Mengenal Unique Selling Point (USP) dan Cara Menentukannya

Perlu Anda ketahui bahwa hal yang paling membedakan perusahaan atau bisnis Anda  dengan ribuan kompetitor Anda adalah nilai jual unik yang berbeda atau Unique Selling Point (USP). USP adalah cara memilih calon pelanggan Anda pada kompetisi bisnis.

Dengan demikian, kehadiran USP sangatlah penting bagi sebuah perusahaan. Oleh karena itulah, pada kesempatan kali ini kami akan mencoba membantu Anda dalam menentukan USP pada perusahaan Anda. Ayo, baca terus artikel ini hingga selesai.

Apa itu Unique Selling Point  (USP)?

Sama seperti namanya, USP adalah suatu hal yang membedakan bisnis Anda dengan kompetitor bisnis yang serupa lainnya. Artinya, USP adalah suatu alasan kenapa konsumen Anda rela membelanjakan uangnya untuk membeli produk pilihannya pada perusahan Anda, bukan pada pesaing Anda.

Kenapa? Karena jika semua perusahaan menawarkan produk yang sama, maka pelanggan akan kebingungan dalam memilih produk. Pada akhirnya, para pelanggan harus membeli produk dari penjual yang mereka anggap mampu memberikan keuntungan yang lebih daripada penjual lainnya. Hal inilah yang dimaksudkan dengan USP.

USP sangatlah penting, terutama dalam kemajuan teknologi seperti saat ini. Kenapa? Karena kompetitor bisnis Anda saat ini bukan hanya di dalam negeri saja, namun juga dari seluruh penjuru dunia. Dengan kata lain, calon pelanggan Anda memiliki pilihan yang sangat banyak.

Sehingga, calon pelanggan Anda akan sangat mudah merubah pilihannya pada penjual yang lain jika penjual Anda tidak memberikan keuntungan.

Baca Juga: Siklus Hidup Produk: Pengertian, Tahapan, Serta Contohnya dalam Bisnis

Tips Menentukan USP Pada Bisnis Anda

Setelah Anda menyadari bahwa USP itu penting, maka sekarang kami akan memberikan cara ampuh dalam menentukan USP pada bisnis Anda. Anda bisa memilih salah satu dari sekian banyak cara ini, tergantung bisnis yang sedang Anda jalankan.

Mengetahui Apa yang Pelanggan Inginkan

Cara pertama yang bisa Anda pilih dalam menentukan USP adalah memikirkan apa yang pelanggan Anda benar-benar inginkan dari bisnis Anda.

Contohnya, Anda memiliki bisinis kuliner. Tentunya para pelanggan ingin memiliki tempat yang mampu mengatasi rasa lapar mereka.

Namun, jika hanya itu yang mereka inginkan, maka semua tempat kulinerpun mampu menyediakannya dan mampu memberikan rasa kenyang yang sama. Lantas, apa yang membuat mereka memilih untuk mengabaikan restoran Anda dan makan ditempat lain?

Jawabannya bisa saja harga, rasa makanan, kualitas pelayanan, kebersihan tempat, keramahan dari pelayan, kecepatan dalam memberikan layanan, dll. Berbagai aspek yang mendukung alasan utama inilah yang bisa Anda jadikan sebagai USP. Oleh karena itu, Anda harus mempelajari apa yang benar-benar konsumen Anda inginkan.

Salah satu cara efektif untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan survey langsung kepada para pelanggan Anda.

Anda bisa memberikan pada mereka suatu form yang didalamnya terdapat berbagai pertanyaan tentang kenapa mereka lebih memilih bisnis Anda dibandingkan dengan tempat lainnya.

Selain itu, Anda juga bisa meminta suatu nilai atau poin pada mereka atas seluruh aspek dibalik alasan utama yang tadi kita bahas. Mulai dari tingkat harga makanan, kualitias pelayanan, kecepatan dalam menyediakan apa yang mereka butuhkan, dll.

Jika sudah, maka Anda akan menemukan apa yang kebanyakan dari pelanggan Anda butuhkan. Selanjutnya, fokuskan strategi pemasaran Anda pada berbagai aspek tersebut. Anda bisa mengabaikan aspek lainnya untuk sekarang, karena aspek tersebut bukan apa yang para pelanggan Anda butuhkan.

Jadi jika contohnya para pelanggan Anda lebih memeilih produk Anda karena mereka membutuhkan aspek pelayanan pelanggan yang mampu Anda berikan. Maka Anda mungkin bisa memberi suatu promo dengan kata-kata “Jika Anda tidak puas dengan layanan yang kami berikan, uang Anda akan kembali 50%”. Sehingga, citra pelayanan pelanggan Anda akan menempel baik di hati para pelanggan maupun calon pelanggan Anda kedepannya.

Baca Juga: Revenue Stream: Pengertian, Jenis, Contoh dan Fungsinya

Berikan Kepuasan Batin Kepada Pelanggan Anda

Terkadangan, mempelajari psikologi itu sangat penting dalam hal berbisnis. Terlebih lagi, jika bisnis Anda yang berada dipasar sudah mulai ramai dan juga sesak. Maka Anda harus mampu mencari tahu kepauasan batin apa yang mampu Anda berikan pada pelanggan Anda. Sehingga, ini akan menjadi USP Anda kedepannya.

Jika Anda kesulitan dalam mencari tingkat kepuasan batin pada pelanggan, berikut ini kami akan memberikan beberapa contoh yang mungkin bisa Anda ikuti:

1. Gaya Hidup Sehat 

Semua orang tentunya ingin memilki tubuh yang sehat, karena sehat itu mahal. Jadi, Anda bisa menerapkan strategi pemasaran yang meyakainkan pada pelanggan Anda bahwa mereka bisa lebih sehat dengan menggunakan produk Anda. Sehingga, para pelanggan akan sadar bahwa produk Anda adalah produk yang memang mampu meningkatkan kesehatan tubuh daripada produk lainnya.

2. Menjaga Lingkungan

Selain ingin puas secara batin, para konsumen juga ingin merasakan kebahagiaan pada saat yang sama. Karena, mereka akan turut ambil bagian dalam menjaga lingkungannya dengan menggunakan produk Anda. Misalkan, sebagian hasil dari penjualan plastik daur ulang akan Anda jadikan sebagai bentuk donasi atau untuk penanaman kembali pohon di hutan.

3. Kebanggaan

Terdapat berbagai bentuk rasa bangga. Selain bangga telah menggunakan produk mewah, ada juga bentuk kebanggan lain, seperti bangga menggunakan produk lokal. Rasa kebanggan ini bersifat ekslusif atau terbatas. Anda hanya perlu menyesuaikannya saja dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Baca Juga: Mengenal Strategi Experiential Marketing, Jenis dan Fungsinya

Coba Lihat Kompetitor Anda

Melihat kompetitor bukan berarti mencontek USP mereka. Karena, jika Anda mencontenk USP mereka, bahkan jika kompetitor Anda sudah terkenal, maka sudah pasti Anda akan kalah saing. Kenapa? Karena tentunya mereka sudah mempunyai banyak konsumen dan sumber dayanya pun sudah demikian besarnya.

Tujuan dari melihat kompetitor ini adalah untuk mencari tahu apa yang kurang dari mereka, sehingga bisa Anda jadikan pelajaran untuk dijadikan sebagai USP Anda. Sederhananya, Anda menggunakan kelemahan mereka demi keuntungan bisnis Anda.

Cara pertama yang wajib Anda lakukan adalah dengan menjungi toko mereka, baik online maupun offline. Sehingga, Anda bisa mengetahui tentang sistem yang mereka jalankan. Pastikanlah Anda memerhatikan secara detail dari seluruh aspek toko mereka. Seperti misalnya layanan pelanggan, tingkat kecepatan layanan, stok produk, cara transaksi, dll.

Setelahnya, Anda bisa mencatat seluruh aspek yang Anda rasa kurang dari kompetitor Anda. Akan semakin bagus jika aspek tersebut banyak.

Selanjutnya, Anda harus melakukan validasi atas hasil penemuan Anda. Tujuannya adalah untuk mengetahui aspek apa saja yang Anda nilai kurang dari kompetitor Anda, juga apa yang dirasa kurang dari banyaknya pelanggan mereka.

Baca juga: Faktor Produksi: Pengertian, Sejarah, Jenis, dan Mana yang Terpenting?

Terdapat dua cara efektif untuk melakukan validasi ini. Pertama, Anda bisa melihat ulasan yang ditinggalkan oleh pelanggan kompetitor dalam fitur Google Bisnisku. Selanjutnya, lihatlah apa yang para pelanggannya keluhkan. Terutama untuk pelanggan yang tidak memberikan bintang lima.

Cara kedua adalah dengan memberikan pertanyaan langsung pada pelanggan mereka. Cara kedua ini sangat cocok jika kompetitor Anda memiliki toko fisik secara offline. Sehingga Anda bisa mencegat para pelanggan mereka yang sudah berbelanja atau telah melakukan pembelian disana.

Setelah Anda mencegat mereka, Anda bisa bertanya pada mereka atas pengalaman mereka membeli produk di toko tersebut. Agar tidak terlihat mencurigakan, hindari langsung menanyakan tentang pengalaman terburuknya, namun tanyalah pengalaman terbaiknya dahulu.

Cara kedua ini memang nekat, namun pebisnis yang sukses adalah mereka yang berani dan nekat dalam mengambil segala resiko.

Kemudian, langkah terakhirnya adalah membentuk USP berdasarkan data yang sudah Anda kumpulkan. Contohnya, jika kekurangan terbesar dari kompetitor Anda adalah pelayanan yang lambat, maka Anda bisa meningkatkan tingkat pelayanan Anda.

Atau mungkin jika kebanyakan konsumen mengeluh karena tidak adanya sistem pembayaran elektronik. Maka mungkin Anda bisa menerapkan sistem pembayaran elektronik tersebut pada toko Anda.

Setelah selesai, maka terapkanlah USP baru ini pada setiap strategi pemasaran Anda berikutnya. Buatlah masayarakat tahu bahwa Anda memiliki kelebihan unik yang menguntungkan dan tidak dimiliki oleh kompetitor Anda. Sehingga, perlahan-lahan konsumen yang tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh kompetitor akan pindah pada bisnis Anda secara otomotis.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam tantang Strategi Marketing FOMO

Unique Selling Point itu Sangatlah Penting!

Setelah membaca artikel ini secara keseluruhan, Anda pasti akan menyadari betapa pentingnya Unique Selling Point  itu. Jika diterapkan dalam jangka waktu yang panjang, USP akan menjadi pembeda antar suatu bisnis yang sukses dangan bisnis yang bangkrut.

Kenapa? Karena jika pelanggan sudah memiliki alasan untuk membeli produk Anda, maka mereka sudah pasti akan kembali lagi dan lagi, lalu merekomendasikannya pada orang lain. Anda bisa membandingkan jika produk tersebut biasa-biasa saja. Jangankan untuk membeli, untuk melihat pun para pelanggan akan merasa enggan.

Oleh karenanya, dengan artikel ini, kami berharap Anda mampu menerapkan salah satu dari cara diatas agar mampu bersaing dengan kompetitor Anda. Namun, jika Anda masih terasa sulit menjalankan strategi tersebut karena harus mengatur sistem perencanaan keuangan dan masalah akuntansi lainnya, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online

Accurate Online adalah software akuntansi yang akan memudahkan Anda dalam mengurus segala hal yang menyangkut akuntansi bisnis Anda secara lebih mudah dan cepat. Sehingga, Anda bisa fokus menjalankan beberapa strategi diatas.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini:

accurate 1