Media Planning: Pengertian Dan Cara Membuat Media Planning

Di zaman yang sudah canggih seperti saat ini, media adalah suatu tools yang paling tepat dalam melakukan kegiatan pemasaran. Tapi, agar pemasaran tersebut bisa dilakukan secara sukses diperlukan media planning yang baik.

Lalu, apa itu media planning? Bagaimana cara membuatnya? Tenang, kami sudah menyiapkan jawabnya pada artikel di bawah ini.

Pengertian Media Planning

Pada dasarnya, media planning adalah suatu proses dimana para pelaku pemasaran menentukan dimana, kapan, dan intensitas mereka dalam melakukan pengiklanan agar bisa lebih mengoptimalkan branding dan ROI. Dengan kehadiran media planning, maka berbagai sumber pengiklanan, baik itu online ataupun offline, akan bisa dikelompokan masing-masing.

Dunia periklanan yang sudah semakin maju menuntut para pemasar untuk bisa memberikan pesan yang sangat tepat kepada para konsumen, di waktu yang tepat, dan juga dengan saluran yang tepat agar bisa dikenal baik di mata publik. Media planning memiliki peran yang penting dalam menentukan waktu yang tepat tersebut.

Para pegiat media planning umumnya adalah media planners di dalam suatu perusahaan pengiklan. Mereka nantinya akan melakukan kolaborasi dengan media buyers dan perusahaan klien agar bisa mengembangkan strategi agar bisa mengoptimalkan ROI untuk dana yang dihabiskan dalam hal periklanan.

Agar bisa memperoleh media planning yang tepat, maka setiap media planners harus bisa memahami brand yang dihasilkan perusahaan, target konsumen, berbagai jenis platform media yang digunakan, dan tren media yang saat ini sedang berkembang.

Baca juga: Leader Pricing, Strategi Penetapan Harga yang Menguntungkan

Cara Membuat Media Planning Yang Tepat

Menciptakan media planning adalah suatu proses yang memerlukan serangkaian tingkat ketelitian tinggi sampai detail yang paling kecil. Setiap perencana di dalamnya harus bisa mempertimbangkan keperluan target pelanggan dan tujuan bisnis perusahaan.

Nah, berikut ini adalah beberapa langkah penting untuk membuat media planning.

1. Tujuan dan Sasaran Media

Sederhananya, tujuan dari dibuatnya media planning adalah agar bisa meningkatkan brand awareness dan juga mengalihkan perhatian publik pada produk yang sedang promo yang sedang dijalankan. Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu. Bisa jadi akan ada lebih dari satu tujuan dan sasaran di dalam satu kali iklan, tergantung dari departemen yang terdapat di dalam perusahaan.

Contohnya dalam bagian penjualan, target utamanya adalah peningkatan pendapatan. Tapi untuk bagian pemasaran, tujuan mereka adalah meningkatkan brand awareness. Untuk itu, tentukanlah satu tujuan dari suatu iklan, cara untuk mencapainya, dan cara dalam menyampaikannya pada para pelanggan.

2. Riset Tren Pasar

Bila tujuan utama sudah ditentukan dengan baik, maka tahap selanjutnya adalah melakukan riset pasar yang saat ini sedang berkembang, termasuk setiap kompetitor yang ada di pasar. Dengan melakukan riset ini, maka media planners dan para pemasar akan bisa melihat brand sejenis dan tujuan mereka yang sudah dicapai di masa lalu.

Hal tersebut bisa dijadikan pertimbangan yang baik dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan media planning.

Contohnya suatu perusahaan yang sudah menggunakan pengiklanan via email untuk memasarkan produknya. Padahal, para kompetitor di sekitarnya sudah menggunakan iklan berbayar dan mendapatkan tingkat kesuksesan yang lebih besar. Dengan adanya fakta tersebut, maka nantinya perusahaan akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk merubah kebijakan.

3. Penentuan Anggaran

Menentukan tujuan dan target di dalam suatu media planning sangat berhubungan dengan anggaran yang diperlukan. Hal ini tidak boleh luput di dalam proses media planning. Setiap pengiklan disarankan untuk tidak menentukan anggaran yang kaku untuk suatu saluran iklan tertentu. Anggaran yang lebih fleksibel akan mampu memberikan hasil yang lebih optimal.

4. Menentukan Target Konsumen

Saat tren marketing yang terjadi cenderung melihat kebutuhan para pelanggan, maka para pengiklan harus lebih mengerti dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Saat pengiklan membuat pesan yang akan diinformasikan pada pelanggan, maka kebutuhan mereka harus bisa menjadi fokus yang utama, apapun saluran yang digunakan.

Pertama, tentukanlah target konsumen yang akan dijadikan sebagai sasaran perusahaan. Lalu, para pemasar bisa lanjut menentukan berbagai atribut lainnya agar bisa menganalisis dan mengerti berbagai jenis iklan yang sesuai dengan target.

Biasanya, para pengiklan akan memanfaatkan klasifikasi data dengan kategori umum, seperti lokasi, usia, dan minat umum. Tapi, untuk memperoleh hasil yang lebih akurat dan lebih detail, diperlukan survei secara personal agar pemasar bisa menentukan metode pengiklanan yang lebih tepat.

5. Jangkauan dan Frekuensi

Aspek lainnya yang harus diperhatikan di dalam media planning adalah jangkauan dan juga frekuensi. Jangkauan adalah banyaknya orang yang bisa melihat iklan dalam jumlah waktu tertentu. Sedangkan frekuensi adalah intensitas konsumen dalam melihat iklan yang ditayangkan.

6. Memilih Media yang Tepat

Setelah menentukan sasaran, tujuan, jangkauan, dan frekuensi, saat ini ada hal yang paling penting di dalam media planning harus ditentukan. Saat ini, ratusan jenis media yang ada bisa digunakan sebagai sarana pengiklanan.

Agar bisa memilih media yang tepat, maka para pengiklan harus menghimpun seluruh data yang didapat dalam riset dan juga penentuan tujuan. Dengan seluruh data yang sudah ada, maka nantinya bisa ditentukan saluran mana yang bisa mendatangkan pengiklanan paling besar.

Baca juga: Pengertian Billboard Lengkap Hingga Kelebihan dan Kekurangannya

Tips Dalam Menyusun Media Planning

Dalam membuat media planning yang tepat untuk suatu produk, terdapat beberapa hal yang wajib diperhatikan, yaitu:

  1.   Pilihlah outlet atau tempat yang mampu menjangkau target pelanggan secara langsung, seperti dengan cara memasang iklan ketika sedang berlangsungnya event olahraga. Dengan mengiklankan produk di dalam suatu siaran langsung, khususnya acara olahraga, maka konsumen tidak akan bisa melewatkan iklan tersebut.
  2.   Tentukanlah tujuan secara jelas dan spesifik
  3.   Konsumen harus merasa dekat dengan produk yang ditayangkan melalui iklan. Semakin dekat produk dengan para konsumen, maka akan semakin sering juga mereka membicarakan produk yang sedang diiklankan.

Baca juga: Pengertian Media, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Penutup

Demikianlah penjelasan singkat dari kami tentang media planning, mulai dari pengertian hingga cara membuatnya. Bila Anda sudah menerapkan cara di atas dengan baik, Anda bisa menggunakan aplikasi bisnis dan akuntansi dari Accurate Online.

Kenapa? karena dengan Accurate Online, Anda akan lebih mudah dalam menjalankan fitur bisnis lewat berbagai fitur menarik di dalamnya, seperti fitur persediaan, penjualan, pembelian, manufaktur, multi cabang, multi mata uang, cost and profit center, dan masih banyak lagi.

Selain itu, kegiatan mengatur keuangan bisnis pun akan bisa dilakukan secara cepat dan mudah. Karena, Anda akan mendapatkan laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas, dan lebih dari 200 jenis laporan keuangan lainnya.

Tunggu apa lagi? Gunakan dan coba Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini.