Etika Bisnis : Pengertian, Tujuan, Contoh, dan Manfaatnya untuk Bisnis

Berbisnis merupakan salah satu bentuk kegiatan dan pekerjaan yang dimana didalamnya bertujuan untuk menghasilkan keuntungan serta uang. Ada berbagai jenis dan sektor dalam bisnis yang bisa untuk dicoba dilakoni dalam kehidupan sosial keseharian. Namun tahukah bahwa berbisnis sebenarnya memiliki etika bisnis sendiri yang wajib untuk diperhatikan?

Bisnis yang baik adalah bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan dan uang saja tapi termasuk didalamnya kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Untuk mencapai status bisnis yang baik dan sesuai kaidahnya perlu adanya penerapan dari etika bisnis di dalamnya. Memangnya apa saja hal-hal yang berkaitan dengan etika dalam berbisnis itu sendiri?

Tentu saja bagi serorang pebisnis tentu sudah tahu mengenai apa itu hal-hal atau etika yang wajib untuk diperhatikan dalam menjalani kerajaan bisnisnya bukan. Namun jika ternyata Anda belum memahaminya tidak perlu khawatir karena dalam artikel ini akan diulas lengkap pembahasan tersebut.

Pastikan untuk menyimak berbagai uraian dan penjelasan yang akan dijabarkan dibawah ini untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Baca juga : Mau Penghasilan Tambahan? Berikut Adalah 10 Jenis Kerja Part Time

Apa Pengertian dari Etika dalam Berbisnis?

Mari mengenal pengertian dari etika bisnis sebelum melangkah lebih jauh memahami point-point terusan didalamnya dan sebagai media ajar berbisnis. Yang dimaksud dari etika didalam berbisnis adalah sebuah cara untuk menjalankan sebuah bisnis itu sendiri. Dimana didalamnya mencakup aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan tentu masyarakat itu sendiri.

Menjadi penting sebenarnya untuk para pelaku bisnis untuk memiliki etika dalam menjalankan sebuah usaha bisnisnya. Jadi ini bisa menjadi salah satu aturan dasar dalam menjalankan sebuah kerajaan bisnis dalam SOP dan tatanan. Sederhananya lagi ini merupakan salah satu sikap sopan santun yang dilakukan ketika bertemu klien, produsen atau konsumen.

Di dalam beretika ini sendiri meliputi sikap seperti tepat waktu dalam menghadiri rapat, menyebutkan nama klien dengan baik. Memberi ucapan terima kasih atau maaf pada klien jika diperlukan. Hal-hal kecil inilah yang merupakan penerapan dari beretika dalam berbisnis itu sendiri.

Baca juga : Mengenal Strategi Brand Positioning dalam Pengembangan Bisnis

Tujuan Dari Adanya Etika Dalam Berbisnis

Nah setelah memahami pengertian dari apa itu etika bisnis maka kini beranjak pada pembahasan lanjutannya mengenai tujuan diadakannya sikap itu sendiri. Ada banyak sekali tujuan penerapan dan keuntungan yang bisa didapatkan dari sikap itu, sebagaimana ulasan berikut.

1. Mendorong Kesadaran Moral Pebisnis

Tujuan dari adanya etika bisnis yang pertama adalah mendorong kesadaran moral bagi pebisnis itu sendiri. Di dalam jalannya sebuah kegiatan berbisnis yang baik adalah tidak hanya berorientasi pada keuntungan, produksi barang dan kegiatan operasional. Tetapi juga harus memperhatikan tingkat moralitas yang baik dari seorang pebisnis dan perusahaan pengelola itu sendiri.

Maksudnya adalah dengan memiliki sikap yang baik tentu saja bisa memberikan penghargaan yang baik bagi klien. Tingkat kesopanan yang tinggi untuk menjalankan bisnis bersama-sama dapat terjalin. Kemudian kerjasama yang bersih tanpa adanya praktik curang dan penipuan dapat terhindarkan bagi masing-masing perusahaan.

2. Menjaga Tata Sikap dan Perilaku Dalam Berbisnis

Dalam bisnis sendiri tentu saja ada aturan dan standar operasional kerja yang berlaku dimana salah satunya memiliki etika bisnis. Hal ini dibuktikan dengan adanya penjagaan tata sikap dan perilaku ketika menjalankan bisnis. Misalnya sama-sama menghargai privacy klien dan perusahaan pengelola atau memberikan transparansi data sesuai kenyataan.

3. Memberikan Batasan Untuk Tetap Menjalankan Bisnis yang Baik

Selanjutnya tujuan dari diadakannya sebuah etika yang baik dalam berbisnis adalah agar adanya batasan kerja yang profesional di antara kedua pihak. Kemudian adanya pembatasan untuk tetap menjalankan bisnis yang baik sesuai standar tanpa mengurangi banyak hal. Maksudnya disini adalah apabila sebuah perusahaan memiliki sebuah moralitas yang baik dalam berbisnis maka pasti enggan untuk berbuat curang.

Mereka akan menjunjung aturan, perjanjian dan tahapan kerja yang sudah disepakati dan sesuai SOP. Batasan moralitas ini akan menjaga kepercayaan masing-masing klien dan perkembangan operasional perusahaan itu sendiri. Oleh sebab itu menjadi penting sekali sebenarnya tujuan dari adanya sebuah kemampuan moralitas juga beretika ini dalam jalannya pekerjaan.

Baca juga : Mengenal Hukum Permintaan dan Penawaran Secara Terperinci

4. Memberikan Citra Perusahaan yang Baik

Tujuan lainnya dari adanya kemampuan menjaga moralitas dan etika ini adalah mampu memberikan citra perusahaan yang baik. Citra ini jelas mampu terbentuk dengan adanya pembuktian komitmen dari sebuah perusahaan yang memiliki etos kerja ini. Dengan kerja sesuai peraturan tentu saja akan terhindar dari yang namanya kecurangan, KKN atau praktik merugikan lainnya.

Hal inilah yang kemudian akan memberikan sebuah citra baik dalam perusahaan secara otomatis dan tanpa dibuat-buat. Calon klien,klien, pekerja perusahaan atau karyawan tentu akan mendapatkan imbas dari citra perusahaan yang baik ini. Oleh sebab itu menjadi penting memiliki sikap beretika.

5. Dapat Menghindari Citra Buruk yang Merugikan

Jika adanya sebuah pembentukan citra yang baik maka tentu saja citra buruk bisa terhindar bukan. Dengan tetap menerapkan sebuah kinerja yang mumpuni, professional dan baik tentu citra buruk tidak akan mampir ke perusahaan. Tidak percaya? Bisa coba saja menerapkannya!

Baca juga : Manajemen Krisis : Pengertian, Tahapan,Tujuan, dan Mengapa itu Penting

Berikut Contoh Penerapan dari Etika Bisnis Itu Sendiri

Setelah diatas mengulas mengenai tujuan dari diadakannya sebuah bisnis yang penuh moralitas dan peraturan baik. Maka berikut adalah contoh penerapannya dalam bisnis itu sendiri.

1. Menyebutkan Nama Klien dengan Baik

Salah satu contoh penerapan dari berbisnis yang penuh etika adalah menyebutkan nama klien dengan baik saat rapat atau pertemuan. Menjadi sangat penting dan menjadi menghormati ketika mengetahui nama klien yang akan diajak kerjasama. Hal ini juga bisa memberikan suasana bisnis yang sehat, nyaman dan penuh kepercayaan.

2. Hadir Tepat Waktu Saat Janji Temu

Agaknya datang ngaret atau telat sama sekali bukan contoh bisnis yang baik. Datanglah tepat waktu ketika ada janji temu apalagi ketika diadakan diluar kantor. Jangan biarkan klien menunggu apalagi jika menjadi tuan rumah atau si pengundang.

Baca juga : 10 Strategi Promosi Kekinian Yang Cocok Untuk Banyak Jenis Bisnis

3. Berdiri Saat Berkenalan

Kemudian contoh lain yang bisa dicoba untuk diterapkan adalah berdiri saat berkenalan dengan klien. Jangan sampai terkesan terlalu bossy meski menjadi tuan rumah perusahaan. Sikap sopan santun merupakan budaya ketimuran yang baik diterapkan dalam berbisnis.

4. Tidak Segan Mengucapkan Terimakasih

Contoh lainnya dari berbisnis yang baik adalah tidak segan untuk mengucapkan terimakasih saat kegiatan meeting atau kontak dengan klien. Ini bisa menjadi salah satu pembangun citra yang baik. Selain itu sudah menjadi keharusan bukan untuk berterimakasih pada orang lain dalam kehidupan bersosial.

5. Membayar Tagihan Rapat

Rapat dan pertemuan bisnis seringkali terjadi diluar kantor seperti café, rumah makan, mall atau tempat lainnya. Biasakan ketika menjadi tuan rumah yang mengundang untuk selalu tepat dalam membayar tagihan. Jangan sampai klien yang mengeluarkan uang karena bisa memberikan citra kurang baik.

Baca juga : Hal yang Harus Anda tahu Tentang Conflict Of Interest pada Bisnis

Manfaatnya dalam Bisnis

Dengan memiliki sebuah etika tentu saja klien merasa lebih dihargai dan tentu saja mampu memberikan gambaran kualitas perusahaan pada klien. Selain itu jaminan adanya kerjasama yang baik terjalin dengan pribadi yang memiliki kualitas diri juga etika. Citra perusahaan bisa menjadi baik, tidak adanya citra buruk dan membuat jalannya bisnis menjadi lancar terkendala.

Itulah diatas merupakan berbagai ulasan dan uraian lengkap mengenai etika bisnis, mulai dari pengertiannya, tujuan, contoh hingga manfaatnya. Memang ketika berbisnis ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan dan dilakukan salah satunya adalah seperti yang diulas dalam artikel ini. Perhatikan berbagai poin diatas untuk menjalankan bisnis agar senantiasa aman,sesuai kaidahnya dan sesuai dengan etika yang ada.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengembangan bisnis adalah melakukan pencatatan pengeluran dan pemasukan pada bisnis yang akan mempermudah Anda melakukan evaluasi mendalam untuk proses bisnis Anda kedepannya.

Kesulitan melakukan pencatatan manual atau sistem pembukuan Anda sebelumnya sulit dioperasikan? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online sebagai software akuntansi pembukuan usaha Anda.

Accurate Online adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pengguna dari berbagai jenis bisnis di Indonesia dan memiliki fitur terbaik.

Tidak percaya? Anda bisa mencoba menggunakan Accurate Online secara gratis selama 30 hari melalui tautan pada gambar di bawah ini :

accurate fokus pengembangan