bisa dilakukan dalam bentuk penyesuaian waktu untuk suatu proyek ataupun mengalokasikan kembali tugas dari tim yang satu ke tim yang lainnya.

3. Leading

Proses kepemimpinan juga harus bisa dibawa ke arah yang lebih kuat saat ditetapkan agar bisa dikomunikasikan pada proses, produk dan juga layanan terbaru, atau kebijakan dari  internal industri.

Seorang pemimpin bisa memanifestasikan dirinya dengan berbagai cara, seperti mengenali kapan karyawan memerlukan dorongan tertentu dan pujian tertentu untuk bisa menangani konflik yang terjadi antar anggota tim secara lebih tegas dan adil.

Sehingga, kerap kali seorang manajer harus menjadi pemimpin bahkan selama interaksi terjadi untuk bisa mendukung, mendorong dan juga memotivasi bawahannya.

4. Control

Agar mampu memastikan seluruh fungsi di atas bisa berjalan menuju kesuksesan suatu industri, maka pihak manajer harus mampu memantau performa karyawan, kualitas kerjanya, dan juga efisiensi proyek yang sedang diselesaikan.

Kontrol dalam hal manajemen adalah tentang memastikan target akhir industri secara lebih memadai dengan menciptakan perubahan yang memang dibutuhkan.

Pendidikan Manajemen Industri

Seiring perkembangannya, saat ini sudah banyak lembaga pendidikan yang membuka jurusan ilmu manajemen industri. Dalam hal, pendidikan manajemen industri memiliki kelebihan tertentu, seperti fokus pada bisnis tertentu.

Dengan memiliki fokus ilmu pada bidang ilmu manajemen industri, maka seseorang akan mampu memprediksi perkembangan suatu perusahaan serta akan mampu berkontribusi pada masalah logistik pada operasional bisnis.

Nantinya, lulusan ilmu manajemen industri bisa memulai karirnya pada program rotasi pengembangan kepemimpinan pada perusahan yang memungkinkan mereka untuk mampu memiliki pengetahuan pada bidang teknis dan juga bisnis.

Sebagian lainnya, akan bisa memulai karir sebagai pihak penyedia produksi, analisa operasional, analisis sumber strategis dan juga analisa bisnis software.

Beberapa jurusan manajemen yang fokus pada bidang ilmu tertentu adalah analytical consulting, ilmu komputer, ekonomi, teknik, rekayasa keuangan, sistem informasi manajemen, manufaktur dan jasa manajemen operasi, operasi & supply chain management, metode kuantitatif, statistik dan ilmu sains.

Baca juga: Pentingnya Visi Misi Organisasi dalam Sebuah Bisnis

Kesimpulan

Itulah pembahasan kita terkait ilmu manajemen industri. Berdasarkan penjelasan di atas, maka bisa kita simpulkan bahwa pengertian manajemen industri adalah suatu upaya dalam mengatur atau Planning, Organizing, Actuating, Controlling, dilakukan oleh sebuah institusi perusahaan industri untuk mencapai tujuannya bisnisnya agar lebih efektif dan juga lebih efisien.

Fungsi utama manajemen industri berdasarkan pengertian tersebut terdiri dari empat fungsi utama, yaitu planning atau perencanaan, organizing atau mengatur, leading atau memimpin, dan juga controlling atau pengawasan.

Sedangkan tingkatan pada manajemen industri ini terbagi menjadi dua bagian utama, yakni manajemen horizontal dan juga manajemen vertikal. Manajemen vertikal dalam hal ini terdiri dari administrasi, keuangan, personalia atau SDM, akuntan, produksi, serta litbang.

Sementara itu, tingkatan yang ada pada manajemen vertikal terdiri dari tingkatan pertama yang berisi manajemen puncak atau lebih dikenal dengan top management. Tingkat kedua yang diisi oleh middle management atau manajemen tengah, dan tingkat ketiga yang diisi oleh first line management atau manajemen tingkat bawah.

Untuk mampu mendalami hal tersebut, saat ini bahkan sudah banyak institusi pendidikan yang membuka bidang studi ilmu manajemen industri yang fokus pada bidang ilmu tertentu, seperti analytical consulting, ilmu komputer, ekonomi, teknik, rekayasa keuangan, sistem informasi manajemen, manufaktur dan jasa manajemen operasi, operasi & supply chain management, metode kuantitatif, statistik dan ilmu sains.

Dengan begitu, akan banyak sumber daya manusia yang memiliki kemampuan manajemen industri untuk membantu perusahaan mencapai tujuan bisnis usahanya. Perlu diingat juga, kemampuan perusahaan dalam mengelola keuangan adalah hal terpenting lainnya untuk mencapai tujuan utama bisnis perusahaan.

Nah, untuk membantu pebisnis dan perusahaan lain dalam mengelola keuangannya, maka pihak manajemen perusahaan bisa memanfaatkan teknologi software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online adalah aplikasi akuntansi yang mudah digunakan dan sangat praktis, bahkan oleh mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang akuntansi sekalipun.

Accurate Online juga akan memudahkan perusahaan dalam melakukan berbagai proses akuntansi yang rumit. Selain itu, pihak perusahaan juga bisa mengelola stok barang, aset perusahaan, sampai dengan mengelola utang-piutang perusahaan secara instan. Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

anggimo

Seorang wanita lulusan sarjana manajemen bisnis dan akuntansi yang hobi menulis blog tentang manajemen bisnis secara spesifik.