Pengertian Kompetensi: Jenis, Manfaat, dan Pengaruhnya di Perusahaan

Pengertian kompetensi secara umum adalah suatu keahlian yang dimiliki oleh setiap individu dalam melakukan suatu tugas atau pekerjaan pada bidang tertentu, sesuai dengan jabatan yang sudah diberikan.

Beberapa ahli ada yang mengatakan bahwa pengertian kompetensi adalah suatu keahlian, sikap fundamental, pengetahuan, serta nilai yang dimiliki oleh individu yang terlihat dari bagaimana dirinya berpikir atau melakukan sesuatu secara konsisten.

Artinya, kompetensi tidak melulu diartikan sebagai pengetahuan atau keahlian seseorang, tapi juga keinginan seseorang untuk mengerjakan apa yang diketahuinya, sehingga mampu memberikan manfaat.

Jack Gordon mengatakan bahwa setidaknya ada 6 unsur yang terdapat dalam konsep kompetensi, yaitu pengetahuan, pemahaman, kemampuan, nilai, sikap, dan minat.

Jika dirunut dari asal katanya, kompetensi adalah kata serapan dari bahasa Inggris, yaitu competence atau competency yang memiliki arti kemampuan, wewenang, dan kecakapan.

Dengan begitu, pengertian kompetensi adalah kombinasi dari pengetahuan, keterampilan, serta atribut kepribadian setiap individu, sehingga mampu meningkatkan performanya dan mampu memberikan kontribusi yang baik bagi keberhasilan perusahaannya.

Pengertian Kompetensi Menurut Para Ahli

  • Stephen Robbin

Stephen Robbin berpendapat bahwa kompetensi adalah suatu keahlian atau kapasitas setiap orang untuk mengerjakan tugas-tugas dalam suatu pekerjaan, yang mana kemampuan tersebut didasarkan pada faktor fisik dan faktor intelektual.

  • Van Looy, Van Dierdonck, dan Gemmel

Ketiga ahli tersebut menjelaskan bahwa pengertian kompetensi adalah suatu karakteristik yang dimiliki oleh manusia untuk bisa saling berhubungan dengan efektivitas suatu performa yang bisa dilihat dari bagaimana mereka bertindak, berpikir dan berperilaku.

  • Sedarmayanti

Sedarmayanti menyatakan bahwa pengertian kompetensi adalah suatu karakter yang membuat seseorang untuk bisa saling berhubungan dengan efektivitas performa individu dalam melakukan pekerjaannya.

  • A.A. Anwar Prabu Mangkunegara

Menurut Mangkunegara, pengertian kompetensi merupakan sebuah faktor utama yang terdapat pada diri seseorang yang memang mempunyai kemampuan lebih dan membuatnya berbeda dengan orang lain dalam hal kemampuan.

  • UU No. 13 Tahun 2003

Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003 terkait ketenagakerjaan, pengertian kompetensi kerja adalah suatu keterampilan kerja yang dimiliki oleh setiap orang yang meliputi unsur pengetahuan, keterampilan, dan juga sikap kerja yang sesuai dengan standar yang sebelumnya sudah ditetapkan.

Baca juga: Benchmarking Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Benchmarking

Jenis-Jenis Kompetensi

Beberapa ahli memiliki pandangannya sendiri terkait jenis-jenis kompetensi. Beberapa jenis kompetensi yang sudah dijelaskan oleh beberapa ahli tersebut adalah:

1. Dean Lyle Spencer dan Matthew Lyle Spencer

Kedua ahli tersebut berpendapat bahwa kompetensi bisa terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu

  • Kompetensi Dasar, yaitu suatu ciri khas yang wajib dimiliki oleh seseorang agar mampu melakukan berbagai tugas pekerjaannya.
  • Kompetensi Pembeda,yaitu berbagai faktor yang mampu membedakan performa kerja pada tiap individu.

2. Charles E. Jhonson

Charles E. Jhonson membagi kompetensi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Personal Competency, adalah keahlian setiap orang dalam berbagai hal yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian seseorang.
  • Professional Competency, adalah keahlian seseorang dalam berbagai hal yang erat kaitannya dengan pelaksanaan serta penyelesaian berbagai tugas tertentu di dalam pekerjaannya.
  • Social Competency, adalah keahlian seseorang dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan dan juga kepentingan sosial.

3. Kunandar

Kunandar dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 2007 mengatakan bahwa kompetensi terbagi menjadi lima jenis, yaitu:

  • Kompetensi Intelektual, adalah seperangkat pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaannya.
  • Kompetensi Fisik, adalah kemampuan fisik seseorang untuk menyelesaikan berbagai tugasnya.
  • Kompetensi Pribadi, adalah seperangkat perilaku yang erat kaitannya dengan keahlian seseorang dalam memahami, mewujudkan, identitas dan transformasi diri.
  • Kompetensi Sosial, adalah seperangkat perilaku khusus yang menjadi acuan dasar pemahaman diri sebagai bagian dari kehidupan sosial.
  • Kompetensi Spiritual, adalah kemampuan seseorang dalam memahami, menghayati, serta melakukan  berbagai ajaran keagamaan.

Manfaat Kompetensi

Kompetensi yang dimiliki oleh setiap orang memiliki peranan yang penting terhadap efektivitas pelaksanaan berbagai tugas pekerjaan. Ruky menjelaskan bahwa sudah banyak perusahaan besar yang memanfaatkan kompetensi sebagai suatu dasar kriteria dalam merekrut tenaga kerja.

  • Menurutnya, ada beberapa manfaat merekrut kerja dengan berdasarkan kompetensi,yaitu:
  • Memperjelas suatu standar kerja dan juga impian yang ingin diraih oleh perusahaan.
  • Untuk menyeleksi tenaga kerja yang potensial.
  • Memaksimalkan produktivitas perusahaan.
  • Mengembangkan sistem remunerasi.
  • Untuk membantu adaptasi perusahaan atas perubahan yang terjadi.
  • Menyeimbangkan perilaku kerja dengan kaidah yang terdapat di dalam perusahaan

Pengaruh Kompetensi di Lingkungan Kerja 

Perlu Anda ketahui bahwa kompetensi mempunyai peranan yang sangat penting di dalam dunia kerja. Hal tersebut dikarenakan kompetensi selalu berbanding lurus dengan perkembangan suatu perusahaan. Jadi, semakin tinggi nilai kompetensi yang dimiliki perusahaan, maka akan semakin tinggi pula perkembangan perusahaan agar mampu mencapai tujuan utamanya.

Kompetensi juga bisa membantu perusahaan dalam mengetahui sejauh mana karyawan tersebut mampu memberikan yang terbaik sesuai dengan visi dan misi perusahaan.

Cara Meningkatkan Kompetensi Kerja 

Perusahaan juga harus turut membantu meningkatkan kompetensi kerja karyawannya karena hal tersebut saling mempengaruhi antara karyawan dan perusahaan. Terdapat berbagai macam kegiatan untuk bisa meningkatkan kompetensi karyawan.

Namun, kegiatan yang dilakukan tersebut harus dilakukan secara kontinyu, sehingga mampu menjaga kompetensi karyawan didalamnya, mengevaluasi jika ada performa yang masih kurang, atau mengembangkan kualitas performa karyawan agar menjadi lebih baik. Berikut ini adalah cara terbaik untuk meningkatkan kompetensi kerja karyawan.

1. Pelatihan Skill Secara Profesional

Program pelatihan kerja adalah suatu agenda penting yang harus diadakan oleh perusahaan agar bisa meningkatkan kompetensi kerja karyawannya. Program pelatihan kerja juga dilakukan untuk bisa mempertahankan sekaligus meningkatkan produktivitas serta performa perusahaan.

2. Job Enrichment

Job enrichment adalah suatu kegiatan memberikan jobdesk dan tanggung jawab yang lebih besar kepada karyawan. Peningkatan jobdesk ini bisa berbentuk kompleksitas sistem atau kuantitas dari jobdesk itu sendiri.

Didalamnya, karyawan akan merasa tertantang untuk bisa melakukan berbagai tugas dan tanggung jawab yang baru, sehingga kompetensi mereka pun akan meningkat secara otomatis.

3. Studi Banding

Studi banding adalah aktivitas yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk bisa meningkatkan pengetahuan dalam penerapannya di perusahaan agar penerapan tersebut bisa dilakukan dengan baik dan kompetensi karyawan bisa meningkat. Studi banding ini biasa dilakukan perusahaan yang bergerak dengan bidang industri yang sejenis ataupun dengan kompetitornya.

Selain itu, studi banding juga akan memotivasi karyawan agar bisa lebih inovatif dan lebih kreatif lagi dalam bekerja. Nantinya, kompetensi karyawan akan berkembang secara otomatis karena adanya motivasi tersebut.

4. Promosi Jabatan

Promosi Jabatan adalah pemindahan tugas dari suatu jabatan ke jabatan lain yang tingkatannya lebih tinggi dengan penghasilan, tunjangan, tanggung jawab, jobdesk, dan potensi yang lebih besar lagi untuk bisa meningkatkan karirnya. Sekumpulan tugas baru yang diberikan oleh karyawan nantinya akan memotivasi mereka untuk bisa bekerja lebih rajin daripada biasanya.

5. Rotasi Kerja 

Rutinitas kerja yang itu-itu saja tentunya akan membuat karyawan menjadi cepat bosan dan jenuh, sehingga akan menurunkan produktivitasnya. Hal tersebut pun akan menurunkan kompetensi karyawan. Untuk itu diperlukanlah rotasi kerja.

Rotasi kerja adalah pemindahan karyawan dari cabang atau tempat lain sesuai dengan jobdesk dan divisi yang sama dengan yang sebelumnya.

Nantinya, karyawan akan memiliki rutinitas baru yang tentunya tidak membosankan, sehingga akan mendorong mereka untuk bisa bekerja lebih efektif dan lebih efisien lagi.

6. Membangun Team Work

Dalam suatu perusahaan pastinya akan terdiri dari berbagai macam latar belakang individu yang berbeda. Walaupun begitu, membangun team work sangat diperlukan guna memudahkan dan mempercepat perusahaan dalam merealisasikan tujuannya.

Kerjasama yang dilakukan oleh masing-masing individu dalam suatu team work yang baik akan menciptakan solusi yang lebih cepat dan juga tepat dalam menghadapi tantangan perusahaan.

7. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Menyenangkan 

Lingkungan kerja yang menyenangkan bisa diraih dalam berbagai cara, seperti penataan fasilitas yang cukup yang diperlukan oleh karyawan, atau membangun suasana kerja yang harmonis antar sesama karyawan. Fasilitas yang memudahkan karyawan akan membuat mereka bisa bekerja lebih fokus.

Sementara itu, suasana kerja yang harmonis antar tiap karyawan akan membuat karyawan menjadi lebih betah dan akan menumbuhkan rasa memiliki perusahaan. Gabungan dari cara ini bisa membuat lingkungan kerja yang lebih menyenangkan untuk karyawan.

8. MeLakukan Kegiatan di Luar Rutinitas

Kegiatan diluar rutinitas kerja ini bisa berbentuk makan bersama atau rekreasi apapun. Walaupun tidak sering dilakukan, namun ini adalah cara yang baik untuk membuat karyawan menjadi betah di lingkungan kerjanya. Saat mereka lebih betah, maka mereka pun akan lebih terdorong untuk meningkatkan kompetensi kerjanya secara otomatis.

9. Personal Development 

Kepribadian individu adalah suatu hal yang tidak mungkin bisa dipisahkan oleh setiap orang. Untuk itu, tim HRD harus bisa menciptakan suatu kegiatan yang mampu membangun kepribadian personal setiap karyawan dengan baik. Kepribadian yang baik tersebut akan membuat relasi kerja antar setiap karyawan menjadi semakin kompak.

Baca juga: Segala Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Manajemen Usaha

Penutup

Itulah penjelasan lengkap tentang pengertian kompetensi, jenis, manfaat, dan cara meningkatkan kompetensi karyawan dalam suatu perusahaan. Pembahasan ini sangat penting untuk dipahami oleh para pebisnis atau tim manajemen perusahaan agar perusahaan bisa mencapai tujuan bisnisnya secara lebih mudah.

Anda juga harus bisa meningkatkan kompetensi karyawan yang bergerak dalam bidang strategi marketing, manajemen keuangan dan akuntansi. Sehingga perusahaan bisa berjalan dengan semestinya meski dalam keadaan sulit sekalipun.

Nah, untuk membantu karyawan Anda dalam melakukan manajemen keuangan dan akuntansi, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online.

Dengan menggunakan aplikasi akuntansi ini, maka Anda akan lebih mudah dalam melakukan berbagai proses akuntansi, mulai dari laporan arus kas hingga laporan keuangan.

Accurate Online juga akan memudahkan Anda dalam melakukan berbagai proses akuntansi yang rumit. Jadi, Anda bisa mencatat seluruh transaksi laporan keuangan Anda dengan cepat. Selain itu, Anda juga bisa mengelola stok barang, aset perusahaan, sampai dengan mengelola utang-piutang perusahaan secara instan.

Tertarik? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini

accurate berhenti membuang waktu